"Apa yang ingin dilakukan putri Rose kepada pangeran Alex?." Ucap pria paruh baya tersebut, sambil memegang ujung tombak Rose.
"Roden.." Geram Rose dengan marah, menatap Roden yang menangkap ujung tombaknya. Dia kemudian menarik tombaknya dan mundur beberapa meter.
"Tuan putri, apakah kamu tau apa yang akan terjadi, setelah aku membiarkanmu membunuh pangeran Alex?. Jiwa yang tidak berdosa di dalam dirimu akan ikut terseret juga." Ungkap Roden dengan dingin sambil menatap perut Rose.
"Apakah kamu mengancamku Roden." Aura Rose semakin menggila. Dia ingin membunuh Roden, tetapi tiba-tiba ada suara dibelakangnya yang menghentikannya.
"Putri Rose tolong tenang. Kalau kamu seperti ini terus beberapa orang luar akan datang kesini. Kamu tau sendiri apa yang terjadi setelah itu, kan?"
Rose berbalik dan melihat ke belakang ada seorang wanita pelayan berambut putih dengan tubuh yang luar biasa sementara parasnya tidak kalah cantiknya dengan Rose. Dibelakang wanita itu ada beberapa pengawal yang mengikutinya.
Rose yang melihat dirinya dikepung oleh beberapa orang, mulai sedikit tenang. Tetapi pandangannya masih dingin dan marah.
"Ah, Anggelina sayangku akhirnya kamu datang kesini juga."Ungkap Alex akan segera mendekatinya.
Tetapi anggelina membalasnya dengan suara dingin. "Sebaiknya pangeran menjauh dariku sepuluh meter, kalau tidak.." Aura mana Orange keluar dari tubuh anggelina.
Alex yang melihat hal ini segera menjaga jarak dari Anggelina dengan takut.
"Sisil ayo kita pergi dari sini." Ungkap Rose dengan marah.
Sisil yang dari tadi takut akan situasinya kembali sadar atas perkataan Rose.
"Baik tuan putri."
Sebelum mereka sempat pergi, tiba mereka dihentikan oleh suara Roden. "Tuan putri ingin pergi tanpa meminta maaf, kepada pangeran Alex. Bukankah itu tindakan yang melanggar batas bagi seorang setengah iblis. Bukan begitu pangeran?" Roden berkata dengan nada merendahkan.
Pangeran Alex yang mendengarnya, segera membalas Roden dengan senang. "Tentu saja."
"Roden berhenti membuat masalah. Biarkan putri Rose pergi." Anggelina berkata dengan dingin.
"Hoo. Sebaiknya seorang pelayan diam saja." Ungkap Roden dengan nada merendahkan.
"Roden Jangan melampaui batas.." kata Anggelina mengeluarkan aura Orangenya.
Roden membalas aura Anggelina dengan mengeluarkan aura orangenya juga"Apakah seperti itu?, bukannya kamu yang telah melampaui batas disini?. Pangeran ingin putri Rose meminta maaf. Bukankah itu wajar sebagai seorang dengan garis darah murni."
Anggelina yang mendengar ucapan Roden segera menatap Alex dengan tajam.
Alex yang melihat tatapan Anggelina berkeringat dingin. Tetapi dia segera memalingkan wajahnya dan berkata. "Apa yang diucapkan Roden memang benar."
Anggelina melihat hal ini hanya bisa terdiam.
"Hahahaha. Apakah kamu mendengar itu. Pangeran hanya menginginkan permintaan maaf. Bukankah itu sudah merupakan sebuah berkah untuk seorang garis keturunan campuran?"
"Rooodennn." Teriak Rose yang tidak bisa mengendalikan dirinya lagi. Dia bergegas menuju Roden dengan tombaknya.
Roden yang melihat hal ini menyeringai senang. Dia mengeluarkan pedangnya dan balas menyerang Rose. Segera aura mana mereka saling beradu, tetapi karena aura Rose tidak sekuat Roden dia akhirnya terhempas kebelakang.
"Ugh ugh." Rose batuk darah dan memegang tombak untuk menahannya agar tidak jatuh.
"Roden apakah kamu gila." Anggelina berkata dengan marah, dia segera pergi ke sisi Rose dan memberikannya Ramuan penyembuh.
Meminum ramuan penyembuh dari Anggelina, membuat kondisi Rose kembali pulih.
Sementara itu Roden yang menyerang Rose hanya mengeluarkan suara sarkasme. "Hum. Hanya beberapa serangan dia sudah terluka?. Garis keturunan campuran memang tetap garis keturunan campuran, sangat lemah."
Tiba-tiba suara yang sangat dingin terdengar dibelakang Roden. "Apakah seperti itu?"
Roden yang mendengar suara dibelakangnya sontak terkejut dan segera menyerang orang yang berada dibelakangnya dengan pedang. Pedang itu langsung mengenai tubuh pria itu. Roden tersenyum melihatnya, tetapi hal yang tidak terduga terjadi. Pedang itu malah melewati tubuh pria itu seperti ruang kosong. Sebelum Roden sempat terkejut, sebuah pedang api emas menebas tangan kanan Roden hingga terputus.
"Aaaaaaaaaa. Tanganku." Teriak Roden dengan histeris sambil bersujud.
Semua orang yang berada disana terkejut dengan situasi yang tiba-tiba terjadi. Seorang pria tampan tiba-tiba muncul dalam sekejap dibelakang Roden. Sebelum mereka sempat mengetahui situasinya tangan kanan Roden sudah terputus.
Saat semua orang tercengang dengan hal yang terjadi secara tiba-tiba. Rose dan Sisil mengenali pria tersebut.
"Lux..?" Ucap Rose dengan ragu.
"Baru saja aku bertemu denganmu Rose, tetapi kamu sudah membuat suamimu khawatir. Apakah aku perlu merantaimu agar kamu tidak membuatku terlalu khawatir?." Lux berkata kepada Rose dengan senyum menggoda.
Rose yang mendengar ucapan Lux sedikit memerah, tetapi cepat-cepat segera menenangkan dirinya kembali.
"Baiklah untuk sekarang apa yang harus kulakukan padamu?. Kamu sudah melukai istriku dengan sangat parah, jadi kamu harus memberikan nyawamu sebagai balasannya." Ungkap Lux dengan dingin.
Semua orang yang mendengarnya terkejut, terutama Anggelina. Dia segera berkata kepada Lux dengan khawatir.
"Tunggu, Tolong jangan lakukan itu. Situasinya akan jadi berbahaya kalau kamu membunuhnya."
Lux yang mendengar ucapan Anggelina bahkan tidak menghiraukannya. Dia mulai mendatangi Roden yang merintih kesakitan.
"Kamu.."Anggelina tersinggung dengan perilaku Lux yang acuh tak acuh. Dia yang merupakan salah satu kecantikan di kerajaan Green, bahkan orang-orang penting berusaha menyenangkannya tetapi Lux bahkan mengabaikannya yang merupakan pukulan terbesar baginya.
Sementara itu Roden yang melihat Lux mendekat. Mulai berkata dengan panik.
"Apa yang ingin kamu lakukan? Apakah kamu tidak tahu siapa aku?. Aku seorang Marquez dari kerajaan Demon. Jika kamu membunuhku kamu akan memicu perang antar kerajaan." Ucap Roden dengan nada mengancam.
Lux yang mendengarnya bahkan tidak bergeming. Dia terus melangkah mendekati Roden dengan tenang dan dingin. Pedang
api emas Lux mulai berkobar dengan ganas.
"Pangeran, tolong aku.." Ucap Roden dengan keras.
Pangeran Alex yang mendengar nada putus asa Roden berkata dengan suara keras. "Lux beraninya kamu melakukan tindakan diluar batas, dikediaman keluarga kerajaan. Apakah kamu mencoba memberontak?."Alex berkata dengan marah kepada Lux.
Tampa menghiraukan ucapan Alex. Lux langsung menebas leher Roden. Kepala Roden segera terputus dari tubuhnya. Semua orang tercengang dengan tindakan Lux, bahkan Alex terkejut.
"Kaamuu benar-benar berani membunuhnya." Ucap Alex dengan nada ketakutan.
Tanpa menghiraukan perkataan Alex. Lux mulai menghampirinya. "Sekarang giliran kamu."Ucap Lux dengan dingin.
Mendengar ucapa Lux sontak membuat semua orang yang ada disana terkejut, terutama Anggelina.
"Apa yang ingin kamu lakukan?" Alex berkata dengan ketakutan. Sampai-sampai dia terjatuh ditanah.
"Tentu saja membunuhmu." Ungkap Lux dengan santainya.
Alex yang merasakan niat membunuh Lux, ketakutan dan mulai melarikan diri dengan merangkak. "Tidak, Tolong aku. Apa yang kalian lakukan para pelayan sialan?. Kenapa kalian hanya berdiri saja?. Segera bunuh dia."
Anggelina dan para pelayan mulai sadar kembali. Mereka menghalangi Lux yang akan membunuh Alex.
"Minggir.."Ucap Lux dengan dingin.
"Tidak akan. Kamu harus melewati kami dulu kalau kamu ingin membunuhnya." Ucap Anggelina dengan tegang.
"Lux cukup. Ayo kita segera meninggalkan tempat ini!" Ucap Rose dengan nada memerintah.
"..."
"Lux, apakah kamu mendengar ucapanku?. Aku bilang cukup!. Ingat siapa yang mendominasi disini?." Rose berkata sambil memerah karena malu.
Lux yang mendengar suara Rose yang mulai gelisah. Akhirnya menghela nafas dan segera berkata. "Baiklah-baiklah. Ayo kita pergi."
Anggelina yang melihat kondisi mulai mereda akhirnya Tenang kembali. Tetapi sebelum dia sempat menikmati ketenangannya dia terkejut dengan suara Ibu Rose yang marah.
"Apa yang terjadi disini?" Ungkap Linlin dengan diikuti 12 pria telanjang yang telah dirantai lehernya seperti seekor anjing. Sementara Linlin memegang tali yang merantai mereka. Pandangan 12 pria tersebut kosong dan tubuh mereka sangat kurus seperti sedang dihisap energi hidupnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Hades Riyadi
Lanjut Thor, jadi penasaran dengan ceritanya 🤔🙄😀👍👍
2023-02-24
1
Hades Riyadi
halaaahh.... ternyata mertuanya malahan biangnya pelacur, yok opo iki.... keluarga kok ruweett men...🤔🙄😩😩😪😭😭🤮
2023-02-24
1
heavenly demon
kesall cuy
2023-02-10
1