Lux turun kembali ke lantai dasar perpustakaan, disana sudah ada Leluhur Fos yang menunggunya.
Leluhur Fos mengangkat alisnya. Saat dia mihat Lux yang porak poranda seperti habis melakukan pertarungan. Tetapi hal yang membuatnya terkejut dan tercengang adalah tato pedang dipunggung tangan Lux.
"Ka..kamu...." Leluhur Fos berbicara dengan gagap sambil menunjuk tato dipunggung tangan Lux.
Lux yang paham dengan maksud dari leluhur Fos, langsung menghampirinya dan berkata.
"Pertama-tama maafkan aku leluhur karena memasuki ruangan rahasia dilantai tiga. Tetapi yang perlu aku jelaskan adalah aku tidak bermaksud mengambil artefak tersebut, tetapi karena artefak itu terus memanggilku untuk datang kepadaku, sehingga membuatku penasaran. Terpaksa aku masuk keruang tersebut, sehingga menyebabkan hal yang seperti leluhur lihat sendiri." Lux berkata seperti orang yang polos dan suci.
Leluhur Fos yang mendengar ceritanya tercengang.
"Ehem. Jadi seperti itu,....."
"..."
"Mana mungkin aku mempercayai perkataan ngawurmu itu. Kamu pikir aku bodoh.." ungkap Leluhur Fos dengan marah.
"Eh. Padahal aku tidak berbohong Lo." Lux berkata dengan polosnya.
Kepala Leluhur Fos muncul tanda centang. Dia berusaha menahan emosinya. Setelah beberapa saat dia mulai tenang kembali dan berkata kepada Lux.
"Hah. Tidak aku sangka pedang peninggalan Ayahku, yang selalu setia dan tidak mau mengakui orang lain sebagai tuannya. Malah memilih salah satu keturunanku sebagai tuan barunya. Bocoh sebaiknya kamu menyembunyikan tato di tanganmu itu, karena bisa berbahaya kalau orang luar sampai melihatnya." Ungkap Leluhur Fos sambil menyerahkan sarung tangan hitam kepada Lux.
Lux yang melihat tindakan Leluhur Fos mengangkat alisnya bingung. "Leluhur apakah kamu baik-baik saja dengan aku memiliki pedang ini?."
"Berhenti memanggilku Leluhur. Panggil aku Kakek Tiger mulai sekarang. Untuk kepemilikan pedang itu tentu saja milikmu sekarang. Kamu mungkin tidak tahu bahwa pedang itu adalah artefak Level tinggi yang terbuat dari taring naga. Aku tidak terlalu mengerti mengenai kemampuannya tetapi saat Ayahku dulu menggunakannya dia mampu menebas seorang Fighter Tahap Mana Core putih."
Mendengar apa yang dikatakan Leluhurnya Lux terkejut dan melihat punggung tangannya dengan senyum puas.
"Kalau begitu aku mohon undur diri kakek tiger"
Tiger Fos yang dipanggil kakek oleh Lux sangat senang dan puas.
"Ya. Ingat jangan perlihatkan tatomu itu kepada siapapun."
Tiger Fos mengingatkan Lux sekali lagi.
"Baik Kakek Tiger."
Lux mulai memakai sarung tangan hitam di lengan kirinya. Setelah memakainya dia mulai pergi meninggalkan perpustakaan dan menuju ke kamarnya untuk membersihkan dirinya yang berantakan.
Setelah melihat Lux telah pergi jauh. Tiger Fos mulai bergumam dalam benaknya dengan senyum bahagia. "Sepertinya keluarga Fos akan mulai berjaya kembali."
.........
Sementara itu Rose yang saat ini berada di sebuah ruangan sedang duduk dan berdiskusi dengan seorang wanita. Wanita itu memiliki kemiripan dengan Rose tetapi rambut wanita itu berwarna biru, sementara Rose berwarna merah.
"Bagaimana apakah kamu berhasil mengikat keluarga Fos.?" Wanita itu berkata kepada Rose, dengan nadanya yang sedikit dingin.
"Iya Bu. Aku telah berhasil mengikat keluarga Fos untuk mendukung kami."
Ternyata wanita tersebut adalah ibu dari putri Rose dan pangeran ketiga.
"Fufufu, sangat bagus. Tidak sia-sia aku memilihmu untuk melakukan tugas ini. Tapi ada hal yang sangat penting untuk aku tanyakan disini. Apa yang akan kamu lakukan kepada bayi itu setelah saudaramu mendapatkan tahta. Jangan bilang kamu ingin mengasuhnya.?" Ibu Rose berkata sambil menyipitkan matanya.
Rose hanya diam menatap ibunya dengan pandangan kosong dan dingin. Ibu Rose yang melihat tanggapan putrinya hanya dengan acuh tak acuh berkata.
"Baiklah. Aku tidak akan ikut campur dengan urusanmu itu, tetapi ingat baik-baik, anak itu memiliki darah keluargaku. Jadi kamu paham maksudku, kan?"
"Iya" jawab Rose dengan tenang.
"Baiklah kalau kamu sudah paham. Sekarang kamu sudah boleh pergi. Ah, jangan lupa panggil para pria di luar untuk masuk."
Mendengar kata ibunya. Rose hanya diam dan segera meninggalkan ruangan. Saat dia keluar ruangan dia melihat 12 pria yang mengenakan pakaian mewah. Beberapa pria menatapnya dengan menjulurkan lidahnya dan beberapa orang menatapnya dengan senyuman.
Rose mengetahui beberapa dari mereka. Mereka kalangan bangsawan kerajaan Green.
"Ibuku memanggil kalian untuk masuk." Rose berkata dengan dingin.
Para pria tersebut yang mendengar ucapan Rose langsung tertawa bahagia dan segera masuk ke ruangan ibunya.
"Ah, akhirnya kalian masuk juga para priaku yang tampan. Aku milik kalian malam ini. Buat aku menjadi bahagia."
"Hahahaha, tenang saja ratu j**ang sialan. Kita akan memuaskanmu dengan baik." Ucap salah satu pria dari 12 pria tersebut.
Rose yang mendengar dibalik pintu. Hanya menanggapinya dengan dingin dan segera pergi. Saat dia meninggalkan kediaman ibunya dia mencari Sisil tetapi tidak menemukannya.
Rose mulai curiga dan mengeluarkan liontin budaknya. Mengalirkan mana ke liontinnya. Liontin tersebut mulai bercahaya dan menunjukkan sebuah arah kesuatu tempat.
Melihat arah tersebut membuat Rose mengerutkan kening. Dia segera menuju dan mengikuti arah tersebut. Saat dia sampai ketempat, dia terkejut menemukan sesil yang sedang di ditekan oleh beberapa wanita sementara seorang pria dengan perawakan berambut hitam sedang mencoba melakukan tindakan tidak senonoh kepadanya.
"Kyah..Pangeran Alex tolong hentikan."
"Hahaha. Sesil tenang saja, ini tidak akan sakit. Hanya beberapa menit saja." Ucap Alex dengan seringai mesum, tetapi saat dia ingin melakukan tindakannya tiba-tiba sebuah suara terdengar di belakangnya.
"Alex apa yang ingin kamu lakukan kepada budakku?" Rose berkata dengan marah dan dingin.
Alex dan para pelayan terkejut dengan suara yang tiba-tiba datang. Mereka segera melepaskan Sisil, sementara Alex segera berbalik dan melihat Rose yang menatapnya dengan dingin. Sisil sangat bahagia saat melihat putri Rose.
"Tuan putri" ucap Sisil dengan air mata kebahagiaan.
"Ah, saudari Rose kamu ada disini." Alex berkata dengan keringat dingin.
Rose hanya dengan dingin membalas.
"Aku bertanya apa yang ingin kamu lakukan kepada budakku.?"
Rose mengeluarkan Auranya yang berwarna biru dan mulai menekan Alex.
Alex yang merasakan tekanan Rose bersujud dengan keringat dingin yang bercucuran.
"Rose apa yang ingin kamu lakukan bajingan l*cur sialan." Ungkap Alex dengan marah kepada Rose.
"Apa katamu.?.."
Aura Rose semakin kuat dan sebuah tanduk tiba-tiba muncul di kepala Rose.
"Apa?. Kamu terkejut?. Bukankah itu benar L*cir sialan. Kamu pikir aku tidak tau kamu bahkan membiarkan kesucianmu disentuh oleh bajingan mesum Lux Fos itu. Apa lagi kalau bukan l*cur?." Alex berkata dengan seringai mengejek.
Mendengar ucapan Alex. Rose terdiam sejenak kemudian lingkaran sihir mulai terbentuk dibawah kaki Rose. Tubuhnya mulai mengalami perubahan. Dia memiliki tiga pasang sayap kelelawar, ekor dan tanduk di kepalanya. Auranya mulai menguat berkali-kali lipat.
"Rose, apa yang kamu lakukan?. Apakah kamu sudah gila?." Alex teriak dengan keringat dingin.
Rose tidak menghiraukan ucapan Alex dan terus melangkah maju.
"Apa yang kalian lakukan pelayan sialan?. kenapa kalian diam saja cepat hentikan dia." Ucap Alex dengan tergesa-gesa.
Pelayan wanita dibelakang Alex mulai berubah seperti Rose tetapi hanya sepasang sayap saja, mereka mulai menghalangi jalan Rose.
"Nona Rose tolong tenang. Kalau nyonya linlin melihat tindakanmu ini dia pasti akan marah." Ucap salah satu pelayan.
"Tuan putri sebaiknya kita segera pergi saja." Ucap Sisil dengan khawatir.
Rose yang mendengar pelayan itu berhenti sejenak dan mulai menurunkan auranya.
Pelayan didepan Alex bernafas lega, sementara Alex yang melihat tindakan Rose mulai menyeringai.
"Hahahaha. Rose apakah kamu berpikir kamu bisa bertindak sembarang kepadaku seorang calon Raja. Sadarilah tempatmu saudariku Rose."
Alex berdiri dan berjalan mendekati rose. Dia diikuti oleh para pelayannya. Saat Alex tiba didepan Rose diberkata dengan senyum mengejek.
"Rose biar aku beritahukan kepadamu sesuatu yang mungkin kamu akan senang. Ibu hanya menganggapmu sebagai alat untuk kesuksesan diriku sebagai Raja nanti. Setelah kamu tidak diperlukan lagi kamu akan langsung di buang seperti sampah yang tidak berguna. Apakah kamu tau kenapa penyebabnya?. Karena kamu hanya seorang dengan garis keturunan encer sacubus, sementara aku adalah garis keturunan murni. Jadi sebaiknya kamu mengingatnya baik-baik l*cur sialan."
Mendengar ucapan Alex sontak membuat Rose menjadi sangat marah. Tiba-tiba sebuah tombak panjang keluar dari cincin Rose. Setelah itu dia langsung mengarahkan tombak itu ke arah jantung Alex.
Alex yang melihat tombak akan ditusukkan kearah jantungnya mulai panik. Saat mata tombak semakin dekat tiba-tiba ada seorang pria paruh baya yang memegang ujung tombak Rose dan menghentikannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Faisal FI
porak-poranda itu babakbelur. 🤔🙏
2023-08-20
1
Rafael Rizuki
jadi alex itu incubus
2023-03-19
0
Hades Riyadi
Kuntum Bunga bermekaran hanya untukmu... Thor 😀💪👍👍👍
2023-02-24
0