Setelah Sebastian pergi membawa Kevin kembali ke istana. Semua penduduk juga telah bubar dan kembali ke aktivitas masing-masing. Lux yang dari tadi penasaran dengan sesosok Sebastian bertanya kepada Rose.
"Rose siapa dia sebenarnya?. Kenapa dia mampu memperlakukan seorang pangeran seperti itu?." Ucap Lux dengan penasaran.
Rose yang mendengar perkataan Lux segera membalasnya.
"Namanya adalah Sebastian, Pelayan pribadi Ayahku. Ayahku sudah menganggap Sebastian sebagai saudaranya. Jadi wajar saja kami sebagai pangeran dan putri tidak berani macam-macam kepadanya. Apa lagi kekuatannya sangat kuat hampir setara dengan ayahku." Ujar Rose dengan serius.
Lux yang mendengarnya mengerutkan kening.
'Apa-apaan, bukannya status Sebastian tadi berada di tahap puncak mana core perak. Jadi maksudmu Ayahmu berada di mana core tahap putih?. Jadi yang menjadi pertanyaan adalah kenapa seorang Raja ditahap Mana Core Tahap putih bisa sakit?. Ugh. Ini semakin rumit saja, tetapi yang pasti semua akan berputar disekitanya.' Lux berkata dan sambil menatap Arthur dengan serius.
Rose yang melihat Lux berekspresi tidak seperti biasanya, bertanya. "Ada apa Lux Kenapa kamu memasang ekspresi serius?."
Lux yang tersadar dari lamunannya segera berkata. "Ini sangat rumit. Sebaiknya kita membahasnya nanti."
Rose yang mendengar ucapan Lux segera berkata. "Baiklah."
"Kakak Lux, kakak Rose. Bagaimana kalau kita melanjutkan perjalanan kita?." Tanya Nana.
"Bagaimana Fifian?. Apakah kamu ingin ikut bersama kami?."
"Baiklah aku akan ikut bersama kalian. Sepertinya aku tidak ingin kembali ke keluargaku dulu. Aku takut ibuku akan memarahiku."
"Ngomong-ngomong, dari tadi ada yang ingin kutanyakan Kepada kalian semua?." Arthur berkata.
"Apa itu?." semua orang berkata.
"Dimana lelaki tua penjaga tokoh Smith itu?." Ujar Arthur.
Semua orang yang mendengar pertanyaan Arthur segera kembali sadar. Mereka melihat sekeliling dan tidak menemukan Lelaki tua itu, tetapi tiba-tiba Sisil yang dari tadi diam segera berkata.
"Apakah dia yang disana?" Ucap sisil sambil menunjuk ke tokoh Lelaki tua itu.
Sontak semua orang melihat kearah yang ditunjuk Sisil. Saat mereka melihatnya mereka bingung, karena Lelaki tua itu tidak memperdulikan pertengkaran kami dan justru sibuk membereskan beberapa kerusakan tokoh yang disebabkan oleh Kevin.
Lux yang melihat ini segera bergumam.'AI, Analisis Lelaki tua itu.'
[Mulai Menganalisis.... ]
[Status....
Nama : Brayen Horn.
Umur:1000 Tahun
Garis Darah: Hobbit
Statistik: 10000 Power.
Tahap Meditasi: Mana Core Tahap putih.
Karakteristik: Pendiam, Suka dipuji, Tidak suka diremehkan, Ceria saat membahas tentang Smith, Acuh tak acuh, Penyendiri, Baik Kepada Teman dan Kejam terhadap musuh."]
Lux yang melihat statusnya membatu ditempat dan tercengang.
'Apa-apaan dengan semua ini?. Apakah perlu kita menolong orang ini.' Gumam Lux.
"Ayo kita menghampiri lelaki tua itu." Ucap Rose kepada semua orang.
Nana, Arthur, Sisil dan Fifian mengangguk dan langsung berangkat ke tempat tokoh Lelaki tua tersebut.
Saat mereka berjalan Rose baru sadar bahwa Lux tidak mengikuti. Jadi dia berbalik dan melihat Lux yang masih berdiri diam dan membatu.
"Ada apa Lux? Ayo segera kita ke tempat Lelaki tua itu."
Lux yang masih dalam lamunannya segera tersadar dan membalas Rose.
"Ok." Lux berkata dan segera mengikuti mereka.
Saat mereka sampai dan memasuki tokoh, tiba-tiba Rose bertanya kepada Lelaki tua tersebut. "Tuan apakah anda baik-baik saja?."
Lelaki tua tersebut yang masih memperbaiki tokoh yang di hancurkan oleh Kevin dan teman-temannya tadi, tidak membalas ucapan Rose dan hanya terus melakukan aktivitasnya.
Rose yang melihat hal ini mengangkat alisnya. Saat dia ingin bertanya lagi, tiba-tiba Lux dibelakang Rose berkata. "Biar aku yang melakukannya."
Rose yang mendengar ucapan Lux segera mengangguk dan membiarkan Lux mengambil alih. Sementara itu Arthur, Nana, Sisil dan Fifian hanya berdiri disamping Rose ikut menunggu.
Lux segera melangkah maju dan melihat sekeliling dan melihat berbagai Barang yang dipajang dan dijual. Lux kemudian bergumam. 'AI, analisis semua barang dan urutkan berdasarkan kualitas terbaik.'
[Mulai Menganalisis....]
[Mulai mengurutkan....
Tombak pembunuh Naga (S)
Deskripsi: Tombak pembunuh naga adalah salah satu tombak yang ditempa oleh Brayen Horn. Tombak itu telah dilemuri darah naga sehingga menyebabkan evolusi dan menjadi artefak Suci. Bentuk awalnya yang rusak dan berkarat adalah sesuatu yang menipu mata. Saat seseorang meneteskan darahnya ke tombak, tombak itu akan mengalami perubahan dan segera mengenalinya sebagai tuannya.
Panah Bulan (S)
Deskripsi: Panah Bulan adalah panah yang bahan materialnya berasal dari air mata Dewi bulan. Walaupun panah ini bukan suatu Artefak tetapi kekuatan penuh panah ini bahkan mampu membekukan sebuah Gunung dengan sekali serang, tetapi harus memiliki afinitas mana adalah Es untuk melakukannya. Sama dengan Tombak pembunuh Naga bentuk awalnya yang rusak untuk menipu mata.
Belati Racun (S)
Deskripsi: Belati Racun adalah Belati yang diciptakan dari gigi taring ular tujuh warna yang sangat beracun. Belati ini mampu mebunuh seorang Mana Core Tahap Kuning, jika terkena hanya irisan saja. Seperti Panah bulan dan Tombak pembunuh naga penampilannya yang rusak dan berkarat untuk menipu mata.
4...
5...
...
...]
Lux yang melihat daftar barang berdasarkan kualitas tertinggi, sedikit terkejut. Dia menghiraukan kualitas A kebawah dan hanya fokus pada senjata kelas S. 'sepertinya penampilannya yang Rusak hanya untuk menipu mata.'
Lus melangkah maju dan mengambil tombak pembunuh naga. "Berapa harga tombak ini, orang tua?."
Pria tua yang mendengar ucapan Lux meliriknya sebentar dan kemudian melanjutkan pekerjaannya, sambil berkata. "Dua koin Emas."
"Hmm. Dua koin Emas, ya. Apakah kamu yakin ingin menjual tombak ini dengan harga seperti itu pak tua?"
"Jika kamu tidak ingin membelinya, segera letakan kembali dan pergilah."
"Sepertinya kamu salah paham pak tua. Yang aku maksud adalah apakah kamu yakin ingin menjual artefak Suci ini hanya dengan dua koin emas?." Ucap Lux sambil tersenyum menatap pak tua itu.
Rose, Fifian, Arthur, Nana dan Sisil tercengang mendengar ucapannya. Sementara Brayen Horn yang mendengar ucapan Lux sedikit terkejut. Kemudian dia tiba-tiba meninggal aktivitasnya dan melihat Lux dengan pandangan mengamati.
"Hoo. Sungguh menarik. Aku tidak menyangka kamu mampu melihat kualitas sebenarnya dari tombak itu." Ucap Brayen dengan heran.
Lux yang mendengar ucapan Brayen segera membalasnya. "Aku sangat tersanjung, atas pujian yang diberikan oleh orang kuat sepertimu."
Brayen yang mendengar ucapan Lux terkejut dan berkata. "Sepertinya kamu tidak sederhana itu anak muda. Baiklah, karena kamu menginginkan tombak itu. Aku akan memberikannya secara gratis, tetapi kamu harus menebak Nama dari tombak tersebut."
"Ok. Tetapi bagaimana kalau aku menaikan taruhannya." Tanya Lux balik.
"Sebutkan." Ucap Brayen
"Kalau aku mampu menebak Nama artefak ini dan juga yang dua ini. Kamu harus mengajariku pandai besi?." Jawab Lux dengan blak-blakan, sambil mengambil Panah Bulan dan Belati Racun.
Brayen yang mendengar perkataan Lux tertawa. "Hahahahaha. Bocah kamu sangat menarik. Baiklah aku akan mengajarimu pandai besi bila kamu mampu melakukannya."
Lux segera menyebutkan ketiga nama dari senjata tersebut. "Tombak ini bernama tombak pembunuh naga, tombak yang telah menjadi artefak karena dilemuri darah naga. Panah ini bernama panah bulan, panah yang bahannya terbuat dari air mata Dewi bulan dan yang terakhir Belati ini bernama Belati Racun, belati yang terbuat dari taring Ular tujuh warna yang mematikan."
Rose dan yang lainnya tercengang mendengar perkataan Lux. Mereka masih dalam keadaan bingung dengan situasi yang terjadi antara Lux dan Brayen.
Sementara itu Brayen yang mendengar perkataan Lux, membalasnya.
"Bocah kamu melakukannya dengan baik. Tidak aku sangka selain menyebutkan Namanya. Kamu juga telah menyebutkan bahan utama senjata itu. Baiklah aku memberikan ketiga senjata itu kepadamu sebagai ucapan selamat seorang tuan kepada murid barunya."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Hades Riyadi
Lanjut Thor, tetap semangat ya... Sekuntum Bunga Bermekaran Kupersembahkan untukmu 😀💪👍👍🙏
2023-02-26
2
Hades Riyadi
Wow.... kuereenn poll...klo ada Sistem AI apapun pertandingan, jawabannya pasti beneerr 100%... wkwkwk 😛😀🤣💪👍👍
2023-02-26
1