Ehem...
Suara deheman dari sang boss sama sekali tidak di hiraukan oleh Chelsea. Ia malah dengan santai nya membereskan barang-barang miliknya ke dalam tas kerjanya.
"Chel, kamu masih marah sama saya!?" sahut Kenan sambil mencondongkan sedikit wajah nya ke arah sang sekertaris.
"Iih, jangan gangguin saya!" ketus Chelsea sambil terus memasang wajah kesal.
Gimana gak kesal? Tadi malam Chelsea di kerjai boss nya yg mengiriminya pesan chat yg katanya Dirinya menunggu Chelsea di depan gedung apartemen. Namun nyatanya itu tidak pernah terjadi.
Chelsea menghentak-hentakan kakinya ke lantai sambil pergi meninggalkan Kenan yg masih terdiam melihat tingkah cuek Chelsea.
Kenan mencoba untuk mengejar Chelsea, ia menyamakan langkah kakinya. "Jangan marah dong, Chel! Saya ini punya salah apa sih sama kamu?" Chelsea memberhentikan langkah kakinya kemudian menatap tajam ke arah sang boss.
"Terus aja pura-pura gak tahu!" bentak Chelsea lalu kembali melanjutkan langkah kakinya keluar dari dalam kantor milik Kenan.
Kembali melangkah, "Kenapa sih? Kamu kesel sama saya gara-gara apa?" tanya Kenan yg masih menunjukkan wajah sok tak berdosanya ini.
Menyebalkan!
"Pikirin aja sendiri apa yg Pak Boss lakuin ke saya kemarin!" Chelsea berdiri tepat di depan halte bis yg berada tak jauh dari gedung perusahaan boss nya.
"Oh. Kemaren kamu beneran turun ke depan gedung apartemen!?" seru Kenan yg sukses mendapatkan tatapan tajam dan sinis dari sang sekertaris.
Seketika itu pun, tawa Kenan membeludak hingga membuat raut wajah Chelsea memerah menahan amarah.
"Hahaha... Kan saya cuman bercanda hari itu. Kamu seriusan datangin saya disana?" teriak Kenan sambil tertawa terbahak-bahak.
Chelsea tak berkutik. Ia lebih baik diam sambil menahan amarahnya.
"Andai saya nyimpen CCTV disana..." ujar Kenan berandai-andai.
"Kalo pak boss nyimpen CCTV disana mau ngapain!?" Chelsea menyambar ucapan boss nya dengan raut muka yg di tekuk.
"Saya akan bikin album top kamu! Biar video kamu tuh gak kalah seru kayak video musiknya BLACKPINK!" Kenan kembali tertawa dengan keras hingga menampilkan deretan giginya yg sangat menyebalkan di mata Chelsea.
Idih.
Dasar fans fanatik BLACKPINK!
Chelsea masih diam mendiami boss nya yg tengah menertawainya. Namun tak lama kemudian, sebuah mobil mewah berwarna silver berhenti di depan halte bis yg ti tempati Chelsea dan Kenan.
Seketika itu, tawa Kenan terhenti saat melihat seorang laki-laki tengah keluar dari mobil tersebut sambil tersenyum ke arah Chelsea.
Kenan melirik ke arah Chelsea yg ternyata wanita itu juga tengah tersenyum manis ke arahnya.
Kenan merasa sangat-sangat tidak suka dengan reaksi kedua orang di dekatnya ini!
Lho!
Bukannya nih cowok yg kemaren maksa mau nganter pulang si Chelsea ya?- kening Kenan mengernyit saat melihat laki-laki tersebut yg seolah merasa tak asing.
"Chel!" sahut laki-laki yg turun dari mobil tersebut sambil berjalan ke arah Chelsea.
"Angga? Lo ngapain ke sini?" seru Chelsea pada laki-laki tersebut yg ternyata bernama Angga. Pantas Kenan merasa tidak asing!
"Kebetulan lewat aja!" ucapannya menjeda lalu melirik ke arah Kenan. "Eh? Boss lo ada disini juga? Tumben?" kata Angga sedikit pelan namun masih terdengar oleh telinga Kenan.
"Eh? Eng-gak tahu!"
Kening Angga mengernyit, kemudian ia menatap Kenan yg masih setia memperhatikan gerak-gerik keduanya.
Kembali melirik ke arah Chelsea, "Lo baru pulang kerja?" tanya Angga mengalihkan topik pembicaraan.
"Iya nih. lagi nungguin taksi atau enggak bis, tapi dari tadi kok belom ada yg lewat ya?" ujar Chelsea sambil melirik ke samping kiri dan kanan.
"Ya udah. Gue anterin lo pulang gimana!?" tawar Angga yg sukses mendapat anggukan antusias sari Chelsea.
"Kebetulan. Gue ikut lo ya!" seru Chelsea lalu melirik sekilas ke arah Kenan dan betapa terkejutnya Chelsea saat melihat raut wajah Kenan yg nampak kesal sekaligus tidak suka. Tolong garis bawahi kata tidak suka itu ke dalam kamus pribadi Kenan.
"Oh, ya udah. Langsung masuk aja yuk!" ajak Angga lalu berjalan ke arah mobil mewahnya yg terletak tak jauh dari posisi mereka.
Kenan berdecih, ia teramat kesal hingga rasanya ingin sekali melarang keduanya ini untuk pulang bersama. Jika di sekeliling Kenan saat ini terdapat beberapa barang yg mudah pecah, ia sangat ingin sekali menghancurkannya supaya mereka tidak melakukan adegan keromantisan yg menurut Kenan sangat memuakkan.
Chelsea berjalan melewati Kenan yg sudah tidak lagi menatapnya. Chelsea menjulurkan lidahnya ke luar sekilas kemudian kembali melanjutkan langkah kakinya masuk ke dalam mobil milik Angga.
"Udah!?" sahut Angga pada wanita di sampingnya yg terlihat sedang kesusahan menggunakan seatbelt.
"Bentar! Agak susah nih!" kata Chelsea sambil terus fokus pada kegiatannya yg justru terlihat lucu menurut Angga.
Angga terkekeh geli, ia mendekatkan tubuhnya ke arah Chelsea lalu kemudian memasangkan seatbelt-nya dengan cekatan. "Masang beginian aja payah!" ketus Angga sambil tersenyum jahil ke arah Chelsea.
"Apaan sih? Nyebelin banget deh! Udah ah, cepet anterin gue pulang!" cerocos Chelsea sambil tersenyum malu namun wajah nya tidak menghadap laki-laki di sebelahnya. Melainkan sesosok laki-laki yg berada di depan halte yg sama sekali belum pergi meninggalkan tempat itu.
Kok Pak Boss masih disana,ya? Au ah! Kesel gue sama boss Kenan! Nyebelin nya minta ampun- gerutu Chelsea dalam hatinya.
Ia berusaha untuk acuh tak acuh. Dirinya masih menyimpan dendam yg teramat pada Kenan.
Di sisi lain, Kenan merasa kesabarannya telah si uji saat melihat kedekatan kedua orang yg masih berada di dalam mobil tersebut. Kenan merasa sangat kesal. Atau mungkin lebih tepatnya ia tengah cemburu pada sosok Angga yg kini sudah berani mendekati sekertaris miliknya.
Tak lama kemudian, mobil silver itu pun bergerak pergi meninggalkan depan halte dan meninggalkan Kenan yg masih terdiam merutuki kekesalan yg teramat di dalam otaknya.
"Awas aja! Besok saya bikin kamu gak bisa keluar dari kantor saya! Ingat itu Chelsea!" kecam Kenan sambil tersenyuk kecut lalu pergi meninggalkan tempat halte tersebut dan berjalan menuju kantornya kembali.
"Hatcuuu...." bertepatan dengan apa yg Kenan utarakan, disisi lain Chelsea merasakan hidungnya gatal hingga akhirnya ia pun bersin tiba-tiba.
"Lho? Lo sakit ya, Chel?" seru Angga sambil melirik cemas ke arah Chelsea.
"Emh... Enggak kok! Cuman bersin aja, mungkin debu lewat!" ujar Chelsea sambil mengusap ujung hidungnya menggunakan jari telunjuk.
Gue yakin! Pasti ada yg lagi ngomongin gue, makanya gue bersin. Tambah Chelsea dalam hatinya.
Dan gue yakin!
Yg ngomongin gue ini pasti...
Boss Kenan! Pikir Chelsea dan tanpa ia sadari, kedua matanya sudah menyipit seperti akan mulai menerkam seseorang.
To be continue...
Ku update lagi!!!
Like sama komen nya lho!
Mohon tinggalkan di bawah!
Awas kalo gak ngasih like sama komen! Author sumpahin nasib nya kayak Chelsea, selalu sial kalau deket-deket sama Kenan. Hahaa... Becanda eaksss...
Sekian dulu dari akuhh!!
See you next chapter:*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Mpiet Pipit
seru kak
2023-06-18
0
Nur hikmah
duh Chelsea mau d apaiin ma bos Kenan smpe g bs keluar kntor
2020-11-18
1
Dahniar Aldito
suka ma kenan
2020-06-11
1