*Istana Kerajaan Green
Di ibukota kerajaan Green khususnya di istana kerajaan, terdapat hiasan dekor dan pernak-pernik yang indah. Banyak orang mengobrol dengan senang.
Mereka semua berkumpul di sini untuk menghadiri pertunangan Lux dan Rose.
"Baiklah para tamu yang terhormat terimakasih telah menghadiri acara pertunangan putriku Rose dan Lux. Mari kita berikan sambutan yang meriah kepada mereka." Ucap Linlin dengan senyum lembut, sementara disampingnya ada Ron ayah Lux, Lissa ibu Lux, Jack saudara kedua Lux dan Lily adik Lux. Saudara pertama Lux Ray tidak hadir bersama mereka.
Sementara itu Lux dan Rose yang mendengar suara Linlin mulai keluar dan menyambut para tamu.
Semua orang yang ada disana mulai bertepuk tangan. Selain bertepuk tangan mereka tercengang dengan penampilan Rose dan Lux yang menawan. Mereka tidak bisa mengalihkan perhatiannya dan hanya bisa menatap mereka dengan kagum.
"Waa. Tuan Lux sangat tampan." Ucap salah satu bangsawan wanita.
"Iya, aku sangat iri pada putri Rose. Kenapa bukan aku saja yang dihamili oleh tuan Lux." Balas wanita bangsawan lainnya.
"Dimalah kamu B*ich, sialan. Kenapa juga tuan Lux harus menyukai nenek-nenek seperti kamu." Ucapa bangsawan wanita itu dengan dingin.
"Apa katamu.?" Balasnya.
Akhirnya terjadi pertengkaran antara mereka, untung saja ada beberapa orang yang melerainya.
Sementara itu Lux yang dari tadi mendengar percakapan mereka hanya bisa mengerucutkan bibirnya.
"Kamu sangat populer rupanya." Ucap Rose sambil menatap Lux dengan senyum menyeramkan.
Sementara Lux yang melihat hal ini hanya bisa berkeringat dingin dan dengan tenang menjelaskan. "Hahaha, istriku tercinta, walaupun aku sangat populer, hanya kamu seorang yang aku cintai."
Rose yang mendengar balasan Lux tersenyum puas dan kemudian tenang kembali. Sementara Lux menghela nafas lega. Dia mulai menenangkan dirinya dan mulai berbicara.
"Para tamu yang terhormat terimakasih telah menghadiri acara kami. Silahkan menikmati makanan yang telah kami sajikan." Ucap Lux sambil mengangkat gelas anggur.
Para tamu yang mendengar ucapan Lux tersenyum kemudian membalas mengangkat gelas anggurnya. Tetapi hal yang tak terduga terjadi.
"Fufufu. Astaga aku tidak sangka bocah Lux akan segera memiliki seorang istri." Ucap seorang wanita dipintu masuk.
Semua orang yang mendengar suara itu segera menoleh dan melihat seorang wanita cantik berambut hitam dengan tubuh menggoda, berjalan dengan anggun diikuti oleh 3 pelayan wanita di belakangnya.
Linlin yang melihat orang yang datang segera berkata dengan serius. "Semiramis..."
Semua tamu undangan yang melihat nyonya Semiramis, segera membelah diri dan mempersilahkannya untuk mendekat kearah Rose dan Lux.
Setelah Semiramis tiba didepan Lux dia dengan ringan mengangkat tangan kanannya dan memegang dagu Lux.
"Fufufu. Lux, sepertinya kamu semakin tampan saja itu membuatku sangat ingin memakanmu. Tapi sayang sekali, padahal aku mengatakan bahwa kamu harus menemuiku ketika kamu dewasa, kamu justru memiliki kekasih baru sekarang." Ucap Semiramis dengan senyum menggoda.
Sementara itu Lux yang mendengar ucapan Semiramis berkeringat dingin saat mengingat ingatan tentangnya. 'Ugh. AI, analisis statusnya'
[Mulai Menganalisis....]
[ Status
Nama : Semiramis Red
Umur : 50 Tahun
Garis Darah: Abadi
Statistik : 6000 Power
Tahap Meditasi : Mana Core Tahap Perak
Karakteristik: Sadis, cerdik, baik kepada teman, kejam terhadap musuh, dan bijaksana.]
Lux yan melihat status Semiramis sedikit terkejut.
'Dia sama kuatnya dengan Sebastian dan juga apa-apaan dengan garis keturunan Abadi itu...' Pikir Lux.
Sementara itu Rose yang berada disamping Lux marah, atas tindakan Semiramis.
"Duches Semiramis apa yang kamu lakukan?. Lepaskan tangan kotormu itu dari kekasihku." Ucap Rose dengan dingin.
Semiramis yang mendengar hal ini malah tersenyum. "Astaga, sungguh kasar. Apa ini memang ucapan yang pantas dikeluarkan oleh seorang putri."
Rose yang mendengarnya marah. "Kamu.."
"Semiramis. Kalau kamu datang kesini ingin membuat masalah, lebih baik kamu segera meninggalkan tempat ini." Ucap Linlin.
Semiramis yang mendengar suara itu sedikit terkejut kemudian tersenyum kembali. "Astaga, Linlin. Sudah lama kita tidak bertemu kamu masih kasar seperti biasanya. Astaga ternyata ada juga Ron dan keluarganya."
"Sudah lama nyonya Semiramis. " Balas Ron
"Fufufu. Sebenarnya aku tidak ingin datang kesini, tetapi karena aku sedang mencari anakku jadi....." Ucap Semiramis sambil menatap Linlin.
Linlin yang ditatap oleh Semiramis tersenyum dan membalasnya. "Itu bagus untukmu karena kita juga memerlukan seorang wali disini."
"Apa maksud dari ucapanmu itu?" Balas Semiramis sambil menatap Linlin dengan tenang.
"Astaga. Tidak kusangka acara sudah seramai ini. Apakah aku belum terlambat?." Ucap seorang wanita yang baru datang dengan seorang pelayan wanita dan seorang pria.
Semua para bangsawan melihat tamu yang datang berkeringat dingin. Sementara itu Rose yang melihat tamu baru datang berkata dengan dingin. "Ratu Alisa.."
"Astaga, Rose. Sudah lama aku tidak melihat mu tidak kusangka kamu makin tidak berakhlak saja dan juga...." Ucap Ratu Alisa sambil menatap perut Rose.
"Ibu, itu adalah Lux." Ucap pria di samping Ratu Alisa yang merupakan pangeran pertama Leo.
"Kamu, diamlah." Ucap Alisa.
Leo yang mendengar hal itu muram dan langsung diam.
"Selamat atas pertunangan putramu Ron." Ucap Alisa.
"Terimakasih Ratu Alisa.." Balas Ron.
Alisa kemudian memberi salam kepada ibu Lux, sebelum dia melihat adik Lux, Lily. dan dia tersenyum.
"Ron. Anakmu sudah semakin besar dan cantik. Bagaimana kalau melakukan pertunangan dengan putraku juga, Leo." Ucap Alisa.
Leo yang mendengar ucapan ibunya sangat senang. Dia melihat Lily dan tidak mau tidak menjilat sedikit bibirnya.
Sementara itu Lily yang mendengar ucapan Alisa memeluk ibunya dengan takut. "Ibu.."
"Tidak apa-apa sayang." Lissa balas memeluk Lily.
"Astaga. Apakah keluarga Fos tidak menerimanya. Bukankah saat ini Putri Rose telah bertunangan dengan putra kalian, Lux. Sepertinya keluarga Fos telah berubah dan memihak kepada satu pihak." Ucap Alisa.
Semiramis dan Linlin yang mendengar ucapan Alisa mengerutkan kening. Sementara Ron yang mendengar hal itu muram dan sebelum dia bisa membalas perkataan Ratu Alisa, tiba-tiba Lux memotongnya.
"Adikku tidak akan bertunangan, selain atas pilihannya sendiri. Tidak untuk pilihan keluarga Fos ataupun keluarga kerajaan sekalipun." Ucap Lux sambil berjalan mendekat dan berdiri didepan Lily.
Semua orang yang mendengarnya tercengang, terutama Alisa.
"Apa maksud dari ucapanmu itu nak Lux. Apakah kamu ingin memberontak melawan kerajaan." Ucap Alisa dengan nada mengancam.
"Memberontak? Sepertinya kamu salah paham. Keluarga kami dari dulu tidak pernah berubah. Hanya ada satu orang yang berhak kami patuhi dan itu adalah Raja kerajaan Green, bukan keluarga kerajaan." Teriak Lux dan matanya berubah menjadi Lotus berdaun enam.
Semua tamu bangsawan yang ada disana tercengang. Sementara itu Lily yang mendengar perkataan Lux terharu dan menatapnya dengan manis.
Berbeda dengan Ratu Alisa dan Leo yang marah saat mendengar ucapan Lux.
"Kamu.."
Sebelum Ratu Alisa marah, tiba-tiba ada suara dibelakangnya yang menghentikan dia. "Tolong tenanglah Ratu Alisa..."
Ratu Alisa berbalik dan melihat seorang pria tua, diikuti oleh Sebastian dan Anggelina.
"Marquez Foban Res. Apa maksud dari perkataanmu itu." Ucap Alisa.
"Ratu, yang dia ucapkan itu memang tidak sepenuhnya salah keluarga Fos adalah kasus khusus. Mereka hanya bisa diperintah langsung oleh Raja Grey sendiri." Ucap Foban sambil membelai janggutnya.
Para bangsawan yang mendengarnya mulai bergosip antara mereka.
"Sepertinya memang begitu. Keluarga Fos memang adalah salah satu keluarga paling setia selain kelurga Res." Ucap bangsawan acak.
Sementara bangsawan lainnya mengangguk setuju.
Alisa yang mendengar hal ini muram dan berusaha menahan amarahnya. Kemudian dia pergi ditempat Semiramis berada, sementara pangeran Leo mengikutinya.
Marquez Foban yang melihat hal ini kemudian melangkah dan memberi selamat kepada Lux dan Rose.
Saat sebelum acara dimulai hal yang tak terduga terjadi lagi, masih ada hal yang akan disampaikan oleh Ratu Linlin.
"Untuk para tamu yang terhormat sebelum kita memulai acara aku ingin meminta waktu sebentar. Ada sesuatu yang akan aku umumkan." Ucap Linlin.
Para tamu bingung dengan ini, karena selain acara pertunangan apa lagi yang ingin di sampaikan.
"Mungkin semua orang bingung dengan situasi ini, tetapi aku akan menyampaikan ini sekarang, bahwa pertunangan ini tidak akan dilakukan oleh Rose dan Lux saja tetapi,.. Fifian silahkan datang kemari." Linlin berkata sambil mempersilahkan Fifian untuk masuk.
Fifian yang mendengar suara Linlin mulai masuk didalam ruangan.
Saat para tamu yang mendengar perkataan Linlin, mereka tercengang dan mulai berbisik-bisik.
"Apa yang terjadi?. Bukannya Fifian adalah tunangan dari pangeran kedua. Kenapa tiba-tiba menjadi tunangan dari tuan Lux dan yang lebih membingungkan adalah putri Rose mau menerima Fifian sebagai kekasih kedua tuan Lux. Sungguh Lux bajingan beruntung..." Umpat salah satu bangsawan.
Sementara bangsawan lainnya mulai mengobrol dengan yang lainnya juga. Pembahasan masih tentang pertunangan Fifian, Rose dan Lux yang tiba-tiba.
Berbeda dengan Semiramis yang mengerutkan kening, kemudian menghela nafas dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sementara Alisa yang mendengar ucapan Linlin menyeringai meremehkan.
Linlin yang sadar akan hal itu mengerutkan kening dan menatap Lux dengan Gugub.
Lux yang melihat situasinya mulai berpikir. "Belum cukup yah. Sepertinya hanya itu jalan satu-satunya..."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Izhar Assakar
dei awal bab sisyem hanaya bisa mengkomfirmaai kekuatan lawan sjab,sdangkan mc nya masih lembek sja,,kpn peningkatannya thoooooooooorrr
2023-05-04
1
Crhysaora
gasss polll
2023-03-22
0
Chaptayn Cradlle Knot
lanjut........
2023-02-17
0