*Kediaman putri Rose
"Fifian akan menjadi istri keduamu" Ucap Rose dengan serius.
"Pfhuut." Lux memuntahkan semua teh yang diminumnya saat mendengar ucapan Rose.
Lux bingung dengan rencana yang disebutkan Rose.
Saat Lux dan lainnya selesai berbelanja di kota. Rose kembali membawa Lux, Sisil dan Fifian dikediamannya. Sementara Arthur dan Nana kembali ketempat mereka yang dijemput oleh seorang pelayan saat itu.
Rose saat itu berkata, dia mempunyai rencana untuk menyelesaikan masalah Fifian. Lux hanya mengangguk mengerti dan setuju dengan perkataan Rose, tetapi hal yang tak terduga terjadi.
Rose tiba-tiba berkata untuk membiarkan Fifian menjadi istri keduanya. Lux sontak bingung dengan rencana Rose yang aneh.
"Rose. Kenapa tiba-tiba begini?" Tanya Lux.
Sementara Fifian yang mendengar perkataan Rose memerah malu.
"Ro,Ro,Rose. Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu, tiba-tiba?." Ucap Fifian malu sambil sesekali melirik Lux.
"Hah, tenanglah Fifian. Sudah ku bilang ini adalah rencananya. Kamu tidak akan menolaknya, kan sayang?." Tanya Rose sambil menyipitkan matanya.
Lux yang mendengar perkataan Rose berkeringat dengan canggung. "Bisakah kamu menjelaskannya terlebih dahulu. Jujur ini membuatku bingung dengan tindakanmu yang tiba-tiba."
"Jadi kamu tidak menolaknya, kan?"
"Aku tidak masalah dengan itu, tetapi ini bukan persoalan main-main Rose ini adalah pernikahan. Jadi bisakah kamu menjelaskannya dulu." Ucap Lux dengan serius.
Fifian yang mendengar perkataan Lux memerah dengan malu dan berkata. "MMM, tidak bisakah kamu bertanya juga kepadaku Rose. Aku juga adalah pihak yang akan dinikahi,, jadi, jadi..."
"Eeeh, kamu tidak menyetujuinya Fifian?." Tanya Rose.
"Bukan seperti itu Rose, aku hanya, hanya.." Rose memandang Lux dan kembali memerah.
"Selama kamu setuju itu tidak masalah." Ucap Rose.
Lux yang mendengar ucapan Rose menghela nafasnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Baiklah. Aku akan menjelaskan rencananya. Jujur aku sebenarnya bingung dengan rencana Duches Semiramis yang mendukung Pangeran kedua sebagai Raja. Tetapi kita dapat membatalkan pertunangan Fifian dengan Kevin dengan menjadi istri kedua Lux. Saat Ibuku dan Ayah Lux mendiskusikan masalah pertunangan kami Besok malam. Aku akan mengikut sertakan Fifian sebagai tunangan kedua Lux." Ucap. Rose.
"Jadi bagaimana kamu akan membuat pertunangan pangeran kedua dan Fifian di batalkan?, karena tidak mungkin hanya dengan menambahkan Fifian kedalam pertunangan itu bisa membatalkannya. Apa lagi ibumu dan keluargaku juga pasti tidak akan setuju." Ucap Lux sambil meminum tehnya.
Mendengar perkataan Lux Rose segera berkata dengan senyuman. " Tentu saja dengan ini."
Rose mengeluarkan sebuah kotak kecil dan dilamnya terdapat tiga cincin.
Fifian dan Lux yang melihat cincin itu tersentak.
Lux yang melihat Cincin itu berkeringat dingin. "Cincin ikatan jiwa, ughh. Darimana kamu memiliki hal itu dan kapan kamu menyiapkannya?."
Fifian juga penasaran dan menatap Rose.
"Fufufu. Aku memilikinya sebelum kejadian di Bar Ruf." Ucap Rose sambil menatap Lux.
Lux yang mendengar ucapan Rose berkeringat dingin. Sebelum kejadian Bar Ruf adalah saat sebelum Rose dan Lux malakukan hubungan intim.
Lux mengambil kesimpulan bahwa Rose pasti menyiapkan cincin itu untuk mengikat jiwa Lux dan jiwa Rose. Agar Lux tidak bertindak dengan beberapa gadis lain, dan hanya akan menjadi milik Rose.
"Fufufu. Tenang saja Lux sayang, presentase ikatan jiwa adalah aku 55%, sementara kamu dan Fifian masing-masing 30% dan 15%." Ucap Rose dengan senyum sadis.
Cincin ikatan jiwa adalah cincin yang mengikat pasangan pria dan wanita sampai mati, agar tidak saling mengkhianati nantinya. Sementara presentase cincin adalah Cincin yang lebih tinggi presentasenya akan menjadi induk cincin atau cincin yang bisa menetapkan aturan ikatan jiwa.
'Hah, Kepribadian sadis gadis ini memang tidak berubah.' gumam Lux menghela nafas.
"Baiklah. Itu semua kuserahkan padamu." Ucap Lux dengan pasrah.
Sementara Fifian yang melihat presentase cincin sedikit memerah.
"Kenapa cincin ikatan jiwaku lebih rendah presentasenya. Bagaimana kalau...." Fifian berkata dengan malu-malu sambil menatap Lux.
Rose yang melihat Fifian menatap Lux segera berkata. "Tenang saja Fifian aku tidak akan membiarkan Lux berbuat macam-macam padamu. Aku adalah aturan tertingginya."
"Bukan seperti itu. Aku tidak masalah kalau Lux ingin, ingin melakukan ha i,i,....itu setelah menikah......ugh." Fifian tidak sanggup melanjutkan perkataannya karena sangat malu.
Rose yang mendengar perkataan Fifian mengangkat alisnya. Sementara Lux yang dari tadi mendengarkan hanya bisa tersenyum canggung.
"Fifian sepertinya kamu salah paham. Kita nanti akan menyelenggarakan pertunangan bukan pernikahan."
"Ah, i,itu maksudku." Ucap Fifian Gugub.
"Baiklah. Ambil dan kenakan cincin hitam ini." Ucap Rose.
Lux, Rose dan Fifian akhirnya mengenakan cincinnya. Setelah itu lingkaran sihir muncul dibawah kaki mereka.
Tetapi yang tidak sangka sesuatu yang aneh terjadi. Cincin merah yang harusnya menjadi milik Rose, sebagai induk. Itu muncul ditangan Lux. Sementara Rose dan dan Fifian memakai cincin berwarna biru.
"Eh, a,a,apa yang terjadi kenapa cincin yang kupakai menjadi biru sementara cincin Lux menjadi merah?." Tanya Rose dengan gagab.
Tiba-tiba sebuah pintu diruang Rose terbuka.
"Putri Rose, sepertinya kamu mengambil kotak cincin yang salah. Kotak cincin yang anda bawa adalah kotak cincin yang diberikan oleh ibu anda." Ucap Sisil dan menatap kedalam ruangan dengan panik.
Rose yang mendengar perkataan Sisil berkeringat dingin dan mulai berkata. "Kenapa aku bisa melakukan kesalahan-kesalahan seperti itu. Padahal aku sudah menyembunyikan kotak cincin jiwa yang diberikan ibuku."
Fifian juga mulai panik dengan situasi ini, dia mulai berpikir tentang Lux yang membuatnya melakukan sesuatu yang mesum. Fifian langsung memerah dan malu saat memikirkan itu nantinya.
Sementara Lux yang menyadari situasinya menyeringai dan mendekat kearah Rose.
"Sepertinya kamu memang sangat suka didominasi ya, Rose?." Bisik Lux ditelinga Rose.
Rose yang mendengarnya memerah, nafasnya menjadi berat dan suatu cairan jatuh dibawah rok Rose. Lux yang melihat tindakan mesum Rose, sedikit bersemangat. Tetapi sayang usia kandungan Rose masih belum matang dan juga sekarang masih didalam ruangan yang bukan hanya ada Rose saja.
"Melihat ekspresimu menjadi seperti itu, membuatku sangat bersemangat. Tetapi sangat disayangkan usia janinmu masih sangat muda, jadi itu bisa membahayakannya. Mungkin setelah usia janinmu sudah matang kita bisa melakukannya lagi dengan bergairah." Bisik Lux sambil meniup telinga Rose.
Sementara Rose yang merasakan tiupan Lux mengeluarkan suara aneh.
"Ugh,..Lux" ucap Rose sambil bersandar pada Lux
Sementara Fifian yang melihat tindakan Lux dan Rose merasa sangat iri.
"Tidak bisakah kalian melihat situasinya sekarang." Ucap Fifian marah.
Lux yang mendengar ucapan Fifian, tersenyum menyeringai. "Hoooo, sepertinya ada yang tidak mengerti siapa Bosnya disini?"
Fifian yang mendengar nada Lux memerah dan panik. "A,a,apa yang ingin kamu lakukan?"
"Hehehe."Lux tertawa dan kembali duduk ditempatnya, sementara Rose berada dipangkuan bagian kirinya.
"Kemarilah duduk dibagian sini." Ucap Lux sambil menunjuk pangkuan kanannya.
Fifian yang mendengar perkataan Lux memerah dan berkata. "Ro,rose..?"
Rose yang mendengar suara Fifian menghela nafas.
"Maafkan aku Fifian untuk kali ini ikuti saja perkataannya. Tenang saja dia tidak akan berani macam-macam walaupun dia memiliki cincin induk ditangannya." Ucap Rose dengan meyakinkan.
Lux yang mendengar perkataan Rose tersenyum. Sementara Fifian menjawab dengan pasrah dan memerah.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Fifian sambil melangkah menuju pangkuan Lux yang sebelah kanan.
Setelah Fifian duduk dipangkuan Lux, kemudian dia berkata. "Hahahaha. Jadi begini rasanya memiliki Harem dengan kedua gadis cantik di masing-masing pangkuanmu."
Rose dan Fifian yang mendengar perkataan Lux memerah, sementara Sisil yang melihat interaksi mereka bertiga sangat iri, karena hanya bisa menonton saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Hades Riyadi
iihhh...jadi mupeng neeehh... Thor, kapan dong ikutan.... wkwkwk 😛😀🤣👍👍
2023-02-28
1