Part 20

 

"Menuju sukses itu butuh proses

Jalani semua tahap nya baru kamu

akan merasakan dan mengetahui

bagaimana sukses yang sebenarnya. "

 

~Rhania Nur Alisha~

 

 

Hari ini adalah hari senin di mana Rhania akan mengikuti lomba yang ada di sekolahnya. Semua orang sudah berkumpul di lapangan karna sebentar lagi acara perlombaan sekaligus memperingati hari raya idul adha akan segera di mulai.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. " Ucap seorang OSIS yang berada di depan melalui mikrofon.

"Wa'alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh. " Jawab semua siswa.

"Bagaimana kabarnya? " Tanya OSIS yang satunya lagi.

"Alhamdulillah luar biasa Allahu akbar. " Jawab mereka.

"Alhamdulillah ya kak, sebentar lagi acara perlombaan juga memperingati hari raya idul adha akan segera di mulai. " Ucapnya.

"Iya alhamdulillah, sebelum perlombaan kita juga bakal ada acara kurban tapi bukan kurban perasaan ya. " Ucap temannya diiringi tawa.

"Yang mau ngurbanin mantannya silahkan daftar ke panitia," Ucapnya, "Canda ya. " Lanjutnya diiringi tawa.

"Ha ha ha. " Tawa temannya.

"Baik untuk para peserta lomba di harapkan untuk memisahkan diri dan maju ke depan, berdiri sesuai perlombaan yang diikuti yang ada pada papan di depan! " Pinta OSIS itu.

Mendengar itu Rhania pun langsung berjalan ke depan bersama temannya yang mengikuti lomba Cerdas Cermat, mereka langsung berbaris sesuai lomba masing-masing.

"Barisnya sesuai tingkatan kelas ya! " Pinta salah satu OSIS. Mereka pun langsung menyesuaikan barisan sesuai tingkatan kelas.

"Untuk yang ada di depan sambil menunggu acara di mulai kalian boleh duduk dulu! " Pinta OSIS sebagai pembawa acara.

Rhania dan perserta lain duduk bersebelahan bersama kakak kelas mereka.

"Dek kamu pake materai gak di karya tulisnya? " Tanya kakak kelas Rhania yang duduk di sebelahnya.

"Enggak tapi di persyaratan nya mah iya di suruh kak, tapi aku gak pake he he. " Jawab Rhania sopan diiringi tawa.

"Iya kakak nya sama gak papa, gak papa lah. " Ucapnya.

"Kamu berapa halaman? " Tanya kakak kelasnya yang duduk di pinggir depan Rhania.

"Aku 30 halaman. " Jawab nya.

"Banyak banget, kakak cuman 15." Ucapnya.

"Gak papalah yang penting ikut dari pada di denda. " Ucap temannya.

"Kalau boleh tau kakak dari kelas mana? " Tanya Rhania.

"Yang mana? " Tanya nya.

"Yang mana aja, dua-duanya juga boleh. " Jawabnya.

"Aku dari kelas Xl AKL 1." Jawab kakak kelas yang ada di samping depan.

"Kalau aku dari XI RPL 4." Ucap temannya.

"Oh iya kak, salam kenal ya. " Ucapnya sambil tersenyum. Kalian beranggapan pasti Rhania SKSD tapi yang begitulah sikapnya dia selalu ingin akrab atau kenal baik dengan seseorang entah kenapa tapi yang pasti menambah teman itu lebih baik bukan dari pada menambah musuh?

"Kalau kamu dari kelas mana dek? " Tanyanya.

"Aku dari kelas X AKL 1." Jawab Rhania.

 

💫💫💫

 

Rhania dengan peserta yang lain sedang menunggu keputusan juri siapa yang akan masuk ke final. Sudah hampir satu jam Rhania menunggu tapi juri belum juga keluar mungkin karena banyak yang mengikuti lomba itu dan karya tulis yang mereka buat tidak lah sedikit jadi memerlukan waktu yang banyak untuk menentukan siapa yang akan lanjut ke babak final.

"Kamu dari kelas mana? " Tanya Feby teman SMP Rhania tapi beda kelas pada 2 orang yang sedang duduk bersama mereka.

"Aku dari kelas BDP 1." Jawabnya.

"Kalau aku dari kelas OTKP 2." Jawab salah satunya lagi.

"Nama kalian siapa? " Tanya Feby lagi.

"Nama aku Sulistiani. " Jawab seseorang yang tadi bilang kelas BDP 1.

"Kalau aku Cindy. " Jawab seseorang yang tadi bilang kelas OTKP 2.

"Oh ya, kenalin nama aku Feby. " Ucap Feby tersenyum ramah.

"Kalau kamu? " Tanya Sulistiani pada Rhania.

"Nama aku Rhania. " Jawabnya sambil tersenyum. Setelah itu mereka berbincang-bincang sambil menunggu kepastian siapa yang bakal masuk ke final dan sampai mereka bertukar nomor Watsapp.

"Duh kok lama ya. " Ucap Feby.

"Iya nih, jadi gak tenang kalau belum tau hasilnya. " Ucap Rhania.

"Mending kita jajan dulu yuk! Yang lain juga udah pada jajan lagian masih lama kan. " Ucap Cindy.

"Iya juga sih, emang OSIS nya gak bakal ngizinin? " Tanya Ruangan.

"Pasti ngizinin lah ini kan udah masuk jam istirahat. " Jawab Sulistiani.

"Ya udah ayo! " Ajak Feby. Mereka pun berdiri dan semua posisi duduk dan berjalan menuju kantin tapi sebelum itu mereka meminta izin terlebih dahulu kepada OSIS yang mengawasi di sana.

"Kak kita boleh ke kantin gak? " Tanya Sulistiani.

"Oh iya dek, silahkan masih lama kok jurinya juga. " Jawabnya.

"Iya kak, makasih. " Ucap mereka sopan.

"Sama-sama." Jawabnya setelah itu Rhania dan kawan-kawan langsung pergi ke kantin untuk membeli makanan.

"Kamu mau jajan apa Rha? " Tanya Feby.

"Aku mau minum aja. " Jawabnya.

"Oh ya udah, kamu beli minum aku beli gorengan dulu ya. " Ucapnya.

"Oke." Ucap Rhania mengiyakan.Mereka pun langsung membeli makanan dan minuman yang mereka inginkan setelah itu langsung kembali lagi keruang perlombaan.

"Masih belum ya. " Ucap Rhania ketika melihat masih ada peserta yang berdiam diri diluar.

"Mungkin sebentar lagi. " Ucap Sulistiani. Mereka pun kembali duduk di tempat semula yang mereka duduki.

"Aku berharap sih aku gak kepilih, soalnya

kalau nanti di suruh presentasi aku gimana kan gak tau isinya tentang apa. " Ucap Feby.

Kenapa Feby berkata seperti itu? Karena Feby mengikuti lomba itu sebagai pengganti teman nya yang sedang sakit secara tiba-tiba jadi dia di suruh menggantikannya dengan memberikan karya temannya kepada juri. Awalnya Feby juga tidak mau tapi apa boleh buat demi kelas dia rela menggantikan temannya. Bagaiamana dengan Rhania dia juga sudah tau kalau Feby mengikuti lomba ini sebagai pengganti.

Allahu akbar.. Allahu akbar..

Suara adzan terdengar dari masjid SMKN 2,mendengar itu Rhania langsung mengajak teman-temannya untuk melaksanakan Sholat.

"Kita Sholat yuk! Sambil nunggu hasil ini. " Ucapnya.

"Ya udah ayo.! " Ajak Cindy dengan semangat setelah itu mereka langsung menuju masjid. Tapi sebelum itu mereka mengambil mukena di kelas masing-masing yang mereka bawa dari rumah. Setelah itu mereka langsung pergi ke masjid dan langsung mengambil wudlu. Mereka melaksanakan sholat berjamaah dengan khusunya.

Setelah melaksanakan shat dzuhur Rhania langsung memanjatkan doa kepada Allah SWT.

"Ya Allah hari ini adalah penentuan ku apakah aku bisa masuk final atau tidak, aku yakin apapun hasilnya itu pasti yang terbaik untukku.. semoga jika aku masuk ke tahan selanjutnya aku dapat mempresentasikan hasil karya tulisku dengan baik dan benar, tapi jika aku tidak masuk tolong berikan keikhlasan di hatiku dan di hati orang-orang yang memberikan amanah kepadaku.. aamiin. " Itu doa yang Rhania panjatkan pada ilahi rabbi.

Setelah melaksanakan sholat dzuhur Rhania langsung kembali ke ruang perlombaan dan tak lama setelah mereka sampai, semua peserta yang mengikuti lomba di suruh masuk.

"Ini udah kumpul semua apa belum? " Tanya seorang OSIS.

"Belum masih ada yang sholat. " Jawab Devon. Ya Devon yang dulu sebagai kakak kelas Rhania yang memberitahukan tentang acara orkep dia jiga mengikuti lomba itu.

"Pengumuman nya nanti setelah ada ibu aja ya. " Ucap salah satu teman OSIS nya.

"Sekarang aja! " Pinta Devon.

"Tapi tunggu dulu, yang lain! " Pintanya.

"Assalamu'alaikum." Ucap seseorang sambil berjalan masuk lalu duduk di bangku yang kosong.

"Wa'alaikumusalam." Jawab mereka.

"Nah udah ada semua sekarang buruan kasih tau! " Pinta Devon yang sudah tak sabar.

"Iya iya, tapi untuk taun ini kamu kenapa gak masuk ya Von. " Ucap OSIS itu yang berbicara seperti pernyataan bukan pertanyaan.

"Oke yang masuk ke final dan presentasi adalah... " OSIS itu menggantung kan ucapannya.

"Buruan ah lo mah lama! " Pinta Devon kesal.

"Tunggu napa! Kan biar degdegan gitu. " Ucapnya.

"Oke yang masuk ke Final adalah Rhania, " Ucapnya. Deg! Mendengar namanya di sebut pertama jantung Rhania langsung berdegup kencang dari biasanya perasaan senang menyapanya tangannya juga mulai dingin ya itulah Rhania dia emang selalu seperti itu.

"Feby, Shasya, Zeandra, Farah.... "

Dan banyak lagi yang di sebutkan olehnya tapi tidak ada nama Devon, juga Cindy dan Sulistiani.

"Eh tunggu ada yang ketinggalan. " Ucapnya.

"Devon, ya Devon kamu masuk ke final. " Ucap OSIS itu yang tadinya muka Devon datar setelah mendengar itu ada raut bahagia terpancar di wajahnya.

"Jadi nanti presentasi gitu terus ada juga sesi tanya jawab. " Ucapnya.

Setelah mereka berbincang-bincang sambil menunggu juri datang, tak lama para juri pun masuk dan mengumumkan siapa yang masuk final karna mereka tak tahu kalau OSIS sudah mengumumkannya.

"Oke sekarang untuk presentasi nya, di undi pake nomor ya nanti kalian ambil satu-satu nomornya dari kertas yang di gulung! " Pinta salah satu juri. Dan OSIS pun membantu para juri untuk membuat nomor undian dan yang pertama mengambil undian adalah paling pojok dekat pintu. Semua yang masuk ke final di suruh duduk di kursi depan.

Satu persatu sudah membawa nomor undian Rhania selalu berharap agar dirinya tidak mendapat urutan pertama, tapi yang di harapkan tidak sesuai yang di dapatkan karna Rhania mendapatkan nomor 1.

"Yah."Ucapnya entah rasa kecewa, ataukah degdegan karna mendapatkan urutan nomor 1 yang intinya hanya kata itulah yang bisa mewakili perasaan nya sekarang.

" Nomor urut berapa? "Tanya Devon padanya.

" Satu. "Jawab Rhania lemas. Setelah acara pengambilan nomor urut presentasi juri langsung menulisnya nama-nama dengan nomor urut masing-masing peserta.

" Jadi yang dinilai sekarang pada saat presentasi adalah cara penyampaiannya seperti gerakan tubuh, lalu suaranya harus jelas dan pada proses tanya jawab sebenarnya presentasi ini hanya untuk nilai tambahan saja. "Jelas salah satu juri.

" Yang gak ikut presentasi mau liat apa mau di luar? "Tanya juri itu.

" Liat."Jawab mereka mendengar itu jantung Rhania kembali abnormal itulah kelemahan Rhania dia selalu nerves ketika berbicara di depan banyak orang kata-kata atau kalimat yang sudah ia simpan di otak terkadang hilang separuh karna rasa nerves nya. Rhania juga tak suka dengan kadan itu.

"Baik untuk mempersingkat waktu mari kita mulai acara presentasi nya dengan membaca basmalah! " Pintanya.

"Bismillahirrahmanirrahim." Ucap mereka bersama-sama.

"Baik nomor urutan pertama Rhania Nur Alisha. " Ucap juri. Mendengar namanya di panggil kaki nya gemetar dan lemas tangannya dingin mungkin kalian beranggapan itu terlalu lebay tapi itulah kelemahan Rhania karna di setiap kelebihan pasti ada kekurangan bukan?

"Semangat." Ucap kakak kelas kelasnya sambil tersenyum yang tadi pagi mengobrol dengan Rhania di lapangan. Rhania pun hanya tersenyum membalas ucapannya. Lalu ia beranjak dari duduknya sambil mengucapkan basmalah dan berdiri di hadapan juri juga peserta yang lainnya.

"Bismillah." Batinnya.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. " Ucapnya.

"Wa'alaikumusalam darah wabarakatuh. " Jawab mereka serempak.

"Sebelum saya mempresentasikan isi karya tulis yang saya buat, izinkan saya untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu, " Ucapnya.

"Perkenalkan nama saya Rhania Nur Alisha dan kelas X AKL 1,karya tulis yang saya buat berjudul 'Penanaman Sikap Moderasi Beragama Bagi Kaum Milenial. " Lanjutnya. Setelah itu Rhania langsung menjelaskan isi karya tulis yang Rhania buat dengan singkat padat dan jelas dengan rasa gugup juga.

"Sekian yang dapat saya sampaikan maaf apabila ada kesalahan, billahi taufik wal hidayah wassallamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. " Ucapnya setelah mempresentasikan karya tulisnya. Ketika Rhania ingin kembali ke tempat duduknya tiba-tiba langkah nya terhenti.

"Tunggu! Belum selesai kan belum sesi tanya jawab. " Ucap juri. Entah karna Rhania ingin cepat-cepat selesai atau dia memang lupa akan sesi tanya jawab itu Rhania pun tersipu malu.

"Baik ibu mau bertanya, kenapa kamu memilih judul 'Penanaman Sikap Moderasi Beragama Bagi Kaum Milenial? " Tanya salah satu juri.

"Saya mengambil judul tersebut karna saya ingin mengajak kepada teman-teman semua khususnya kaum milenial untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha Esa dan melakukan hal-hal positif. " Jawabnya. Untungnya dia bisa menjawab pertanyaan itu langsung tanpa berfikir panjang.

"Baik untuk pertanyaan kedua, tujuan kamu membuat karya tulis ilmiah ini dengan judul tersebut? " Tanya juri lainnya.

"Tujuannya ya yang seperti saya katanya tadi saya ingin mengajak kepada semua orang khususnya kaum milenial untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha Esa dan melakukan hal-hal positif, saya ingin pemuda pemudi penerus bangsa ini menjadi orang-orang yang sukses tanpa lupa pada agamanya. " Jawabnya.

"Dan pertanyaan terakhir bagaimana cara untuk menghindari sikap radikalisme dan ekstremisme? " Tanya juri ke 3 ya di sana memang ada 3 juri.

"Menurut saya cara untuk menghindari sikap radikalisme dan ekstremisme, adalah dengan cara lebih mendekatkan diri kepada Allah swt, jika ada masalah sebaiknya di selesaikan secara baik-baik dan jika kita berteman atau membuat sebuah komunitas itu harus dengan tujuan positif bukan negatif. " Jawabnya.

"Baik sudah itu saja pertanyaan dari kami. " Ucapnya. Mendengar itu Rhania langsung berucap syukur dan perasaan lega menghampiri nya.

"Baik terima kasih wassallamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. " Ucap Rhania lalu ia kembali ke kursinya.

"Wa'alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh. " Jawab semua sambil bertepuk tangan.

"Bagus juga dia. " Ucap seseorang yang masih bisa terdengar oleh Rhania. Siapa dia itu adalah Devon dia memuji Rhania karna menganggap presentasi Rhania bagus.

"Wali lah ilham. " Batinnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!