Chapter 13 Fifian

*Kota kerajaan Green

Di ibukota kerajaan Green terlihat banyak sekali aktivitas yang terjadi. Dari para anak-anak yang bermain hingga beberapa pedagang asongan yang berkeliaran di kota.

Lux, Rose, Sisil, Arthur dan Nana berjalan bersama berkeliling kota dan melihat pemandangan ini.

...

Saat Rose dan Nana sedang mengobrol, tiba-tiba Lux mengintruksi. "Ngomong-ngomong Rose apakah kamu masih akan Belajar di Akademi?. Mengingat kondisimu sekarang yang harus perbanyak istirahat." Ucap Lux sambil menatap perut Rose.

Rose yang mendengarkan ucapan Lux membalas dengan senyuman. "Tenang saja aku ke akademi hanya untuk mengkonfirmasi kondisiku ke kepala akademi. Aku yakin pihak akademi akan melonggarkan sedikit."

Lux yang mendengar perkataan Rose menghela nafas lega.

"Kakak Lux, kakak Rose. Lihatlah disana, sepertinya ada masalah." Ucap Arthur dengan serius.

Rose dan Lux yang mendengar ucapan Arthur melihat kearah yang ditunjuknya.

Disana terdapat beberapa siswa akademi kerajaan yang sedang membuat onar di toko Smith. Banyak orang yang melihat hal itu tidak berani mencegahnya karena disana ada juga sesosok penting yaitu pangeran kedua memiliki penampilan yang hampir mirip dengan pangeran pertama, yang membedakan hanya matanya saja yang berwarna coklat dan Fifian putri Duches Semiramis Red.

Lux yang melihat Fifian mengerutkan kening. Dia tidak mengerutkan keningnya bukan karena Fifian, tetapi karena ibunya.

Berbeda dengan Duke yang lain, Duches Semiramis adalah pemimpin wanita pertama dalam keluarga Red dan berdasarkan informasi yang dimiliki oleh mantan pemilik tubuh ini tentang Duches Semiramis, itu sangat suram.

Saat itu Lux di hutan kematian yang sedang berburu tidak sengaja melihat sebuah gua. Dia yang penasaran segera memasukinya. Saat dia masuk, dia melihat Duches Semiramis mengkebiri ratusan bangsawan pria dari kerajaan Green.

Semeramis yang mengetahui bahwa Lux telah melihat tindakannya mengancam Lux. Kalau berita ini sampai bocor Dia akan ikut dikebiri.

Lux yang saat itu masih berumur 10 tahun berkeringat dingin dan hanya bisa mengangguk dengan takut.

Sementara Lux yang masih dalam lamunannya, Rose yang tiba-tiba melihat ekspresi Lux mengangkat alisnya. "Ada apa Lux?. Kenapa kamu memasang ekspresi seperti itu?."

Lux yang masih dalam pikirannya segera sadar kembali saat mendengar pertanyaan Rose. "Ah, tidak apa-apa. Saya hanya sedikit kasihan melihat orang tua itu."

Rose yang mendengar jawaban Lux, mengangguk. "Memang benar. Bajingan Luci itu sudah keterlaluan dan kenapa Fifian mengikuti Kevin? Ini sangat aneh. Ayo kita pergi kesana dan melihat sendiri permasalahannya."

Lux, Sisil, Nana dan Arthur mengangguk, merekapun sama-sama pergi kesana.

Saat mereka tiba disana, tiba-tiba Rose berkata dengan marah.

"Fifian kenapa kamu mengikuti bajingan ini." Ucap Rose dengan blak-blakan.

Sementara itu Fifian, Kevin dan ketiga pria itu tersentak kaget saat mendengar suara Rose.

Mereka segera berbalik dan melihat Rose yang marah. Sementara itu Fifian yang ditanya oleh Rose tersentak.

Saat Fifian, Kevin dan ketiga pria tersebut melihat Rose. Lux dan yang lainnya membantu pri tua tersebut.

"Rose..." Jawab Fifian menundukkan kepalanya dengan frustasi dan putus asa.

Sedangkan Kevin yang mendengar perkataan Rose marah dan membalasnya. "Rose, jaga perkataanmu. Apakah kamu ingin mati?."

"Hmmmm, Mati ya?. Apakah kamu mampu melakukan hal itu?. Otak mesum sepertimu setahuku hanya terdapat wanita saja." Ucap Rose dengan nada mengejek.

"Apa katamu..?" Ucap Kevin menatap Rose dengan marah.

Rose yang melihat kemarahan Kevin tidak perduli dan malah melihat ke Fifian.

"Fifian kemari. Kenapa kamu masih disisi bajingan itu?."

Fifian yang mendengar ucapan Rose ragu sejenak, tetapi akhirnya pergi kesisi Rose.

Kevin yang melihat kepergian Fifian menyeringai dan berkata. "Fifian. Apakah kamu yakin ingin berada di piha Rose?. Kamu tahu sendiri kita adalah tunangan, jika ibumu mengetahui hal ini, aku tidak yakin apa yang akan dia lakukan."

Fifian yang mendengar ucapan Kevin menegang. Sementara itu Rose terkejut dengan ucapan Kevin."Apa maksud dari ucapanmu itu Kevin."

Mendengar pertanyaan Rose, Kevin tertawa bahagia, dikuti oleh tiga pria dibelakang Kevin yang ikut tertawa bersamanya.

"Hahahaha, Rose apakah kamu ingin tahu?" Ucap Kevin melihat Rose dengan senyum mengejek.

"Berhentilah banyak omong kosong Kevin katakan kepadaku." Ucap Rose menatap Kevin dengan pandangan dingin.

"Hehehe. Aku sangat suka ekspresimu itu, jadi aku akan memberitahumu. Kamu seharusnya saat itu bertanya-tanya,kan. kenapa bisa keluarga Red mendukungku menjadi seorang Raja?. Perlu kamu ketahui bahwa aku sendiri tidak pernah ingin bekerjasama dengan keluarga Red untuk merebut tahta. Tetapi Duches Semiramis menawarkan Fifian sebagai hadiah agar aku mau ikut dalam perebutan tahta Raja. Aku yang mendapatkan wanita cantik dan panas seperti Fifian tidak mungkin menolaknya, kan." Ucap Kevin menjilat bibirnya sambil menatap Fifian.

Fifian yang mendengar ucapan Kevin, menunduk dengan frustasi. Sementara Rose mengerutkan kening dan bergumam. 'Apa yang di rencanakan Duches Semiramis dengan melakukan tindakan gila seperti ini?'

Kevin yang melihat ekspresi Fifian dan Rose, mengangguk puas.

"Kemarilah Fifian." Ucap Kevin.

"Jangan mendengarkannya Fifian, kamu harus berada di sisiku." Ucap Rose dengan tegas.

"Aku tidak akan mengulanginya lagi Fifian. Segera kemari atau aku akan memberitahukannya kepada Duches Semiramis." Ucap Kevin.

Fifian yang mendengar ucapan Kevin akhirnya pasarah dan segera kesisi Kevin, tetapi tiba-tiba dia dihadang oleh Rose.

"Aku bilang kamu akan mengikutiku Fifian." Ucap Rose dengan dingin.

Fifian yang mendengar ucapan Rose merasa senang dan bahagia, karena masih ada yang peduli padanya.

Sementara itu Lux, Nana, Arthur, Sisil dan Orang tua penjaga tokoh hanya dengan tenang mengawasi mereka dan juga beberapa orang mulai berkumpul untuk menonton ketegangan antara kaum bangsawan.

Kembali dengan Kevin yang melihat hal ini semakin marah dan tiba-tiba berkata."Rose kamu p*l*cur sialan yang menjual tubuhnya hanya untuk dukungan seorang Duke, berani-beraninya kamu bertindak seperti orang yang mendominasi didepanku."

Saat Kevin dan ketiga Pria tersebut ingin menghampiri Rose tiba-tiba ada suara dingin yang muncul.

"Apa katamu?" Ucap Lux yang melihat Kevin dengan pandangan orang mati.

Kevin yang baru sadar, ternyata tidak hanya ada Rose tetapi ada juga beberapa orang yang mengikutinya.

Kevin mengangkat alisnya saat mendengar ucapan Lux.

"Haaa.? Bukankanya ini simesum tidak berguna Lux. Berani-beraninya kamu memotong perkataanku. Apakah kamu ingin dipukul seperti waktu itu?." Ucap Kevin dengan menyeringai, sementara ketiga pria dibelakangnya tertawa.

Beberapa orang yang menonton berbisik-bisik.

"Ah, itu tuan Lux?. Ini tidak seperti yang kupikirkan. Aku pikir tuan Lux akan menjadi seorang pria paruh baya gendut dan mesum. Ternyata seorang pria tampan dan gagah. Aku rela bila dibawah olehnya." Ucap salah seorang wanita.

"Memang benar dia sangat tampan." Bisik wanita lainnya.

Sementara kaum pria hanya dengan dingin membalas dengan nada mengejek. "Cih, dasar wanita tidak bermoral."

Saat para masyarakat mulai saling berbisik tiba-tiba Lux mulai mengulangi perkataannya.

"Aku bilang, apa yang kamu katakan tadi?" Ucap Lux mengulangi perkataan dengan nada menantang.

Kecin yang mendengar ucapan Lux mengerutkan kening. "Oh, sungguh berani. Apakah kamu pikir setelah menjadi calon suami Rose, aku tidak akan berani memukulmu. Ren kuserahkan dia kepadamu."

Salah seorang pria yang dibelakang Kevin yang mendengar perkataannya segera maju dan berkata. "Hehehe. Tenang saja bos aku akan membuat anak ini paham siapa bosnya disini."

Ren melangkah maju menghampiri Lux dan mengeluarkan aura merahnya, tiba-tiba lingkaran sihir terbentuk ditangan Ren dan mengeluarkan sebuah api yang lumayan besar.

Lux yang melihat tindakan Ren segera maju dengan santai. Sementara Rose disamping berkata kepada Lux dengan serius.

"Lux Jangan berlebihan. Ada sesuatu yang rumit disini. Kita harus mencari beberapa informasi dulu sebelum bertindak."

"Tenang saja, aku tidak pernah bertindak berlebihan. Tetapi berbeda kalau itu menyangkut kamu, itu sudah berada dibatas kesabaranku." Ucap Lux dengan senyuman.

Rose yang mendengar ucapan Lux merasakan perasaan manis. Sementara Fifian bingung dengan situasinya.

"Rose apakah baik-baik saja membiarkan Lux menghadapi ini?"

"Tenang saja dia akan baik-baik saja." Ucap Rose percaya diri.

"Iya, tenang saja Kakak Fifian. Kakak Lux sangat kuat." Ucap Nana sambil bersorak mendukung Lux, diikuti oleh Arthur dan Sisil.

Sementara itu Ren yang dari tadi mendengar pembicaraan mereka sangat marah dan berkata. "Bocah sepertinya kamu memang ingin mencari kematian."

Ren langsung melesatkan bola apinya, tetapi sayang saat bola apinya tepat berada didepan Lux. Lux tiba-tiba mengangkat tangan kanannya dan menghisap bola tersebut dengan santai.

Semua orang yang berada di sana termasuk masyarakat yang melihatnya tercengang dengan tindakan Lux yang luar biasa.

Terpopuler

Comments

Kelvin

Kelvin

Woaaah Apakah Dia Rimuru

2023-07-08

2

Alauddin

Alauddin

sistem perawan

2023-03-26

0

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Lanjutkan Thor 😀💪👍👍👍

2023-02-26

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Transmigrasi
2 Chapter 2 Apakah Kamu telah ***** Putri Rose?
3 Chapter 3 Apakah salah aku melihat istriku sendiri?
4 Chapter 4 Ara ara.
5 Chapter 5 Pedang itu langsung menembus perut Lux.
6 Chapter 6 Apakah aku akan mati?
7 Chapter 7 Alex
8 Chapter 8 Ingat siapa yang mendominasi disini.
9 Chapter 9 Sepertinya aku harus sekali-kali mendominasimu.
10 Chapter 10 Mengobrol dengan orang tua yang pikun memang susah mengerti bahasa.
11 Chapter 11 Seorang pria yang dirantai lehernya oleh seorang wanita cantik.
12 Chapter 12 Istri kedua.
13 Chapter 13 Fifian
14 Chapter 14 Sementara Rose hanya menghela nafas melihat hal ini.
15 Chapter 15 Apakah Kamu yakin ingin menjual Artefak suci ini?
16 Chapter 16 Ketiga istrimu.
17 Chapter 17 Jadi begini rasanya memiliki Harem
18 Chapter 18 Terimakasih Tante.
19 Chapter 19 Semua orang diruang itu hening dan berpikir dengan serius.
20 Chapter 20 Belum cukup yahh. Sepertinya hanya itu jalan satu-satunya.
21 Chapter 21 Lux berhenti menjadi pengecut dan bersembunyi dibawah lubang wanita.
22 Chapter 22 Ugh. Sepertinya bukan hanya kita bertiga.
23 Chapter 23 Kalau tidak salah tokoh itu milik seorang Ras Elf.
24 Chapter 24 Hutan Terlarang 1.
25 Chapter 25 Hutan Terlarang 2
26 Chapter 26 Hutan Terlarang 3.
27 Chapter 27 Kalau begitu aku tidak akan sopan.
28 Chapter 28 Aku menginginkan benihmu.
29 Chapter 29 Dia adalah suamiku Lux.
30 Chapter 30 Akan aku buat kamu sujud dibawah selangkanganku.
31 Chapter 31 Lux, kamu memang penyelamat suku kami.
32 Chapter 32 Kelemahan : Lux Fos
33 Chapter 33 Wah, wah bukannya ini Yasaka sayangku.
34 Chapter 34 Keluarga Fenrir
35 Chapter 35 Astaga. Kamu sangat beruntung Yasaka....
36 Chapter 36 Bahal
37 Chapter 37 Tunggu dulu....
38 Chapter 38 Orochi.
39 Chapter 39 Kena kau bajingan.
40 Chapter 40 Raja Lion. Aku akan mengingat semua ini.
41 Chapter 41 Gate.
42 Chapter 42 Apa saja yang kamu minta, aku pasti akan mengabulkannya.
43 Chapter 43 Salam kepada yang mulia Golden Crow.
44 Chapter 44 Hahaha. apakah itu sebuah pujian?
45 Chapter 45 Bagaimana?
46 Chapter 46 Tidak baik, ini jebakan.
47 Chapter 47 Baiklah. Tetapi sebelum itu...
48 Chapter 48 Komandan, kamu sangat beruntung masih hidup.
49 Chapter 49 Pure Yang.
50 Chapter 50 Bangsa iblis.
51 Chapter 51 Apakah mereka tidak memiliki cita rasa di lidahnya?.
52 Chapter 52 Perang.
53 Chapter 53 Perang 2.
54 Chapter 54 Perang 3.
55 Chapter 55 Perang 4
56 Chapter 56 Perang 5
57 Chapter 57 Perang 6
58 Chapter 58 Perang 7
59 Chapter 59 Puncak Perang 1
60 Chapter 60 Puncak Perang 2.
61 Chapter 61 Puncak Perang 3.
62 Chapter 62 Puncak Perang 4.
63 Chapter 63 Puncak Perang (Final)
64 Chapter 64 Lux, aku sangat merindukanmu.
65 Chapter 65 Aku tidak bisa di dahului oleh ibuku.
66 Chapter 66 Bayi Naga.
67 Chapter 67 Kerajaan Elf.
68 Chapter 68 Aku tidak punya waktu untuk bermain denganmu.
69 Chapter 69 Apakah kamu benar ingin menikahi putriku, manusia?.
70 Chapter 70 Utusan kerajaan Moon.
71 Chapter 71 Apakah aku semenjijikan itu?
72 Chapter 72 Melinda yang terobsesi.
73 Chapter 73 Pohon Dunia
74 Chapter 74 Kebangkitan garis darah.
75 Chapter 75 Peleburan Mana
76 Chapter 76 Kerajaan Chaos, Matahari dan Bulan.
77 Chapter 77 Hanya bisa menonton.
78 Chapter 78 Elder Telor
79 Chapter 79 Serikat pedagang, Akademi Bintang dan Menara sihir.
80 Chapter 80 Putri kerajaan Mesh
81 Chapter 81 Manusia yang tidak memiliki cita rasa.
82 Chapter 82 Putri Lolita.
83 Chapter 83 Pengepungan
84 Chapter 84 Bekerjasama.
85 Chapter 85 Kebangkitan Garis darah Lolita.
86 Chapter 86 Mata-mata.
87 Chapter 87 Adu domba.
88 Chapter 88 Tahap Saint.
89 Chapter 89 Peperangan 1
90 Chapter 90 Peperangan 2
91 Chapter 91 Peperangan 3
92 Chapter 92 Peperangan 4
93 Chapter 93 Peperangan 5
94 Chapter 94 Peperangan 6
95 Chapter 95 Peperangan 7
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Chapter 1 Transmigrasi
2
Chapter 2 Apakah Kamu telah ***** Putri Rose?
3
Chapter 3 Apakah salah aku melihat istriku sendiri?
4
Chapter 4 Ara ara.
5
Chapter 5 Pedang itu langsung menembus perut Lux.
6
Chapter 6 Apakah aku akan mati?
7
Chapter 7 Alex
8
Chapter 8 Ingat siapa yang mendominasi disini.
9
Chapter 9 Sepertinya aku harus sekali-kali mendominasimu.
10
Chapter 10 Mengobrol dengan orang tua yang pikun memang susah mengerti bahasa.
11
Chapter 11 Seorang pria yang dirantai lehernya oleh seorang wanita cantik.
12
Chapter 12 Istri kedua.
13
Chapter 13 Fifian
14
Chapter 14 Sementara Rose hanya menghela nafas melihat hal ini.
15
Chapter 15 Apakah Kamu yakin ingin menjual Artefak suci ini?
16
Chapter 16 Ketiga istrimu.
17
Chapter 17 Jadi begini rasanya memiliki Harem
18
Chapter 18 Terimakasih Tante.
19
Chapter 19 Semua orang diruang itu hening dan berpikir dengan serius.
20
Chapter 20 Belum cukup yahh. Sepertinya hanya itu jalan satu-satunya.
21
Chapter 21 Lux berhenti menjadi pengecut dan bersembunyi dibawah lubang wanita.
22
Chapter 22 Ugh. Sepertinya bukan hanya kita bertiga.
23
Chapter 23 Kalau tidak salah tokoh itu milik seorang Ras Elf.
24
Chapter 24 Hutan Terlarang 1.
25
Chapter 25 Hutan Terlarang 2
26
Chapter 26 Hutan Terlarang 3.
27
Chapter 27 Kalau begitu aku tidak akan sopan.
28
Chapter 28 Aku menginginkan benihmu.
29
Chapter 29 Dia adalah suamiku Lux.
30
Chapter 30 Akan aku buat kamu sujud dibawah selangkanganku.
31
Chapter 31 Lux, kamu memang penyelamat suku kami.
32
Chapter 32 Kelemahan : Lux Fos
33
Chapter 33 Wah, wah bukannya ini Yasaka sayangku.
34
Chapter 34 Keluarga Fenrir
35
Chapter 35 Astaga. Kamu sangat beruntung Yasaka....
36
Chapter 36 Bahal
37
Chapter 37 Tunggu dulu....
38
Chapter 38 Orochi.
39
Chapter 39 Kena kau bajingan.
40
Chapter 40 Raja Lion. Aku akan mengingat semua ini.
41
Chapter 41 Gate.
42
Chapter 42 Apa saja yang kamu minta, aku pasti akan mengabulkannya.
43
Chapter 43 Salam kepada yang mulia Golden Crow.
44
Chapter 44 Hahaha. apakah itu sebuah pujian?
45
Chapter 45 Bagaimana?
46
Chapter 46 Tidak baik, ini jebakan.
47
Chapter 47 Baiklah. Tetapi sebelum itu...
48
Chapter 48 Komandan, kamu sangat beruntung masih hidup.
49
Chapter 49 Pure Yang.
50
Chapter 50 Bangsa iblis.
51
Chapter 51 Apakah mereka tidak memiliki cita rasa di lidahnya?.
52
Chapter 52 Perang.
53
Chapter 53 Perang 2.
54
Chapter 54 Perang 3.
55
Chapter 55 Perang 4
56
Chapter 56 Perang 5
57
Chapter 57 Perang 6
58
Chapter 58 Perang 7
59
Chapter 59 Puncak Perang 1
60
Chapter 60 Puncak Perang 2.
61
Chapter 61 Puncak Perang 3.
62
Chapter 62 Puncak Perang 4.
63
Chapter 63 Puncak Perang (Final)
64
Chapter 64 Lux, aku sangat merindukanmu.
65
Chapter 65 Aku tidak bisa di dahului oleh ibuku.
66
Chapter 66 Bayi Naga.
67
Chapter 67 Kerajaan Elf.
68
Chapter 68 Aku tidak punya waktu untuk bermain denganmu.
69
Chapter 69 Apakah kamu benar ingin menikahi putriku, manusia?.
70
Chapter 70 Utusan kerajaan Moon.
71
Chapter 71 Apakah aku semenjijikan itu?
72
Chapter 72 Melinda yang terobsesi.
73
Chapter 73 Pohon Dunia
74
Chapter 74 Kebangkitan garis darah.
75
Chapter 75 Peleburan Mana
76
Chapter 76 Kerajaan Chaos, Matahari dan Bulan.
77
Chapter 77 Hanya bisa menonton.
78
Chapter 78 Elder Telor
79
Chapter 79 Serikat pedagang, Akademi Bintang dan Menara sihir.
80
Chapter 80 Putri kerajaan Mesh
81
Chapter 81 Manusia yang tidak memiliki cita rasa.
82
Chapter 82 Putri Lolita.
83
Chapter 83 Pengepungan
84
Chapter 84 Bekerjasama.
85
Chapter 85 Kebangkitan Garis darah Lolita.
86
Chapter 86 Mata-mata.
87
Chapter 87 Adu domba.
88
Chapter 88 Tahap Saint.
89
Chapter 89 Peperangan 1
90
Chapter 90 Peperangan 2
91
Chapter 91 Peperangan 3
92
Chapter 92 Peperangan 4
93
Chapter 93 Peperangan 5
94
Chapter 94 Peperangan 6
95
Chapter 95 Peperangan 7

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!