Mendengar apa yang dikatakan ayahnya membuat Lux terkejut. Lux mulai bingung dengan keadaannya saat ini.
Saat dia akan membalas perkataan Ayahnya tiba-tiba seberkas ingatan yang samar muncul di kepalanya.
Ingatan itu kebetulan menyangkut permasalahannya sekarang. Saat Lux memilah-milah ingatannya dia tidak bisa menahan dirinya untuk tersentak sebentar dan sedikit memerah melihat ingatan dimana dia bersama dengan putri rose melakukan hal seperti itu membuatnya tercengang.
Lux frustasi dan berkeringat dingin. Dia baru saja bertransmigrasi di dunia ini dan harus mendapatkan masalah yang rumit seperti ini. Ingatan dari pemilik tubuh ini juga sangat sedikit.
'Seharusnya semua ingatan mantan pemilik tubuh ini terintegrasi semua kepadaku, agar aku dapat menyiapkan rencana untuk setiap masalah yang akan datang, tetapi kenapa ingatan tubuh ini hanya muncul sedikit - sedikit tidak menyatu secara menyeluruh. Masalah ini semua pasti kalau bukan berhubungan dengan seberkas jiwa pemilik tubuh ini masih ada atau ada masalah dengan hippocampus mantan pemilik tubuh ini.'
Lux berpikir dengan keras dan akhirnya dia mengingat sesuatu.
'Tunggu dulu. Kenapa bisa aku melupakan hal yang sangat penting ini. Aku memiliki AI, dari fungsi yang di jelaskannya dia memiliki fungsi analisis. Dia pasti bisa menganalisis seluruh tubuh ini untuk mencari masalah yang ada.' Lux bergumam dalam benaknya.
'AI analisis tubuh. Apakah ada masalah didalamnya.' Ujar Lux dalam benaknya.
[Mulai Menganalisis Tubuh..]
[Terdapat Masalah pada jiwa dan hippocampus...]
[Membutuhkan Akses Mana sebagai Energi Untuk Memperbaiki. Apakah Akses Mana diizinkan?]
[Ya] [Tidak]
'Ya' jawab Lux dengan cepat.
[Mulai Memperbaiki...]
[Perbaikan Selesai... Menyimpan ingatan di database...]
[Menyingkronkan ingatan..]
Semua ingatan mantan pemilik tubuh ini serta sisa jiwa yang masih ada akhirnya dicerna langsung oleh Lux. Dia mulai memejamkan matanya dan dengan tenang merilekskan kondisi pikirannya dan tubuhnya.
Lux membuka matanya dan bergumam dalam benaknya. 'Sialan. Pantas saja semua orang kaget melihatku tadi. Itu berhubungan dengan perubahan karakter yang tiba-tiba. Mantan pemilik tubuh ini dulunya seorang pengecut, mesum dan tidak bertanggung jawab.'
"Lux kenapa kamu diam?. Aku bertanya apakah kamu menghamili putri Rose?"Ron Fos berkata lagi dengan nada dingin dan agak keras.
Mendengar perkataan ayahnya Lux akhirnya sadar kembali dan dengan tenang berkata.
"Iya, aku telah melakukannya. Aku mohon maaf Ayah." Ujar Lux dengan tenang.
"Bajingan sialan.." Jack sangat marah saat mendengarnya.
Melihat Jack yang menatap Lux dengan tatapan membunuh. Lux dengan santai menanggapinya. Dia tau kenapa kakaknya marah dengannya.
Saudara keduanya sudah lama menyukai putri Rose dan mulai melakukan segala macam cara untuk menyenangkannya, tetapi hal yang dia tidak tau bahwa putri Rose tidak sesederhana itu.
Dia melirik putri Rose dan mulai mengamatinya. Putri Rose yang dilihat oleh Lux juga balas melihatnya dan tersenyum lembut.
'AI analisis statusnya'
[Status
Nama : Rose Pendragon
Umur : 23 Tahun
Tahap Meditasi : Mana Core Tahap Biru
Karakteristik : Sadis, Licik/Cerdas dan Masokis.]
Melihat status putri Rose. Lux mulai bergumam dibenaknya. 'Seperti yang kudaga orang ini memang sangat licik dan berdasarkan informasi yang dimiliki tubuh ini putri Rose hanya berada di tahap meditasi pengaktifan sirkuit mana, tetapi distatusnya sekarang dia berada di Mana Core Tahap Biru. Hmm, sepertinya dia menyembunyikan kekuatannya dengan baik.'
Lux sudah melihat semua ingatan Pemilik tubuh ini dan mengetahui bahwa putri Rose sangat licik. Rose memanfaatkan Lux sebagai alat untuk mengikat keluarga Lux sebagai pendukung saudaranya pangeran ketiga untuk naik tahta Raja.
Raja kerajaan Green memiliki 3 istri yang melahirkan 6 anak yaitu 4 pangeran dan 2 putri. Pangeran pertama dan kedua berasal dari istri pertama raja. Pangeran ketiga dan putri keempat yaitu Rose berasal dari istri ke dua raja. Sementara istri ketiga raja yang telah wafat memiliki putra dan putri yang masih sangat muda.
Raja green saat ini telah terbaring sakit di istana, tinggal menunggu waktu saat dia wafat. Memanfaatkan hal itu, putra dan putri Raja mulai mencari dukungan agar mereka mendapatkan tahta raja. Di kerajaan Green sendiri terdapat 4 Duke termasuk ayah Lux, sementara 2 Duke telah mendukung Pangeran pertama dan 1 Duke telah mendukung Pangeran kedua. Tersisa ayah Lux saja yang belum mendukung siapapun.
Memanfaatkan hal itu Putri Rose mulai merencanakan hal ini agar saudaranya pangeran ketiga memiliki dukungan yang kuat.
Putri Rose mengetahui tidak mungkin mengikat Jack sebagai pendukungnya karena pasti Jack akan memberitahu Ron Fos terlebih dahulu sebelum menyetujui syaratnya.
Sementara untuk saudara pertamaku Ray Fos tidak bisa masuk didalam pikirannya. Dia mengetahui bahwa saudara pertamaku tidak mungkin bisa diikat karena saudara pertamaku Ray Fos merupakan salah satu murid jenius di akademi kerajaan, jadi jalan satu-satunya hanyalah Lux yang terkenal dengan orang yang paling bejat dan mesum di kerajaan.
Dari ingatan yang aku peroleh dia memanfaatkan kelemahan Lux yaitu rasa takut.
Mantan pemilik tubuh ini sangat takut akan masalah karena dia mengetahui bahwa Ayahnya akan membunuhnya kalau dia membuat masalah.
Saat itulah mantan pemilik tubuh ini tidak sengaja menemukan sebuah artefak keluarga kerajaan di jalan menuju bar yang biasa dia datangi.
Melihat artefak didepannya dia dengan serakah mengambil dan menyimpannya, tetapi yang tidak dia sangka dia telah masuk kedalam jebakan putri Rose.
Memanfaatkan hal itu Putri Rose mulai mengancamnya. Lux yang tidak mau mengambil resiko yang lebih besar dia akhirnya menuruti segala macam permintaan dari putri rose, tetapi saat proses negosiasi berlangsung dia masih ragu karena dia membutuhkan sesuatu yang bisa mengikat dengan kuat keluarga Lux. Muncullah idenya yaitu mengikatnya dengan garis darah atau mengandung anak dari keluarga Fos. Dia mengetahui bahwa keluarga Fos memiliki sebuah kebanggaan dan komitmen tersendiri. Sehingga dia seratus persen yakin setelah membuat anak dengan Lux pasti akan dapat mengikat keluarga Fos.
'Tetapi dalam ingatan yang aku lihat ada sesuatu yang janggal yaitu siapa yang meracuni mantan pemilik tubuh ini hingga tewas?. Pasti ini tidak ada hubungannya dengan Putri Rose, karena rencananya bisa gagal kalau Lux mati. Hmmm, Aku harus lebih berhati-hati kedepannya.' Pikir Lux dibenaknya.
"Lux kenapa kamu melihatku seperti itu?"
Rose berkata sambil tersenyum lembut kepadanya.
Lux dengan santai menjawab. "Apakah salah melihat istriku sendiri?"
Sontak semua orang di ruangan tercengang. Pelayan putri Rose yang mendengar itu langsung marah.
"Lancang. Berani-beraninya kamu mengatakan hal itu kepada sang putri?"
Lux hanya tersenyum dan membalas. "Jadi apa yang harus aku katakan? Bukannya dia sekarang mengandung anakku. Bukankah begitu tuan putri?"
Melihat senyuman Lux, membuat pelayan itu berkata dengan malu. "Kamu..."
"Sudah cukup Sisil." Sela Putri Rose.
"Baik nyonya."
Sisil langsung diam kembali.
Sementara Rose membalas perkataan Lux sambil menutup bibirnya yang seksi dengan tangannya. "Fufufu. Tentu saja suami bisa menyebutku sesukanya."
Mendengar percakapan mereka yang saling menggoda. Membuat Jack sangat marah dan berteriak dengan keras.
"Rose apa maksudmu dengan ini?"
Rose yang mendengar perkataan Jack langsung membalas dengan bingung. "Apa maksudmu kakak ipar?"
"Kamu..." Jack yang tidak tahan lagi langsung berdiri dan meninggalkan ruangan dengan marah.
Melihat semua situasi ini membuat ibu Lux bingung dan akhirnya bertanya kepada Rose. "Tuan putri bukannya kamu datang kesini ingin membuat Lux dihukum karena tindakannya?"
Mendengar ucapan ibu Lux yang bingung. Rose langsung membalasnya dengan senyum lembut.
"Tentu saja tidak ibu. Aku dan Lux adalah sepasang kekasih yang bahagia. Justru saya datang kesini ingin meminta restu."
"Aah. Jadi seperti itu. Lux anakku akhirnya kamu sudah dewasa dan akan segera menjadi seorang ayah. Ibu sangat bahagia."
Lissa Fos langsung pergi kearah Lux dan memeluknya dengan bahagia.
Melihat hal ini membuat Lux hanya bisa tersenyum dan balas memeluknya. 'hah. Semua ibu di manapun kamu berada pasti sama, selalu akan mengkhawatirkan anaknya. Sisa jiwa pemilik tubuh ini dan jiwaku telah menyatu berarti aku termasuk anaknya juga, jadi saya harus melindunginya.'
Dari ingatan yang Lux miliki ibu Lux sangat menyayangi anak-anaknya dan tidak membeda-bedakannya. Walaupun Lux sangat mesum dia selalu menuruti dan menyayangi ibunya. Berbeda dengan saudara pertama dan keduanya yang selalu membangkang terhadapnya.
Saat ibu Lux sangat senang dan tertawa dengan bahagia. Ayah Lux Ron Fos tiba-tiba berkata. "Lily tolong bawa ibumu kekamar dulu."
Lily yang masih dalam keadaan bingung dan shock. Langsung tersadar kembali akibat dari perkataan Ayahnya. "Aa, Baik Ayah. Ayo ibu kita kekamar dulu."
"Eeee. Padahal saya masih ingin mengobrol dengan putri Rose."
"Tenang saja ibu. Kita akan mengobrol banyak nanti." Putri Rose membalas.
"Baiklah kalau seperti itu. Kuharap nanti kita bisa mengobrol banyak."
Lissa dan Lily akhirnya berpamitan dan keluar dari ruangan.
"Baiklah sebelum itu aku ingin menegaskan terlebih dahulu kepada tuan putri Rose. Bahwa keluarga Fos kami tidak akan pernah memihak kepada pangeran manapun sampai Raja saat ini di makamkan." Ucap ayah Lux dengan tegas.
Mendengar apa yang dikatakan Ron Fos membuat Rose terkejut sejenak dan kembali menenangkan dirinya dan berkata.
"Fufufu. Apakah ayah ingin membuat anak ini dicampakkan?"
Mendengar apa yang dikatakan oleh tuan putri Rose membuat Ron Fos menajamkan matanya dan auranya sidikit bocor.
"Apa yang dimaksud dengan perkataan tuan putri Rose?"
Putri Rose menjawab dengan dingin. "Ayah mertua dapat mengetahui itu sendiri nanti."
Saat suasana semakin tegang tiba-tiba Lux mencela mereka berdua. "Bagaimana kalau melakukan pertunangan terlebih dahulu.?"
Semua orang terkejut dan menatap Lux.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Hades Riyadi
Like' and Favorit 💪👍👍👍
2023-02-23
2
Chaptayn Cradlle Knot
lanjut...........
2023-02-17
1