kreet.
pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan sesosok wanita bertubuh basah yg di selimuti handuk yg melilit dari dada sampai ke lutut. rambutnya yg basah ia tutupi juga menggunakan handuk berukuran sedang yg di lilitkan di atas kepalanya.
huuuh...
Chelsea menghembuskan nafasnya berat, ia mulai memikirkan ucapan mamanya tadi di telfon tentang kapan nikah!?
"ish, apaan sih mama. ngomong nya ngawur banget! masa iya aku di paksa buruan cari pacar? di pikir gampang apa nyari pacar? susah!" Chelsea menggerutu tidak jelas sambil mengobrak-abrik lemari pakaiannya. ia mencoba untuk memilih pakaian yg cocok untuk ia kenakan saat tidur nanti.
"ck, baju tidur gue mana sih!?" Chelsea mendengkus kesal. entahlah! dirinya kesal pada siapa, kena imbasnya siapa.
eh, maksudnya apa!
kan yg kena imbas amarah Chelsea, lemari paiakannya. bukan orang!
ye gak!?
"huuhh... pakek kaos ini aja deh!" kembali. wanita itu bergumam sendiri sambil menarik sebuah kaos oblong lengan pendek berwarna biru muda dengan celana pendek di atas lutut.
bruk.
Chelsea menutup pintu lemari pakaiannya dengan kasar. yah, lagi-lagi! barang-barang yg tak berdosa itu harus kena imbas amarah dari seorang wanita lajang berusia 27 tahun!
Chelsea melepas lilitan handuk yg berada di tubuhnya. ia menjatuhkan handuk tersebut ke atas kasur lalu mengambil beberapa pakaian dalam beserta kaos dan celana pendek tadi kemudian memakainya.
Setelah memakai pakaiannya, ia melepas lilitan handuk yg masih setia melilit di atas kepalanya. ia mulai mencoba mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut sampai,
drtt... drtt... drtt...
suara dering ponsel kembali menghentikan kegiatannya sehingga pandangan matanya pun tertuju pada sebuah meja nakas yg berada tak jauh dari tempat dirinya berdiri.
Boss Rese!
nama itulah yg tertera di layar ponsel Chelsea saat ponsel nya tersebut sudah berada di genggaman tangan nya.
"ngapain boss Kenan telfon jam segini?" Chelsea bergumam sambil menatap ke arah jarum jam beker yg berada di atas meja nakas.
"huh, jam masih jam 7 malam!" kata Chelsea acuh sambil menaruh kembali ponselnya ke tempat semula.
drtt... drtt... drtt...
kembali. suara dering telfon dari nomor yg sama kembali berdering. namun wanita itu tetap pada pendiriannya. dirinya tak akan menjawab telfon dari boss-nya sebelum sang boss minta maaf padanya dengan tulus!
nada telfon itu berhenti berbunyi membuat sebuah seringaian dari bibirnya terbit seketika. "emang dia gak niat buat minta maaf sama gue!"
ting.
sebuah notifikasi pesan kembali mengalihkan perhatiannya.
Chelsea membuka dan membaca pesan tersebut. from: Boss Rese.
ternyata Kenan belum juga menyerah guys!!!
"plis jawab telfon dari saya, Chel! ini masalah genting!"
kalimat itulah yg Chelsea baca dari pesan yg dikirim Kenan. dengan cekatan, Chelsea pun mencoba untuk menelfon boss nya. ya, mungkin saja kan memang ada keadaan genting!
tut... tut...
"halo...? Pak Boss? apa yg genting? ada apa? masalah perusahaan lagi!?" cerocos Chelsea yg mendapat seringaian licik di seberang sana. namun pastinya, Chelsea tak mengetahui itu.
"buruan kamu ke mansion saya! ini genting! saya harus pergi ke acara perjamuan penting malam ini. saya butuh kamu buat nemenin saya!" kata Kenan dengan nada bicara yg dibuat seolah memang sedang dalam keadaan genting.
Chelsea memutar bola matanya bosan, kirain apaan!
"ok, jam berapa?" tanya Chelsea seolah menuruti apa kemauan sang boss.
"jadi kamu mau temenin saya!?" tanya Kenan tidak percaya dengan apa yg baru saja telinganya dengar.
"kan itu udah jadi kewajiban saya sebagai sekertaris untuk terus mendampingi bapak dalam situasi apa pun!" kata Chelsea lemah lembut seolah melupakan kekesalan nya.
"ya udah! kamu buruan ke mansion saya hari ini! gaun buat malam ini udah saya siapin. kamu kesini mau pake baju apa pun terserah! pokoknya kamu harus buruan kesini, ok!?" celoteh Kenan membuat Chelsea yg berada si seberang telfon meringis saat mendengar celotehan dirinya.
"iya, pak! kalo gitu saya tutup dulu telfon nya!" kata Chelsea kemudian menarik ponselnya dan mematikan sambungan telfon nya sepihak.
tut... tut... tut...
*****
"malam, pak!" sapa Chelsea saat dirinya sudah berdiri di belakang sofa yg sedang di tempati Kenan. tentu saja, yg di sapa malah terlonjak kaget lalu menatap terkejut ke arah Chelsea.
"kamu bikin kaget aja!"
"maaf, pak!" Chelsea menunduk menyembunyikan wajahnya. namun disisi lain, Kenan terperangah saat melihat sekertarisnya ini mengenakan pakaian minim yg bisa di bilang kurang bahan sekaligus salah potong. bagaimana tidak? malam-malam begini wanita itu mengenakan kaos oblong lengan pendek yg besarnya di atas lutut dengan celana pendek minim di atas lutut yg menurutnya sangat menggoda.
"kamu gak dingin pake baju yg beginian!?" sahut Kenan sambil menaikan sebelah alisnya.
Chelsea mengernyit bingung, kemudian pandangannya tertuju pada pakaian yg tengah ia pakai. ia lalu menengadahkan wajahnya menatap ke arah Kenan, "kan pak boss sendiri yg bilang saya harus cepetan ke sini! mau pake baju apa pun, saya harus kesini! bapak lupa!?" cerocos Chelsea yg mendapat anggukan mengerti dari Kenan.
"oh. ya udah, kamu langsung naik ke kamar saya aja! saya udah siapin gaun buat kamu pake malam ini!" Kenan mengalihkan pembicaraan, ia merasa pembicaraan sebelumnya tidak begitu menarik.
"baik, pak!" kata Chelsea menurut yg membuat kening Kenan mengernyit.
Si Chelsea kenapa?
gak biasanya penurut kayak gitu! biasanya tuh anak selalu nyeroscos gimana gituh! kok sekarang jadi pendiam!?
Chelsea berjalan melewati Kenan kemudian mulai menaiki anak tangga menuju lantai dua. bukan tanpa sebab ia menaiki anak tangga tersebut. boss nya sudah menyuruhnya mengganti pakaian nya ini dengan sebuah gaun yg cantik untuk ia hadiri di sebuah pesta perjamuan malam ini.
****
cukup lama Kenan menunggu Chelsea untuk berdandan. mungkin kurang lebih sudah 15 menit dirinya menunggu wanita itu untuk segera turun ke bawah dan menemuinya.
"Chel? udah siap belum? kok lama!?" teriak Kenan di bawah sana membuat wanita yg masih berada di dalam kamar itu mendengkus kesal.
"sebentar, Pak!!!" teriak Chelsea saat dirinya keluar dari kamar Kenan dengan setelan gaun yg begitu indah dan menawan.
"berapa lam..."
"...ma lagi?" suara Kenan mengecil saat kedua matanya menatap ke arah sang sekertaris yg sangat pangling menurutnya.
wanita itu terlihat sangat cantik dengan gaun yg seakan membungkus tubuhnya lekat dengan panjang semata kaki. tak lupa dengan sepatu hak tinggi berwarna merah senada dengan gaun tersebut, membuat penampilan Chelsea semakin anggun. jangan lupa dengan rambut yg ia gerai begitu saja membuat daya tarik tersendiri pada siapa pun yg melihatnya.
"Ayo, Pak! saya sudah siap!" sahut Chelsea saat tubuhnya sudah berada di hadapan Kenan. namun, Kenan masih terperangah dengan penampilan dan aura kecantikan Chelsea. laki-laki itu masih setia dengan lamunan nya.
"cantik..."
To be continue...
Hola...
like sama komen nya loh!!!
jangan lupa!!!
see you!:*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Sthefany Kellen Sthefany
ibunya kanan dan Chelsea berteman..
2020-06-05
2
Ekanurhasanah
udh mulai cinta ni pak kenan
2020-06-05
1
Julayy_sgl
gak bisa bayangin thor, mana visualnya?
2020-05-17
1