Chapter 14 Sementara Rose hanya menghela nafas melihat hal ini.

"Apakah hanya ini saja kemampuanmu?" Ucap Lux dengan santai.

Ren yang mendengar ucapan Lux sangat marah.

"Lux kamu benar-benar ingin mencari kematianmu sendiri." Ucap Ren, sambil mengeluarkan aura mananya dengan gila, tetapi hal yang tidak disangka-sangka oleh Ren, suara dingin tiiba-tiba terdengar dibelakang Ren.

"Kamulah yang mencari kematianmu sendiri."

Lux berkata dengan dingin dibelakang Ren. Ren terkejut dan berkeringat dingin oleh kemunculan Lux yang tiba-tiba dibelakangnya.

Sebelum Ren sempat mundur, Lux dengan santai memegang kepala Ren.

Ren yang kepalanya dipegang oleh Lux mencoba melepaskannya, tetapi hal yang tidak terduga terjadi. Ren tidak bisa bergerak. Ren mulai panik dan berkata dengan keras. "Lux bajingan, apa yang telah kau lakukan?"

Lux yang mendengar pertanyaan Ren, menghiraukannya. Lux kemudian menggunakan kemampuan Devournya dan fokus menghisap semua mananya. Mana Ren mulai diserap dengan sangat cepat.

Ren yang merasakan mananya tiba-tiba berkurang dengan cepat terkejut. Ren mulai panik dan berteriak. "Pangeran Kevin, tolong aku, aaaaaa."

Pandangan Ren mulai memutih diapun tidak sadarkan diri. Sementara itu Kevin yang melihat pertempuran sepihak tersebut berkeringat dingin dan bergumam. 'Apa yang telah dia lakukan?, tiba-tiba Lux menghilang dan muncul dibelakang Ren, kemudian Ren tidak bergerak, setelah itu Ren pingsan dan pertanyaan yang paling membingungkan dari semua ini adalah kenapa dia menjadi sangat kuat?.'

Para penduduk yang menontonnya tercengang dan takut. Sementara itu Nana dan Arthur yang melihat Lux ketakutan dan segera menghampiri Rose. "Kakak Rose... Kakak Lux telah membunuh orang."

"Tenang saja tidak usah takut. Kakak Lux tidak membunuhnya, dia hanya membuatnya pingsan."

Arthur dan Nana yang paham dengan ucapan Rose mengangguk mengerti. Sementara Rose berkata kepada Lux. "Lux, sudah kubilang jangan berlebihan. Ada Arthur dan Nana disini."

Lux yang mendengar ucapan Rose mengangguk dan meminta maaf.

Sementara itu Fifian sangat terkejut dengan perubahan Lux yang tiba-tiba. Fifian mengetahui bahwa Lux tidak sekuat itu, bahkan Lux sering menjadi bahan Bulian di akademi. Tetapi apa yang dilihat Rose sekarang sangat mencengangkan. Selain wajahnya berubah semakin tampan, Kepribadian yang menjadi jauh lebih dingin dan pendiam. Kekuatannya juga bahkan sama kuatnya dengan kakaknya Ray atau mungkin lebih kuat dan dia bahkan memiliki elemen Ruang yang merupakan elemen paling langka.

"Rose kenapa Lux tiba-tiba menjadi sangat kuat?." Tanya Fifian dengan bingung.

"Aku juga tidak mengetahuinya, tiba-tiba saja dia menjadi kuat setalah kita melakukan hubungan ba..ba..ba..badan." Ucap Rose dengan canggung dan memerah.

Fifian yang mendengar ucapan Rose tercengang dan tidak bisa berkata-kata.

Sementara itu, Lux yang telah menelan seluruh mana Ron menyeringai senang. 'Hmm. Walaupun tahap Manaku hanya meningkat sedikit itu sudah sangat bagus. Kalau aku terus melakukan tindakan ini, tidak butuh waktu lama sebelum aku menerobos lagi. Sepertinya selain meditasi aku punya cara lain untuk meningkatkan Manaku, kalau tidak salah dibagian selatan kerajaan Green ada Hutan kematian yang dihuni oleh beberapa monster mana. Tetapi untuk sekarang....'

Lux melihat kebelakang dan menatap Kevin dengan dingin. "Sekarang giliranmu."

Kevin dan kedua anggotanya dibelakang berkeringat dingin.

"Lux, bagaimana kalau kita menyelesaikan ini dengan baik-baik. Aku akan melepaskan Fifian, tetapi kamu harus membiarkan kami pergi." Ucap Kevin dengan takut.

"Hoo. Sepertinya ada yang salah disini yang perlu aku luruskan. Aku disini tidak untuk menolong gadis berdada sapi itu. Tetapi sebenarnya aku disini ingin mengambil hidupmu karena telah menghina istriku. Tetapi sayang sekali, kalau aku membunuhmu itu bisa menyebabkan masalah, jadi aku akan mengambil tanganmu sebagai gantinya." Lux membalas dengan dingin.

Rose yang mendengarnya merasa manis dihatinya, sementara Fifian yang mendengar ucapan Lux mengerutkan kening dengan tidak senang.

'memangnya ada masalah apa kamu denganku?, sehingga kamu mengatakan hal itu?. Bukannya kamu seharusnya senang menyelamatkan wanita cantik sepertiku?, dan apa maksud dengan dada sapi?, bukannya ini ukuran yang normal.' Gumam Fifian dengan kesal.

Sementara para penduduk terutama para kaum wanita yang mendengar perkataan Lux merasa terharu.

"Sepertinya kabar tentang Tuan Lux melecehkan putri Rose hingga memaksanya untuk menikahinya tidak benar. Jelas-jelas sekarang dia mengatakan telah menjadi suami putri Rose dan bahkan berdiri didepannya untuk membela putri Rose." Ucap salah satu kaum wanita.

"Memang benar. Aah, tuan Lux sangat tampan dan gagah. Tuan Lux, tolong bawa aku menjadi selirmu tuan." Teriak salah satu gadis dan akhirnya diikuti oleh gadis lainnya.

"Ah, Tuan Lux tolong bawa aku saja. Aku masih perawan." Ucap gadis lainnya.

Akhirnya para wanita berteriak berebut untuk memenangkan hati Lux.

Sementara itu Rose yang mendengarnya muram dan segera berteriak. "Diam.." sontak semua orang langsung terdiam.

Lux yang tidak menghiraukan ucapan sekitarnya. Berjalan mendekati Kevin secara perlahan-lahan.

Kevin yang melihat kedatangan Lux berteriak panik. "A,apa yang ingin kamu lakukan?. Jangan mendekat aku adalah seorang pangeran, kalau kamu berani menyakitiku jangan harap kamu dan keluargamu bisa selamat. Walaupun keluargamu seorang Duke."

Lux yang mendengar ucapan Kevin, tidak menghiraukannya dan terus melangkah. Kevin yang melihat tindakan Lux mulai berteriak lagi. "Apa yang kalian lakukan dibelakang? Cepat halangi dia!."

Kedua pria di belakang Kevin ketakutan. Tetapi bukannya mendengarkan perintah Kevin mereka malah melarikan diri dengan panik.

Kevin yang melihat hal ini marah dan mengumpat. "Bajingan..."

"Sepertinya tidak ada lagi yang bisa menolongmu." Ucap Lux.

Kevin yang melihat Lux sudah berada didepannya terkejut dan terjatuh.

"Kyaaaaaaa. Menjauh dariku." Kata Kevin berusaha merangkak dan menjauh dari Lux.

Lux yang melihat tingkah Kevin mengangkat alisnya. 'Hmm. Tidak aku sangka pangeran kedua sepengecut ini.'

Lux kemudian mengeluarkan pedang biasa dari cincin penyimpanan yang telah diberikan oleh ayahnya kemarin.

Saat Lux ingin melesatkan pedangnya ketangan pangeran kedua. Tiba-tiba ada yang menghalau Pedang tersebut dengan tangan kosong.

"Tidak aku sangka anak dari Ron sebrutal ini?." Ucap lelaki paruh baya yang tiba-tiba muncul di depan Lux.

Lux yang melihat pria paruh baya itu menghalau pedangnya mengerutkan kening.

'Orang tua ini tidak sederhana. Auranya sama dengan ibu Rose, Linlin. AI, periksa statusnya.' Gumam Lux, dia kemudian mundur kebelakang mengambil jarak.

[Mulai Menganalisis.....]

[Status

Nama : Sebastian.

Umur 500 Tahun.

Garis Darah : Tidak Ada.

Statistik : 6000 Power

Tahap Meditasi: Mana Core Tahap Perak.

Karakteristik: Baik, Setia dan Kalem.]

Lux yang melihat statusnya sedikit santai kemudian berkata. "Senior sepertinya kamu salah paham disini. Pangeran kedua duluan yang telah menghina istriku. Jadi aku tidak bisa membiarkan hal itu, kan?."

"Ah, akhirnya kamu datang juga Sebas. Cepat tangkap bajingan itu. Dia berusaha membunuhku. Perkataan yang dia lontarkan tadi semua bohong." Ucap Kevin dengan marah.

"Apakah itu benar?" Tanya Sebas dengan tenang kepada Lux.

Sebelum Lux sempat menjawab tiba-tiba Rose yang berada dibelakangnya berkata. "Sebas. Apa yang dikatakan Lux memang benar. Saudaraku Kevin yang telah memulai duluan."

Arthur dan Nana menambahkan perkataan Rose. "Itu memang benar Sebas. Kakak Kevin yang memulai duluan."

Sebastian melihat arah suara, segera menundukkan kepalanya. "Maafkan atas kekasaranku yang mulia pangeran dan putri. Aku tidak mengetahui bahwa kalian juga berada disini."

Rose yang mendengar balasan Sebas dengan ringan berkata. "Tidak apa-apa. Kamu bisa bertanya pada penduduk disekitar, mereka semua telah melihat apa yang terjadi dari awal."

Kevin yang mendengar ucapan Rose berwajah suram dan akhirnya pasrah dengan keadaan.

Sementara para penduduk yang mendengar ucapan Rose segera menjawab dengan antusias terutama kaum wanita.

"Memang benar pangeran Kevin yang memulai pertama." Ucap salah seorang.

"Iya" Ucap yang lainnya.

Suara akhirnya semakin banyak mendukung Lux. Sebastian yang mendengar kesaksian penduduk, segera paham dan berkata kepada Kevin. "Karena pangeran Kevin yang memulai duluan aku akan segera membawanya kembali untuk dihukum diaula etika."

"Apa?. Tidak, aku tidak mau ketempat suram itu la..." Sebelum Kevin menyelesaikan perkataannya, dia tiba-tiba di buat pingsan oleh Sebastian.

"Ngomong-ngomong dimana istrimu yang dihina itu, Nak?." Tanya Sebastian.

Lux yang mendengar pertanyaan Sebastian tidak menjawab, tetapi di jawab oleh Rose. "Itu aku."

Sebastian yang mendengar ucapan Rose tersentak kaget. Dia mengerutkan kening dan menatap Lux dengan tajam sambil memegang janggutnya.

Lux yang melihat tatapannya tidak goyah dan balas menatap Sebastian. Saat suasana semakin tegang tiba-tiba Rose mengintrupsi.

"Sebas, ini bukan lagi rana yang bisa kamu ikut campur." Ucap Rose.

"Hah. Maafkan aku tuan putri. Kalau begitu aku mohon undur diri." Ucap Sebastian.

Rose mengangguk, sementara Lux hanya dengan tenang tersenyum kepada Sebastian.

Sebastian yang melihat senyum Lux, tersinggung dan segera berkata. "Nak, kita mungkin kapan-kapan bisa minum teh bersama?"

"Tentu saja. Aku tidak masalah." Balas Lux.

Sementara Rose hanya menghela nafas melihat hal ini.

Terpopuler

Comments

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Lanjutkan Thor, tetap semangat ya 😀💪 👍👍🙏

2023-02-26

2

Hades Riyadi

Hades Riyadi

mantaabb abiiss....🤔🙄😀💪👍👍

2023-02-26

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Transmigrasi
2 Chapter 2 Apakah Kamu telah ***** Putri Rose?
3 Chapter 3 Apakah salah aku melihat istriku sendiri?
4 Chapter 4 Ara ara.
5 Chapter 5 Pedang itu langsung menembus perut Lux.
6 Chapter 6 Apakah aku akan mati?
7 Chapter 7 Alex
8 Chapter 8 Ingat siapa yang mendominasi disini.
9 Chapter 9 Sepertinya aku harus sekali-kali mendominasimu.
10 Chapter 10 Mengobrol dengan orang tua yang pikun memang susah mengerti bahasa.
11 Chapter 11 Seorang pria yang dirantai lehernya oleh seorang wanita cantik.
12 Chapter 12 Istri kedua.
13 Chapter 13 Fifian
14 Chapter 14 Sementara Rose hanya menghela nafas melihat hal ini.
15 Chapter 15 Apakah Kamu yakin ingin menjual Artefak suci ini?
16 Chapter 16 Ketiga istrimu.
17 Chapter 17 Jadi begini rasanya memiliki Harem
18 Chapter 18 Terimakasih Tante.
19 Chapter 19 Semua orang diruang itu hening dan berpikir dengan serius.
20 Chapter 20 Belum cukup yahh. Sepertinya hanya itu jalan satu-satunya.
21 Chapter 21 Lux berhenti menjadi pengecut dan bersembunyi dibawah lubang wanita.
22 Chapter 22 Ugh. Sepertinya bukan hanya kita bertiga.
23 Chapter 23 Kalau tidak salah tokoh itu milik seorang Ras Elf.
24 Chapter 24 Hutan Terlarang 1.
25 Chapter 25 Hutan Terlarang 2
26 Chapter 26 Hutan Terlarang 3.
27 Chapter 27 Kalau begitu aku tidak akan sopan.
28 Chapter 28 Aku menginginkan benihmu.
29 Chapter 29 Dia adalah suamiku Lux.
30 Chapter 30 Akan aku buat kamu sujud dibawah selangkanganku.
31 Chapter 31 Lux, kamu memang penyelamat suku kami.
32 Chapter 32 Kelemahan : Lux Fos
33 Chapter 33 Wah, wah bukannya ini Yasaka sayangku.
34 Chapter 34 Keluarga Fenrir
35 Chapter 35 Astaga. Kamu sangat beruntung Yasaka....
36 Chapter 36 Bahal
37 Chapter 37 Tunggu dulu....
38 Chapter 38 Orochi.
39 Chapter 39 Kena kau bajingan.
40 Chapter 40 Raja Lion. Aku akan mengingat semua ini.
41 Chapter 41 Gate.
42 Chapter 42 Apa saja yang kamu minta, aku pasti akan mengabulkannya.
43 Chapter 43 Salam kepada yang mulia Golden Crow.
44 Chapter 44 Hahaha. apakah itu sebuah pujian?
45 Chapter 45 Bagaimana?
46 Chapter 46 Tidak baik, ini jebakan.
47 Chapter 47 Baiklah. Tetapi sebelum itu...
48 Chapter 48 Komandan, kamu sangat beruntung masih hidup.
49 Chapter 49 Pure Yang.
50 Chapter 50 Bangsa iblis.
51 Chapter 51 Apakah mereka tidak memiliki cita rasa di lidahnya?.
52 Chapter 52 Perang.
53 Chapter 53 Perang 2.
54 Chapter 54 Perang 3.
55 Chapter 55 Perang 4
56 Chapter 56 Perang 5
57 Chapter 57 Perang 6
58 Chapter 58 Perang 7
59 Chapter 59 Puncak Perang 1
60 Chapter 60 Puncak Perang 2.
61 Chapter 61 Puncak Perang 3.
62 Chapter 62 Puncak Perang 4.
63 Chapter 63 Puncak Perang (Final)
64 Chapter 64 Lux, aku sangat merindukanmu.
65 Chapter 65 Aku tidak bisa di dahului oleh ibuku.
66 Chapter 66 Bayi Naga.
67 Chapter 67 Kerajaan Elf.
68 Chapter 68 Aku tidak punya waktu untuk bermain denganmu.
69 Chapter 69 Apakah kamu benar ingin menikahi putriku, manusia?.
70 Chapter 70 Utusan kerajaan Moon.
71 Chapter 71 Apakah aku semenjijikan itu?
72 Chapter 72 Melinda yang terobsesi.
73 Chapter 73 Pohon Dunia
74 Chapter 74 Kebangkitan garis darah.
75 Chapter 75 Peleburan Mana
76 Chapter 76 Kerajaan Chaos, Matahari dan Bulan.
77 Chapter 77 Hanya bisa menonton.
78 Chapter 78 Elder Telor
79 Chapter 79 Serikat pedagang, Akademi Bintang dan Menara sihir.
80 Chapter 80 Putri kerajaan Mesh
81 Chapter 81 Manusia yang tidak memiliki cita rasa.
82 Chapter 82 Putri Lolita.
83 Chapter 83 Pengepungan
84 Chapter 84 Bekerjasama.
85 Chapter 85 Kebangkitan Garis darah Lolita.
86 Chapter 86 Mata-mata.
87 Chapter 87 Adu domba.
88 Chapter 88 Tahap Saint.
89 Chapter 89 Peperangan 1
90 Chapter 90 Peperangan 2
91 Chapter 91 Peperangan 3
92 Chapter 92 Peperangan 4
93 Chapter 93 Peperangan 5
94 Chapter 94 Peperangan 6
95 Chapter 95 Peperangan 7
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Chapter 1 Transmigrasi
2
Chapter 2 Apakah Kamu telah ***** Putri Rose?
3
Chapter 3 Apakah salah aku melihat istriku sendiri?
4
Chapter 4 Ara ara.
5
Chapter 5 Pedang itu langsung menembus perut Lux.
6
Chapter 6 Apakah aku akan mati?
7
Chapter 7 Alex
8
Chapter 8 Ingat siapa yang mendominasi disini.
9
Chapter 9 Sepertinya aku harus sekali-kali mendominasimu.
10
Chapter 10 Mengobrol dengan orang tua yang pikun memang susah mengerti bahasa.
11
Chapter 11 Seorang pria yang dirantai lehernya oleh seorang wanita cantik.
12
Chapter 12 Istri kedua.
13
Chapter 13 Fifian
14
Chapter 14 Sementara Rose hanya menghela nafas melihat hal ini.
15
Chapter 15 Apakah Kamu yakin ingin menjual Artefak suci ini?
16
Chapter 16 Ketiga istrimu.
17
Chapter 17 Jadi begini rasanya memiliki Harem
18
Chapter 18 Terimakasih Tante.
19
Chapter 19 Semua orang diruang itu hening dan berpikir dengan serius.
20
Chapter 20 Belum cukup yahh. Sepertinya hanya itu jalan satu-satunya.
21
Chapter 21 Lux berhenti menjadi pengecut dan bersembunyi dibawah lubang wanita.
22
Chapter 22 Ugh. Sepertinya bukan hanya kita bertiga.
23
Chapter 23 Kalau tidak salah tokoh itu milik seorang Ras Elf.
24
Chapter 24 Hutan Terlarang 1.
25
Chapter 25 Hutan Terlarang 2
26
Chapter 26 Hutan Terlarang 3.
27
Chapter 27 Kalau begitu aku tidak akan sopan.
28
Chapter 28 Aku menginginkan benihmu.
29
Chapter 29 Dia adalah suamiku Lux.
30
Chapter 30 Akan aku buat kamu sujud dibawah selangkanganku.
31
Chapter 31 Lux, kamu memang penyelamat suku kami.
32
Chapter 32 Kelemahan : Lux Fos
33
Chapter 33 Wah, wah bukannya ini Yasaka sayangku.
34
Chapter 34 Keluarga Fenrir
35
Chapter 35 Astaga. Kamu sangat beruntung Yasaka....
36
Chapter 36 Bahal
37
Chapter 37 Tunggu dulu....
38
Chapter 38 Orochi.
39
Chapter 39 Kena kau bajingan.
40
Chapter 40 Raja Lion. Aku akan mengingat semua ini.
41
Chapter 41 Gate.
42
Chapter 42 Apa saja yang kamu minta, aku pasti akan mengabulkannya.
43
Chapter 43 Salam kepada yang mulia Golden Crow.
44
Chapter 44 Hahaha. apakah itu sebuah pujian?
45
Chapter 45 Bagaimana?
46
Chapter 46 Tidak baik, ini jebakan.
47
Chapter 47 Baiklah. Tetapi sebelum itu...
48
Chapter 48 Komandan, kamu sangat beruntung masih hidup.
49
Chapter 49 Pure Yang.
50
Chapter 50 Bangsa iblis.
51
Chapter 51 Apakah mereka tidak memiliki cita rasa di lidahnya?.
52
Chapter 52 Perang.
53
Chapter 53 Perang 2.
54
Chapter 54 Perang 3.
55
Chapter 55 Perang 4
56
Chapter 56 Perang 5
57
Chapter 57 Perang 6
58
Chapter 58 Perang 7
59
Chapter 59 Puncak Perang 1
60
Chapter 60 Puncak Perang 2.
61
Chapter 61 Puncak Perang 3.
62
Chapter 62 Puncak Perang 4.
63
Chapter 63 Puncak Perang (Final)
64
Chapter 64 Lux, aku sangat merindukanmu.
65
Chapter 65 Aku tidak bisa di dahului oleh ibuku.
66
Chapter 66 Bayi Naga.
67
Chapter 67 Kerajaan Elf.
68
Chapter 68 Aku tidak punya waktu untuk bermain denganmu.
69
Chapter 69 Apakah kamu benar ingin menikahi putriku, manusia?.
70
Chapter 70 Utusan kerajaan Moon.
71
Chapter 71 Apakah aku semenjijikan itu?
72
Chapter 72 Melinda yang terobsesi.
73
Chapter 73 Pohon Dunia
74
Chapter 74 Kebangkitan garis darah.
75
Chapter 75 Peleburan Mana
76
Chapter 76 Kerajaan Chaos, Matahari dan Bulan.
77
Chapter 77 Hanya bisa menonton.
78
Chapter 78 Elder Telor
79
Chapter 79 Serikat pedagang, Akademi Bintang dan Menara sihir.
80
Chapter 80 Putri kerajaan Mesh
81
Chapter 81 Manusia yang tidak memiliki cita rasa.
82
Chapter 82 Putri Lolita.
83
Chapter 83 Pengepungan
84
Chapter 84 Bekerjasama.
85
Chapter 85 Kebangkitan Garis darah Lolita.
86
Chapter 86 Mata-mata.
87
Chapter 87 Adu domba.
88
Chapter 88 Tahap Saint.
89
Chapter 89 Peperangan 1
90
Chapter 90 Peperangan 2
91
Chapter 91 Peperangan 3
92
Chapter 92 Peperangan 4
93
Chapter 93 Peperangan 5
94
Chapter 94 Peperangan 6
95
Chapter 95 Peperangan 7

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!