Chapter 10 Mengobrol dengan orang tua yang pikun memang susah mengerti bahasa.

*POV Lux Sebelum tiba di kediaman Ratu Linlin.

Setelah Lux keluar dari perpustakaan dia segera pergi keruangan ayahnya untuk membahas tentang sesuatu. Sesampainya diruang ayahnya Lux mendengar suara orang lain selain Ayahnya disana. Tetapi yang membuat Lux mengerutkan kening adalah perkataan orang tersebut.

"Ron kalau kamu mendukung Pangeran ketiga untuk mendapatkan tahta Raja, keluargamu akan jatuh." Ucap suara tersebut.

Mendengar ucapan suara itu, membuat Lux mengerutkan kening. 'Sepertinya perebutan kekuasaan di kerajaan ini tidak sesederhana itu.'

Sebelum Lux mulai mengumpulkan beberapa informasi yang dia kumpulkan diperpustakaan tentang kerajaan ini dan kerajaan sekitarnya, tiba-tiba ada suara dari dalam yang berkata.

"Siapa di luar?."Ucap Ron Fos.

Lux yang mendengar ucapan orang itu, segera menenangkan dirinya dan berkata. "Ini aku Lux, Ayah. Bolehkah aku masuk?"

Ron yang mendengar suara Lux segera membalas. "Ah, itu kamu Lux. Kebetulan ada sesuatu yang penting disini yang harus kita diskusikan. Silahkan masuk!."

Lux yang mendengar ucapan Ayahnya segera memasuki ruangan. Saat didalam ruangan Lux melihat dua pria paruh baya dan satu anak muda. Kalau bisa dilihat anak muda tersebut mungkin seumuran dengan saudara pertama Lux.

Ketiga orang asing tersebut yang melihat Lux mengerutkan kening terutama pria muda tersebut.

Lux yang melihat ekspresi mereka bertiga, mengangkat alisnya dan berkata. "Apa ada yang salah?"

Meraka bertiga segera sadar dan pria muda tersebut memberikan senyuman lembut. "Tidak apa-apa. Aku hanya sudah lama tidak melihatmu adik Lux. Kamu menjadi lebih tampan."

Lux yang mendengar ucapan pria itu mengangkat alisnya dengan aneh, karena saat melihat ekspresi mereka, itu bukan ekspresi karena perubahan wajahku yang tiba-tiba, tetapi seakan-akan mereka melihat hantu.

Lux tidak berpikir banyak dan segera duduk disamping Ayahnya. Ron Fos yang melihat Lux telah duduk, mulai memperkenalkan ketiga orang tersebut kepada Lux.

"Lux biar aku perkenalkan kepadamu. Orang yang berada ditengah adalah pangeran pertama Leo Pendragon, disamping kiri pangeran ada Duke Lance dari keluarga Lance. Sementara yang di samping kanan pangeran adalah Duke wolf dari keluarga wolf."

Lux yang mendengarkan perkenalan dari Ayahnya. Menatap mereka bertiga dengan tenang, tampa menunjukkan ekspresi terkejut.

"Kesenangan buatku bertemu dengan pangeran dan Duke."

Duke yang mendengar sapaan Lux, hanya dengan ringan tersenyum mengejek, sementara pangeran membalas dengan sopan untuk sekedar menghormati Ayah Lux.

Ron Fos yang melihat perilaku kedua Duke tersebut mengerutkan kening. Dia sedikit tersinggung dengan kelakuan dari kedua Duke tersebut, sementara Lux hanya menanggapi dengan riang atas prilaku mereka.

"Jadi ayah, apa yang ingin kamu bahas denganku?" Ucap Lux untuk menghilangkan suasana tegang.

Ron yang mendengar perkataan Lux langsung berkata. "Ah, Lux aku mau membahas masalah pertunanganmu dengan Putri Rose. Tetapi ada beberapa banyak kendala yang terjadi. Yang pertama apakah benar anak yang dikandung Oleh Rose merupakan anakmu?, Yang kedua kalau memang benar sepertinya itu akan menjadi masalah karena pangeran pertama Leo berkata bahwa putri Rose memiliki seorang tunangan yang di ajukan langsung oleh Raja, dan yang ketiga....." Ron menatap pangeran Leo dengan mengerutkan kening.

Lux yang mendengar ucapan Ron mengerutkan kening. 'Seperti yang kuduga ini tidak sederhana. Aku harus berpikir dengan jernih dan tenang untuk menghadapi masalah yang rumit seperti ini.'

AI, analisis status mereka bertiga.

[Mulai Menganalisis....]

[Status

Nama : Leo Pendragon.

Umur : 27 Tahun

Garis Darah : Singa Api.

Tahap Mana : Mana Core Tahap Orange.

Statistik: 300 Power

Karakteristik: Jahat, Kalem dan Kejam.]

[Status

Nama : Gordon Lance.

Umur : 50 Tahun

Garis Darah : Tidak Ada

Tahap Mana : Mana Core Tahap Kuning.

Statistik: 620 Power

Karakteristik: Jahat, Kejam, Licik dan Serakah.]

[Status

Nama : Pon Wolf.

Umur : 53 Tahun

Garis Darah : Serigala Putih

Tahap Mana : Mana Core Tahap Kuning.

Statistik: 625 Power

Karakteristik: Jahat, Kejam, mesum dan bejat.]

Melihat status kedua Duke dia tidak bisa Manahan pandangan mengejek pada mereka. Dapat dilihat dari karakter mereka, pangeran pertama pasti telah menawarkan mereka sesuatu yang menggiurkan.

Tetapi yang membuat Lux tersenyum menyeringai adalah status pangeran pertama. 'Cih, setahu saya Ratu pertama berasal dari keluarga Marquez kerajaan Green dan Raja sendiri memiliki garis darah Naga, jadi dapat disimpulkan bahwa garis darah pangeran pertama bukan berasal dari kerajaan Green tetapi dari kerajaan Ness yang memiliki garis darah singa api sebagai garis darah utama keluarga kerajaan mereka. Sungguh kasian Raja Green saat ini...' Lux tidak bisa menghela nafas kasihan.

Lux kembali dari pikirannya dan menjawab pertanyaan ayanya."Untuk anak yang dikandung Rose itu memang anakku, aku telah membuktikannya dengan artefak garis darah, sementara dia yang telah memiliki pertunangan itu sungguh omong kosong yang mengada-ada."

Ron Fos yang mendengar ucapan Lux tercengang, sementara pangeran dan kedua Duke yang mendengar ucapan Lux mengerutkan kening.

"Bocah hati-hati dengan ucapanmu. Apakah kamu mengatakan bahwa apa yang di katakan pangeran pertama bohong.?" Ucap Gordon Wolf dengan dingin.

"Ron, sebenarnya apa yang membuatmu membawa seorang anak bau kencur. Melakukan diskusi dengan kami." Tambah Pon Wolf

Lux yang mendengar ucapan kedua Duke tersebut hanya tersenyum dengan nada mengejek. "Oooh...."

"Kamu..."kedua Duke tersebut melihat Lux dengan marah.

"Tenanglah paman dan tuan Gordon. Walaupun dia masih anak kecil dia juga merupakan putra dari tuan Ron. Jadi bagaimana tuan Ron apakah kamu menerima tawaran kami. Walaupun Lux telah menghamili putri Rose, kami dapat membantu keluarga anda berbicara dengan pangeran dari kerajaan Ness untuk berdamai. Kamu tahu sendiri kami tidak dapat membuat Kerajaan Green dan Kerajaan Ness berperang, karena kalau itu terjadi kami berada di pihak yang merugikan. Jadi jalan satu-satunya mendukungku sebagai Raja Green atau membiarkan keluargamu hancur oleh kerajaan Ness." Ucap pangeran pertama dengan nada dingin.

Ron Fos yang mendengar ucapan pangeran pertama mengerutkan kening dan mengeluarkan auranya dengan ganas. "Pangeran pertama apakah kamu mengancam keluarga kami?."

Pangeran pertama yang merasakan aura Ron mengerutkan keningnya. "Tuan Ron kamu tahu sendiri. Bahwa anak anda telah menghamili tunangan dari pangeran...."

"Tunangan?. Sepertinya ada yang salah disini. Aku tidak menghamili tunangan pangeran kerajaan Ness, tatapi aku menghamili istriku sendiri."

Sebelum pangeran pertama hendak melanjutkan perkataannya, tiba-tiba dia di intruksi oleh perkataan Lux yang blak-blakan.

"Sebaiknya anak kecil diam saja ini pembahasan orang dewasa." Ucap pangeran Leo dengan dingin kepada Lux.

"Anak kecil ya.... Mengobrol dengan orang tua yang pikun memang susah mengerti bahasa." Ucap Lux sambil melihat kedua Duke dan saat melihat pangeran pertama dia menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Pfhuut...huhuhu." Ayah Lux berusaha menahan tawanya.

"Apa katamu..." Urat dikepala pangeran pertama muncul, dia berusaha menahan amarahnya.

"Pangeran pertama apakah kamu bodoh atau pura-pura bodoh. Sekarang aku bertanya kepadamu kapan pangeran kerajaan Ness dan putri Rose bertunangan?."

"Tentu saja mereka bertunangan saat Rose masih bayi."

"Haah. Sungguh idiot. Kamu mencoba membodohi siapa?. Putri Rose Berumur 23 tahun saat ini, Jadi 23 tahun yang lalu kamu tahu sendiri apa yang terjadi antara kerajaan Ness dan Green. Kalaupun mereka bertunangan saat putri Rose berumur di umur 23 tahun kamu tahu itu tidak mungkin." Ucap Lux dengan tenang.

Semua orang yang mendengar perkataan Lux tercengang. Terutama Gordon Lance dia tidak menyangka rencana yang telah dia siapkan mengalami kesalahan yang sangat fatal.

Sementara itu Ron Fos yang mendengar penjelasan Lux, sontak tersadar dan berkata. "Kalau putri Rose bertunangan di umur sekarang itu tidak mungkin, karena Raja Green jatuh sakit 1 tahun yang lalu, dan diikuti oleh perjanjian damai kedua kerajaan Ness dan Green."

Kedua Duke dan pangeran pertama yang mendengar perkataan Ron, frustasi. Sementara Ron menatap pangeran pertama dengan marah. "Apa maksudnya dengan ini pangeran Leo. Apakah kamu berusaha membodohi keluarga kami?"

Pangeran pertama berkeringat dingin dan malah menatap Gordon. Gordon yang menyadari situasi dimana mereka telah kalah akhirnya berkata kepada Ron Fos. "Hah. Kami mohon maaf Tuan Ron sepertinya kabar yang kita terima dari Ratu pertama kurang efisien, jadi kami mohon undur diri."

Kedua Duke dan pangeran pertama berdiri menuju pintu keluar, tetapi saat mereka ingin keluar ruangan mereka mendengar suara nada mengejek Lux. "Tidak apa-apa. Aku memaklumi orang tua yang sudah pikun. Jadi aku tidak terlalu mengambil hati."

Ron yang mendengar ucapan Lux tidak bisa menahan tawanya lagi dan tertawa dengan keras. "Hahahahaha... astaga aku, aku, sialan itu sangat lucu, hahahaha."

Sementara pangeran dan kedua Duke tersebut memiliki wajah muram saat mendengar ucapan Lux. Gordon yang merupakan otak dari pangeran pertama berbicara dengan dingin kepada Lux. "Sepertinya aku harus menilaimu dengan tinggi setelah ini Lux Fos, kabar dari luar memang tidak bisa di percaya."

Mereka langsung meninggalkan ruangan, sementara Ayah Lux memuji Lux dengan bagus. "Sangat baik anakku Lux. Kamu melakukannya dengan bagus kali ini, tidak kusangka kamu mengetahui kesalahan dibalik pembicaraannya tadi."

"Ah, santai saja Ayah itu persoalan yang mudah. Ngomong-ngomong ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu ini sangat penting. Kapan kerajaan Green dan Demon mulai beraliansi?" Ucap Lux.

Ayah Lux yang mendengar ucapan pertama Lux tersenyum dan membalas perkataannya."hmm. Untuk kerajaan Green dan Demon beraliansi, sekitar 18 tahun yang lalu. Saat itu Ratu Asmodeus Linlin sendiri yang mengusulkan aliansi pernikahan dia dan Raja Grey Pandragon."

Lux yang mendengar ucapan Ayahnya dengan tenang berpikir. 'Hmm. Kalau tidak salah pangeran ketiga berumur 18 tahun saat ini. ugh, jangan bilang ini seperti pangeran pertama.' sebelum Lux bisa melanjutkan pikirannya dia tiba-tiba di intrupsi oleh ayahnya.

"Ah, Lux aku ingin kamu menyerahkan surat pertunanganmu dan Rose ke Ratu Linlin. Sebaiknya kamu menyerahkannya malam ini, agar nantinya kita bisa membahasnya dengan Ratu Linlin dengan cepat."

Lux yang mendengar perkataan Ayahnya mengangguk.

"Kalau begitu aku pergi dulu. Masih banyak yang harus aku urus." Ucap Ron Fos.

"Baik Ayah." Balas Lux.

Setelah Lux melihat kepergian Ayahnya. Dia mengamati surat pemberian Ayahnya dan mulai berpikir dengan serius. "Untuk berjaga-jaga sebaiknya aku menulis pesan kedua bedasarkan spekulasi acakku tadi. Setidaknya ini mungkin dapat membantu saat aku pergi ke..."

Sebelum Lux sempat melanjutkan perkataannya dia tiba-tiba menerima sinyal bahaya. Garis darah Lux merasakan bahwa dia sedang terancam. Lux bingung pada awalnya tetapi dia segera tersadar saat mengingat Rose yang memiliki anaknya. "AI, segera tunjukan Lokasi Rose."

[Mulai Menganalisis...]

[Membutuhkan Akses Mana, jangkauan sangat jauh.]

"lakukan."

[Memproses.... proses selesai.]

Peta Hologram muncul didepan Lux. Disana Lux melihat Rose sedang dikepung oleh beberapa titik merah. Lux mengerutkan keningnya dan mengaktifkan matanya. segera dia merasakan titik koordinat ruangan Rose. Lux mulai melipat beberapa Ruangan dan menghilang..

Terpopuler

Comments

👹IBLIS DARAH👹

👹IBLIS DARAH👹

gak usah terlalu banyak POV
mlas baca jadinya

2023-10-28

0

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Kuntum Bunga Bermekaran hanya untukmu..., lanjutkan Thor 😀💪👍👍

2023-02-24

1

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Joss markojos... Thor 😀💪👍👍👍

2023-02-24

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Transmigrasi
2 Chapter 2 Apakah Kamu telah ***** Putri Rose?
3 Chapter 3 Apakah salah aku melihat istriku sendiri?
4 Chapter 4 Ara ara.
5 Chapter 5 Pedang itu langsung menembus perut Lux.
6 Chapter 6 Apakah aku akan mati?
7 Chapter 7 Alex
8 Chapter 8 Ingat siapa yang mendominasi disini.
9 Chapter 9 Sepertinya aku harus sekali-kali mendominasimu.
10 Chapter 10 Mengobrol dengan orang tua yang pikun memang susah mengerti bahasa.
11 Chapter 11 Seorang pria yang dirantai lehernya oleh seorang wanita cantik.
12 Chapter 12 Istri kedua.
13 Chapter 13 Fifian
14 Chapter 14 Sementara Rose hanya menghela nafas melihat hal ini.
15 Chapter 15 Apakah Kamu yakin ingin menjual Artefak suci ini?
16 Chapter 16 Ketiga istrimu.
17 Chapter 17 Jadi begini rasanya memiliki Harem
18 Chapter 18 Terimakasih Tante.
19 Chapter 19 Semua orang diruang itu hening dan berpikir dengan serius.
20 Chapter 20 Belum cukup yahh. Sepertinya hanya itu jalan satu-satunya.
21 Chapter 21 Lux berhenti menjadi pengecut dan bersembunyi dibawah lubang wanita.
22 Chapter 22 Ugh. Sepertinya bukan hanya kita bertiga.
23 Chapter 23 Kalau tidak salah tokoh itu milik seorang Ras Elf.
24 Chapter 24 Hutan Terlarang 1.
25 Chapter 25 Hutan Terlarang 2
26 Chapter 26 Hutan Terlarang 3.
27 Chapter 27 Kalau begitu aku tidak akan sopan.
28 Chapter 28 Aku menginginkan benihmu.
29 Chapter 29 Dia adalah suamiku Lux.
30 Chapter 30 Akan aku buat kamu sujud dibawah selangkanganku.
31 Chapter 31 Lux, kamu memang penyelamat suku kami.
32 Chapter 32 Kelemahan : Lux Fos
33 Chapter 33 Wah, wah bukannya ini Yasaka sayangku.
34 Chapter 34 Keluarga Fenrir
35 Chapter 35 Astaga. Kamu sangat beruntung Yasaka....
36 Chapter 36 Bahal
37 Chapter 37 Tunggu dulu....
38 Chapter 38 Orochi.
39 Chapter 39 Kena kau bajingan.
40 Chapter 40 Raja Lion. Aku akan mengingat semua ini.
41 Chapter 41 Gate.
42 Chapter 42 Apa saja yang kamu minta, aku pasti akan mengabulkannya.
43 Chapter 43 Salam kepada yang mulia Golden Crow.
44 Chapter 44 Hahaha. apakah itu sebuah pujian?
45 Chapter 45 Bagaimana?
46 Chapter 46 Tidak baik, ini jebakan.
47 Chapter 47 Baiklah. Tetapi sebelum itu...
48 Chapter 48 Komandan, kamu sangat beruntung masih hidup.
49 Chapter 49 Pure Yang.
50 Chapter 50 Bangsa iblis.
51 Chapter 51 Apakah mereka tidak memiliki cita rasa di lidahnya?.
52 Chapter 52 Perang.
53 Chapter 53 Perang 2.
54 Chapter 54 Perang 3.
55 Chapter 55 Perang 4
56 Chapter 56 Perang 5
57 Chapter 57 Perang 6
58 Chapter 58 Perang 7
59 Chapter 59 Puncak Perang 1
60 Chapter 60 Puncak Perang 2.
61 Chapter 61 Puncak Perang 3.
62 Chapter 62 Puncak Perang 4.
63 Chapter 63 Puncak Perang (Final)
64 Chapter 64 Lux, aku sangat merindukanmu.
65 Chapter 65 Aku tidak bisa di dahului oleh ibuku.
66 Chapter 66 Bayi Naga.
67 Chapter 67 Kerajaan Elf.
68 Chapter 68 Aku tidak punya waktu untuk bermain denganmu.
69 Chapter 69 Apakah kamu benar ingin menikahi putriku, manusia?.
70 Chapter 70 Utusan kerajaan Moon.
71 Chapter 71 Apakah aku semenjijikan itu?
72 Chapter 72 Melinda yang terobsesi.
73 Chapter 73 Pohon Dunia
74 Chapter 74 Kebangkitan garis darah.
75 Chapter 75 Peleburan Mana
76 Chapter 76 Kerajaan Chaos, Matahari dan Bulan.
77 Chapter 77 Hanya bisa menonton.
78 Chapter 78 Elder Telor
79 Chapter 79 Serikat pedagang, Akademi Bintang dan Menara sihir.
80 Chapter 80 Putri kerajaan Mesh
81 Chapter 81 Manusia yang tidak memiliki cita rasa.
82 Chapter 82 Putri Lolita.
83 Chapter 83 Pengepungan
84 Chapter 84 Bekerjasama.
85 Chapter 85 Kebangkitan Garis darah Lolita.
86 Chapter 86 Mata-mata.
87 Chapter 87 Adu domba.
88 Chapter 88 Tahap Saint.
89 Chapter 89 Peperangan 1
90 Chapter 90 Peperangan 2
91 Chapter 91 Peperangan 3
92 Chapter 92 Peperangan 4
93 Chapter 93 Peperangan 5
94 Chapter 94 Peperangan 6
95 Chapter 95 Peperangan 7
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Chapter 1 Transmigrasi
2
Chapter 2 Apakah Kamu telah ***** Putri Rose?
3
Chapter 3 Apakah salah aku melihat istriku sendiri?
4
Chapter 4 Ara ara.
5
Chapter 5 Pedang itu langsung menembus perut Lux.
6
Chapter 6 Apakah aku akan mati?
7
Chapter 7 Alex
8
Chapter 8 Ingat siapa yang mendominasi disini.
9
Chapter 9 Sepertinya aku harus sekali-kali mendominasimu.
10
Chapter 10 Mengobrol dengan orang tua yang pikun memang susah mengerti bahasa.
11
Chapter 11 Seorang pria yang dirantai lehernya oleh seorang wanita cantik.
12
Chapter 12 Istri kedua.
13
Chapter 13 Fifian
14
Chapter 14 Sementara Rose hanya menghela nafas melihat hal ini.
15
Chapter 15 Apakah Kamu yakin ingin menjual Artefak suci ini?
16
Chapter 16 Ketiga istrimu.
17
Chapter 17 Jadi begini rasanya memiliki Harem
18
Chapter 18 Terimakasih Tante.
19
Chapter 19 Semua orang diruang itu hening dan berpikir dengan serius.
20
Chapter 20 Belum cukup yahh. Sepertinya hanya itu jalan satu-satunya.
21
Chapter 21 Lux berhenti menjadi pengecut dan bersembunyi dibawah lubang wanita.
22
Chapter 22 Ugh. Sepertinya bukan hanya kita bertiga.
23
Chapter 23 Kalau tidak salah tokoh itu milik seorang Ras Elf.
24
Chapter 24 Hutan Terlarang 1.
25
Chapter 25 Hutan Terlarang 2
26
Chapter 26 Hutan Terlarang 3.
27
Chapter 27 Kalau begitu aku tidak akan sopan.
28
Chapter 28 Aku menginginkan benihmu.
29
Chapter 29 Dia adalah suamiku Lux.
30
Chapter 30 Akan aku buat kamu sujud dibawah selangkanganku.
31
Chapter 31 Lux, kamu memang penyelamat suku kami.
32
Chapter 32 Kelemahan : Lux Fos
33
Chapter 33 Wah, wah bukannya ini Yasaka sayangku.
34
Chapter 34 Keluarga Fenrir
35
Chapter 35 Astaga. Kamu sangat beruntung Yasaka....
36
Chapter 36 Bahal
37
Chapter 37 Tunggu dulu....
38
Chapter 38 Orochi.
39
Chapter 39 Kena kau bajingan.
40
Chapter 40 Raja Lion. Aku akan mengingat semua ini.
41
Chapter 41 Gate.
42
Chapter 42 Apa saja yang kamu minta, aku pasti akan mengabulkannya.
43
Chapter 43 Salam kepada yang mulia Golden Crow.
44
Chapter 44 Hahaha. apakah itu sebuah pujian?
45
Chapter 45 Bagaimana?
46
Chapter 46 Tidak baik, ini jebakan.
47
Chapter 47 Baiklah. Tetapi sebelum itu...
48
Chapter 48 Komandan, kamu sangat beruntung masih hidup.
49
Chapter 49 Pure Yang.
50
Chapter 50 Bangsa iblis.
51
Chapter 51 Apakah mereka tidak memiliki cita rasa di lidahnya?.
52
Chapter 52 Perang.
53
Chapter 53 Perang 2.
54
Chapter 54 Perang 3.
55
Chapter 55 Perang 4
56
Chapter 56 Perang 5
57
Chapter 57 Perang 6
58
Chapter 58 Perang 7
59
Chapter 59 Puncak Perang 1
60
Chapter 60 Puncak Perang 2.
61
Chapter 61 Puncak Perang 3.
62
Chapter 62 Puncak Perang 4.
63
Chapter 63 Puncak Perang (Final)
64
Chapter 64 Lux, aku sangat merindukanmu.
65
Chapter 65 Aku tidak bisa di dahului oleh ibuku.
66
Chapter 66 Bayi Naga.
67
Chapter 67 Kerajaan Elf.
68
Chapter 68 Aku tidak punya waktu untuk bermain denganmu.
69
Chapter 69 Apakah kamu benar ingin menikahi putriku, manusia?.
70
Chapter 70 Utusan kerajaan Moon.
71
Chapter 71 Apakah aku semenjijikan itu?
72
Chapter 72 Melinda yang terobsesi.
73
Chapter 73 Pohon Dunia
74
Chapter 74 Kebangkitan garis darah.
75
Chapter 75 Peleburan Mana
76
Chapter 76 Kerajaan Chaos, Matahari dan Bulan.
77
Chapter 77 Hanya bisa menonton.
78
Chapter 78 Elder Telor
79
Chapter 79 Serikat pedagang, Akademi Bintang dan Menara sihir.
80
Chapter 80 Putri kerajaan Mesh
81
Chapter 81 Manusia yang tidak memiliki cita rasa.
82
Chapter 82 Putri Lolita.
83
Chapter 83 Pengepungan
84
Chapter 84 Bekerjasama.
85
Chapter 85 Kebangkitan Garis darah Lolita.
86
Chapter 86 Mata-mata.
87
Chapter 87 Adu domba.
88
Chapter 88 Tahap Saint.
89
Chapter 89 Peperangan 1
90
Chapter 90 Peperangan 2
91
Chapter 91 Peperangan 3
92
Chapter 92 Peperangan 4
93
Chapter 93 Peperangan 5
94
Chapter 94 Peperangan 6
95
Chapter 95 Peperangan 7

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!