Suasana didalam ruangan saat ini menjadi tegang. Ratu Linlin kemudian berkata sambil mengerutkan keningnya. "Apa maksud dari perkataanmu itu Rose?."
"Apakah aku perlu mengulangi perkataanku?. Hah, aku bilang Fifian dan aku akan melakukan pertunangan dengan Lux besok." Ucap Rose dengan tenang.
Linlin yang mendengar hal itu mengerutkan keningnya. Sementara Ron malah senang mendengar kabar itu.
"Eh, Lux tidak kusangka kamu sangat populer. Kamu bahkan mampu membuat dua wanita cantik ini jatuh kedalam genggamanmu. Seperti yang kuharapkan dari anakku. Hahahaha." Ucap Ron dengan lugas.
"Diamlah Ron. Apakah kamu tidak mengerti, apa yang akan terjadi kalau sampai Fifian ikut bertunangan dengan Lux?. Itu akan membuat kita menyinggung Semiramis. Kamu tidak ingin itu terjadi, kan?." Tanya Linlin.
Ron yang mendengar ucapan Linlin sedikit berpikir dengan serius. "Sepertinya yang kamu katakan itu benar. Selain itu satatus Fifian sekarang adalah kekasih dari pangeran kedua, Kevin."
Fifian yang mendengar perkataan Ayah Lux menundukkan kepalanya dengan frustasi.
Sementara Linlin mengangguk dan kemudian kembali menatap Lux dengan dingin. "Apa yang sebenarnya yang kamu ingin lakukan bocah?."
Lux yang mendengar perkataan Linlin segera menatap Rose. Rose yang merasakan tatapan Lux segera membalas ucapan ibunya. "Itu semua adalah aku yang merencanakan."
Linlin dan Ron yang mendengar hal ini tercengang.
"Jadi bisakah kamu menjelaskan kenapa kamu melakukan ini, Rose?." Tanya Linlin dengan dingin.
Rose yang merasakan tatapan Linlin dengan ringan berkata. "Aku tidak mengerti maksud ibu. Bukannya ini bagus kalau Fifian ikut bergabung dengan kita. Itu dapat lebih memuluskan langkah kita nanti."
"Apa yang kamu katakan itu memang benar kalau keluarga Red mendukung kita, tetapi itu tidak mungkin karena Duches Semiramis telah melakukan perjanjian kontrak dengan Ratu pertama Alisa. Aku tidak mengetahui apa isi perjanjian kontrak itu, tetapi yang harus aku katakan adalah pertunangan yang kamu sebutkan tidak boleh dilakukan. Kita tidak boleh menambah musuh lagi apalagi Semiramis sialan itu, kekuatanya mungkin sebanding dengan Sebastian." Ucap Linlin dengan tegas. Sementara Ron yang mendengar ucapan Linlin hanya menghela nafas.
Rose yang mendengar ucapan ibunya terkejut dan mulai berkeringat, saat dia mulai putus asa. Tiba-tiba Lux mulai memegang tangannya. Rose yang merasakan pegangan Lux menoleh dan melihat Lux tersenyum padanya.
Rose yang melihat senyum Lux kembali tenang dan menghadap ibunya.
"Aku mohon maaf untuk persoalan itu. Tetapi pertunangan dengan Fifian tidak akan dibatalkan, itu karena aku, Lux dan Fifian telah melakukan kontrak ikatan jiwa." Ucap Rose sambil memperlihatkan cincinnya.
Linlin yang melihat cincin ditangan Rose, sangat marah. Dia berkata dengan muram. "Rose, sepertinya setelah membuat kelonggaran sedikit denganmu, itu membuatmu melakukan tindakan diluar batas rencana yang sudah kita susun."
Aura Linlin meluap-luap, sementara itu Ron hanya membelai janggutnya sambil berpikir.
"Tenanglah ibu mertua, rencana ini memang bagus untuk kita." Ucap Lux dengan percaya diri.
Linlin yang mendengar ucapan Lux sedikit meredahkan amarahnya dan berkata. "Lux sebaiknya kamu tidak bermain-main dengan ucapanmu kali ini."
"Hah, tentu saja tidak." Balas Lux.
"Lanjutkan.." Ucap Linlin dan kembali tenang.
Sementara Ron hanya tertawa mendengar ucapan Lux. "Hahahaha. Sudah kuduga kamu tidak mungkin, tidak merencanakan ini semua Lux."
Lux hanya dengan ringan tersenyum kemudian berkata."Sebenarnya dengan melaksanakan pertunangan ini, itu dapat memuluskan rencana kita."
"Apa maksudmu?." Tanya Linlin sambil menyipitkan matanya.
"Aku tahu yang kamu khawatirkan adalah kita pasti akan menyinggung Duches Semiramis nanti. Tetapi saat aku mengamati pergerakan Semiramis aku dapat menyimpulkan bahwa dia pasti orang yang cerdas. Jadi saat dia mendengar kabar pertunangan ini, dia pasti mau tidak mau akan setuju karena.."
Sebelum Lux melanjutkan perkataannya, tiba-tiba Linlin melanjutkan. "Karena keluarga Red telah melanggar kontrak dengan Ratu pertama, otomatis ketegangan akan muncul diantara mereka. Semiramis yang mengetahui bahwa situasi keluarganya berada dalam keadaan terpojok mau tidak mau dia harus berpihak pada kami." Linlin tersenyum dan menatap Lux.
"Itu benar. Walaupun ada yang membuatku sedikit bingung adalah kenapa Ratu Alisa tidak membuat kontrak dengan pangeran pertama saja, bukankah dia anaknya. Dia malah memecah dukungan antara pangeran pertama dan kedua." Tanya Lux sedikit bingung.
Linlin yang mendengar ucapan Lux kemudian memerintahkan Anggelina. Anggelina yang sadar dengan maksud Linlin segera mulai mengeluarkan mananya dan membentuk pelindung disekitar mereka.
Lux, Rose, Fifian dan Ron yang melihat hal ini bingung dan menatap Linlin dengan ekspresi tanda tanya.
Sementara Linlin yang melihat pelindung telah terpasang dia mulai membalas pertanyaan Lux. "Karena keluarga kami telah resmi beraliansi aku akan memberikan sedikit rahasia kepada kalian semua, itu mengenai pangeran pertama. Dia bukanlah anak kandung dari Raja Grey dan Ratu Alisa."
"Apa?." Ron, Fifian dan Rose tersentak kaget. Rose yang selama ini berpikir bahwa Ratu Alisa berselingkuh dibelakang Raja ternyata kabar itu adalah bohong.
Sementara mereka bertiga terkejut dan membatu ditempat. Lux malah mengerutkan keningnya dan bergumam. 'Hmm, Selama ini memang aku sedikit curiga, saat aku melihat status dan watak Leo. Dia tidak memiliki garis darah yang sama dengan Ayahnya. Itulah yang menyebabkan Lux berspekulasi liar tentang Ratu Alisa yang berselingkuh. Ternyata tembakanku sedikit melenceng.'
"Fufufu, aku sebenarnya sedikit terkejut juga mendengar hal ini, tetapi walaupun pangeran pertama bukan anak Raja Grey dan Ratu Alisa. Dia bahkan membuat dua keluarga Duke mendukungnya dan salah satunya adalah keluarga Lance yang merupakan keluarga Ratu Alisa. Aku curiga pihak luar ikut campur dengan perebutan tahta ini" Ucap Linlin dengan serius.
Lux yang mendengar ucapan Linlin tersenyum dan bergumam. 'Sepertinya semuanya semakin terang.'
Berbeda dengan Lux yang tenang. Ron, Rose, dan Fifian malah masih terguncang dengan kabar tersebut. Tetapi sebelum mereka sempat menengkan pikirannya tiba-tiba Lux berkata.
"Berarti rencana pertunangan kami bisa dilaksanakan. Walaupun masih belum banyak informasi yang dikumpulkan, tetapi rencana ini sangat baik untuk kita yang akan mendapatkan dua burung dalam satu batu." Ucap Lux dengan percaya diri.
"Apa maksudmu Lux?. Bukannya ini hanya membuat kita mendapatkan dukungan dari keluarga Red?." Tanya Linlin bingung.
"Memang benar kita akan mendapatkan dukungan dari keluarga Red, tetapi kita juga akan mendapatkan dukungan dari Keluarga bangsawan lain dibawah Duke." Ucap Lux dengan seringai.
"Marquez Foban." Ucap Linlin sambil menatap Anggelina.
Anggelina yang paham dengan pembahasan ini berkeringat dingin dan berkata. "Nyonya, keluarga Foban kami tidak akan pernah bisa ikut campur dengan masalah tahta kerajaan."
"Hmmm, jadi maksudmu keluarga Foban menerima kalau tahta Raja direbut diluar garis darah kerajaan. Kalau tidak salah aturan tertinggi keluarga Foban adalah selalu setia kepada garis darah keluarga kerajaan." Ucap Lux sambil menatap Anggelina.
Anggelina yang mendengar ucapan Lux sedikit tersinggung. "Tentu saja tidak. Kami keluarga Foban selalu setia pada keluarga kerajaan."
"Hmm, apakah begitu?" Ucap Lux ragu.
"Kamu..." Ucap Anggelina dengan memerah malu.
"Berhentilah menggodanya Lux. Apakah kamu tidak tahu bahwa dia adalah anak dari Sebastian." Ucap Rose.
Lux yang mendengar ucapan Rose sedikit terkejut. "Ehh. Apakah begitu?."
Lux mengamati Anggelina yang bangga saat disebutkan nama ayahnya oleh Rose.
"Tetapi Anggelina, apakah keluargamu akan melihat hal ini dengan acuh tak acuh. Ini sudah menyangkut masalah garis darah kerajaan. Kamu paham maksudku, kan?" Ucap Linlin.
Lux yang mendengar ucapan Linlin memutar matanya.
'Bukannya anakmu sekarang ini bukanlah garis darah kerajaan juga.' Gumam Lux.
Sementara itu Anggelina yang mendengar ucapa Ratu Linlin segera berkata. "Ini sedikit merepotkan Ratu. Ayahku juga sudah menyebutkan ini kepada kakekku kepala keluarga, tetapi dia malah menyuruh kita untuk menunggu."
"Hmm, jadi begitu." Ucap Linlin sambil berpikir.
Semua orang diruang itu hening dan berpikir dengan serius.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Crow09
hahahaha. kita hayalkan mi saja
2022-12-07
2
Unknown
semiramis? kek kenal
2022-12-06
2