"eh? kok jadi natap gue kayak gitu? ada yg salah ya?"
seketika sahutan dari Giselle membangunkan lamunan keduanya.
Kenan nampak mengerutkan kening nya, ia juga mulai menatap arloji yg sudah menampilkan pukul 3.00 sore.
"eh? kayaknya udah sore nih! gue-- ehem maksud nya aku... pulang duluan yah, Selle!" seru Chelsea terbata-bata sambil mengubah posisi nya menjadi berdiri.
"aku anterin kamu pulang!"
Kenan mengernyitkan alis nya tidak suka saat Angga tiba-tiba beranjak dari kursi nya kemudian berdiri menghadap Chelsea.
Chelsea nampak kebingungan.
pasalnya, disini raut muka boss nya sudah menampilkan ketidaksukaan terhadap Angga.
"eng-gak usah! aku pulang nya naik taxi aja!" tolak Chelsea cepat kemudian matanya mulai menoleh ke arah boss nya.
tersenyum miring. Kenan nampak senang dengan sekertaris nya karena sudah menolak ajakan lelaki itu.
"gak pa-pa. sekalian aku anterin pulang Giselle juga---"
"ya udah, kalo gitu kenapa gak anterin aja nona yg itu!" potong Kenan tanpa peduli apa yg akan Angga katakan.
krik krik krik krik
tiba-tiba suasana disini memasuki keheningan. Angga menatap tak suka pada Kenan, begitupun dengan Kenan. seolah akan terjadi peperangan, Kenan dan Angga saling tatap dengan tatapan yg tajam.
Chelsea yg menyadari tingkah kedua laki-laki di hadapan nya mencoba untuk segera memisahkan keduanya sebelum suatu hal buruk terjadi tanpa di sadari.
"Pak Boss!" seru Chelsea, Kenan menoleh ke sumber suara sambil mengangkat sebelah alis nya.
"saya pulang nya sama Pak Boss aja boleh kan?" ujar Chelsea dengan senyum paksaan di wajah nya.
Kenan membelalakkan kedua matanya tidak percaya. biasanya wanita ini akan menolak mentah mentah jika di paksa oleh dirinya untuk pulang bersama. tapi kenapa hari ini dirinya lah yg berinisiatif untuk menumpang pulang dengan nya?
Tapi ini sebuah ide yg bagus!
ia tidak perlu marah-marah gak jelas pada si Angga ini.
ehem...
"tentu! kamu sekertaris saya, mengantar kamu itu adalah tanggung jawab saya!" seru Kenan sambil menyambar lengan Chelsea dengan mesra.
Kedua orang yg di hadapan mereka kini mulai merasa curiga. mereka mulai ragu, apakah hubungan Kenan dan Chelsea benar-benar hanya sebatas boss dan bawahan?
"o-ok! Selle, kamu mau pulang bareng aku?" ucap Angga mengalihkn topik pembicaraan. jujur saja, Angga merasa risih saat melihat kedekatan antara Kenan dan Chelsea.
*ohohoo... banyak yg naksir nih sama Chelsea! kasian Giselle cuman bisa menjomblo sajahhh - readers
"bo-boleh, ya udah kita cabut duluan ya Chel!" pamit Giselle lalu kemudian mereka berdua pun pergi dari hadapan sepasang boss dan sekertaris itu.
setelah Giselle dan Angga sudah tak lagi terlihat oleh kedua mata mereka, Chelsea nampak menghembuskan nafas nya. lega nya!
"tumben kamu inisiatif sendiri buat nolak ajakan dia?" kembali, Kenan seperti nya sengaja menanyakan hal seperti ini padanya. Chelsea menengadahkan kepalanya dan mulai menatap manik mata boss nya ini dengan tatapan yg tajam.
"kalo tadi saya gak lihat raut wajah Pak Boss yg kayak ditekuk gitu, mendingan saya ikut aja ajakan dia barusan!" ketus Chelsea sambil melepaskan tangan boss nya yg masih setia memeluk lengan nya.
"jadi kamu pikir saya cemburu gituh sama dia?" seru Kenan sambil bertolak pinggang.
"siapa juga yg bilang kalau bapak cemburu? saya bukan siapa-siapa nya Pak Kenan! saya cuma sekertaris! tapi tadi pas Angga bilang mau ngajakin saya pulang, bapak kayak kesel gituh sama dia!" jelas Chelsea kemudian berlalu meninggalkan tempat boss nya.
Kenan nampak berpikir, ia terus berpikir sampai pada akhirnya dirinya di tinggalkan sendiri di area kafe ini.
"woy!!! KATANYA MAU BARENGAN???" teriak Kenan lalu berlari kecil untuk menyamakan langkah nya dengan Chelsea.
"gak usah! tadi saya cuman pura-pura! saya gak mau Pak Kenan ribut sama laki-laki itu!" ujar Chelsea tanpa memandang ke arah lawan bicara nya.
"idih! ngapain juga saya ribut sama curut kayak dia? buat rebutin kamu? dih, geer banget sih kamu!" celetuk Kenan membuat sang sekertaris memberhentikan langkah kaki nya. ia mulai menatap benci ke arah sang boss.
"saya gak geer yah! kan mungkin aja Pak Kenan ribut di tempat umum cuman karena gak suka sama laki-laki itu!" kata Chelsea mencoba menjelaskan.
"iya, saya tahu. tapi apa asalan nya, kalau bukan karena mau rebutin kamu!" ujar Kenan pada sekertaris nya lalu berjalan kembali tanpa mempedulikan Chelsea yg kini tengah terdiam di tempat.
tadi boss Kenan bilang apa?- Chelsea
Chelsea berlari ke arah Kenan untuk menyamakan langkah kaki nya. "jadi boss ngaku kalau boss itu sebenarnya cemburu, kalau saya deket sama laki-laki lain ya?" celoteh Chelsea sambil terkekeh geli saat mengingat ucapan Kenan barusan.
"siapa yg bilang saya ini cemburu?" Kenan berhenti melangkahkan kaki nya. sorot mata nya kini menatap ke arah Chelsea dengan tatapan sok suci nya.
"barusan Pak Boss yg bilang sendiri sama saya kalau bukan karena mau rebutin saya!" Kenan terbelalak kaget, matanya kini membulat sempurna. seolah tak terjadi apa pun, ia bertanya pada Chelsea dengan tenang nya.
"emang barusan saya bilang gitu?"
tak lama kemudian senyum lebar di wajah Chelsea menghilang saat mendengar ucapan dari boss nya ini.
"dasar deh! gak mau ngaku!" ketus Chelsea kemudian berjalan kembali sambil menjauh dari Kenan. Kenan tertawa geli melihat tingkah sekertaris nya yg mulai sedikit agak manja itu.
Chelsea, kayaknya saya naksir deh sama kamu! siap-siap aja ya, ntar saya buli kamu lebih dari ini- batin Kenan
Kenan mulai berusaha menyamakan langkah kaki nya dengan sang sekertaris, dan saat langkah mereka sudah sama, ia mulai menyambar tangan Chelsea dan menariknya untuk pergi masuk ke dalam mobil pribadi nya.
"astaga! ini apa-apaan sih boss? main tarik-tarik aja deh!" pekik Chelsea saat pergelangan tangan nya di tarik oleh Kenan.
"saya ini mau anterin kamu pulang. bukan nya kamu sendiri ya yg berinisiatif buat ikut pulang bareng saya?"
Chelsea tidak lagi melontarkan kalimat-kalimat aneh nya, ia malah tertunduk malu saat mengingat kejadian tadi. ia sangat malu, ia tak ingin mengingat kejadian itu lagi.
****
Kenan mengantar Chelsea sampai depan gedung apartemen nya. setelah mengantar Chelsea sampai depan apartemen, Kenan kembali menjalankan mobil nya menuju mansion megah yg tak jauh dari apartemen sekertaris nya.
sesampainya ia di mansion megah nya, Kenan mulai berjalan menaiki tangga di mansion nya dan hendak berjalan menuju kamar.
sesampainya di kamar, Kenan mulai melaksanakan aktivitas mandi sore yg selalu ia lakukan tanpa terkecuali. ia juga mencuci rambut nya yg mulai terasa lengket.
saat keluar dari kamar mandi, Kenan hanya mengenakan handuk kimono putih dan sebuah handuk mini size yg ia gunakan untuk mengeringkan rambut nya yg masih basah.
sebelum ia memakai pakaian nya kembali, tatapan nya tertuju pada sebuah benda persegi panjang yg terletak di atas meja nakas samping tempat tidur.
terlintas sebuah ide jahil dalam benak seorang Kenan.
Apa yg akan Kenan lakukan!?
To be continue...
Haloo!!!
ku up lagi gengs!!!
like dan komen nya yok!!!
di tunggu!!!:*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Sintia Dewi
disayang pak bukan dibully
2023-11-03
0
💕💕syety mousya Arofah 💕💕
typo thorrr..
2023-09-02
0
Andi Isriana
kenaaaaannnnnnnnnn ngaku aja la 🤣🤣🤣🤣🤣😎😎😎😎
2020-03-16
3