فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Asy-Syarh: 5)
Hari sudah menunjukan pukul 03.00 subuh, Rhania terbangun dari tidurnya dan langsung membaca doa bangun tidur. Setelah itu Rhania turun dari tempat tidurnya dan membuka pintu lalu berjalan menuju kamar mandi. Untuk apa ia ke sana? Ia akan mengambil air wudhu karna niatnya ingin melaksanakan sholat tahajjud.
Air yang ia basuh ke bagian tubuhnya yang termasuk rukun wudhu terasa dingin bagaikan air kulkas. Setelah berwudhu dia berjalan memasuki kamarnya tak lupa mengucapkan salam. Setelah itu ia menutup pintu dan memakai mukena. Rhania melaksanakan sholat tahajjud dengan khusu.
setelah melaksanakan sholat Rhania langsung berdoa kepada Allah SWT.
"Ya Allah engkau yang maha pengasih lagi maha penyayang.. engkau Allah yang maha pemberi pertolongan.. tolong hamba ya Allah tolong berikan petunjuk kepada hamba agar hamba bisa menyelesaikan karya tulis hamba sebelum lomba di adakan, hamba tidak ingin mengecewakan orang-orang yang telah memberikan amanah kepada hamba ya rabb.. jika mengikuti lomba itu adalah yang terbaik untuk hamba tolong berikanlah kemudahan kepada hamba, tapi jika mengikuti lomba itu bukan yang terbaik untuk hamba tolong berikan keikhlasan di hati hamba dan semoga semua orang tidak benci dan kecewa kepada hamba ya allah aamiin. " Ucap Rhania dalam doanya sambil berurai air mata.
Setelah itu Rhania langsung mengambil al-quran yang ada di dalam lemari. Lalu ia duduk kembali di sejadah yang tadi ia pakai untuk menunaikan sholat tahajjud, Rhania membuka kitab suci umat islam itu dan langsung membacanya dengan suara yang merdu dan membuat siapa saja yang mendengarnya terkagum-kagum.
Rhania membaca Al-Quran surat Asy-Syarh, ayat yang menjelaskan sesudah kesulitan ada kemudahan yaitu pada ayat ke 5 surat itu yang artinya: "*Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. *"
Rhania percaya Allah tidak akan memberikan cobaan kepada hambanya melebihi batas kemampuan nya, karna menjadi sukses itu tidak semudah yang di bayangkan kita harus melalui banyak lika-liku kehidupan menuju kesuksesan itu lah jalan menuju kesuksesan yang sebenarnya.
Rhania yang bahwa sebaik-baiknya tempat pengharapan adalah Allah swt, bukan manusia karna jika kita terlalu berharap kepada manusia itu akan merasakan yang namanya sakit hati tapi tidak kepada Allah jika kita selalu berharap kepadanya insya Allah kita tidak akan di kecewakan olehnya. Karna Allah sebaik-baiknya tempat berharap.
Allah swt pun memerintah agar kita berharap kepadanya dalam Al-Quran surat As-Syarh ayat 8;
وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ
Artinya;"Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap."
Setelah membaca Al-Quran Rhania tidak melepas mukena nya karna dia ingin menunggu adzan subuh, Rhania memilih untuk menyelesaikan karya tulisnya hatinya kini merasa tenang karna telah menunaikan ibadah kepada Allah swt dan membaca Ayat suci Al-Quran.
Rhania mulai membuka aplikasi Microsoft Word, dia mulai mencoba kembali agar karya tulisnya bisa kembali lagi dan atas izin Allah Swt Rhania bisa mengembalikan tulisan yang kemarin malam hilang secara tiba-tiba.
"Alhamdulillah ya Allah, terima kasih engkau telah mengabulkan doa hambamu ini terima kasih, " Ucapnya sambil tersenyum bahagia sangat bahagia, "Mungkin benar bahwa kita dalam melakukan sesuatu harus dengan penuh kesabaran. " Lanjutnya.
Setelah itu semangatnya kembali muncul dia mulai menulis kembali melanjutkan karya tulisnya, yang tinggal beberapa halaman lagi rasa pegal atau pun ngantuk ia hiraukan dia memilih meneruskan menulisnya karna kesempatan tidak datang 2 kali. Dan waktu tidak akan di terulang kembali jadi manfaatkan lah waktu sebaik-baiknya.
Setelah satu jam Rhania menulis tak terasa adzan subuh pun telah berkumandang dia memberhentikan aktivitas nya.
Allahu akbar... Allahu akbar..
Setelah adzan selesai berkumandang Rhania membaca doa setelah mendengar adzan, lalu ia melaksanakan sholat subuh.
Setelah selesai sholat subuh, Rhania tidak tidur ia memilih meneruskan aktivitas nya yaitu menyelesaikan karya tulisnya.
"Alhamdulillah tinggal sedikit lagi, semangat Rhania kamu pasti bisa. " Ucapnya menyemangati dirinya sendiri.
☀☀☀
Di tempat lain seorang laki-laki baru bangun dari tidurnya, dan bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan mengambil air wudhu. Dia adalah Akhtar Qabeel Alfarezi ya laki-laki itu walaupun tingkah lakunya suka aneh dan terlihat badboy tapi dia tidak pernah meninggalkan kewajibannya sebagi umat muslim yaitu menunaikan sholat lima waktu.
Setelah selesai mandi Akhtar memakai kaus hitam polos dengan celana jeans warna hitam, ya cowok itu memang suka warna hitam jadi pakaiannya atau barang-barang yang ia miliki kebanyakan warna hitam. Setelah itu ia memakai peci, dan melaksanakan sholat subuh.
Setelah sholat subuh ia memilih keluar kamar, dan hanya ada pembantu nya yang sedang memasak di dapur.
"Eh Den Akhtar sudah bangun! " Sapa pembantunya.
"Hmm.. ya bi. " Jawabnya.
"Den Akhtar ganteng loh kalau pake peci. " Pujinya. Seketika dahinya mengernyit, "Peci, " Gumamnya. Dia langsung mengangkat tangan dan memegang benda yang ada di kepalanya dan ternyata dia masih memakai peci. Setelah itu melepaskannya.
"Kenapa di lepas den? " Tanya Bi Minah.
"Hah? Eng-enggak. " Jawabnya. Dia langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan aneh.
Waktu berjalan begitu cepat hari sudah mulai siang, Akhtar mengambil jaket nya dan berjalan keluar dari kamar.
"Akhtar kamu mau kemana? " Tanya mamahnya yang melihat anaknya keluar kamar dengan memakai jaket.
"Main." Singkatnya.
"Gak makan dulu? " Tanya mamahnya lagi.
"Nanti aja diluar. " Jawabnya."Aku berangkat dulu, assalamualaikum! "Pamitnya sambil melangkah pergi menuju keluar. Mamahnya di dalam hanya geleng-geleng kepala, " Dasar anak muda. "Ucapnya.
Akhtar pergi dengan menaiki motor trail nya, dan mengendarai motor tak tentu arah dia ingin main tapi bingung ke mana. Saat di perjalanan dia melihat seseorang yang seperti tak asing lagi baginya.Ia pun memilih memberhentikan motornya di pinggir orang itu.
" Elo!"
"Kamu! "
Ucap mereka bersamaan. "Elo ngapain jalan sendirian? " Tanya Akhtar.
"Kamu ngapain ada di sini? " Orang itu malah bertanya balik.
"Hah? Eng-enggak gue.. " Akhtar bingung mau menjawab apa tiba-tiba dia menjadi gugup seperti ini.
"Gak penting, lo jawab dulu pertanyaan gue! " Pintanya mengalihkan pembicaraan.
"Bukan urusan kamu. " Jawabnya.
"Eh lo ya, di tanya baik-baik malah gitu. " Ucapnya kesal.
"Kamu juga kan aku nanya jawabnya gak penting ya udah berarti jawaban aku bukan urusan kamu. " Ucap Rhania yang tak mau kalah. Yaps orang yang sedang berjalan di trotoar adalah Rhania dia berniat untuk pergi ke warnet untuk memprint hasil karya tulisnya.
"Dasar cewek gak mau ngalah, pengennya bener mulu, " Gumamnya yang masih bisa di dengar oleh Rhania.
"Gue denger ya. " Ucap Rhania. Dan membuat Akhtar gelagapan.
"Eh lo sebenernya mau kemana sih? " Tanyanya berusaha mencairkan suasana.
"Warnet."Singkatnya.
" Ngapain? "Tanyanya.
" Kepo. "Jawabnya.
" Eh yang bener. "Ucapnya.
" Hmm.. mau ngeprint buat lomba besok. "Ucapnya.
" Yang karya tulis itu ya? "Tanyanya dan Rhania hanya menganggukan kepala.
" Mau gue anter? "Tanya Akhtar.
" Hah?"Tanyanya.
"Kenapa gue jadi perhatian gini sama si jutek ini. " Batinnya.
"Jangan kegeeran gue cuman mau bantu sebagi temen yang baik, dan ini juga kan demi kelas. " Ucapnya.
"Siapa juga yang geer. " Ucap Rhania sambil memutar bola matanya.
"Gimana mau gak? " Tanya Akhtar. Rhania terdiam apa dia minta antar Akhtar aja, tapi apa boleh buat dari pada dia bingung harus mencari warnet kemana lagi karna warnet yang Rhania kunjungi tutup kalau pakai motor kan bisa cepet kalau warnet yang bukanya jauh.
"Ya udah deh. " Jawabnya setelah lama berfikir.
"Ya udah deh apa? " Tanyanya.
"Iya mau. " Jawabnya. Dan Akhtar menganggukan kepala seperti ada rasa senang di hatinya entah itu apa, mereka langsung menaiki motor Akhtar dan Rhania menggunakan tasnya sebagai pembatas antara tubuhnya dan Akhtar.
"Dasar ukhti. " Gumam Akhtar.
"Udah? " Tanyanya.
"Udah, jangan ngebut inget! " Pinta Rhania. Akhtar hanya menangguk lalu menutup kaca helm nya menjadi fullface.
Mereka hanya larut dalam pikiran masing-masing, mereka merasa gugup entah kenapa.
"Kita mau ke warnet di mana? " Pertanyaan itu Akhtar keluarkan setelah mereka larut pada pikiran masing-masing.
"Yang deket alfamart aja. " Jawabnya. Setelah itu Akhtar melajukan kembali motornya yang tadi sempat pelan. Dan ternyata warnet yang dekat alfamart tutup.
"Yah tutup. " Ucap Rhania setelah Akhtar memberhentikan motornya di depan warnet itu.
"Jangan cemberut gitu, entar lo tambah jelek. " Ucap Akhtar yang melihat Rhania cemberut.
"Bukannya ngasih solusi malah ngatain. " Ucapnya kesal.
"Iya maaf, gitu aja ngambek. " Ucapnya.
"Lo ikut gue! " Pinta Akhtar.
"Kemana? " Tanya Rhania bingung.
"Udah ikut aja. " Jawabnya.
"Iya kemana? Aku kan harus print ini dulu. " Ucap Rhania.
"Kalau lo mau nyelesain tugas buat lomba, lo ikut gue. " Ucap Akhtar.
"Mau gak? Kalau gak mau ya udah gue tinggal. " Ucapnya.
"Ya udah iya. " Jawabnya. Dan mereka langsung menaiki motor Akhtar kembali dan melaju entah kemana Akhtar akan membawa Rhania. Tak lama setelah beberapa menit mereka pun sampai di rumah mewah bertingkat 2 dengan halaman yang bersih dan asri.
"Kok kesini. " Rhania berucap seperti bukan pertanyaan melainkan pernyataan.
"Turun! " Pinta Akhtar. Setelah mereka berhenti di depan rumah yang Rhania tak tahu itu rumah siapa. Rhania pun langsung turun sambil terus melihat ke rumah yang sangat mewah yang membuat dirinya takjub.
"Ini rumah siapa? " Tanya Rhania.
"Ayo masuk! " Ajaknya. Akhtar bukannya menjawab malah mengajak Rhania masuk.
"Tunggu, jawab dulu pertanyaan aku! " Pinta Rhania yang di penuhi dengan tanda tanya besar.
"Nanti juga lo tau. " Ucap Akhtar yang meninggalkan Rhania dengan motornya.
"Iih jawab dulu dasar kue nastar. " Cibir nya sambil menghentakan kakinya. Lalu ia memilih untuk ikut masuk.
"Assalamu'alaikum." Ucap Akhtar. Sementara Rhania masih terdiam karna masih bingung.
"Ayo masuk! " Ajak Akhtar. Rhania hanya mengikuti saja.
"Eh kamu, katanya mau main kok udah pulang lagi? " Tanya seorang wanita cantik umurnya seperti seumur dengan mamahnya.
"Siapa?. " Batinnya.
"Kamu bawa siapa? " Tanyanya lagi sebelum mendapat jawaban dari Akhtar.
"Dia? Temen kelas. " Jawabnya. Rhania hanya tersenyum ramah lalu mencium tangan Mamah Akhtar.
"Nama kamu siapa? " Tanya Mamah Akhtar tak kalah ramah.
"Saya Rhania Nur Alisha. " Jawabnya sambil tersenyum.
"Rhania cantik sekali kamu, saya mamahnya Akhtar. " Ucapnya dan membuat Rhania kaget.
"Beda banget sama anaknya yang nyebelin. " Batinnya.
"Udah kan perkenalannya? " Tanya Akhtar yang sudah bosan dengan adegan itu.
"Eumm.. ya udah tante tinggal dulu ya! " Pamit Mamahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments