*Kediaman keluarga kerajaan
Didalam kamar yang bisa dibilang tidak jauh berbeda kemewahannya dengan kamar Lux. Sedang berjongkok seorang pria yang lehernya sedang dirantai oleh seorang wanita yang cantik.
Wanita itu tersenyum puas saat dia melihat pria tersebut dirantai olehnya.
"Berani-beraninya kamu bertindak secara sewenang-wenang kepadaku didepan umum sebelumnya. Sudah kubilang yang mendominasi disini adalah aku Rose, bukan kamu."
Wanita yang merantai pria tersebut adalah Rose, sementara yang dirantai adalah Lux.
Lux membalas perkataan Rose dengan senyum canggung. "Ah, apakah seperti itu?. Aku pikir kamu sangat menyukai hal tersebut."
"Apa katamu?.." Rose berkata, berusaha menahan rasa malunya.
Melihat tingkah laku Rose, Lux membalasnya dengan senyuman, sementara Rose yang melihat senyum Lux semakin malu.
Rose batuk canggung untuk menenangkan dirinya.
"Ghum... Ngomong-ngomong apa surat kedua yang kamu berikan kepada ibuku?" Rose berkata. Dia masih bingung dengan surat yang diberikan Lux kepada Ibunya.
Lux yang mendengar ucapan Rose menghela nafas dan berkata. "Bisakah kamu melepaskan rantai dileherku ini, sebelum aku mengungkapkannya."
"Memohonlah kepadaku."Ucap Rose dengan senyum menggoda.
Lux yang mendengar ucapan Rose tersenyum canggung, sebelum dia tiba-tiba melepaskan rantai dilehernya dan berjalan menuju tempat Rose.
"Aku mohon, bolehkah aku memasang rantai ini, sekali saja dileher istri tercintaku." Lux berkata sambil memeluk pinggang Rose.
Rose yang mendengar ucapan Lux memerah. Dia membalik wajahnya dan bergumam. "Mu..mu..ngkin lain ka..kali."
Rose mengeluarkan nafas berat seakan semakin bergairah. Sementara Lux yang melihat ini mengangkat alisnya dengan aneh. Tetapi sebelum Lux ingin lebih menggoda Rose lagi, tiba-tiba ada suara yang terdengar disampingnya.
"Putri Rose dan tuan Lux, tidak bisakah kalian membiarkanku keluar dulu, sebelum kalian melakukan hal itu." Ucap Sisil dengan malu sambil menundukkan kepalanya.
Lux dan Rose segera sadar bahwa tidak hanya ada mereka didalam ruangan, tetapi ada juga Sisil. Lux segera berdehem dan menemukan tempat duduk.
Setelah Lux duduk, dia berkata kepada Rose. "Duduklah dulu istriku dan juga kamu Sisil, ini akan menjadi cerita yang panjang untuk di bahas."
Rose yang mendengar ucapan Lux mulai tenang dan segera duduk. Sementara Sisil melihat Rose, untuk meminta izinnya.
Rose yang merasakan pandangan Sisil, berkata kepadanya. "Duduklah Sisil disampingku."
"Terimakasih nyonya." Sisil segera duduk.
Lux yang melihat mereka sudah duduk mulai berkata. "Sepertinya aku harus mulai dari mana?. Hmm, baiklah karena kamu sangat penasaran dengan surat kedua yang kuberikan kepada Ratu Linlin, aku harus mulai bercerita mengenai konflik tiga kerajaan di benua hidden ini."
Rose dan Sisil yang mendengarkan mulai mengangguk.
Lux mulai melanjutkan ceritanya. "Seperti yang mungkin kalian ketahui di benua hidden terdapat empat kerajaan yaitu kerajaan Ness, Green, Demon dan Tree. Tidak termasuk kerajaan Tree yang tidak menyukai konflik dan selalu bersembunyi didalam hutan. Kerajaan Ness, Green dan Demon selalu berkonflik, baik itu karena wilayah, Ekonomi dan Kekuasaan. Konflik itu sudah berlangsung sejak seribu tahun yang lalu. Tetapi secara tiba-tiba, 30 tahun yang lalu kerajaan Ness mengalami peningkatan militer yang luar biasa, yang tidak bisa dipahami dengan akal sehat oleh kedua kerajaan. Kedua Kerajaan tersebut yang merasakan serangan dari kerajaan Ness, sangat frustasi. Kerajaan Ness mampu menekan dua kerajaan tersebut secara bersamaan, membuat Kerajaan Green dan Demon mulai beraliansi. Dalam aliansi tersebut disepakati bahwa kedua kerajaan akan terus beraliansi sampai kerajaan Ness dimusnahkan. Tetapi hal yang tidak terduga terjadi saat aliansi dua kerajaan tersebut, Keluarga Asmodeus dari kerajaan Demon tidak menerima aliansi tersebut. Meraka berkata bahwa aliansi akan terjadi kalau Ratu dari keluarga Asmodeus dan Raja Grey Pandragon menikah yang menyebabkan dilaksanakannya pernikahan."
Lux menghentikan ceritanya dan berkata kepada mereka berdua. "Sampai di sini, apakah kalian paham?."
Rose yang mendengarkan mengangguk dan berkata. "Sampai disini aku paham, tetapi apa hubungannya cerita yang kau sebutkan, dengan kamu memberikan surat ke ibuku?."
"Itulah yang mau aku bahas setelah itu. Satu tahun yang lalu Raja Grey tiba-tiba sekarat dan bersamaan dengan itu Kerajaan Ness melakukan perjanjian damai dengan kerajaan Green dan Demon secara tiba-tiba. Itu membuatku ragu dan mulai menelusuri semua informasi yang bisa kudapat dan aku menemukan sesuatu yang menarik. Pangeran pertama saat ini bukan anak dari Raja Grey melainkan Raja Boston dari kerajaan Ness. Aku berspekulasi bahwa itu pasti permainan dari Ratu pertama."
Rose dan Sisil yang mendengar ucapan Lux tercengang dan terdiam.
"Iiini tidak mungkin" Jawab Sisil ragu dan berkeringat dingin.
Sementara Rose yang mendengar kabar itu tidak terlalu terkejut, tetapi yang membuatnya terkejut adalah dari mana Lux mengetahui hal itu yang seharusnya informasi itu hanya diketahui oleh Linlin dan Rose.
Rose menatap Lux dengan serius dan berkata. "Darimana kamu mengetahui hal itu?"
Sisil yang mendengar ucapan Rose tercengang. "Nyonya, ini...?"
"Sisil, ingat jangan pernah membocorkan informasi ini." Ucap Rose kepada Sisil dengan serius.
Sisil yang mendengar ucapan Rose mengangguk dengan panik.
Sementara itu Lux yang mendengar ucapan Rose tidak terlalu terkejut.
"Sudah kuduga kamu memang sudah mengetahuinya, ya dan untuk pertanyaanmu dari mana aku mengetahui itu adalah rahasia. Tapi kalau kamu ingin mengetahui hal itu Rose, khusus untuk kamu aku tidak masalah memberitahunya." Ucap Lux dengan lugas.
Sementara Rose yang mendengar ucapan Lux paham maksudnya. "Baiklah tidak usah. Mengesampingkan itu. Apakah surat kedua itu adalah informasi mengenai pangeran pertama yang kita bahas ini?." Rose bertanya.
Mendengar hal itu Lux mengerutkan kening dan menjawab dengan serius. "Bukan. Informasi itu adalah spekulasi aku saja. Informasi ini tentang..."
"Sebelum aku menjawab kamu harus berjanji tidak akan shyok dan sedih." Ucap Lux
Rose yang mendengar Lux mengerutkan kening. "Apakah ini menyangkut aku?."
"Tidak. Ini menyangkut adikmu." Ucap Lux
"Kalau begitu lanjutkan." Jawab Rose dengan lugas.
"Hah, baiklah. Kakakmu juga bukan anak dari Raja Grey." Ucap Lux dengan tenang.
Tetapi yang membuat Lux terkejut dan mengerutkan kening adalah ekspresi Rose. Dia melihat Rose shyok dan terguncang, seperti tidak mau menerima kabar itu. Sementara Sisil tidak jauh beda dengan Rose.
"Tenanglah Rose. Sudah kubilang jangan shyok dan sedih."
"Tapi,,..tapi, aku, aku bukan anak kandung Ayah?" Rose berkata dengan sedih.
Apa yang menyebabkan Rose sedih adalah karena Raja Grey saat itu selalu menyayangi Rose dengan tulus. Meskipun Selain Rose masih ada juga yang lain seperti dua anak dari Ratu ketiga, tetapi Raja Grey masih selalu mendahulukan Rose dari pada yang lainnya. Raja Grey saat itu, tidak tahu kenapa dia selalu tidak pernah bisa menolak permintaan Rose, walaupun itu permintaan yang berlebihan, jadi Rose selalu menganggap Raja Grey sebagai sesosok seorang Ayah yang baik dan selalu sangat bahagia bersamanya. Sebenarnya yang menyebabkan perubahan Rose dari seorang putri yang ceria menjadi orang yang dingin adalah karena Raja Grey yang tiba-tiba jatuh sakit satu tahun yang lalu.
Lux melihat Rose menghela nafas dan segera menghampirinya. Sesampainya disana dia langsung memeluknya dan berkata. "Dasar gadis bodoh. Apakah kamu tidak mendengar ucapanku tadi dengan baik, yang aku maksud adalah pangeran pertama, bukan kamu, yang berarti kamu memang anak dari Raja Grey."
"Eh, apakah kamu berusaha berbohong untuk menenangkanku?."
"Tentu saja tidak. Sebenarnya jawaban dari semua itu sudah jelas dapat dilihat dari warna rambut dan matamu,kan?" Ucap Lux dengan senyuman. Lux sudah melihat ulang status Rose dan memang benar garis darah Rose merupakan Naga, tetapi selain naga Lux melihat juga Asmodeus disana.
Rose yang mendengar perkataan Lux segera kembali sadar.
"Benar juga. Karakteristik diriku sangat mirip dengan ayahku." Rose kembali bahagia.
Lux yang melihat kejenakaan Rose, tersenyum.
Lux tersenyum karena baru kali ini dia memasang ekspresi polos seperti itu didepannya, biasanya dia akan memasang ekspresi mendominasi dan anggun.
"Jadi jangan pernah shyok dan sedih seperti tadi karena itu dapat mempengaruhi kandunganmu." Ucap Lux sambil memegang perut Rose.
Rose yang merasakan pelukan dan belaiyan Lux merasa sangat manis. Sementara itu Sisil yang melihat tindakan mesra Lux dan Rose, merasa sangat iri.
Melihat situasi kembali tenang Lux akhirnya melanjutkan pembahasannya.
"Tetapi yang membuatku bingung adalah kenapa kakakmu bukan anak Raja Grey dan kamu adalah anaknya?. Melihat tingkah laku Ratu Linlin saat ini, dia tidak mungkin mencintai Raja Grey, kan?" Ucap Lux yang mengembalikan kesadaran Rose dan Sisil untuk membuat mereka berpikir bersama Lux.
Sebelum mereka sempat berpikir dengan tenang tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Rose.
"Kakak Rose, Kakak Rose. Ini, aku dan Arthur datang berkunjung." Ucap seorang anak gadis berumur sekitar 13 tahun.
Rose, Lux dan Sisil yang mendengar suara tersebut kembali sadar dari pikiran mereka. Berbeda dengan Lux yang bingung dengan tamu yang datang. Rose dan Sisil mengetahui orang yang datang tersebut.
"Masuklah Nana, Arthur." Ucap Rose.
"Terimakasih kakak." Balas Nana dan Arthur.
'Nana?, Arthur?. Bukankah itu anak dari Ratu ketiga' Gumam Lux.
Pintu kamar Rose terbuka dan disana terlihat dua orang anak yang satu seorang perempuan berambut merah seperti Rose yang satunya seorang pria berambut emas.
Saat Lux melihat Arthur dia merasakan sesuatu yang kurang enak dihatinya.
'apakah ini perasaanku saja atau anak ini memiliki sesuatu yang khusus?' Gumam Lux.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor, tetap semangat ya 😀💪👍👍👍
2023-02-25
1
Hades Riyadi
Joss gandos Thor 😀💪👍👍👍
2023-02-25
0
Chaptayn Cradlle Knot
lanjut.........
2023-02-17
1