Chapter 16 Ketiga istrimu.

Lux yang mendengar ucapan Brayen Horn segera menunduk dan berkata. "Terimakasih tuan. Kalau boleh, basakah aku memberikan senjata ini pada istriku?." Tanya Lux

"Silahkan. Ketiga senjata itu adalah milikmu sekarang, jadi kamu boleh melakukan apa saja kepadanya dan juga sepertinya sangat cocok memberikan ketiga senjata ini kepadamu, Karana masing-masing dari ketiga istrimu dapat memilikinya." Brayen berkata, sambil menatap Rose, Fifian dan Sisil.

Fifian dan Sisil yang mendengar bahwa mereka adalah istri Lux, memerah dan malu. Sementara Lux yang mendengar perkataan Brayen segera mengklarifikasinya.

"Ah, tuan istri saya hanya satu itu adalah yang berambut merah." Ucap Lux.

"Ah, apakah seperti itu. Maaf kalau aku salah, hahahahaha."

Sebenarnya Rose, Fifian, Arthur, Nana dan Sisil masih bingung dengan situasnya. Mereka masih belum mengerti kenapa yang tadinya menolong seorang lelaki tua dan sekarang tiba-tiba menjadi murid lelaki tua tersebut.

"Kenapa kalian masih bingung disitu kemarilah Rose." Ucap Lux.

Rose yang dipanggil oleh Lux segera menghampirinya dan berkata. "Um, Lux kenapa keadaannya tiba-tiba menjadi seperti ini?"

Lux yang mendengar pertanyaan Rose segera berkata. "Hah, Rose ini akan menjadi pelajaran buatmu. Kamu tidak boleh memandang orang dari fisik luarnya saja. Sekarang teteskan darahmu ke tombak ini dan itu akan menjawab semua pertanyaanmu. Kamu juga akan paham apa yang sebenarnya kulakukan."

Rose yang mendengar perkataan Lux sempat ragu dan akhirnya dia mengikuti perintah Lux meneteskan darahnya. "Setelah meneteskan darahnya perubahan pada tombak tersebut terjadi.

Tombak tersebut kemudian mengalami perubahan. Tombak yang dulunya berkarat dan rusak kini telah menjadi menjadi tombak yang sangat indah. Mata tombak tersebut berubah warna menjadi merah dan pegangannya menjadi hitam. Aura naga keluar dari tombak itu.

Semua orang disana tercengang, kecuali Brayen.

"OOO. Tidak kusangka putri kecil ini memiliki darah naga. Sepertinya tidak salah kamu memberikan tombak itu padanya." Ucap Brayen.

"Tentu saja.." Ucap Lux sambil tersenyum puas.

Sementara itu Rose yang melihat perubahan pada tombak tersebut sedikit terkejut, kemudian dia menjadi bersemangat karena beberapa ingatan tentang cara menggunakan tombak masuk kedalam otaknya.

"Lux ini adalah artefak Suci, diistana saja hanya terdapat satu. Itupun itu digunakan oleh ayahku. Apakah tidak apa-apa memberikan tombak ini padaku?." Rose bertanya dengan ragu.

"Tidak apa-apa rose. Aku sebenarnya selalu khawatir padamu kalau terjadi sesuatu yang membahayakan. Jadi dengan memberikanmu artefak ini membuatku menjadi jauh lebih baik." Ucap Lux menghampiri Rose dan mengecup keningnya.

Rose yang mendengar perkataan Lux merasakan perasaan manis dihatinya.

"Terimakasih kasih Lux." Rose berkata dengan malu-malu.

Sementara itu Fifian yang melihat kemesraan Lux dan Rose merasa sangat iri.

"Lux aku ingin bertanya bagaimana dengan dua senjata sisanya. Apakah itu merupakan senjata artefak juga?" Tanya Rose.

"Kedua senjata ini bukanlah Artefak, tetapi mereka adalah senjata tingkat S yang tidak kalah kuatnya dengan tombakmu. Aku juga masih bingung dengan apa yang akan kulakukan pada dua senjata ini" Lux berkata sambil menatap senjata tersebut.

"Apakah kamu tidak menggunakan kedua senjata tersebut?." Tanya Rose.

"Tidak. Aku menggunakan sebuah pedang." Ucap Lux.

Rose yang mendengar perkataan Lux berpikir sebentar dan kemudian dia menemukan sebuah ide.

"Fifian, Sisil, kemari."

Fifian dan Sisil yang dipanggil namanya oleh Rose segera datang.

"Lux. Bagaimana kalau kamu memberikan kedua senjata itu kepada Fifian dan Sisil. Kebetulan Fifian menggunakan Panah, sementara Sisil menggunakan Belati." Ucap Rose kepada Lux.

"Aku juga tidak masalah dengan itu. Selain itu dengan adanya Sisil disampingmu yang memiliki Belati Racun, itu bisa menambah keamananmu lebih baik." Ucap Lux tanpa Ragu.

"Fufufu. Tenang saja Fifian akan ikut membantu bersama kami nanti." Ucap Rose.

"Eh, apakah kamu merencanakan sesuatu yang aneh lagi?" Ucap Lux ragu.

"Itu rahasia. Kamu akan mengetahuinya setelah kita sampai dikediamanku." Ucap Rose

Lux mengangkat alis bagian kanannya. Sementara Rose hanya menyeringai dan mengambil dua senjata tersebut dari Lux.

Setelah mengambil kedua senjata tersebut. Kemudian dia memberikannya kepada Fifian dan Sisil.

"Fifian, Sisil ambilah dan teteskan darahmu."

Fifian dan Sisil yang mendengar perkataan Rose tercengang.

"Rose. Apakah kamu yakin memberikan senjata ini pada kami?" Tanya Fifian ragu dan Sisil dibelakang Fifian ikut mengangguk.

"Ambillah,. ini juga tidak gratis. Kamu juga akan mengetahuinya setelah kita sampai di kediamanku." Ucap Rose sambil menyeringai.

Fifian yang mendengar perkataan Rose mengangkat alis bagian kanannya, sementara Sisl ragu-ragu. Mereka kemudian menatap Lux, untuk meminta persetujuannya.

Lux yang melihat pandangan mereka segera berkata. "Hah, Ambillah. Anggap itu sebagai hadiah dariku."

Mendengar persetujuan Lux, mereka mulai berpikir. Setelah berpikir lama mereka akhirnya mengambilnya dan mulai meneteskan darahnya. Sontak perubahan terjadi pada kedua senjata tersebut.

Panah yang dipegang oleh Fifian beruba menjadi panah yang indah berwarna biru muda. Sementara belati yang dipegang oleh Sisil menjadi belati hitam dengan garis merah disetiap sudut belati.

Fifian dan Sisil merasakan cara penggunaan senjata di otak mereka.

"Luar biasa." Ucap Fifian dan Sisil secara bersamaan.

"Sepertinya ketiga senjata itu jatuh kepada orang yang tepat. Kamu tidak salah memberikan senjata itu kepada mereka." Ucap Brayen

"Sepertinya begitu." Balas Lux dengan senyuman.

Sementara itu Nana yang melihat Fifian dan Sisil diberikan hadiah, cemberut. Dia kemudian berkata. "Kenapa hanya kakak Rose, Kakak Fifian dan Kakak Sisil yang mendapatkan hadiah. Sementara aku dan Arthur tidak mendapatkannya, kan Arthur?" Ucap Nana, sambil meminta dukungan dari Arthur.

Sementara itu Arthur yang mendengar perkataan Nana membalas dengan malu, sambil menundukkan kepalanya. "Um"

Lux yang mendengar hal itu menghela nafas dan berkata kepada tuannya Brayen. "Tuan, mohon maaf atas masalahnya, kalau bisa?."

"Hahahaha. Santailah nak Lux. Kamu sekarang adalah murid pertamaku jadi kamu bisa mengambil dua barang lagi." Ucap Brayen sambil tertawa.

"Terima kasih tuan."

Lux kemudian mengambil dua barang lagi. Yang satunya sebuah liontin, sementara yang satunya adalah cincin.

"Arthur, Nana. Kemarilah.." Ucap Lux sambil tersenyum.

Nana dan Arthur yang dipanggil oleh Lux segera menghampirinya dengan gembira. Lux memberikan Cincin kepada Arthur dan Liontin kepada Nana.

" Segera teteskan darah kalian."

"Baik." Balas keduanya.

Kemudian kedua liontin dan cincinnya berubah menjadi indah dan cantik.

" Liontin itu mampu mengeluarkan pelindung, jika dialiri mana. Sementara Cincin itu mampu menyehatkan tubuhmu menjadi lebih kuat." Ucap Lux menjelaskannya kepada Arthur dan Nana.

Arthur dan Nana yang mendengar perkataan Lux sangat bahagia. Mereka memegang hadiah dari Lux dengan hati-hati.

Sementara itu Lux dan lainnya melihat ini tersenyum tak berdaya.

"Baiklah bagaimana kalau kita melanjutkan perjalanan kita?." Tanya Rose dengan senang, karena telah mendapatkan sesuatu yang bagus hari ini.

Semua orang mengangguk mendengar perkataan Rose.

"Tuan kalau begitu aku pamit dulu. Aku akan kembali besok untuk datang lagi." Ucap Lux.

"Tuan, kami juga mohon pamit." Sambung Rose.

"Hahahaha. Santailah jangan terlalu tegang. Kalian semua diterima disini." Ucap Brayen dengan senyum ramah.

Lux dan yang lainnya tersenyum mendengar perkataan Brayen. Kemudian mereka mulai pamit dan melanjutkan perjalanannya.

Terpopuler

Comments

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Lanjutkan Thor, tetap semangat 😀💪 👍👍👍

2023-02-28

1

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Wow.... mantaabb jiwa... dapetin tambahan hadiah bini baru...Fifian dan dikasih bini tua lageee... suegerr...jadi ikutan mupeng neeehh...😛😀💪👍👍👍

2023-02-28

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Transmigrasi
2 Chapter 2 Apakah Kamu telah ***** Putri Rose?
3 Chapter 3 Apakah salah aku melihat istriku sendiri?
4 Chapter 4 Ara ara.
5 Chapter 5 Pedang itu langsung menembus perut Lux.
6 Chapter 6 Apakah aku akan mati?
7 Chapter 7 Alex
8 Chapter 8 Ingat siapa yang mendominasi disini.
9 Chapter 9 Sepertinya aku harus sekali-kali mendominasimu.
10 Chapter 10 Mengobrol dengan orang tua yang pikun memang susah mengerti bahasa.
11 Chapter 11 Seorang pria yang dirantai lehernya oleh seorang wanita cantik.
12 Chapter 12 Istri kedua.
13 Chapter 13 Fifian
14 Chapter 14 Sementara Rose hanya menghela nafas melihat hal ini.
15 Chapter 15 Apakah Kamu yakin ingin menjual Artefak suci ini?
16 Chapter 16 Ketiga istrimu.
17 Chapter 17 Jadi begini rasanya memiliki Harem
18 Chapter 18 Terimakasih Tante.
19 Chapter 19 Semua orang diruang itu hening dan berpikir dengan serius.
20 Chapter 20 Belum cukup yahh. Sepertinya hanya itu jalan satu-satunya.
21 Chapter 21 Lux berhenti menjadi pengecut dan bersembunyi dibawah lubang wanita.
22 Chapter 22 Ugh. Sepertinya bukan hanya kita bertiga.
23 Chapter 23 Kalau tidak salah tokoh itu milik seorang Ras Elf.
24 Chapter 24 Hutan Terlarang 1.
25 Chapter 25 Hutan Terlarang 2
26 Chapter 26 Hutan Terlarang 3.
27 Chapter 27 Kalau begitu aku tidak akan sopan.
28 Chapter 28 Aku menginginkan benihmu.
29 Chapter 29 Dia adalah suamiku Lux.
30 Chapter 30 Akan aku buat kamu sujud dibawah selangkanganku.
31 Chapter 31 Lux, kamu memang penyelamat suku kami.
32 Chapter 32 Kelemahan : Lux Fos
33 Chapter 33 Wah, wah bukannya ini Yasaka sayangku.
34 Chapter 34 Keluarga Fenrir
35 Chapter 35 Astaga. Kamu sangat beruntung Yasaka....
36 Chapter 36 Bahal
37 Chapter 37 Tunggu dulu....
38 Chapter 38 Orochi.
39 Chapter 39 Kena kau bajingan.
40 Chapter 40 Raja Lion. Aku akan mengingat semua ini.
41 Chapter 41 Gate.
42 Chapter 42 Apa saja yang kamu minta, aku pasti akan mengabulkannya.
43 Chapter 43 Salam kepada yang mulia Golden Crow.
44 Chapter 44 Hahaha. apakah itu sebuah pujian?
45 Chapter 45 Bagaimana?
46 Chapter 46 Tidak baik, ini jebakan.
47 Chapter 47 Baiklah. Tetapi sebelum itu...
48 Chapter 48 Komandan, kamu sangat beruntung masih hidup.
49 Chapter 49 Pure Yang.
50 Chapter 50 Bangsa iblis.
51 Chapter 51 Apakah mereka tidak memiliki cita rasa di lidahnya?.
52 Chapter 52 Perang.
53 Chapter 53 Perang 2.
54 Chapter 54 Perang 3.
55 Chapter 55 Perang 4
56 Chapter 56 Perang 5
57 Chapter 57 Perang 6
58 Chapter 58 Perang 7
59 Chapter 59 Puncak Perang 1
60 Chapter 60 Puncak Perang 2.
61 Chapter 61 Puncak Perang 3.
62 Chapter 62 Puncak Perang 4.
63 Chapter 63 Puncak Perang (Final)
64 Chapter 64 Lux, aku sangat merindukanmu.
65 Chapter 65 Aku tidak bisa di dahului oleh ibuku.
66 Chapter 66 Bayi Naga.
67 Chapter 67 Kerajaan Elf.
68 Chapter 68 Aku tidak punya waktu untuk bermain denganmu.
69 Chapter 69 Apakah kamu benar ingin menikahi putriku, manusia?.
70 Chapter 70 Utusan kerajaan Moon.
71 Chapter 71 Apakah aku semenjijikan itu?
72 Chapter 72 Melinda yang terobsesi.
73 Chapter 73 Pohon Dunia
74 Chapter 74 Kebangkitan garis darah.
75 Chapter 75 Peleburan Mana
76 Chapter 76 Kerajaan Chaos, Matahari dan Bulan.
77 Chapter 77 Hanya bisa menonton.
78 Chapter 78 Elder Telor
79 Chapter 79 Serikat pedagang, Akademi Bintang dan Menara sihir.
80 Chapter 80 Putri kerajaan Mesh
81 Chapter 81 Manusia yang tidak memiliki cita rasa.
82 Chapter 82 Putri Lolita.
83 Chapter 83 Pengepungan
84 Chapter 84 Bekerjasama.
85 Chapter 85 Kebangkitan Garis darah Lolita.
86 Chapter 86 Mata-mata.
87 Chapter 87 Adu domba.
88 Chapter 88 Tahap Saint.
89 Chapter 89 Peperangan 1
90 Chapter 90 Peperangan 2
91 Chapter 91 Peperangan 3
92 Chapter 92 Peperangan 4
93 Chapter 93 Peperangan 5
94 Chapter 94 Peperangan 6
95 Chapter 95 Peperangan 7
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Chapter 1 Transmigrasi
2
Chapter 2 Apakah Kamu telah ***** Putri Rose?
3
Chapter 3 Apakah salah aku melihat istriku sendiri?
4
Chapter 4 Ara ara.
5
Chapter 5 Pedang itu langsung menembus perut Lux.
6
Chapter 6 Apakah aku akan mati?
7
Chapter 7 Alex
8
Chapter 8 Ingat siapa yang mendominasi disini.
9
Chapter 9 Sepertinya aku harus sekali-kali mendominasimu.
10
Chapter 10 Mengobrol dengan orang tua yang pikun memang susah mengerti bahasa.
11
Chapter 11 Seorang pria yang dirantai lehernya oleh seorang wanita cantik.
12
Chapter 12 Istri kedua.
13
Chapter 13 Fifian
14
Chapter 14 Sementara Rose hanya menghela nafas melihat hal ini.
15
Chapter 15 Apakah Kamu yakin ingin menjual Artefak suci ini?
16
Chapter 16 Ketiga istrimu.
17
Chapter 17 Jadi begini rasanya memiliki Harem
18
Chapter 18 Terimakasih Tante.
19
Chapter 19 Semua orang diruang itu hening dan berpikir dengan serius.
20
Chapter 20 Belum cukup yahh. Sepertinya hanya itu jalan satu-satunya.
21
Chapter 21 Lux berhenti menjadi pengecut dan bersembunyi dibawah lubang wanita.
22
Chapter 22 Ugh. Sepertinya bukan hanya kita bertiga.
23
Chapter 23 Kalau tidak salah tokoh itu milik seorang Ras Elf.
24
Chapter 24 Hutan Terlarang 1.
25
Chapter 25 Hutan Terlarang 2
26
Chapter 26 Hutan Terlarang 3.
27
Chapter 27 Kalau begitu aku tidak akan sopan.
28
Chapter 28 Aku menginginkan benihmu.
29
Chapter 29 Dia adalah suamiku Lux.
30
Chapter 30 Akan aku buat kamu sujud dibawah selangkanganku.
31
Chapter 31 Lux, kamu memang penyelamat suku kami.
32
Chapter 32 Kelemahan : Lux Fos
33
Chapter 33 Wah, wah bukannya ini Yasaka sayangku.
34
Chapter 34 Keluarga Fenrir
35
Chapter 35 Astaga. Kamu sangat beruntung Yasaka....
36
Chapter 36 Bahal
37
Chapter 37 Tunggu dulu....
38
Chapter 38 Orochi.
39
Chapter 39 Kena kau bajingan.
40
Chapter 40 Raja Lion. Aku akan mengingat semua ini.
41
Chapter 41 Gate.
42
Chapter 42 Apa saja yang kamu minta, aku pasti akan mengabulkannya.
43
Chapter 43 Salam kepada yang mulia Golden Crow.
44
Chapter 44 Hahaha. apakah itu sebuah pujian?
45
Chapter 45 Bagaimana?
46
Chapter 46 Tidak baik, ini jebakan.
47
Chapter 47 Baiklah. Tetapi sebelum itu...
48
Chapter 48 Komandan, kamu sangat beruntung masih hidup.
49
Chapter 49 Pure Yang.
50
Chapter 50 Bangsa iblis.
51
Chapter 51 Apakah mereka tidak memiliki cita rasa di lidahnya?.
52
Chapter 52 Perang.
53
Chapter 53 Perang 2.
54
Chapter 54 Perang 3.
55
Chapter 55 Perang 4
56
Chapter 56 Perang 5
57
Chapter 57 Perang 6
58
Chapter 58 Perang 7
59
Chapter 59 Puncak Perang 1
60
Chapter 60 Puncak Perang 2.
61
Chapter 61 Puncak Perang 3.
62
Chapter 62 Puncak Perang 4.
63
Chapter 63 Puncak Perang (Final)
64
Chapter 64 Lux, aku sangat merindukanmu.
65
Chapter 65 Aku tidak bisa di dahului oleh ibuku.
66
Chapter 66 Bayi Naga.
67
Chapter 67 Kerajaan Elf.
68
Chapter 68 Aku tidak punya waktu untuk bermain denganmu.
69
Chapter 69 Apakah kamu benar ingin menikahi putriku, manusia?.
70
Chapter 70 Utusan kerajaan Moon.
71
Chapter 71 Apakah aku semenjijikan itu?
72
Chapter 72 Melinda yang terobsesi.
73
Chapter 73 Pohon Dunia
74
Chapter 74 Kebangkitan garis darah.
75
Chapter 75 Peleburan Mana
76
Chapter 76 Kerajaan Chaos, Matahari dan Bulan.
77
Chapter 77 Hanya bisa menonton.
78
Chapter 78 Elder Telor
79
Chapter 79 Serikat pedagang, Akademi Bintang dan Menara sihir.
80
Chapter 80 Putri kerajaan Mesh
81
Chapter 81 Manusia yang tidak memiliki cita rasa.
82
Chapter 82 Putri Lolita.
83
Chapter 83 Pengepungan
84
Chapter 84 Bekerjasama.
85
Chapter 85 Kebangkitan Garis darah Lolita.
86
Chapter 86 Mata-mata.
87
Chapter 87 Adu domba.
88
Chapter 88 Tahap Saint.
89
Chapter 89 Peperangan 1
90
Chapter 90 Peperangan 2
91
Chapter 91 Peperangan 3
92
Chapter 92 Peperangan 4
93
Chapter 93 Peperangan 5
94
Chapter 94 Peperangan 6
95
Chapter 95 Peperangan 7

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!