Part 03

"*Yakinlah bahwa semua"

Yang TUHAN berikan

Itu adalah yang

Terbaik untuk kita*

Rhania terbangun dari tidurnya dan seperti biasa Rhania selalu membaca doa setelah bangun tidur.

Setelah membaca doa Rhania beranjak dari tidurnya karena ia akan ke kamar mandi,tapi sebelum itu Rhania melihat ke arah cermin yang ada di kamarnya.

"Ya ampun mata aku sembab,pasti karna nangis semaleman."Ucap Rhania dalam hatinya karena melihat matanya yang sembab.

Flashback On

Rhania sedang menangis di kamarnya,ya dia menangis merasa bersalah karna telah mengambil tindakan tanpa seizin kedua orang tuanya yaitu mengganti jalur yang sebelumnya jalur KETM(Keterangan Tidak mampu) sekarang di ganti menjadi jalur NHUN(Nilai Hasil Ujian Nasional).

Padahal tadi sepulang sekolah mamahnya tidak memarahinya tapi tetap saja perasaan bersalah masih menghantuinya.Ya anak mana yang tidak merasa bersalah jika melakukan tindakan tanpa izin orang tuanya apalagi ini menyangkut biaya untuk bersekolah.

"Mah maafin Nia,Nia emang salah."Ucap Rhania bemonolog sambil air matanya terus keluar.

"Nia emang bodoh,kenapa tadi Nia gak pulang dulu kayak Eriska mungkin gak akan kayak gini."Dia terus mencaci dirinya sendiri.

"Mungkin ini karna keinginan ku yang tinggi untuk bersekolah di situ sampai aku mengambil tindakan sendiri tanpa memikirkan bagaimana biaya yang akan di bayar orang tua ku nanti."Ucapnya lagi.

Flashback Off

Setelah itu Rhania bergegas pergi ke kamar mandi dengan kepala menunduk karena ia tak mau mamahnya tau karna Rhania menangis semalam.

Selepas mandi dan mengambil air wudlu Rhania langsung memakai seragam putih biru,lalu dia memakai mukena karna ia akan melaksanakan sholat subuh.

Rhania melaksanakan sholat subuh dengan khusu lalu dia berdoa kepada ALLAH SWT.

"Ya Allah jika aku di izinkan untuk bisa mengganti dari Jalur NHUN ke Jalur KETM aku akan menggantinya.Tak apa jika aku harus daftar lagi dari awal tak apa aku harus ngantri lama asal aku tidak mengecewakan kedua orang tuaku,tolong kabulkan lah doa ku..hanya kepadamulah aku menyembah dan hanya kepadamu lah aku meminta pertolongan aamiin."Itulah doa yang Rhania panjatkan kepada ALLAH SWT dia ingin kedua orang tuanya bahagia dan tidak ingin selalu membebani kedua orang tuanya.

Selepas sholat Rhania langsung memakai kerudung dan memakai bedak tipis juga minyak wangi,dia memang wanita yang terbilang simple gak mau ribet.Rhania langsung pergi ke dapur untuk mengambil sarapan dan ia sarapan di ruang tengah tempat menonton tv setelah selesai makan Rhania langsung pamit pada mamahnya.

"Mah,Rhania berangkat sekolah dulu ya!"Pamitnya.

"Iya,ini bekalnya nanti kamu takutnya ke SMK lagi."Ucap mamahnya yang memberikan uang lebih dari biasanya.

"Enggak kok mah."Ucap Rhania dan ia hanya mengambil bekal yang biasa mamahnya berikan dan ia mengembalikan lagi uang yang tidak ia ambil.

"Ya udah hati-hati ya!"Pinta mamahnya.

"Iya."Jawab Rhania lalu mengecup tangan mamahnya.

"Assallamu'alaikum."Ucap Rhania sambil berjalan keluar rumah.

"Wa'alaikumussalam."Jawab mamahnya.

Di perjalanan menuju SMP dia terus berdoa agar hari ini lebih baik dari hari yang sebelumnya dia tidak ingin hari ini mengecewakan kedua orang tuanya atau ada masalah yang membuatnya bersedih.

"Ya Allah semoga hari ini lebih baik dari sebelumnya,niat hamba ingin mencari ilmu dunia dan akhirat,semoga hamba selamat sampai tujuan dan di perjalanan lancar tidak ada halangan apapun..."

"Robbi zidnii ilman wardzukni fahman..robbis rohli syodri wayasyirli amri wahlul ukhdatamillisanii yafkhohu khohuli..robbana attinaa fiddunya hasanna wafil akhirati khasanatawakina adzabbannar aamiin."Itulah doa yang Rhania panjatkan karna baginya hanya kepada Allah lah sebaik-baiknya tempat untuk memohon pertolongan.

Di perjalanan Rhania terus menerus membayangkan kejadian kemarin,dan ia terus berdoa berharap agar jalur yang ia pilih bisa di ganti.

"Kalau waktu bisa di ulang aku ingin mengganti pilihanku kemarin."Harapnya.

"Tapi,itu tak mungkin."Ucapnya lagi dengan wajah tak semangat dia juga terus melamun.

"Ya Allah semoga saja jalur yang aku pilih bisa di ganti,tak apa aku harus mengantri lama ataupun berjam jam asalkan aku bisa mengubah jalur untuk masuk ke SMK 2.Memang aku belum tentu masuk ke SMK itu tapi aku akan tetap berusaha dan berdoa apapun hasil nanti nya aku yakin itu pasti yang terbaik untukku."Ucap Rhania dalam hati.

Setelah sampai di SMPN 1 terlihat belum ada siswa siswi yang hadir Rhania memilih menunggu teman-temannya di pinggir gerbang.

"Nah itu kayaknya Rindu,Dini sama kelas 8 yang suka bareng sama mereka."Ucap Rhania ketika melihat 3 wanita yang sedang berjalan ke arah sekolah.

Dan dugaan Rhania benar 3 wanita itu adalah Rindu,Dini dan kelas 8 yang entah siapa namanya.Rindu Dwiyanti adalah teman kelas sekaligus sahabat Rhania dan Dini Oktaviani adalah teman Rindu tapi beda kelas.

Ketika 3 orang itu sudah sampai Rhania langsung berjalan mengikuti mereka ke arah dalam sekolah.Dan mereka duduk di depan ruang Laboratorium untuk menunggu teman mereka yang lain.

"Rhan,kamu bawa hp?"Tanya Rindu yang sedang duduk di samping Rhania.

Enggak,kamu?"Tanya Rhania balik.

Setelah itu mereka asyik berbincang-bincang dan tak lama mereka pindah tempat ngobrol yaitu ke kelas yang berada di depan tangga.

"Ayo kita liat Nasya sama Rahel latihan nari!"Ajak Dini pada Rindu dan Rhania.

"Ayo,emang mereka latihan di mana?"Tanya Rindu.

"Itu di kelas yang di depan tangga."Jawab Dini sambil menuruni tangga dan mereka bertiga berjalan menuju kelas yang di bicarakan.Kalian pasti bertanya siapa Nasya dan Rahel dan kenapa mereka latihan nari?Jawabannya adalah Nasya teman kelas Rhania dan Rahel adalah kelas 8 yang sering berangkat sekolah bareng Rindu dan Dini.

Mereka berlatih nari karena besok akan ada acara perpisahan kelas 9 di SMPN 1.Setelah sampai dimana Nasya dan Rahel berlatih nari,Rhania dan Rindu langsung duduk di teras sementara Dini berdiri di dekat Speaker.

"Kok dini belum dateng ya Rin."Ucap Rhania pada Rindu.Andini adalah sahabat dekat Rhania melebihi kedekatannya bersama Rindu tapi persahabat mereka harus terpisah karna jarak dan waktu ya karna mereka nantinya akan beda sekolah Rhania memilih melanjutkan ke SMK sedangkan Andini ke Pesantren.

Ketika Rhania sedang melirik lirik ke arah tangga ternyata Andini sudah datang dan dia sedang berjalan menuju arah tangga.

"Rin,itu Andini udah dateng."Ucap Rhania pada Rindu.

"Yang bener?Buruan sini ngumpet biar nanti dia nyangka nya kita gak sekolah."Ucap Rindu sambil tersenyum jail.Dan Rhania langsung menghampiri Rindu untuk bersembunyi.

"Ada siapa?"Tanya Nasya setelah latihan nari.

"Ada Andini."Jawab Rhania.

"Terus kenapa harus ngumpet?"Tanya Nasya heran.

"Hah?Enggak kita cuman iseng aja."Jawab Rhania diiringi tawa.

"Haha iya shuutt!Jangan di kasih tau!"Pinta Rindu pada Nasya.

"Andini di kelas pasti sendirian."Ucap Rhania.

"Iya gak papa,biar dia nyariin kita kalau nanti ketemu bilang aja kalau kita datengnya siang!"Pinta Rindu dan mereka pun tertawa ya tertawa di atas penderitaan orang lain tega banget mereka jail nya wk wk.

"Tapi kasian juga Andini,mending kita ke kelas 9D!"Ajak Rhania pada Rindu.

"Oke deh,jadi kita mau ke kelas nih?"Tanya Rindu memastikan.

"Iya."Jawab Rhania singkat.

"Din,kita ke kelas duluan ya kamu mau ikut?"Tanya Rindu pada Dini.

"Ayo aku ikut."Mereka pun keluar untuk mencari keberadaan Andini tak lupa mereka pamit pada Nasya dan Rahel.

"Sya kita ke kelas duluan ya!"Pamit Rindu pada Nasya.

"Hmm..oke."Jawab Nasya.

Baru beberapa menit entah detik mereka berjalan sudah terlihat dari arah berlawanan ada Andini yang sedang berjalan bersama teman-temannya.

"Itu Andini Rin."Ucap Rhania.

"Oh iya,tunggu aja di sini!"Pinta Rindu.

"Kalian udah dari tadi?"Tanya seorang wanita teman kelas Rhania,Rindu,juga Andini.

"Eum..iya ud-dah dari tadi."Jawab Rhania gugup tadinya kan dia di minta sama Rindu untuk bilang ke Andini mereka dateng nya siang tapi Rhania tidak enak kalau berbohong walaupun itu hanya candaan karna berbohong ya tetaplah berbohong walaupun itu candaan.

"Iya,tadi kita liatin Nasya latihan nari."Timpal Rindu.

"Terus kalian mau ke mana?"Tanya Andini.

"Kita mau ke atas,kamu mau ikut?"Tanya Rindu pada Andini.

"Ke atas mau ngapain?"Tanya Andini lagi.

"Mau cari Bu Laila."Jawab Rindu.

"Eh Ra,Bu Laila udah dateng?"Tanya teman Rhania tapi beda kelas.

"Gak tau,tapi kayaknya belum."Jawab Rhania.

"Ya udah kita tunggu di gerbang aja yuk!"Ajak teman Rhania.

"Ya udah ayo!"Ajak Rhania balik mereka pun berjalan menuju gerbang sekolah untuk menunggu Bu Laila karna mereka akan memberikan surat keterangan tidak buta warna yang kemarin sudah di periksa di puskesmas.

Ketika sudah sampai mereka duduk di pinggir gerbang dan bercerita juga mengobrol bersama dan tak terasa siswa siswi pun mulai berdatangan.

"Sil,kamu mau di terusin ke mana sekolah?"Tanya Rhania pada temannya dia adalah Sila.

"Ke SMK Insan Sejahtera,kamu?"Tanya Sila balik.

"Kalau ke terima ke SMK Negeri 2 kalau gak ke terima mau ke SMK Mentari 2."Jawab Rhania.

"Eh iya kalian besok mau di dandan sama siapa?"Tanya Sila karna besok sekolah mereka akan mengadakan acara perpisahan.

"Aku mau sama kakak sepupu aku."Jawab Andini.

"Kalau kamu Ra?"Tanya Sila pada Rhania.

"Gak tau,gimana nanti aja."Jawab Rhania dia memang masih bingung mau di dandan sama siapa karna dia kan kalian tahu lah dia suka males dandan.

"Harus nentuin dari sekarang Ra."Ucap Andini dana hanya di balas senyuman oleh Rhania.

"Kalau besok mau ke sini sama siapa?"Tanya Sila.

"Aku mau sama mamah."Ucap Rhania.

"Aku juga sama mamah."Ucap Andini yang jawabannya hampir sama seperti Rhania.

"Aku mau sama nenek,buyut."Canda Rindu di iringi tawa.Setelah itu datanglah Safira ia langsung menghampiri Rhania dan kawan-kawan.

"Eh,hai Safira!"Sapa Rhania.

"Ra,Bu Laila udah dateng?"Tanya Safira yang sekarang sudah duduk di samping Rhania.

"Belum,ini juga lagi nunggu."Jawab Rhania.

"Oh iya,katanya kamu mau nunjukin video ke aku."Ucap Rhania teringat ucapan Safira waktu itu.

"Oh video anime?"Tanya Safira.

"Iya."Singkat Rhania lalu mereka menonton video anime yang kata Safira videonya lucu di handphone Safira.Dan ternyata memang benar video nya lucu membuat Rhania dan kawan-kawan tertawa.

"Benerkan lucu?"Tanya Safira.

"Iya."Jawab Rhania sambil tersenyum.

"Mana aku liat!"Pinta Rindu dan langsung mengambil handphone Safira yang di pefang Sila.

"Itu kayaknya Bu Laila."Ucap Rhania ketika ke sebrang ada seorang wanita muda sedang berjalan ke arah sekolah.

"Mana?"Tanya Rindu penasaran.

"Itu."Jawab Rhania sambil melihat ke arah wanita yang sedang berjalan.

Beberapa menit kemudian.

"Kok Bu Laila gak ada?Tadi beneran ada lagi jalan."Ucap Rhania heran karna tadi melihat Bu Laila sedang ke arah sekolah tapi sampai sekarang belum sampai dan di jalan pun tidak ada.

"Iya kok aneh ya."Rindu mengiyakan dan tak lama kemudian Rhania melirik lagi ke arah jalan ternyata Bu Laila ada tapi masih berjalan di tempat pertama kali Rhania lihat.

"Loh itu Bu Laila ada."Ucap Rhania makin heran.

"Iya terus tadi ke mana dulu ya?"Safira bertanya-tanya.

"Enggak tau."Jawab Rhania.Setelah Bu Laila sampai Rhania,Safira dan teman-temannya yang akan masuk ke SMKN 2 menghampiri Bu Laila.

"Bu ini surat keterangan tidak buta warna dari puskesmas."Ucap Rhania sambil memberika kertas.

"Ya udah kalian tulis di kertasnya nomor antrian kalian!Masih inget nomernya?"Tanya Bu Laila.

"Aku 300."

"Aku 350."

"Aku 279."

"Ini Bu."Ucap Rhania dan kawan-kawan sambil memberikan surat keterangan tidak buta warna.

"Tapi ibu belum pasti bisa atau enggak nya soalnya ibu harus ke SMK Sosial,kalau gak sibuk nanti ibu ke SMKN 2."Jelas Bu Laila.

"Eh iya Ra,gimana kemarin kata mamah kamu?"Tanya Bu Laila.

"Ya gitu,kan udah bilang ke kakak ibu."Jawab Rhania.

"Iya,ibu bukan gak tau tapi peluang untuk jalur KETM cuman 20% dan yang daftar ada 1000 lebih jadi yang keterima cuman sedkit.Kalau jalur NHUN kan peluangnya 60% pasti lebih banyak."Jelas Bu Laila.

"Oh iya bu,aku mau tanya ini salah atau bener soalnya nilai UN Matematika aku ke tuker sama nilai Bahasa Inggris gak sama dari yang di kasih di SMP sama kertas vertifikasi yang di SMK."Jelas Rhania.

"Emang bener yang dari SMK soalnya kan kalau di SMK langsung ke pusatnya,emang yang di SMP pada kebalik nilainya."Ucap Bu Laila.

"Iya Ra,nilai aku juga sama kebalik kok."Ucap teman Rhania.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!