"cantik..." gumam Kenan yg terdengar jelas oleh pendengaran Chelsea.
"hah? Pak Boss bilang apa barusan?" tanya Chelsea mencoba memasang kedua telinganya lagi, berharap pendengarannya kali ini benar-benar di pasang dengan baik.
Kenan tersentak, ia terlihat salah tingkah. sesekali ia berdehem untuk mencairkan suasana canggungnya.
"ehm... kita langsung ke mobil aja!" sahut Kenan dengan dingin kemudian berlalu meninggalkan sang sekertaris yg terlihat melongo di tempat.
namun tanpa Chelsea sadari, sebuah senyuman manis kini tengah terbit di wajah cantiknya. "Chelsea, buruan! nanti saya telat lho!" suara sahutan yg teramat keras membuyarkan lamunan indahnya. namun seketika itu Chelsea berlari keluar dari mansion boss-nya.
"Pak Boss, tunggu in!" seru Chelsea sambil berlari menuju halaman mansion milik Kenan.
"kamu ngapain aja sih di dalem? ngelamunin apaan? buruan masuk, saya gak punya waktu banyak!" raut wajah ceria Chelsea berubah menjadi kusut setelah mendengar perkataan menyebalkan yg kembali keluar dari mulut pedas sang boss. dengan kesal, Chelsea pun berjalan memasuki mobil bagian kursi belakang. namun, belum sempat Chelsea masuk, langkahnya sudah lebih dulu di cegah oleh Kenan.
"eh? ngapain kamu masuk ke sana!?" tanya Kenan sambil mengangkat sebelah alisnya
"lho!? bukannya Pak Boss sendiri yg nyuruh saya cepetan masuk ke mobil!?"
"tapi saya gak nyuruh kamu buat duduk di kursi belakang!"
"lho? terus? saya harus duduk dimana kalo saya gak duduk di kursi belakang? saya harus duduk di depan sama supir Pak Boss, gitu!?" cerocos Chelsea yg kini sudah menenggerkan kedua tangan nya di pinggang rampingnya.
"ck. saya gak bawa supir! malam ini saya yg bawa mobil, ok?" tutur Kenan, Chelsea mendengkus kesal. kenapa tidak bilang dari tadi!?
kembali. Chelsea berjalan menghampiri pintu mobil bagian depan yg terletak di samping kursi kemudi. Chelsea mulai membukakan pintu mobil tersebut lalu masuk ke dalam mobil tanpa di awali perdebatan terlebih dahulu dengan sang boss.
Kenan menatap Chelsea dari atas sampai bawah saat dirinya kini sudah memasuki mobil dan duduk di kursi kemudi. ia melihat raut wajah kesal dari sang sekertarisnya itu yg membuang muka ke arah jendela kaca mobil. Kenan bergerak dalam posisi duduknya dan mencoba mendekati Chelsea. pada saat yg bersamaan pula, Chelsea membalikkan wajahnya ke arah Kenan.
terkejut!
itu yg tengah mereka rasakan!
Kenan yg tiba-tiba mendekat ke arahnya dan Chelsea yg membalikkan wajah ke arah Kenan, membuat kedua bola mata mereka terbelalak saking kagetnya. Chelsea menatap Kenan tanpa berkedip. namun, Kenan tetap pada pendirian nya. Kenan terus mendekat ke arah sang sekertaris dan pandangan matanya kini sudah tidak lagi menatap manik mata Chelsea.
dengan refleks, Chelsea pun memejamkan kedua matanya lalu,
klik.
Chelsea kembali membuka kedua matanya dan ternyata tidak ada yg terjadi apa pun pada dirinya?!
ia menatap ke sekujur tubuhnya dan kini pandangannya terkunci pada seatbelt yg melilit tubuhnya.
oh, cuman bantuin masangin ini toh!? kirain mau apaan! pikir Chelsea lalu bola matanya kini menatap lekat ke arah Boss nya yg tengah tersenyum menyeringai.
tak lama setelahnya, mobil Kenan pun mulai melaju meninggalkan halaman mansion.
"tadi kamu ngarepin apa dari saya, hm?" Chelsea terkejut saat mendengar sahutan dari sang Boss. ia menatap sekilas ke arah Kenan yg ternyata tengah tersenyum menyeringai.
dengan refleks, Chelsea pun membuang pandangannya ke arah jendela kaca mobil. "ma-maksud bapak? yang mana!?" tanya Chelsea seolah tidak tahu.
"tadi lho, saat saya mendekat ke arah kamu terus mata kamu merem gitu!" terdengar seperti suara mengejek di sebelah sana. Chelsea terus membuang muka nya tanpa peduli dengan Kenan yg terus berkata tanpa henti. wajahnya terasa panas saat ini! mungkin saja kan sekarang wajahnya sudah memerah seperti tomat.
****
Cukup lama Kenan mengendarai mobilnya menuju tempat acara perjamuan yg di adakan di hotel bintang lima yg menurut dirinya sangat penting itu. tak butuh waktu berjam jam, mobil Kenan pun berhenti di sebuah parkiran hotel.
"kita udah sampe!" seru Kenan kemudian melirik ke arah Chelsea.
"oh, iya." Chelsea tersentak kaget, kemudian ia pun keluar dari mobil dan di ikuti oleh Kenan.
"yuk!" seru Kenan sambil menatap ke arah Chelsea yg berdiri di sampingnya.
Chelsea tersenyum, kemudian ia pun mulai memeluk lengan boss nya dengan anggun saat akan memasuki ruang pesta perjamuan.
Kenan tersenyum menyeringai, ini adalah sebuah kesempatan bagus baginya!
dengan cekatan, Kenan pun memeluk pinggang Chelsea dengan posesif. hampir saja Chelsea berhenti melangkahkan kakinya, namun ia urungkan sesaat tubuh mereka berdua sudah hampir berada di depan pintu ruangan pesta perjamuan.
"silakan!" dua orang pelayan laki-laki membukakan pintu ruangan tersebut sambil sedikit membungkuk ke arah para tamu undangan, termasuk ke arah Kenan dan Chelsea.
Chelsea yg mendapat sapaan ramah itu langsung saja menampilkan senyum terbaiknya. namun seperti ada aura dingin, Chelsea melirik ke arah Kenan yg tengah menatapnya dengan tatapan tajam. Chelsea mendongakkan kepalanya seolah bertanya, boss kenapa?
"jangan senyum-senyum kayak gitu lagi sama cowok lain!" Chelsea membelalakkan kedua matanya, ia bingung maksud dari ucapan Kenan barusan.
"mak--"
"hi, Kenan!" sebuah sapaan dari arah lain mengalihkan perhatian keduanya sehingga pandangan mereka pun tertuju pada sumber suara yg menyahutinya.
wew! di pesta perjamuan ini juga ada bule!?- gumam Chelsea sambil sesekali menelan ludahnya susah payah.
Bayangkan saja!
seorang bule tampan ini tengah berjalan ke arah mereka berdua dengan tubuh tinggi atletis, rambut yg sengana di sisir ke belakang, sorot mata yg hangat dan bulu-bulu halus yg berada di sekitar wajahnya, menambah kesan ketampanannya itu loh!
"Hi, John! how are you!?" sapa Kenan kemudian melepas pelukannya di tubuh Chelsea dan beralih untuk menjabat tangan seorang laki-laki yg bernama John itu.
"I'm fine, thanks!" sapa John sopan sambil menampilkan senyum di wajahnya. John mengedarkan pandangannya ke arah samping Kenan yg di dapatinya adalah seorang wanita cantik tengah tersenyum manis ke arahnya.
"Oh, Kenan. who is the woman beside you is?" Kenan mengernyitkan keningnya lalu melepas jabat tangan tersebut kemudian pandangan nya teralihkan ke arah Chelsea yg sedari tadi terus menatap girang ke arah John.
"oh. she is my sekretary!"
"hallo, my name is Chelsea! Nice to meet you!" sapa Chelsea kemudian menjulurkan tangan kanannya mencoba untuk bersalaman dengan John.
"hallo, Chelse! I'm John, Coworkers your boss!" John membalas uluran tangan Chelsea sambil memperlihatkan senyum manis di wajahnya.
OMG!!!
kok bisa-bisanya sih Boss Kenan punya rekan kerja cogan kayak dia! ah, jadi betah lama-lama di pesta perjamuan ini!- Chelsea bergumam dalam hatinya.
ia tak henti-hentinya terus memuji atau bahkan bersyukur karena sudah di ajak boss nya untuk menghadiri pesta ini. seketika ia melupakan isi pikirannya tentang pertanyaan dari sang mama tadi saat dirinya tengah berendam.
ya, apa lagi kalau bukan di suruh cepat menikah!
di satu sisi, Kenan tengah menatap horor pada sang sekertaris. ia menggenggam erat pergelangan tangannya kuat-kuat. ingin rasanya Kenan menghajar John sekarang juga! tapi tidak mungkin, toh Chelsea bukan siapa-siapa nya!
bener gak!?
ehem...
To be continue...
Halo!!
like sama komen nya mohon di tinggalkan di bawah, ok!?
see you next chapter!:*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Tara
Perbaikan keturunan ama bule.. Uhuy😉🤭😍
2022-08-25
1
anita azka
cinta yg tak disadari 🤭🤭🤭
2021-07-22
0
Finanda Putri
kok isi hati kenan suka di patahkan sendiri sih, gak jentel....
2020-05-30
1