"Apakah hanya ini saja kemampuanmu?" Ucap Lux dengan santai.
Ren yang mendengar ucapan Lux sangat marah.
"Lux kamu benar-benar ingin mencari kematianmu sendiri." Ucap Ren, sambil mengeluarkan aura mananya dengan gila, tetapi hal yang tidak disangka-sangka oleh Ren, suara dingin tiiba-tiba terdengar dibelakang Ren.
"Kamulah yang mencari kematianmu sendiri."
Lux berkata dengan dingin dibelakang Ren. Ren terkejut dan berkeringat dingin oleh kemunculan Lux yang tiba-tiba dibelakangnya.
Sebelum Ren sempat mundur, Lux dengan santai memegang kepala Ren.
Ren yang kepalanya dipegang oleh Lux mencoba melepaskannya, tetapi hal yang tidak terduga terjadi. Ren tidak bisa bergerak. Ren mulai panik dan berkata dengan keras. "Lux bajingan, apa yang telah kau lakukan?"
Lux yang mendengar pertanyaan Ren, menghiraukannya. Lux kemudian menggunakan kemampuan Devournya dan fokus menghisap semua mananya. Mana Ren mulai diserap dengan sangat cepat.
Ren yang merasakan mananya tiba-tiba berkurang dengan cepat terkejut. Ren mulai panik dan berteriak. "Pangeran Kevin, tolong aku, aaaaaa."
Pandangan Ren mulai memutih diapun tidak sadarkan diri. Sementara itu Kevin yang melihat pertempuran sepihak tersebut berkeringat dingin dan bergumam. 'Apa yang telah dia lakukan?, tiba-tiba Lux menghilang dan muncul dibelakang Ren, kemudian Ren tidak bergerak, setelah itu Ren pingsan dan pertanyaan yang paling membingungkan dari semua ini adalah kenapa dia menjadi sangat kuat?.'
Para penduduk yang menontonnya tercengang dan takut. Sementara itu Nana dan Arthur yang melihat Lux ketakutan dan segera menghampiri Rose. "Kakak Rose... Kakak Lux telah membunuh orang."
"Tenang saja tidak usah takut. Kakak Lux tidak membunuhnya, dia hanya membuatnya pingsan."
Arthur dan Nana yang paham dengan ucapan Rose mengangguk mengerti. Sementara Rose berkata kepada Lux. "Lux, sudah kubilang jangan berlebihan. Ada Arthur dan Nana disini."
Lux yang mendengar ucapan Rose mengangguk dan meminta maaf.
Sementara itu Fifian sangat terkejut dengan perubahan Lux yang tiba-tiba. Fifian mengetahui bahwa Lux tidak sekuat itu, bahkan Lux sering menjadi bahan Bulian di akademi. Tetapi apa yang dilihat Rose sekarang sangat mencengangkan. Selain wajahnya berubah semakin tampan, Kepribadian yang menjadi jauh lebih dingin dan pendiam. Kekuatannya juga bahkan sama kuatnya dengan kakaknya Ray atau mungkin lebih kuat dan dia bahkan memiliki elemen Ruang yang merupakan elemen paling langka.
"Rose kenapa Lux tiba-tiba menjadi sangat kuat?." Tanya Fifian dengan bingung.
"Aku juga tidak mengetahuinya, tiba-tiba saja dia menjadi kuat setalah kita melakukan hubungan ba..ba..ba..badan." Ucap Rose dengan canggung dan memerah.
Fifian yang mendengar ucapan Rose tercengang dan tidak bisa berkata-kata.
Sementara itu, Lux yang telah menelan seluruh mana Ron menyeringai senang. 'Hmm. Walaupun tahap Manaku hanya meningkat sedikit itu sudah sangat bagus. Kalau aku terus melakukan tindakan ini, tidak butuh waktu lama sebelum aku menerobos lagi. Sepertinya selain meditasi aku punya cara lain untuk meningkatkan Manaku, kalau tidak salah dibagian selatan kerajaan Green ada Hutan kematian yang dihuni oleh beberapa monster mana. Tetapi untuk sekarang....'
Lux melihat kebelakang dan menatap Kevin dengan dingin. "Sekarang giliranmu."
Kevin dan kedua anggotanya dibelakang berkeringat dingin.
"Lux, bagaimana kalau kita menyelesaikan ini dengan baik-baik. Aku akan melepaskan Fifian, tetapi kamu harus membiarkan kami pergi." Ucap Kevin dengan takut.
"Hoo. Sepertinya ada yang salah disini yang perlu aku luruskan. Aku disini tidak untuk menolong gadis berdada sapi itu. Tetapi sebenarnya aku disini ingin mengambil hidupmu karena telah menghina istriku. Tetapi sayang sekali, kalau aku membunuhmu itu bisa menyebabkan masalah, jadi aku akan mengambil tanganmu sebagai gantinya." Lux membalas dengan dingin.
Rose yang mendengarnya merasa manis dihatinya, sementara Fifian yang mendengar ucapan Lux mengerutkan kening dengan tidak senang.
'memangnya ada masalah apa kamu denganku?, sehingga kamu mengatakan hal itu?. Bukannya kamu seharusnya senang menyelamatkan wanita cantik sepertiku?, dan apa maksud dengan dada sapi?, bukannya ini ukuran yang normal.' Gumam Fifian dengan kesal.
Sementara para penduduk terutama para kaum wanita yang mendengar perkataan Lux merasa terharu.
"Sepertinya kabar tentang Tuan Lux melecehkan putri Rose hingga memaksanya untuk menikahinya tidak benar. Jelas-jelas sekarang dia mengatakan telah menjadi suami putri Rose dan bahkan berdiri didepannya untuk membela putri Rose." Ucap salah satu kaum wanita.
"Memang benar. Aah, tuan Lux sangat tampan dan gagah. Tuan Lux, tolong bawa aku menjadi selirmu tuan." Teriak salah satu gadis dan akhirnya diikuti oleh gadis lainnya.
"Ah, Tuan Lux tolong bawa aku saja. Aku masih perawan." Ucap gadis lainnya.
Akhirnya para wanita berteriak berebut untuk memenangkan hati Lux.
Sementara itu Rose yang mendengarnya muram dan segera berteriak. "Diam.." sontak semua orang langsung terdiam.
Lux yang tidak menghiraukan ucapan sekitarnya. Berjalan mendekati Kevin secara perlahan-lahan.
Kevin yang melihat kedatangan Lux berteriak panik. "A,apa yang ingin kamu lakukan?. Jangan mendekat aku adalah seorang pangeran, kalau kamu berani menyakitiku jangan harap kamu dan keluargamu bisa selamat. Walaupun keluargamu seorang Duke."
Lux yang mendengar ucapan Kevin, tidak menghiraukannya dan terus melangkah. Kevin yang melihat tindakan Lux mulai berteriak lagi. "Apa yang kalian lakukan dibelakang? Cepat halangi dia!."
Kedua pria di belakang Kevin ketakutan. Tetapi bukannya mendengarkan perintah Kevin mereka malah melarikan diri dengan panik.
Kevin yang melihat hal ini marah dan mengumpat. "Bajingan..."
"Sepertinya tidak ada lagi yang bisa menolongmu." Ucap Lux.
Kevin yang melihat Lux sudah berada didepannya terkejut dan terjatuh.
"Kyaaaaaaa. Menjauh dariku." Kata Kevin berusaha merangkak dan menjauh dari Lux.
Lux yang melihat tingkah Kevin mengangkat alisnya. 'Hmm. Tidak aku sangka pangeran kedua sepengecut ini.'
Lux kemudian mengeluarkan pedang biasa dari cincin penyimpanan yang telah diberikan oleh ayahnya kemarin.
Saat Lux ingin melesatkan pedangnya ketangan pangeran kedua. Tiba-tiba ada yang menghalau Pedang tersebut dengan tangan kosong.
"Tidak aku sangka anak dari Ron sebrutal ini?." Ucap lelaki paruh baya yang tiba-tiba muncul di depan Lux.
Lux yang melihat pria paruh baya itu menghalau pedangnya mengerutkan kening.
'Orang tua ini tidak sederhana. Auranya sama dengan ibu Rose, Linlin. AI, periksa statusnya.' Gumam Lux, dia kemudian mundur kebelakang mengambil jarak.
[Mulai Menganalisis.....]
[Status
Nama : Sebastian.
Umur 500 Tahun.
Garis Darah : Tidak Ada.
Statistik : 6000 Power
Tahap Meditasi: Mana Core Tahap Perak.
Karakteristik: Baik, Setia dan Kalem.]
Lux yang melihat statusnya sedikit santai kemudian berkata. "Senior sepertinya kamu salah paham disini. Pangeran kedua duluan yang telah menghina istriku. Jadi aku tidak bisa membiarkan hal itu, kan?."
"Ah, akhirnya kamu datang juga Sebas. Cepat tangkap bajingan itu. Dia berusaha membunuhku. Perkataan yang dia lontarkan tadi semua bohong." Ucap Kevin dengan marah.
"Apakah itu benar?" Tanya Sebas dengan tenang kepada Lux.
Sebelum Lux sempat menjawab tiba-tiba Rose yang berada dibelakangnya berkata. "Sebas. Apa yang dikatakan Lux memang benar. Saudaraku Kevin yang telah memulai duluan."
Arthur dan Nana menambahkan perkataan Rose. "Itu memang benar Sebas. Kakak Kevin yang memulai duluan."
Sebastian melihat arah suara, segera menundukkan kepalanya. "Maafkan atas kekasaranku yang mulia pangeran dan putri. Aku tidak mengetahui bahwa kalian juga berada disini."
Rose yang mendengar balasan Sebas dengan ringan berkata. "Tidak apa-apa. Kamu bisa bertanya pada penduduk disekitar, mereka semua telah melihat apa yang terjadi dari awal."
Kevin yang mendengar ucapan Rose berwajah suram dan akhirnya pasrah dengan keadaan.
Sementara para penduduk yang mendengar ucapan Rose segera menjawab dengan antusias terutama kaum wanita.
"Memang benar pangeran Kevin yang memulai pertama." Ucap salah seorang.
"Iya" Ucap yang lainnya.
Suara akhirnya semakin banyak mendukung Lux. Sebastian yang mendengar kesaksian penduduk, segera paham dan berkata kepada Kevin. "Karena pangeran Kevin yang memulai duluan aku akan segera membawanya kembali untuk dihukum diaula etika."
"Apa?. Tidak, aku tidak mau ketempat suram itu la..." Sebelum Kevin menyelesaikan perkataannya, dia tiba-tiba di buat pingsan oleh Sebastian.
"Ngomong-ngomong dimana istrimu yang dihina itu, Nak?." Tanya Sebastian.
Lux yang mendengar pertanyaan Sebastian tidak menjawab, tetapi di jawab oleh Rose. "Itu aku."
Sebastian yang mendengar ucapan Rose tersentak kaget. Dia mengerutkan kening dan menatap Lux dengan tajam sambil memegang janggutnya.
Lux yang melihat tatapannya tidak goyah dan balas menatap Sebastian. Saat suasana semakin tegang tiba-tiba Rose mengintrupsi.
"Sebas, ini bukan lagi rana yang bisa kamu ikut campur." Ucap Rose.
"Hah. Maafkan aku tuan putri. Kalau begitu aku mohon undur diri." Ucap Sebastian.
Rose mengangguk, sementara Lux hanya dengan tenang tersenyum kepada Sebastian.
Sebastian yang melihat senyum Lux, tersinggung dan segera berkata. "Nak, kita mungkin kapan-kapan bisa minum teh bersama?"
"Tentu saja. Aku tidak masalah." Balas Lux.
Sementara Rose hanya menghela nafas melihat hal ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor, tetap semangat ya 😀💪 👍👍🙏
2023-02-26
2
Hades Riyadi
mantaabb abiiss....🤔🙄😀💪👍👍
2023-02-26
1