*Ruan Keluar Fos.
Sementara itu di ruangan Ron Fos terdapat berbagai macam suara. Ada yang berbicara dengan marah, ada yang sedih dan bahkan ada yang dengan tenang tersenyum.
"Dimana bajingan itu apakah dia belum datang juga?."
Seorang pemuda dengan rambut biru panjang dengan perawakan wajah yang sedikit mirip dengan Lux berkata dengan marah. Pemuda itu adalah saudara kedua Lux.
"Tuan muda Lux menyampaikan kepada saya bahwa dia akan segera datang, Tuan muda Jack."
Pelayan yang datang menjemput Lux tadi berkata dengan takut kepada Saudara kedua Lux.
"Baajingaan."
Jack berkata dengan marah sambil mencengkram tangannya dengan kuat. Terlihat bahwa wajahnya memerah dan tangannya mengeluarkan sedikit darah akibat cengkramannya yang kuat.
"Tenanglah Jack dia adalah adikmu, mari kita mendengar penjelasan Lux terlebih dahulu sebelum kita mengambil kesimpulan."
Jack disela oleh seorang pria paruh baya tampan berambut emas dengan campuran putih.
"Tapi Ayah"
"Sudah ku bilang cukup. Kita akan menunggu adikmu untuk menjelaskannya terlebih dahulu sebelum kita menarik kesimpulan. Putri Rose tidak masalah dengan itu, kan?"
Ayah Lux berkata sambil menyipitkan matanya dan menatap seorang wanita cantik yang sekarang sedang duduk dihadapannya.
Putri Rose tersenyum ringan, membelai perutnya dan menjawab.
"Tentu saja saya tidak masalah dengan hal itu, mari kita menunggu Lux untuk menjelaskannya agar semuanya jelas."
Tiba-tiba ada suara lain di belakang putri rose yang ingin berbicara.
"Tapi nyonya ba..."
Sebelum pelayanan wanita yang berdiri di belakang kursi rose berkata, Rose mengangkat tangan kirinya untuk menghentikan pelayan itu berbicara.
Pelayan yang melihat kode tangan dari Putri Rose langsung diam dan kembali tenang.
Jack yang melihat tindakan dan jawaban dari putri Rose, mengepalkan tangannya dengan marah seakan telah di khianati.
Sementara itu di samping kiri Ayah Lux terdapat wanita paruh baya berambut biru yang menangis sedih. Wanita paruh baya ini adalah ibu Lux Lissa Fos.
"Hiks, hiks..hiks. Bagaimana bisa putraku Lux melakukan hal itu?. Walaupun putraku dikenal sebagai seorang yang bejat dan mesum, dia tidak akan pernah bertindak melampaui batas."
"Tenanglah ibu. Kakak Lux akan segera datang untuk menjelaskannya. Kita berdoa saja agar kakak Lux dapat menjelaskan hal ini."
Selain ibu Lux terdapat juga saudari perempuan Lux yaitu Lily Fos yang berusaha menenangkan ibunya agar tidak terlalu sedih.
Selang beberapa saat terdengar ketukan di luar ruangan.
*Tok tok tok..
"Ini saya Lux. Apakah saya boleh masuk?."
"Silahkan masuk"
Ayah Lux berkata dengan tenang.
Saat mendapatkan izin dari ayahnya, Lux akhirnya masuk ke ruangan. Sebelum dia sempat mangerti tentang situasinya dia tiba menerima serangan.
"Bajingan sampah. Berani-beraninya kamu membuat kami menunggu disini."
Jack tiba-tiba melayangkan pukulan kepada Lux, dengan aura mananya yang berwarna merah.
Lux yang melihat hal ini tiba-tiba dengan sigap menangkap tangan Jack dengan santai, yang membuat semua orang di ruangan terkejut.
*POV Lux Sebelum ke Ruangan Keluarga.
Setelah Lux membersihkan dirinya di kamar mandi dia kemudian mengenakan pakaian formalnya untuk menemui ayahnya nanti.
Melihat dirinya di cermin, seorang pemuda tampan dengan ciri-ciri tinggi sekitar 178 cm, rambut berwarna emas, mata berwarna biru safir yang sebelumnya berwarna coklat, karena akibat dari integrasi The Eye of space and time membuat matanya berubah menjadi lebih indah. Lux tersenyum melihat hal ini.
"Tidak saya sangka ternyata aku tampan juga. Baiklah sebelum itu, AI analisa tubuhku dan buatkan dalam bentuk status."
[Proses Analisis dimulai....Memuat Database yang ada..]
[Status
Nama : Lux Fos
Umur : 18 Tahun
Kelas : Light Monarch (EX)
Garis Darah : Golden Crow (EX) 10%
Kekuatan : 11
Kelincahan : 13
Fisik : 14
Mana : 100 (Pembentukan Core Mana)
Element : Cahaya, Api, Tanah, Logam, Ruang dan Waktu.
Kemampuan :
1.The Eye of Space and Time (??)--Lotus berdaun tiga.
Api Emas (S)
Ledakan Cahaya (A)
Melihat Status di depannya membuat Lux sedikit bingung.
"AI tolong jelaskan masalah Kelas, Garis Darah dan beberapa kemampuan yang saya miliki ini."
[Memuat Database...]
[Kelas : Light Monarch adalah kelas Abadi yang sangat langka. Selain kelas ini kebal terhadap segala macam elemen gelap dan racun, kelas ini juga mengendalikan cahaya tanpa batas, bahkan sampai mampu membuka gerbang surga. Beberapa kemampuan akan terbuka saat level Meditasi Mana meningkatkan.]
[Garis Darah : Golden Crow adalah garis darah abadi yang sangat kuat. Bahkan ada catatan kuno yang menyatakan bahwa Golden Crow merupakan perwujudan dari matahari yang telah menelan Naga dan Phoenix. Sementara Garis darah tuan rumah masih 5% dan akan meningkat saat tahap menditasi mana tuan rumah meningkat. Setiap kali garis darah tuan rumah meningkat, kemampuan dari garis darah akan terbuka.]
[The Eye of Space and Time (??) merupakan mata terlarang yang mampu mengontrol ruang dan waktu. Mata kanan mampu mengontrol dan memanipulasi ruang, sedangkan mata kiri mampu mengontrol dan memanipulasi waktu. Kontrol dan manipulasi ruang dan waktu tergantung pada jumlah daun lotus dalam mata yang akan bertambah nantinya seiring tahap meditasi mana tuan. Jika jumlah lotus dalam mata bertambah, area jarak pengendalian juga akan bertambah.]
[Api Emas (S) merupakan salah satu kemampuan garis darah golden crow yang terbuka]
[Ledakan Cahaya (A) merupakan salah satu kemampuan kelas Light Monarch yang terbuka.]
Melihat informasi didepan matanya membuat Lux senang.
"Hahahahah.. Tidak kusangka saya akan mendapatkan emas disini. Tapi yang menjadi masalah di sini adalah Tahap menditasi mana. Sejauh ingatan Pemilik tubuh ini saya berada di tahap kedua meditasi mana yaitu pembentukan core mana. Aku harus menemukan solusi untuk ini, karena ingatan dari pemilik tubuh ini masih samar-samar dikepalaku dan belum terlalu jelas."
Setelah berpikir begitu lama Lux akhirnya mengesampingkan masalah itu terlebih dahulu dan segera bergegas ke ruangan ayahnya.
Setelah Lux tiba didepan ruangan ayahnya dia mengetuk pintu.
*Tok tok tok
Lux langsung berkata dibalik pintu.
"Ini saya Lux, Apakah saya boleh masuk?"
"Silahkan masuk."
Saat Lux mendengar suara didalam ruangan dia langsung membuka pintu dan masuk. Sebelum dia sempat mengamati sekelilingnya dia tiba-tiba menerima serangan didepannya.
"Bajingan sampah. Berani-beraninya kamu membuat kami menunggu disini."
Melihat hal ini Lux sangat tenang. Dia segera mengangkat tangan kanannya dan menangkap pukulan tersebut.
Seluruh ruangan tersontak kaget. Sementara Lux segera berkata dengan dingin.
"apakah ada yang bisa menjelaskan kenapa saya di panggil kesini?"
"Bajingan. Apakah kamu ingin mati?"
Jack berkata dengan marah. Melepaskan tinjunya dari Lux dia kembali mengumpulkan mananya dan merubahnya menjadi api yang mengelilingi seluruh tubuhnya. Sontak seluruh ruangan memanas.
Melihat hal ini Lux menyipitkan matanya dengan dingin, siap membuka mata terlarangnya.
"Jack apa yang kamu lakukan nak?. Kenapa kamu menyerang adikmu?. Hentikan segera." Lissa Fos ibu Lux berkata dengan panik.
Jack yang mendengar perkataan ibunya bukannya berhenti malah semakin meningkatkan auranya.
"Sudah cukup. Berani-beraninya kalian bertengkar di ruangan ini."
Ron Fos ayah Lux berkata dengan marah. Sontak aura mana berwarna kuning keluar dari tubuhnya. Membuat semua orang diruang selain Lux ditekan.
Jack yang merasakan aura ayahnya akhirnya berhenti dan segera meminta maaf kepada ayahnya dengan frustasi.
"Maafkan aku ayah. Saya tidak bisa mengontrol amarahku."
Ron Fos yang mendengar permintaan maaf anaknya Jack, langsung menurunkan auranya.
"Sudahlah, untuk sekarang Lux apakah kamu menerobos ke tahap 2?"
Lux yang mendengar perkataan ayahnya dengan sopan menjawab.
"Iya Ayah. Saya baru saja menerobos di kamar. Itulah yang menyebabkan saya agak lama datang kesini. Saya mohon maaf."
Mendengar perkataan Lux, sontak membuat kaget beberapa orang didalam ruangan, karena selama ini Lux setiap kali berjumpa dengan Ron pasti akan ketakutan, tapi sekarang dia bahkan menjawab perkataannya dengan tenang dan sopan.
"Apakah ada yang salah ayah?"
Lux tiba-tiba bertanya, karena dia melihat bahwa semua orang diruang terkejut melihatnya.
"Ehem, tidak ada. Silahkan duduk ada yang ingin kami meminta beberapa penjelasan tentangmu mengenai sesuatu."
Mendengar apa yang di katakan ayahnya. Lux segera mengambil tempat duduk yang kosong.
"Baiklah karena Lux sudah ada disini. Saya akan langsung kepada intinya. Lux Fos atas nama besar keluarga Fos. Apakah kamu benar-benar telah menghamili tuan putri kerajaan Green, Rose Pandragon?"
"Haaa?" Ucap Lux sambil mengangkat alis bagian kirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Izza Elfath
10% Keknya deh
2023-10-19
1
息子D.Put
0
2023-08-20
1
Loss
kya sharingan 🗿
2023-08-10
0