"Chelsea?" sahut seorang lelaki yg tak lain adalah Kenan, Chelsea's Big Boss!
Iya?" jawab Chelsea saat dirinya habis melakukan aktivitas mencuci piring.
"Kamu mau langsung pulang?"
"Iya, tapi saya mau ambil tas saya dulu. Tapi dari tadi kok gak ketemu ya?" ucap Chelsea sembari menatap ke sekeliling ruangan di mansion boss nya, lebih tepat nya ruang tamu.
"Kan kamu kesini gak bawa tas?!" kata Kenan, membuat seorang Chelsea membelakakkan kedua matanya.
"Ah... Iya ya, hehe. Saya lupa," Chelsea tertawa garing, ia mulai merasa malu saat ini.
Bisa-bisa nya sikap pelupa nya ini tertinggal di sini!
"Dasar udah tua!" celetuk Kenan sambil tertawa renyah menanggapi sikap dari sekertaris nya.
Mendengkus kesal, "Pak Boss bilang apa barusan?" tanya Chelsea sembari menampilkan wajah sok tenang.
"Hah? Seriusan kamu gak denger yg saya bilang barusan? Dasar deh! Udah pikunan, tuli lagi!" celetuk Kenan, lagi. Membuat kesabaran seorang Chelsea mulai di uji saat ini.
Dengan kesal, Chelsea menjawab, "Saya denger apa yg pak Boss bilang barusan!" ujarnya sambil memicingkan kedua mata nya.
"Oh, berubah pikiran? Saya kira kamu beneran tuli!"
Euhh...
Sialan kau Boss!
"Pak Boss Kenan!" geram Chelsea.
"Bisa gak sih, gak usah usilin saya, sehariiiiiii aja! Hm?!" tanya Chelsea sedikit ada penekanan dalam ucapan nya.
"Gak bisa tuh! Udah jadi kebiasaan saya untuk usilin kamu! Oh, mungkin udah jadi hobi saya!" papar Kenan membuat seorang Chelsea menggertakan giginya.
"Boss makin lama makin ngeselin tahu gak!" gertak Chelsea mulai tidak peduli dengan status boss nya.
Ia sudah sangat muak dengan tingkah menyebalkan dari Kenan! Biarlah dia marah-marah sesekali, walaupun itu harus pada boss besar yg selalu mengatur ngatur nya.
Melenggang, Chelsea berjalan melewati Kenan dengan wajah yg sedikit di tekuk karena kekesalan nya yg teramat.
"Kamu mau kemana, Chelsea?" tanya Kenan, sembari menarik tangan sekertaris nya hingga tubuh nya pun ikut tertarik.
"Ah!" Chelsea mendesah saat Kenan mulai menarik dirinya dalam dekapan nya. Tanpa di sengaja, ia menatap manik mata boss nya dengan jarak yg sangat sangat dekat.
Dan Kenan?
Ia tengah tersenyum miring sambil menatap manik mata Chelsea.
Chelsea...
Ternyata kamu ini cantik juga!
Sebuah bisikkan aneh melintasi pikiran seorang Kenan. Ia membelalakkan kedua mata nya saat sudah menyadari apa yg baru saja ia pikiran.
Kenan melepaskan genggaman tangan nya pada Chelsea, lalu menjauhkan tubuh nya dari sekertaris nya.
Sial.
Aku mikir apaan sih?
Enggak enggak!
Dia gak cantik, tapi jutek! Titik!!! - pikir Kenan, mencoba mengelak dan menjauhkan dahulu pemikiran barusan.
Hening!
Suasana menjadi canggung. Tak seperti biasanya. Ini untuk ke dua kali nya mereka merasakan canggung.
What?
Ke dua?
Lalu kapan yg pertama?!
Yg pertama adalah saat Chelsea mulai melamar pekerjaan di kantor Kenan! Sekitar... 2 tahun yg lalu...
"Ekhem..." Kenan berdehem untuk mencairkan suasana. Chelsea menoleh ke arah big boss nya.
Ia juga mulai merasa canggung.
"Saya antar kamu pulang!" ucap Kenan. Chelsea tidak percaya dengan apa yg ia dengar barusan.
"Apa?" tanya Chelsea mencoba memasang kembali kedua telinga nya. Barusan ia tidak salah dengar kan?
"Ayo!" Kenan lalu menarik pergelangan tangan Chelsea, membawanya keluar dari mansion megahnya, untuk segera mengantar wanita itu ke apartemennya.
Sang sekertaris tentu saja merasa terpaku dengan tingkah baru sekaligus aneh dari boss nya barusan! Chelsea jadi merasa gugup.
Aduh, boss!
Jangan baikin saya dong! Nanti kalo saya suka sama boss kan bisa berabe! gumam Chelsea dalam hatinya.
Kini, mereka berdua tengah berada di luar mansion milik Kenan. Kenan membuka pintu mobil sebelah kemudi nya, "masuk!" perintah Kenan sambil memalingkan wajah nya.
"Tapi... Saya bisa---"
"Tidak ada penolakkan!" potong Kenan tanpa memedulikkan apa yg akan wanita itu ucapkan padanya.
Aih. Sikap dingin nya balik lagi! Dasar boss aneh_-
Akhirnya, Chelsea pun masuk ke dalam mobil mewah milik boss nya. Kenan pun segera menyusul dengan mengitari mobil lalu masuk ke bagian kursi kemudi.
Kenan mulai menjalankan mobil nya perlahan keluar meninggalkan mansion megah nya.
Suasana hening ini kembali menyerang ke diri mereka, lagi.
.....
.....
Sekitar 15 menit Kenan menjalankan mobil nya dan kurang lebih dalam waktu itu juga mereka tidak melakukan obrolan di dalam mobil.
Brukk.
"Ah, ada apa ini?" pekik Chelsea saat mobil yg di kendarai oleh boss nya mendadak berhenti di tengah jalan yg sepi.
"Chel, kamu gak pa-pa?" tanya Kenan sambil menoleh ke arah sekertaris nya.
"Eh? Saya gak pa-pa! Pak Boss gak pa-pa?" Chelsea balik bertanya, Kenan pun mengangguk cepat untuk menjawab pertanyaan dari sekertaris nya barusan.
"Saya nabrak motor, Chel! Gimana ini!" panik Kenan membuat Chelsea menengadahkan kepalanya dan menatap ke luar kaca mobil bagian depan.
Benar saja!
Sebuah motor matik berwarna merah sudah tergeletak ke jalan bersama dengan sepasang lelaki bertubuh tinggi memakai jaket kulit hitam dengan celana jeans yg senada, dan yg satu nya lagi memakai kaos sablon berwarna hitam dengan celana jeans bolong bolong pada bagian lutut nya yg kini sudah mulai berdiri dan menghampiri mobil Kenan dan Chelsea.
"Aduh! Kok pak boss gak hati-hati sih?" Chelsea mulai takut saat seorang lelaki berjalan mendekati kaca mobil samping dirinya.
"Tapi saya gak nabrak mereka kok! Mereka nya aja yg lebay, gak kena apa-apa aja udah jatoh!" protes Kenan tidak terima.
Tok tok tok.
Kini sebuah ketukan keras dari kaca mobil mengalihkan perhatian kedua nya.
"Woy, buka!!! Gak sadar barusan udah nabrak kita, hah!!!" teriak seorang lelaki itu yg mengenakan kaos dan kini juga mulai di ikuti oleh lelaki satu nya lagi yg memakai jaket kulit hitam untuk mencoba mengetok kaca mobil sebelah Kenan.
"Boss! Saya takut! Gimana ini? Apa jangan-jangan mereka begal? Aduh, boss gimana nih!!!" Chelsea panik, membuat Kenan mengerutkan kedua alis nya dengan serius.
"Kamu tunggu disini!" ucap Kenan, mencoba untuk meyakinkan Chelsea, lalu Kenan keluar lewat pintu mobil yg kini sudah ia buka.
Buk.
"Gak usah ketok-ketok kaca mobil saya! Mobil saya ini harganya mahal, emang kalian punya uang buat gantiin?!" teriak Kenan pada kedua orang lelaki yg kini sudah berada di hadapan nya.
Alama!
Boss, bisa gak sih gak usah pamer dulu? Ini keadaan nya lagi genting lho! -gumam Chelsea dengan nada pelan sambil menepuk dahi nya menggunakan tangan kiri nya.
"Dasar orang kaya! Lo udah bikin kita adek ama abang ketabrak! Mau tanggung jawab gak?" teriak salah seorang lelaki yg memakai jaket kulit hitam.
"Mana buktinya!" tanya Kenan dengan tampang dingin.
"Bukti?!" ucap lelaki yg memakai jaket kulit hitam itu menjeda.
To be continue...
Halo!!!
Lama update nya ya?
Maaf! Kemarin author nya lagi sakit guys! Tapi skrng udh gpp kok:)
Oh iya, jangan lupa tinggalkan jejak!!!:*
Revisi: 10 Maret 2020
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Sartini Cilacap
Mentang mentang orang kaya
2020-03-13
1
Wahyuni"uni
ko perasan sya dsini cma ad chelsi ma kenan sih thorrrrr tdk ad yg lain seorang sahabat ke atau org tua masing2 ko blom ad perkenalan
2020-02-27
7
Suryani Suryani
certanya agak mirip nih sama drama Korea yg judulnya what's worong with sekretaris kim
2020-02-08
8