Part 19

 

"*Allah tau siapa yang berusaha"

Dan berdoa kepadanya untuk

menggapai impian dan apa

yang di cita\-citakan oleh hambanya*

~Rhania Nur Alisha~

 

Setelah Mamah Akhtar pergi, tinggalah Akhtar dan Rhania sekarang dia menyuruh Rhania untuk tunggu di ruang tamu.

"Lo duduk dulu di ruang tamu, nanti gue ke sana! " Pintanya.

"Terus mau ngapain, gue kan mau nge print Akhtar. " Ucapnya.

"Iya bawell, tunggu bentar lo mau print kan ya print nya di rumah gue. " Ucapnya.

"Kenapa di rumah lo? " Tanya Rhania.

"Ah lo banyak tanya, mau di print nin gak? " Tanya yang kesal karna Rhania terus bertanya.

"Iya iya. " Jawabnya.

"Ya udah lo tunggu di sana! " Pintanya. Rhania pun langsung pergi untuk duduk di sofa.

"Rumah di besar juga ya, bersih lagi. " Ucap Rhania ketika dirinya melihat ke sekeliling rumah Akhtar.

"Mana Flashdisk lo? " Tanya Akhtar yang tiba-tiba.

"Hah? Eum aku gak bawa *Flashdisk. *" Jawabnya yang kaget melihat Akhtar yang tiba-tiba datang.

"Lah katanya mau print, kok gak bawa flashdisk? " Tanya Akhtar heran.

"Aku gak punya Flashdisk laptop juga gak punya apalagi *Flashdisk. *" Jawab Rhania.

Akhtar kaget, "Terus lo buat karya tulis nya pake apa? " Tanya nya.

"pake *handphone. *" Jawabnya.

"Sebanyak itu? " Tanyanya yang masih tak percaya. Lalu di balas anggukan oleh Rhania.

"Kasian banget ni cewek. " Batinnya.

"Kenapa lo gak minta bantuan yang lain atau enggak gue gitu? " Tanyanya lagi. Entah kenapa sekarang Akhtar jadi banyak bertanya biasanya di cuek pada wanita apalagi Rhania yang dianggap oleh dirinya jutek.

"Aku malu, kan uang buat print dari kalian terus laptop masa harus dari kalian juga lagian emang ada yang mau minjemin laptop ke aku? " Rhania malah balik nanya.

"Ya lo gak bakal tau mereka bakal minjemin laptop apa enggak nya ke lo, kalau lo nya gak nanya. " Ucap Rhania. Memang benar apa yang di ucapkan Akhtar tapi Rhania fikir takkan ada yang mau meminjamkan barang mahal itu padanya buktinya waktu itu temannya bilang mau meminjamkan pada Rhania tapi sampai sekarang dia tidak pernah bertanya lagi pada Rhania mau atau tidak jika di pinjami laptop. Rhania fikir selagi ia bisa mengapa harus meminta bantuan orang lain Allah pasti tau siapa yang bersungguh-

sungguh dan berdoa untuk menggapai impian dan cita-cita nya.

"Aku fikir selagi aku bisa, kenapa harus minta bantuan orang lain. " Jawabnya.

"Bener juga sih kata ni cewek. " Batinnya.

"Ya udah sekarang lo kirim PDF nya ke laptop gue! " Pintanya ketika sudah duduk di samping Rhania.

"Kamu boleh agak jauhan gak duduk nya? " Tanya Rhania.

"Emang kenapa sih? " Tanyanya balik.

"Ya enggak, kita gak boleh terlalu deket bukan muhrim. " Ucap Rhania.

"Susah ya kalau deket sama Ukhty. " Batinnya.

"Iya iya. " Ucap Akhtar lalu ia bergeser sedikit menjauh dari Rhania yang tadinya jarak mereka berdekatan.

"Mamah kamu ke mana? " Tanya Rhania.

"Di kamar, kenapa nanyain mamah gue? " Tanya Akhtar.

"Kalau pembantu lo? " Tanya Rhania lagi.

"Ah lo banyak tanya emang kenapa sih? " Tanya Akhtar sambil mengacak rambutnya kasar.

"Kita gak boleh berduaan kamu tau itu kan, jadi kalau ada mamah atau pembantu kamu kita aman. "Jawabnya.

" Maksud lo? "Tanya Akhtar bingung.

" Ya Allah melarang suatu kaumnya yang lawan jenis berduaan nanti yang ketiganya setan. "Ucap Rhania.

" Lo kira gue bakal ngapa-ngapain lo gituh? Jangan geer deh lo gue juga mikir-mikir dulu. "Ucapnya.

" Bukannya gitu, tapi aku cuman ngelaksanain perintah Allah aja. "Ucap Rhania.

" Bibi! "Panggil Akhtar sambil berteriak.

" Iya den kenapa? "Tanya Bi Minah sambil menghampiri Akhtar dan Rhania.

" Bibi duduk di sini! "Pinta Akhtar.

" Kenapa? "Tanya Bi Minah heran.

" Udah bibi duduk aja di sini, temenin kita. "Jawabnya.

" Kenapa emang? Bibi takut gak ah den. "Tolak nya.

" Enggak duduk aja di sini, dan jangan banyak tanya kayak dia. "Ucap Akhtar sambil melirik ke Rhania. Rhania hanya memutar bola matanya malas.

Bi Minah pun menuruti permintaan Akhtar dia langsung duduk di antara Rhania dan Akhar.

" Udah di krim belum? "Tanya Akhtar.

" Eh-eh iya maaf lupa. "Jawab Rhania gelagapan lalu ia langsung mengirim file yang berisi karya tulisnya.

" Udah. "Ucap Rhania.

" Hmm.. tulisannya gak rapi gimana sih lo. "Cibir nya.

" Ya gimana mau rapi, nulisnya di handphone di masukin ke laptop ukurannya juga udah jauh beda. "Ucap Rhania.

" Ya udah gue benerin dulu deh. "Ucapnya.

" Sini biar aku aja! "Pinta Rhania.

" Emang lo bisa? "Tanya Akhtar yang seperti meremehkan Rhania.

" Ya bisalah, jangan ngeremehin dulu orang lain jangan fikir karna orang itu gak punya sesuatu yang kamu punya dia gak bisa mainin atau cara pake nya gimana jadi jangan ngerendahin orang gitu dulu. "Ucap Rhania.

" Aku tau aku gak punya barang malah itu kayak kamu, tapi bukan berarti aku gak bisa pakenya jangan liat orang itu dari satu sisi tapi liat juga dari sisi lainnya. "Lanjutnya yang merasa Akhtar meremehkan nya. Mendengar perkataan Rhania yang seperti itu Akhtar jadi merasa bersalah dia bukan mau meremehkan Rhania dia hanya ingin bertanya saja tapi nada bicara nya yang tak bisa di jaga jadi seperti merendahkan Rhania.

" Ma-maaf maksud gue gak gitu kok, gue cuman nanya doang. "Ucapnya yang merasa bersalah.

" Kamu gak usah minta maaf, emang aku pantes buat di remehin udah terlalu banyak yang ngeremehin atau menghina aku jadi tenang aja. "Ucap Rhania santai.

" Kasian juga dia, karna udah banyak yang ngehina dia tapi dia jadiin motivasi sampe dia bersikap biasa aja. "Batin nya salut.

" Oke kalau gitu. "Jawabnya.

Setelah itu mereka langsung membenarkan tulisan yang belum benar pengaturannya di temanin Bi Esih sambil sesekali mereka berbincang-bincang. Sampai 1 jam mereka mengerjakan itu dan akhirnya selesai tinggal beberapa lembar lagi yang belum di print.

" Kalau ke warnet sebanyak ini berapa harganya? "Tanya Rhania di sela-sela pengerjaan print an nya.

" Setau gue sih 50 ribu. "Jawab Akhtar. Rhania hanya manggut-manggut.

" Neng cocok juga ya sama Den Akhtar kenapa gak pacaran aja? "Tanya Bi Minah.

" Hah? "Ucap mereka berbarengan yang sama-sama kaget kenapa Bi Minah tiba-tiba bicara seperti itu.

" Enggak mungkin lah bi, aku sama kue nastar kayak dia. "Tolak Rhania.

" Heh jangan mencemarkan nama baik orang, nama gue Akhtar bukan nastar lagian gue juga ogah kali pacaran sama lo Alis. "Ucap Akhtar.

" Alisha bukan Alis kalau Alis ini nih. "Ucap Rhania sambil menunjukan alisnya.

" makannya jangan mencemarkan nama baik orang kalau gak mau di jelekin balik. "Ucapnya.

" Nih udah beres. "Ucapnya lagi sambil memberikan lembaran kertas pada Rhania.

" Makasih. "Ucapnya sambil mengambil kertas itu dari Akhtar.

" Hmm sama sama. "Ucapnya.

" Gue mau ke toilet dulu, lo duduk aja di sini sama Bi Esih! "Pintanya.Dan tanpa menunggu jawaban dari Rhania Akhtar langsung pergi begitu saja.

" Apa aku pulang aja ya dan titip uangnya ke Bi Esih kalau di kasih ke dia langsung pasti gak bakal di terima. "Batinnya.

" Bi aku mau nitip uang ini buat Akhtar. "Ucap Rhania.

" Uang apa ini Neng? "Tanyanya.

" Ini uang karna Akhtar udah bantu saya. "Jawabnya.

" Loh kenapa harus di kasih uang, dia pasti bakal nolak neng. "Ucap Bi Minah.

" Nah makannya saya titip ke bibi, lagian saya sekarang mau pulang masih ada kerjaan yang belum selesai di rumah. "Ucapnya.

" Gak nunggu dulu Den Akhtar? "Tanya Bi Esih.

" Enggak bi soalnya saya buru-buru. "Jawabnya.

" Ya sudah saya panggil dulu nyonya ya. "Ucapnya.

" Iya bi. "Ucap Rhania lalu Bi Eti meninggalkan Rhania untuk memanggil Mamah Akhtar. Tak lama setelah itu Mamah Akhtar menghampiri Rhania.

" Tante saya pamit pulang dulu ya! "Pamitnya.

" Kenapa lansung pulang kan baru sebentar? "Tanyanya.

" Saya masih ada kerjaan di rumah tan, jadi harus pulang buru-buru. "Jawabnya sambil tersenyum.

" Oh ya sudah kalau begitu, Akhtar kemana biar dia anter kamu? "Tanyanya.

" Dia lagi ke kamar mandi, gak usah tan saya bisa pulang naik angkot aja. "Tolak nya.

" Kenapa mending di anter Akhtar aja? "Tanyanya lagi.

" Gak usah tan, makasih sebelum nya saya pulang dulu ya assalamualaikum. "Ucapnya sambil mengecup tangan Mamah Akhtar.

" Ya sudah kalau begitu, hati-hati di jalan ya wa'alaikumusalam. "Ucapnya.

" Iya makasih tan. "Ucapnya lalu berjalan keluar dari rumah itu.

 

🌼🌼🌼

 

Sesudah pulang dari rumah Akhtar Rhania langsung pulang ke rumahnya. Dia sangat bahagia hari ini karna Allah telah membantunya melalui Akhtar sosok laki-laki yang ia anggap sangat menyebalkan tapi tak apa walau begitu Allah tetap membantunya.

" Alhamdulillah Ya Allah terima kasih banyak karna engkau telah memberikan kemudahan kepada hamba, hamba mengerti dan menjadi tau bahwa di balik ke sulitan itu pasti ada kemudahan terima kasih ya Allah. "Ucapnya dalam doa ketika melaksanakan sholat dzuhur.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!