"Apa maksud dari perkataanmu itu Lux?"
Ron Fos berkata dengan marah kepada Lux.
"Bukannya sudah jelas dengan apa yang aku katakan. Aku bilang bagaimana kalau kita melakukan pertunangan terlebih dahulu?" Lux membalas perkataan ayahnya dengan ringan.
"Apa kamu tahu, apa yang telah kamu katakan itu melanggar hukum keluarga Lux?" Ron Fos mengeluarkan auranya yang kuat dan berusaha menekan Lux.
Lux yang merasakan tekanan Ayahnya berkeringat dingin, tetapi tiba-tiba aura emas didalam dirinya menenangkan tubuhnya. 'Sialan apakah dia mencoba mumbunuhku?'
Lux dengan dingin menatap ayahnya dan berkata."Oooh. Aturan keluarga ya. Bukannya yang melanggar aturan keluarga adalah kamu disini Ayah. Aturan keluarga hanya mengatakan tidak boleh melakukan pernikahan politik, bukan sebuah pertunangan. Terlebih bukannya aturan nomor satu keluarga Fos adalah selalu mengutamakan garis keturunan keluarga dari pada yang lainnya."
Mendengar apa yang dikatakan Lux, membuat suasana semakin tegang dan aura Ron semakin kuat menekan Lux. Beberapa saat kemudian sesuatu yang tidak terduga terjadi yaitu suara gelegak tawa terdengar.
"hahahaha. Tidak ku sangka kamu sudah sedewasa ini Lux. Dulunya kamu tidak akan berani menatapku saat membuat masalah, tetapi sekarang kamu bahkan telah berani melawan perkataanku. Apakah ini efek dari kamu akan menjadi seorang ayah. Baiklah kalian telah lulus ujianku. Aku akan menerima saranmu untuk menyelenggarakan pertunangan kalian berdua." Ron berkata sambil tersenyum menepuk pundak Lux.
Lux, Sisil dan Rose yang melihat tindakan yang dilakukan Ron terkejut. Mereka tersenyum pahit setelah mendengar apa yang dikatakan Ron.
"Ada apa dengan ekspresi kalian, Bukannya kalian bahagia dengan hal ini?" Ron mengangkat alisnya. Menatap mereka semua.
Mendengar apa yang dikatakan Ron Fos membuat Rose dan Lux menanggapi dengan cepat.
"Tentu saja kami sangat bahagia. Bukankah begitu Istriku Rose?" Lux berkata sambil menghampiri Rose dan memeluk pinggangnya.
Rose yang di peluk pinggangnya oleh Lux tersentak kaget dan sedikit memerah. Dia segera memeluk Lux kembali dan berkata.
"Tentu saja aku sangat bahagia. Terimakasih tuan Ron."
"Tidak usah formal seperti itu Putri Rose. Kamu sekarang bagian dari keluarga kami, jadi panggil aku ayah mulai sekarang."
"Baik Ayah." Balas Rose
"Hahahah, tidak kusangka saya akan menjadi seorang kakek sekarang. Ah, dan juga untuk dukungan keluarga Fos kami pada pangeran ketiga. Aku akan membahas itu pada leluhur, tetapi tenang saja keluarga kami selalu mempunyai moto untuk mendahului kepentingan keluarga. Kamu tahu maksudku, kan?" Ujar Ron Fos sambil melihat perut putri Rose.
Putri Rose yang mendengarnya paham dan segera berkata."Terimakasih Ayah"
"Baiklah kalau begitu saya pemit dulu kalian berdua bisa mengobrol bersama." Ron Fos berkata sambil menyeringai dan segera meninggalkan ruangan.
Setelah Ron Fos meninggalkan ruangan. Tiba-tiba Rose yang berada di pelukan Lux berbicara dengan dingin. "Sepertinya budakku menjadi sangat lancang sekarang. Apakah aku perlu mengiatkanmu lagi siapa yang mendominasi disini?"
Mendengar ucapan putri Rose. Lux dengan santai membalasnya sambil tersenyum. "Bukankah tuan putri sangat senang didominasi?"
Mendengar ucapan Lux membuat Rose sedikit memerah dan kembali menenangkan dirinya.
"Fufufu. Bersyukurlah karena rencana kita hari ini yang berhasil, jika tidak fufufu, Itu lain lagi ceritanya. Aku mungkin tidak akan memaafkanmu sekarang karena telah bertindak lancang kepadaku. Juga ada hal yang menggangguku dari tadi, sepertinya sekarang kamu semakin tampan?" Rose berkata sambil menatap mataku yang indah dengan senyum menggoda, sementara tangan kanannya memegang daguku.
"Hahaha, apakah begitu?. Mungkin ini akibat dari aku menerobos tahap mana." Ucap Lux sambil menatap mata Rose.
Saat mereka saling menatap tanpa menghiraukan hal lainnya. Tiba-tiba mereka dikoreksi oleh seseorang yang selama ini hanya diam.
"Ugh tuan putri maafkan aku karena menggangu, tapi kita harus segera pergi kediaman ibu ratu sekarang. Kalau kita membuat dia menunggu itu bisa membuatnya marah nanti." Kata Sisil yang memerah sambil menundukkan wajahnya karena malu.
Mendengar apa yang dikatakan Sisil. Rose dan Lux yang berpelukan segera saling melepaskan diri.
"Ah. Aku hampir lupa bahwa hari ini adalah ulang tahun ibu. Baiklah kalau begitu Sisil ayo kita berangkat kembali ke istana." Ungkap Rose dengan malu.
"Ah, Tapi sebelum itu."
Tiba-tiba Rose mendatangi Lux dan berkata. " Ingat baik-baik, kamu adalah milikku seorang. Kalau kamu macam-macam diluar sana, kamu pasti tidak akan mau mengetahui apa yang akan aku lakukan, kan?" Rose berkata kepada Lux dengan ekspresi menyeramkan yang mirip seperti wanita iblis.
Lux yang melihat ekspresinya berkeringat dingin dan dengan canggung membalas. "Tenang saja saya tidak akan berani macam-macam"
Mendengar apa yang dikatakan Rose dia kembali tersenyum dan berkata kepada Lux."Baguslah kalau kamu mengerti."
Tiba-tiba Rose mendekat dan mencium pipi Lux."ini hadiah untukmu karena bekerja dengan baik kali ini."
Rose tersenyum dan beranjak pergi keluar ruangan bersama Sisil.
Sementara Lux hanya berdiri diam disana sambil memegang pipinya dan dengan canggung berkata. "hmm. Sepertinya tidak terlalu buruk."
Saat Lux ingin keluar ruangan, tiba-tiba dia menghentikan langkahnya dan melihat sebuah cairan aneh di kasur bekas tempat duduk Rose. Lux mendekat dan mencium bau cairan itu. Selang beberapa saat Lux mengangkat alis bagian kirinya dan bergumam. "Jangan bilang cairan ini,....ugh"
Lux menggelengkan kepalanya dan menghilangkan cairan itu. Setelah menghilangkan semua jejak dia segera keluar ruangan untuk mengantarkan kepergian Rose.
Saat Rose keluar bersama Sisil dia menggenggam rok bagian bawahnya sambil berjalan.
Sisil yang melihat tindakan anehnya segera bertanya. "Putri apakah kamu baik-baik saja?"
"Tidak apa-apa." Ungkap Rose dengan canggung.
Mendengar jawaban dari putri Rose membuat Sisil kembali tenang.
Sementara itu Rose yang berjalan didepan Sisil bergumam didalam pikirannya dengan nafas berat. 'fufufu. Aku tidak menyangka dia tiba-tiba berubah sebanyak ini. Bukannya aku tidak menyukainya, tetapi aku semakin ingin mengikatkan rantai di lehernya dan mendominasinya nanti, seperti waktu itu. Tapi tidak apa-apa jika dia ingin mendominasiku sekali-kali.
'Astaga.'
'Apa yang aku pikir, kan? Tidak boleh-tidak boleh, disini aku yang harus mendominasi bukan dia dan juga kenapa aku bisa bocor saat masih diruang tadi, ughh. Tapi syukurlah tidak ada yang menyadarinya.'
Rose berkonflik didalam pikirannya. Tetapi hal yang dia tidak tahu bahwa Lux telah menyadari semuanya.
........
Sementara itu Jack yang telah keluar ruangan duluan berada di bar kota untuk minum.
"Ugh Sialan. Pasangan hina itu berani-beraninya meraka mempermainkanku seperti itu dan juga Lux bajingan itu kenapa dia tiba-tiba berubah menjadi sangat berbeda. Dia orang yang sering ku bully karena sangat lemah. Tiba-tiba berani melawanku seperti itu. Tunggu saja Lux akan kubuat kau membayarnya." Ujar Jack dengan marah.
Saat Jack sedang asiknya menghabiskan minumannya, tiba-tiba datang seseorang yang memanggilnya dari belakang.
"Jack, kenapa kamu memanggilku ke sini?"
Jack berbalik kebelakang dan segera tersenyum senang.
"Kakak akhirnya kamu datang kesini juga. Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu."
Orang yang dipanggil jack rupanya saudara pertama Lux yaitu Ray Fos.
"Jangan main-main denganku Jack. Aku masih sangat sibuk di akademi sekarang." Ungkap Ray dengan marah.
"Ah tenanglah kakak. Aku benar-benar ingin mengatakan sesuatu yang penting."
Ray mengangkat alis kanannya dan berkata"Oooh. Apa itu?"
"Silahkan duduk dulu kakak, agar kita bisa mengobrol dengan nyaman."
Mendengar perkataan itu, Ray segera mengambil tempat untuk duduk.
"Capat katakan apa itu."
"Baiklah-baiklah, kamu tidak pernah berubah seperti dulu. Ini menyangkut Lux, bajingan itu tiba-tiba menjadi sangat berani..." Sebelum Jack melanjutkan perkataannya dia tiba-tiba dinterupsi.
"Tunggu dulu, apa yang kamu katakan tadi, Lux?. Bukannya dia telah mati?" Ray berkata dengan sangat terkejut.
Jack yang mendengar itu bingung dan berkata. " Mati?, Apa maksud kakak?"
Mendengar apa yang baru diakatakan salah. Dia langsung mengoreksinya kembali. "Ah, maksudku bukannya dia hanya seorang bajingan mesum. Itu maksud aku, hahahah."
Ray berkeringat dingin dan berusaha menenangkan dirinya. Tetapi sebelum dia menenangkan dirinya tiba-tiba dia menerima kabar yang lebih buruk.
"Ah, jadi itu maksud kakak. Hahahah, memang benar dia adalah bajingan mesum. Bajingan mesum itu bahkan telah menghamili putri Rose. Aku ingin sekali menghajarnya hingga babak belur." Ucap Jack dengan marah.
"Tunggu dulu. Coba ulangi apa yang kamu katakan tadi?" Ungkap Ray dengan mata memerah dan muram.
"Maksud kakak bajingan mesum.?"
"Bukan. Setelah yang itu."
"Ah, maksudmu dia telah menghamili putri Rose?"
Mendengar hal itu tiba-tiba Aura mana orange Ray melonjak tinggi. Semua orang di bar berkeringat dingin dan melihat Ray dengan takut.
"Baajingaaan"
Ray berkata dengan marah. Meja didepannya hancur lebur. Semua orang di bar bergegas keluar, sementara Jack menatap kakaknya Ray dengan takut.
...
Sementara itu seorang wanita dewasa cantik dengan tubuh yang luar biasa, sedang duduk disebuah ruangan lantai dua bar. Dia mendengar apa yang dikatakan Jack menggunakan artefak sihir yang berbentuk seperti bola kaca.
"Ara ara. Sepertinya Aku mendengar informasi yang menarik disini."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Izhar Assakar
ada kalimat yg kurang pas di sini,,memakai individu kedua,,,
2023-05-04
1
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor, pengen tau kelanjutannya ajaahh,😛😀👍👍👍
2023-02-23
0
Hades Riyadi
keluarga ruweett, sesama saudara kandung kok saling bermusuhan kayak dengan musuh bebuyutan ajaaahh.... paraaahh 🤔🙄😩😩😭🤮
2023-02-23
1