"Bukti?"
"Iya, bukti!"
"Jangan bilang kalau kalian ini begal?" tanya Kenan sambil bertolak pinggang.
"Berengsek!!!"
"Serang dia!!!" teriak lelaki yg memakai jaket kulit hitam dan mulai memukuli Kenan. Namun untungnya, Kenan juga bisa bela diri. Jadi Kenan tidak mengalami yg namanya babak belur.
Bug.
Bag.
Krak.
Kenan masih berkelahi di luar bersama kedua lelaki yg mengaku sudah di tabrak oleh Kenan.
Kenan nampak kewalahan, dan akhirnya...
Bug.
Sebuah pukulan mendarat di ujung bibir nya sehingga darah segar mengalir keluar.
Di sisi lain, Chelsea terlihat panik saat melihat boss nya ini berkelahi sampai di pukuli. Ia bingung harus bagaimana?!
"Ya ampun! Aduh! Itu boss Kenan, aduh gimana nih?!" Chelsea nampak khawatir dengan boss nya, ia ingin keluar. Tapi dirinya takut jadi sandera disana.
Kemudian, terlintas sebuah ide gila di kepalanya.
"Aha! Gue punya ide!" kata Chelsea kemudian menekan tombol radio yg berada di dalam mobil boss nya dan akhirnya...
Wiuuu... Wiuuu... Wiuuu...
"Lho? Polisi? Itu beneran polisi kan?" tanya seorang lelaki yg memakai kaos hitam pada teman satu nya.
"Gawat! Bisa ketahuan kita! Yups, balik" ajak lelaki yg mengenakan jaket kulit hitam sambil menarik sepeda motor nya yg masih tergeletak.
Dan akhirnya, mereka pun kabur begitu saja dengan sebuah sepeda motor yg tidak lecet sama sekali.
Dasar berandal.
"Pak Boss!!!" histeris seorang wanita yg baru saja keluar dari mobil yang datang menghampiri Kenan.
"Boss Kenan gak pa-pa?" tanya Chelsea sambil meraba-raba anggota tubuh Kenan. Dimulai dari lengan, kaki, hingga tatapan nya terkunci pada bagian wajah boss nya. Lebih tepat nya sudut bibir Kenan.
"Ya ampun! Bibir pak boss, berdarah!" teriak Chelsea dengan mata yg terbelalak.
"Awh! Jangan pegang-pegang. Ini sakit, Chelsea!" pekik Kenan saat sang sekertaris dengan sengaja menyentuh luka di sudut bibir nya.
"Ma-maaf!"
"Shhh... Udah, dari pada minta maaf kayak mau lebaran. Mending ambilin kotak obat di bagasi mobil saya!" suruh Kenan, Chelsea pun mengangguk dengan segera ia berlari ke arah bagasi mobil dan mencari kotak obat yg di katakan oleh Kenan.
Tak lama kemudian, Chelsea pun datang kembali dengan sebuah kotak obat di tangan nya.
"Sini, saya obatin!" ujar Chelsea, saat tubuh nya mulai mendekat ke arah Kenan.
"Gak usah! Saya bisa sendiri!" tolak Kenan sambil memalingkan wajah nya. Mungkin dia malu!
"Boss! Saya ini mau obatin luka yg ada di sudut bibir, pak boss! Gak usah mikir yg nggak-nggak deh!" cerocos Chelsea membuat kening Kenan mengernyit.
"Dih, siapa juga yg mikir kayak gitu?! Kamu aja yg ngarep saya bakal naksir sama kamu, karena mau ngobatin luka saya!" celoteh Kenan membuat kesabaran Chelsea di uji untuk kesekian kali nya.
"Pak Boss Kenan Jiran Bagaskara yg ganteng, yg cool, yg seksi, CEO tertampan sejagad raya. Bisa gak, nurut dulu sama saya? Nanti bisa infeksi lho kalo kelamaan gak di obatin?!" protes Chelsea, Kenan nampak menatap sang sekertaris dengan sudut pandang matanya.
"Ya udah! Awas macem-macem!" pada akhirnya, Kenan pun luluh, namun tentunya ada sedikit kata penekatan dalam kalimat nya.
Menghela nafas panjang, Chelsea mengangguk pasrah. "Ya udah, kita duduk dulu di pinggiran jalan situ!" ajak Chelsea, kenan menurut.
Mereka pun duduk di pinggiran jalan yg baru saja Chelsea katakan. Chelsea mulai membuka kotak obat nya dan mengeluarkan antibiotik beserta sedikit kapas di tangan nya.
"Sini!" sahut Chelsea dan nampak wajah kebingungan dari boss nya.
"Apanya?"
"Ish, pak boss duduk nya agak deketan dong. Susah kalo jauhan gini!" cerocos Chelsea, Kenan pun nampak berdecak kesal.
"Mau di obatin gak nih?"
"Iya iya," akhirnya dengan pasrah, Kenan pun menuruti perintah dari sang sekertaris dan mulai mendekatkan tubuh nya samping Chelsea.
Setelah dirasa jarak dari mereka cukup dekat, Chelsea pun dengan hati-hati mulai membersihkan bekas darah yg masih menempel di sudut area bibir boss nya.
"Awhh!!" pekik Kenan, Chelsea langsung memberhentikan kegiatan nya dan menatap lekat ke arah manik mata boss nya.
"Ma-maaf! Saya kurang hati-hati, saya lanjut lagi ya?!" kata Chelsea, namun kegiatan nya terhenti saat ia menatap ke arah Kenan yg kini tengah menatap nya tanpa berkedip.
Chelsea mulai terpaku saat manik mata nya bertemu dengan manik mata Kenan. Mereka saling tatap dengan tatapan yg sulit di artikan.
Deg.
Sebuah suara detakan jantung dari seorang Chelsea menghentikan aksi untuk tidak lagi menatap manik mata boss nya. Ia kembali di sadarkan, dengan cepat ia kemudian memfokuskan diri pada luka yg berada di sudut bibir Kenan.
"Udah!" ucap Chelsea, Kenan tersentak kaget.
Ia pun memalingkan wajah nya, raut muka nya memerah setelah mulai sadar akan apa yg baru saja ia lakukan. Yaitu, menatap Chelsea.
"Shh..." Kenan menyentuh sudut bibir nya yg baru saja di obati oleh sang sekertaris.
Menoleh, "Boss, lukanya... Gimana?" tanya Chelsea masih khawatir.
Kok Tiba-tiba si Chelsea jadi makin perhatian sama saya? Atau hanya perasaan doang, ya? - gerutu Kenan dalam hati nya.
"Boss? Kok melamun? Masih sakit ya?" Chelsea mengibas-ngibaskan sebelah tangan nya di hadapan wajah boss nya dan alhasil, Kenan pun nampak tersadar dari lamunan nya.
"Eh? Kenapa, hm?" tanya Kenan saat lamunan nya sudah membuyar.
"Itu, anu... Masih sakit gak? Bibir nya?" tanya Chelsea sedikit hati-hati.
"Eh? Uuudah gak pa-pa kok! Tenang aja, saya ini jagoan! Gak usah khawatirin juga gak bakal kenapa-napa!" ucap Kenan membuat mulut Chelsea melongo saat mendengar pengakuan dari dirinya.
Idih.
Jagoan katanya?!
Kalo beneran jagoan, gak mungkin tuh bibir jadi luka kayak gitu! Bener-bener deh! Sifat narsistik plus sombong nya balik lagi! Ngeselin banget sih! - celoteh Chelsea dalam hati nya.
"Udah, ah! Ayo ke mobil lagi, saya masih punya janji yg belum di tepati sama kamu!" ujar Kenan, lalu kemudian membuka pintu mobil bagian kemudi nya.
"Janji? Sama saya? Yg mana?" tanya Chelsea kebingungan.
Hadeuhh!!!
Dasar udah tua! Pelupa lagi! - gumam kenan hanya tersampaikan dalam batin nya.
Kenan menghampiri Chelsea, ia mulai mendekatkan tubuh nya ke arah sang sekertaris.
"Kamu ini!" ucap Kenan menggantung,
Tuk.
"Aduh" Chelsea mengaduh, saat kening nya di sentil oleh jari boss nya.
"Masih muda udah pikun! Kan saya udah janji mau anterin kamu pulang! Gimana sih!" celoteh Kenan, Chelsea pun mulai mengerucutkan bibir nya.
"Oh, kirain apaan!" kata Chelsea lalu ia pun berjalan mengitari mobil dan masuk ke dalam mobil lalu duduk di tempat semula.
Lah?!
Kenapa tuh si Chelsea?
Ngambek?!
Au ah, bodo amat!
Bukan urusan saya! - batin Kenan, kemudian ia pun masuk ke dalam mobil nya dan segera menjalankan nya.
To be continue...
Hai hai!!!
Jangan lupa like dan komen nya ya?!
See you:*
Revisi: 10 Maret 2020
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
x-ter
cocoknya ini sinetron....
lebih seru....
romantis komedi....
2021-02-27
0
Non Della Mamah Raffa
maaf ya thor .....
ceritanya moniton gak ada geregetnya.....
2020-03-13
3
Zulasmi Totoda
ngg ada RASA...
2020-01-20
3