*POV Lux Sebelum tiba di kediaman Ratu Linlin.
Setelah Lux keluar dari perpustakaan dia segera pergi keruangan ayahnya untuk membahas tentang sesuatu. Sesampainya diruang ayahnya Lux mendengar suara orang lain selain Ayahnya disana. Tetapi yang membuat Lux mengerutkan kening adalah perkataan orang tersebut.
"Ron kalau kamu mendukung Pangeran ketiga untuk mendapatkan tahta Raja, keluargamu akan jatuh." Ucap suara tersebut.
Mendengar ucapan suara itu, membuat Lux mengerutkan kening. 'Sepertinya perebutan kekuasaan di kerajaan ini tidak sesederhana itu.'
Sebelum Lux mulai mengumpulkan beberapa informasi yang dia kumpulkan diperpustakaan tentang kerajaan ini dan kerajaan sekitarnya, tiba-tiba ada suara dari dalam yang berkata.
"Siapa di luar?."Ucap Ron Fos.
Lux yang mendengar ucapan orang itu, segera menenangkan dirinya dan berkata. "Ini aku Lux, Ayah. Bolehkah aku masuk?"
Ron yang mendengar suara Lux segera membalas. "Ah, itu kamu Lux. Kebetulan ada sesuatu yang penting disini yang harus kita diskusikan. Silahkan masuk!."
Lux yang mendengar ucapan Ayahnya segera memasuki ruangan. Saat didalam ruangan Lux melihat dua pria paruh baya dan satu anak muda. Kalau bisa dilihat anak muda tersebut mungkin seumuran dengan saudara pertama Lux.
Ketiga orang asing tersebut yang melihat Lux mengerutkan kening terutama pria muda tersebut.
Lux yang melihat ekspresi mereka bertiga, mengangkat alisnya dan berkata. "Apa ada yang salah?"
Meraka bertiga segera sadar dan pria muda tersebut memberikan senyuman lembut. "Tidak apa-apa. Aku hanya sudah lama tidak melihatmu adik Lux. Kamu menjadi lebih tampan."
Lux yang mendengar ucapan pria itu mengangkat alisnya dengan aneh, karena saat melihat ekspresi mereka, itu bukan ekspresi karena perubahan wajahku yang tiba-tiba, tetapi seakan-akan mereka melihat hantu.
Lux tidak berpikir banyak dan segera duduk disamping Ayahnya. Ron Fos yang melihat Lux telah duduk, mulai memperkenalkan ketiga orang tersebut kepada Lux.
"Lux biar aku perkenalkan kepadamu. Orang yang berada ditengah adalah pangeran pertama Leo Pendragon, disamping kiri pangeran ada Duke Lance dari keluarga Lance. Sementara yang di samping kanan pangeran adalah Duke wolf dari keluarga wolf."
Lux yang mendengarkan perkenalan dari Ayahnya. Menatap mereka bertiga dengan tenang, tampa menunjukkan ekspresi terkejut.
"Kesenangan buatku bertemu dengan pangeran dan Duke."
Duke yang mendengar sapaan Lux, hanya dengan ringan tersenyum mengejek, sementara pangeran membalas dengan sopan untuk sekedar menghormati Ayah Lux.
Ron Fos yang melihat perilaku kedua Duke tersebut mengerutkan kening. Dia sedikit tersinggung dengan kelakuan dari kedua Duke tersebut, sementara Lux hanya menanggapi dengan riang atas prilaku mereka.
"Jadi ayah, apa yang ingin kamu bahas denganku?" Ucap Lux untuk menghilangkan suasana tegang.
Ron yang mendengar perkataan Lux langsung berkata. "Ah, Lux aku mau membahas masalah pertunanganmu dengan Putri Rose. Tetapi ada beberapa banyak kendala yang terjadi. Yang pertama apakah benar anak yang dikandung Oleh Rose merupakan anakmu?, Yang kedua kalau memang benar sepertinya itu akan menjadi masalah karena pangeran pertama Leo berkata bahwa putri Rose memiliki seorang tunangan yang di ajukan langsung oleh Raja, dan yang ketiga....." Ron menatap pangeran Leo dengan mengerutkan kening.
Lux yang mendengar ucapan Ron mengerutkan kening. 'Seperti yang kuduga ini tidak sederhana. Aku harus berpikir dengan jernih dan tenang untuk menghadapi masalah yang rumit seperti ini.'
AI, analisis status mereka bertiga.
[Mulai Menganalisis....]
[Status
Nama : Leo Pendragon.
Umur : 27 Tahun
Garis Darah : Singa Api.
Tahap Mana : Mana Core Tahap Orange.
Statistik: 300 Power
Karakteristik: Jahat, Kalem dan Kejam.]
[Status
Nama : Gordon Lance.
Umur : 50 Tahun
Garis Darah : Tidak Ada
Tahap Mana : Mana Core Tahap Kuning.
Statistik: 620 Power
Karakteristik: Jahat, Kejam, Licik dan Serakah.]
[Status
Nama : Pon Wolf.
Umur : 53 Tahun
Garis Darah : Serigala Putih
Tahap Mana : Mana Core Tahap Kuning.
Statistik: 625 Power
Karakteristik: Jahat, Kejam, mesum dan bejat.]
Melihat status kedua Duke dia tidak bisa Manahan pandangan mengejek pada mereka. Dapat dilihat dari karakter mereka, pangeran pertama pasti telah menawarkan mereka sesuatu yang menggiurkan.
Tetapi yang membuat Lux tersenyum menyeringai adalah status pangeran pertama. 'Cih, setahu saya Ratu pertama berasal dari keluarga Marquez kerajaan Green dan Raja sendiri memiliki garis darah Naga, jadi dapat disimpulkan bahwa garis darah pangeran pertama bukan berasal dari kerajaan Green tetapi dari kerajaan Ness yang memiliki garis darah singa api sebagai garis darah utama keluarga kerajaan mereka. Sungguh kasian Raja Green saat ini...' Lux tidak bisa menghela nafas kasihan.
Lux kembali dari pikirannya dan menjawab pertanyaan ayanya."Untuk anak yang dikandung Rose itu memang anakku, aku telah membuktikannya dengan artefak garis darah, sementara dia yang telah memiliki pertunangan itu sungguh omong kosong yang mengada-ada."
Ron Fos yang mendengar ucapan Lux tercengang, sementara pangeran dan kedua Duke yang mendengar ucapan Lux mengerutkan kening.
"Bocah hati-hati dengan ucapanmu. Apakah kamu mengatakan bahwa apa yang di katakan pangeran pertama bohong.?" Ucap Gordon Wolf dengan dingin.
"Ron, sebenarnya apa yang membuatmu membawa seorang anak bau kencur. Melakukan diskusi dengan kami." Tambah Pon Wolf
Lux yang mendengar ucapan kedua Duke tersebut hanya tersenyum dengan nada mengejek. "Oooh...."
"Kamu..."kedua Duke tersebut melihat Lux dengan marah.
"Tenanglah paman dan tuan Gordon. Walaupun dia masih anak kecil dia juga merupakan putra dari tuan Ron. Jadi bagaimana tuan Ron apakah kamu menerima tawaran kami. Walaupun Lux telah menghamili putri Rose, kami dapat membantu keluarga anda berbicara dengan pangeran dari kerajaan Ness untuk berdamai. Kamu tahu sendiri kami tidak dapat membuat Kerajaan Green dan Kerajaan Ness berperang, karena kalau itu terjadi kami berada di pihak yang merugikan. Jadi jalan satu-satunya mendukungku sebagai Raja Green atau membiarkan keluargamu hancur oleh kerajaan Ness." Ucap pangeran pertama dengan nada dingin.
Ron Fos yang mendengar ucapan pangeran pertama mengerutkan kening dan mengeluarkan auranya dengan ganas. "Pangeran pertama apakah kamu mengancam keluarga kami?."
Pangeran pertama yang merasakan aura Ron mengerutkan keningnya. "Tuan Ron kamu tahu sendiri. Bahwa anak anda telah menghamili tunangan dari pangeran...."
"Tunangan?. Sepertinya ada yang salah disini. Aku tidak menghamili tunangan pangeran kerajaan Ness, tatapi aku menghamili istriku sendiri."
Sebelum pangeran pertama hendak melanjutkan perkataannya, tiba-tiba dia di intruksi oleh perkataan Lux yang blak-blakan.
"Sebaiknya anak kecil diam saja ini pembahasan orang dewasa." Ucap pangeran Leo dengan dingin kepada Lux.
"Anak kecil ya.... Mengobrol dengan orang tua yang pikun memang susah mengerti bahasa." Ucap Lux sambil melihat kedua Duke dan saat melihat pangeran pertama dia menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Pfhuut...huhuhu." Ayah Lux berusaha menahan tawanya.
"Apa katamu..." Urat dikepala pangeran pertama muncul, dia berusaha menahan amarahnya.
"Pangeran pertama apakah kamu bodoh atau pura-pura bodoh. Sekarang aku bertanya kepadamu kapan pangeran kerajaan Ness dan putri Rose bertunangan?."
"Tentu saja mereka bertunangan saat Rose masih bayi."
"Haah. Sungguh idiot. Kamu mencoba membodohi siapa?. Putri Rose Berumur 23 tahun saat ini, Jadi 23 tahun yang lalu kamu tahu sendiri apa yang terjadi antara kerajaan Ness dan Green. Kalaupun mereka bertunangan saat putri Rose berumur di umur 23 tahun kamu tahu itu tidak mungkin." Ucap Lux dengan tenang.
Semua orang yang mendengar perkataan Lux tercengang. Terutama Gordon Lance dia tidak menyangka rencana yang telah dia siapkan mengalami kesalahan yang sangat fatal.
Sementara itu Ron Fos yang mendengar penjelasan Lux, sontak tersadar dan berkata. "Kalau putri Rose bertunangan di umur sekarang itu tidak mungkin, karena Raja Green jatuh sakit 1 tahun yang lalu, dan diikuti oleh perjanjian damai kedua kerajaan Ness dan Green."
Kedua Duke dan pangeran pertama yang mendengar perkataan Ron, frustasi. Sementara Ron menatap pangeran pertama dengan marah. "Apa maksudnya dengan ini pangeran Leo. Apakah kamu berusaha membodohi keluarga kami?"
Pangeran pertama berkeringat dingin dan malah menatap Gordon. Gordon yang menyadari situasi dimana mereka telah kalah akhirnya berkata kepada Ron Fos. "Hah. Kami mohon maaf Tuan Ron sepertinya kabar yang kita terima dari Ratu pertama kurang efisien, jadi kami mohon undur diri."
Kedua Duke dan pangeran pertama berdiri menuju pintu keluar, tetapi saat mereka ingin keluar ruangan mereka mendengar suara nada mengejek Lux. "Tidak apa-apa. Aku memaklumi orang tua yang sudah pikun. Jadi aku tidak terlalu mengambil hati."
Ron yang mendengar ucapan Lux tidak bisa menahan tawanya lagi dan tertawa dengan keras. "Hahahahaha... astaga aku, aku, sialan itu sangat lucu, hahahaha."
Sementara pangeran dan kedua Duke tersebut memiliki wajah muram saat mendengar ucapan Lux. Gordon yang merupakan otak dari pangeran pertama berbicara dengan dingin kepada Lux. "Sepertinya aku harus menilaimu dengan tinggi setelah ini Lux Fos, kabar dari luar memang tidak bisa di percaya."
Mereka langsung meninggalkan ruangan, sementara Ayah Lux memuji Lux dengan bagus. "Sangat baik anakku Lux. Kamu melakukannya dengan bagus kali ini, tidak kusangka kamu mengetahui kesalahan dibalik pembicaraannya tadi."
"Ah, santai saja Ayah itu persoalan yang mudah. Ngomong-ngomong ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu ini sangat penting. Kapan kerajaan Green dan Demon mulai beraliansi?" Ucap Lux.
Ayah Lux yang mendengar ucapan pertama Lux tersenyum dan membalas perkataannya."hmm. Untuk kerajaan Green dan Demon beraliansi, sekitar 18 tahun yang lalu. Saat itu Ratu Asmodeus Linlin sendiri yang mengusulkan aliansi pernikahan dia dan Raja Grey Pandragon."
Lux yang mendengar ucapan Ayahnya dengan tenang berpikir. 'Hmm. Kalau tidak salah pangeran ketiga berumur 18 tahun saat ini. ugh, jangan bilang ini seperti pangeran pertama.' sebelum Lux bisa melanjutkan pikirannya dia tiba-tiba di intrupsi oleh ayahnya.
"Ah, Lux aku ingin kamu menyerahkan surat pertunanganmu dan Rose ke Ratu Linlin. Sebaiknya kamu menyerahkannya malam ini, agar nantinya kita bisa membahasnya dengan Ratu Linlin dengan cepat."
Lux yang mendengar perkataan Ayahnya mengangguk.
"Kalau begitu aku pergi dulu. Masih banyak yang harus aku urus." Ucap Ron Fos.
"Baik Ayah." Balas Lux.
Setelah Lux melihat kepergian Ayahnya. Dia mengamati surat pemberian Ayahnya dan mulai berpikir dengan serius. "Untuk berjaga-jaga sebaiknya aku menulis pesan kedua bedasarkan spekulasi acakku tadi. Setidaknya ini mungkin dapat membantu saat aku pergi ke..."
Sebelum Lux sempat melanjutkan perkataannya dia tiba-tiba menerima sinyal bahaya. Garis darah Lux merasakan bahwa dia sedang terancam. Lux bingung pada awalnya tetapi dia segera tersadar saat mengingat Rose yang memiliki anaknya. "AI, segera tunjukan Lokasi Rose."
[Mulai Menganalisis...]
[Membutuhkan Akses Mana, jangkauan sangat jauh.]
"lakukan."
[Memproses.... proses selesai.]
Peta Hologram muncul didepan Lux. Disana Lux melihat Rose sedang dikepung oleh beberapa titik merah. Lux mengerutkan keningnya dan mengaktifkan matanya. segera dia merasakan titik koordinat ruangan Rose. Lux mulai melipat beberapa Ruangan dan menghilang..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
👹IBLIS DARAH👹
gak usah terlalu banyak POV
mlas baca jadinya
2023-10-28
0
Hades Riyadi
Kuntum Bunga Bermekaran hanya untukmu..., lanjutkan Thor 😀💪👍👍
2023-02-24
1
Hades Riyadi
Joss markojos... Thor 😀💪👍👍👍
2023-02-24
0