Linlin yang melihat Roden telah mati tergeletak di lantai, mengerutkan kening dan dengan dingin berkata. "Siapa yang membunuh Roden?"
Rose melihat ibunya telah datang, menunjukkan wajah muram. Dia tidak menyangka ibunya akan datang secepat ini.
'Dasar para pria tidak berguna, tidak bisakah mereka menahannya lebih lama lagi?' Gumam Rose dengan frustasi.
Melihat wajah Rose yang muram membuat Lux mengangkat alisnya.
"Aku bertanya lagi. Siapa yang melakukan ini?." Linlin berkata dengan marah dan Aura perak keluar dari tubuhnya.
Lux yang merasakan tekanan ini, akhirnya paham kenapa Rose sangat frustasi. 'AI, lihat statistik wanita ini.'
[Mulai Menganalisis..]
[Status
Nama: Linlin Asmodeus
Garis Darah : Asmodeus
Umur: 300 Tahun
Statistik: 5000 Power.
Tahap Meditasi: Mana Core Tahap Perak.
Karakteristik: Licik, Kejam, Mesum, Bejat dan Sadis.]
Lux yang melihat statistik powernya mengerutkan kening. Lux mengetahui bahwa batas awal kekuatan Mana core tahap putih adalah 10000 power. Jadi dapat disimpulkan bahwa linlin berada di setengah tahap putih.
Lux mampu mengetahui statistik dan garis darah Linlin karena AI Lux telah mengalami perubahan, berkat kenaikan Lux di tahap biru dan informasi yang dikumpulkan di perpustakaan. Saat ini AI Lux mampu menganalisis statistik kekuatan keseluruhan dan garis darah hanya berdasar auranya.
Saat Lux sedang mengamati Linlin, tiba-tiba Alex yang tadi menangis ketakutan segera datang ke ibunya dan berkata. "Ibu akhirnya datang. Tolong aku ibu, bajingan Lux itu yang telah membunuh Roden. Dia bahkan akan membunuhku setelah membunuh roden."
Linlin yang mendengar perkataan putranya, menatap Lux dengan ringan.
"Apakah benar seperti itu Lux Fos?" Linlin berkata telah mengenali Lux, sementara auranya segera melesat kepada Lux.
Lux yang merasakan tekanan Linlin sedikit tertunduk. Tetapi Lux tidak mundur dan berkata.
"Aku yang melakukannya."
Lux dengan tenang mengeluarkan aura birunya untuk melindungi tubuhnya.
Linlin yang melihat perlawanan Lux, mengakar alisnya.
"Hoo, Kumu sungguh berani. Apakah kamu pikir karena keluargamu dan kami akan beraliansi aku tidak akan membunuhmu atas tindakan kasar ini. Tetapi aku dapat memaafkanmu kalau kamu mau menemaniku malam ini." Ucap Linlin sambil menjilat bibirnya.
Rose yang mendengar ucapa ibunya segera berdiri didepan Lux dan berkata. "Ibu aku memperingatkanmu jangan bertindak macam-macam kepada suamiku, kalau tidak...? Kamu tahu sendiri apa yang akan aku lakukan?"
Linlin yang mendengar ucapan Rose, mengerutkan keningnya. "Rose kamu sudah berani mengancamku sekarang?. Apakah karena nak Lux ini?."
Linlin mengamati Lux dari atas kebawah, saat dia melihat ************ Lux, dia seperti mampu menembus setiap pakaiannya. Linlin mulai tersenyum menjilat bibirnya dengan nafsu saat melihatnya.
"Fufufu, memang wajar sih. Sekarang kamu berani melawanku. Kamu sudah ditaklukkan oleh barang itu." Ucap Linlin dengan blak-blakan.
Rose yang mendengarnya memerah, sementara Lux hanya berkeringat dingin saat dia diamati.
"Tetapi aku tetap akan membuat pilihan untukmu. Pertama kamu memberikan nyawamu sebagai ganti nyawa Roden. Kedua kamu menemaniku malam ini maka aku akan melepaskanmu?" Ucap Linlin.
Anggelina, Sisil, Alex, pelayan dan para pengawal tercengang mendengar ucapa Linlin.
"Ibu. Apa yang kamu katakan?. Lux bajingan itu mencoba membunuhku." Ucap Alex dengan sedih.
"Diam.." Balas Linlin dengan dingin.
Alex yang mendengar ucapa ibunya segera diam.
"Bagaimana?. Apakah kamu telah memutuskan pilihanmu?" Ucap Linlin kepada Lux.
Rose yang melihat situasi ini segera berkata kepada Lux. "Lux jangan dengarkan perkataannya tetap disampingku. Dia tidak akan berani bertindak, karena aku telah memegang rahasia besarnya. Jadi kalau dia bertindak. Aku akan membeberkan rahasianya."
Linlin yang mendengar perkataan Rose mengerutkan kening dan membalas perkataannya. "Sepertinya aku harus bertindak kepadamu terlebih dahulu anakku, Rose."
Saat Linlin siap melancarkan serangan kepada Rose, tiba-tiba Lux berbicara.
"Tunggu.." Ucap Lux dan segera mendekati Linlin.
Linlin yang melihat Lux mendekat, tersenyum senang. "Sangat baik nak Lux. Tenang saja aku akan lebih baik memuaskanmu nanti dari pada anakku Rose."
Sementara Rose yang melihat tindakan Lux merasa terluka. Dia tahu Lux melakukan semua ini demi dia, tetapi dia tidak rela untuk membiarkannya di ambil oleh ibunya sendiri.
Sebelum air mata sempat jatuh dimata Rose. Tiba-tiba sebuah suara terdengar dari Lux.
"Sepertinya kamu salah paham dengan sesuatu. Aku tidak datang untuk menyenangkanmu, tetapi ingin memberikan dua surat ini. Surat pertama berisi persetujuan keluarga kami mendukung anakmu yang pengecut itu sebagai Raja. Sementara untuk surat kedua adalah... Sebaiknya kamu membacanya sendiri. Itu pasti akan merubah pikiranmu." Ucap Lux dengan tenang.
Linlin yang mendengar ucapan Lux mengangkat alis dan segera mengambil surat tersebut. Dia membaca surat pertama tetapi tidak terlalu terpengaruh, tetapi saat dia membaca surat kedua di tercengang dan mengerutkan matanya dengan marah. Dia segera membakar kedua surat tersebut dan berkata kepada Lux.
"Hahahaha. Tidak kusangka aku yang sudah merencanakan semuanya dengan baik, akan diancam dengan satu kesalahan kecil yang kubuat. Sangat menarik, sepertinya aku harus menilaimu dengan tinggi setelah ini. Kabar dari luar memang tidak pernah bisa dipercaya. Tetapi tawaranku yang sebelumnya masih belum padam. Bagaimana kalau kamu menjadi selirku?. Aku bisa membuatmu mendapatkan apa yang kamu inginkan." Ucap Linlin dengan senyum menggoda.
Tiba-tiba kabut merah muda keluar dari tubuh Linlin dan mengelilingi seluruh tubuh Lux.
Rose yang melihat teknik ibunya berteriak dengan marah. "Ibu, apa yang kamu lakukan? Berani-beraninya kamu menggunakan teknik itu kepada Lux. Kamu telah melanggar janjimu kepadaku saat diskusi sebelumnya."
Tanpa memperdulikan ucapan Rose. Linlin terus mengendalikan kabut merah muda tersebut. Lux yang terkena kabut merah muda menundukkan kepalanya dan mendekat kepada Linlin.
Melihat tindakan Lux, Rose segera berlari menuju ke arah Lux.
Linlin yang melihat tindakan Rose segera memanggil pengawal yang selama ini bersembunyi dibalik bayang-bayang mengikutinya. "Mawar hitam keluar dan tahan dia."
Skuat mawar hitam segera keluar dan mengelilingi Rose.
Rose yang melihat dirinya ditahan oleh skuat mawar hitam, menyipitkan matanya dengan muram.
"Tuan putri.." Sisil berteriak dengan khawatir.
Sementara Lux terus melangkah mendekati Linlin.
Linlin yang melihat Lux berada dihadapannya, tersenyum senang. Saat dia akan memegang wajah Lux dengan tangannya, tiba-tiba tangan Lux menghalaunya dengan dingin.
Linlin yang melihat ini terkejut dia segera melihat mata Lux. Mata Lux tidak berubah menjadi bentuk hati, malah menjadi bentuk Lotus berdaun Lima. Linlin tercengang dia tidak bisa bertanya. "Bagaimana bisa kamu Lolos dari teknik feromonku?.."
Lux yang mendengar ucapan Linlin dengan dingin membalas. "Disini bukan kamu yang bertanya, tetapi aku. Apakah kamu benar-benar menganggap remeh ancamanku?. Ini terakhir kalinya aku memperingatkanmu, kalau kamu masih melakukan segala macam tindakan jangan salahkan aku." Ucap Lux dengan dingin.
Setelah Lux mengatakan hal itu kepada Linlin, dia kemudian segera menuju ketempat Rose yang dihadang oleh skuat mawar hitam.
Linlin yang mendengar perkataan Lux hanya bisa diam dengan muram membiarkannya pergi.
Saat ditengah jalan, tiba-tiba Lux berhenti dan berkata. "Ah, dan juga aku lupa satu hal untuk kusampaikan kepadamu yaitu Aku tidak menyukai barang rusak. Jadi berhenti merayuku, itu membuatku merasa jijik." Ungkap Lux dengan jijik.
Rose yang mendengar ucapan Lux menutup mulutnya berusaha menahan tawanya. "Pfhuut...huhuhu"
Sementara Linlin yang mendengar perkataan kedua Lux membuat auranya semakin kuat, dia menatap Lux dengan dingin. Tetapi Lux tidak menghiraukannya dan malah bergegas kearah Rose yang di hadang.
"Minggir..." Ucap Lux dengan dingin kepada skuat mawar hitam.
Skuat mawar hitam yang mendengar ucapan Lux tidak minggir, tetapi menatap Linlin untuk menunggu perintah.
Linlin yang mulai menenangkan dirinya, berkata kepada skuat mawar hitam. "Biarkan mereka pergi."
Skuat mawar hitam yang mendengar ucapan Linlin segera kembali ke posisi mereka.
Sementara Lux menuju kearah Rose.
Rose yang melihat kedatangan Lux tersenyum. Saat dia akan mengatakan sesuatu, tiba-tiba Lux memeluk Rose dan yang membuat semua orang di sana tercengang adalah tindakan selanjutnya. Lux tiba-tiba menciuman Rose dengan sangat bergairah didepan umum.
Setelah beberapa saat berciuman. Lux melepaskannya dan berkata. "Sepertinya aku harus mendominasimu sekali-kali, untuk membuat tidak terlalu panik dan membuatmu memasang ekspresi sedih yang tidak cocok untukmu."
Lux menatap wajah Rose sambil memeluknya. Sementara Rose yang mendengar ucapan Lux memerah sambil menundukkan wajahnya.
"Ayo kita pergi. Kamu harus banyak istirahat untuk menjaga kesehatan bayi kita." Ucap Lux.
Rose yang mendengarnya memiliki perasaan manis dihatinya dan mengangguk menurut.
Sementara itu Anggelina, Sisil dan semua Pelayan wanita yang melihat tindakan Lux kepada Rose, merasa sangat cemburu.
"Sangat tampan dan jantan ❤️❤️."
Salah satu pelayan wanita keceplosan, dia segera menutup mulutnya saat dia mengingat apa yang telah dia katakan.
Semua pelayan pria menatapnya dengan pandangan kosong.
Saat Lux, Rose dan Sisil akan meninggalkan kediaman Linlin. Linlin tiba-tiba berkata kepada Lux. "ini belum berakhir Lux."
Lux yang mendengar ucapan Linlin tidak menghiraukannya dan langsung melangkah keluar dari kediaman Linlin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Hades Riyadi
Lux mantaabb punya... Thor, seperti sabun mandi ajaahh namanya.... hemm...wangiii...😛😀👍👍👍
2023-02-24
1
Nurul
Pejantan tangguh Bos, Senggol dong
2023-01-17
5