Brug.
Pintu ruangan Kenan di tutup dengan kasar oleh seorang karyawati yg baru saja akan memasuki ruangan CEO.
Chelsea terkejut setengah mati! Ia menatap ke arah sang boss yg juga tengah menatapnya dengan tatapan yg sama.
"Apa-apaan!?" teriak Chelsea dan Kenan bersamaan hingga pelukan mereka pun akhirnya terlepas.
Chelsea menjauhkan tubuhnya dari sang boss dan mulai menetralkan raut wajah serta deru nafasnya. Berbeda dengan Kenan, ia memilih untuk mengeluarkan ekspresi dingin dan cuek seperti biasanya. Kenan berjalan menuju meja kerja dan mulai mendudukkan bokongnya di kursi kerja.
Setelah cukup lama tenang, Chelsea berdehem beberapa kali kemudian ia segera merapikan dirinya lalu membuka pintu keluar.
Ceklek.
Saat knop pintu terbuka, Chelsea semakin tegang saat melihat salah satu karyawati di hadapan nya yg mulai menatapnya dengan tatapan yg sulit di artikan.
"Syifa?" sahut Chelsea mencoba untuk tidak merasa kaku dengan apa yg ia katakan.
"I-iya?"
Chelsea mendekat ke arah telinga karyawati tersebut yg di ketahui bernama Syifa. "Tolong jangan bocorkan apa yg kamu lihat barusan, ya? Karena itu hanya kesalah pahaman saja, ok!?" bisik Chelsea kemudian melenggang pergi meninggalkan Syifa yg melongo setelah mendengar ucapan Chelsea.
Aduh! Benar-benar!
Padahal Kak Chelsea sama Pak Boss Kenan cocok kok! Ngapain malu-malu coba? Ah udah lah, bukan urusan aku juga!- pikir Syifa kemudian ia mulai melangkahkan kakinya untuk memasuki ruangan CEO.
"Pagi, pak!" sapa Syifa sopan sambil menundukkan kepalanya tanda hormat.
Kenan mengangguk sekilas. "Ada apa?" tanya nya to the point.
"S-saya di suruh Pak Meneger keuangan untuk mengantarkan berkas ini, Pak!" kata Syifa sambil menyodorkan sebuah map berwarna biru muda yg di ketahui Kenan bahwa benda itu adalah berkas yg perlu ia tandatangani. Ya, seperti biasa!
"Oh. Di tandatangani lagi kah?" Kenan membuka selembar demi selembar kertas berkas tersebut dengan teliti.
"Sepertinya bukan, saya hanya di suruh untuk mengantarkan nya pad---"
"Apa-apaan ini?" Kenan berteriak sambil membenarkan posisi nya menjadi berdiri. "Kenapa laporan keuangan perusahaan kita menurun!?" lanjut Kenan sambil kembali mendudukkan bokong nya di tempat semula.
"Ka-kalau tidak salah... Pak Meneger menyuruh saya untuk menyampaikan pesan pada anda, katanya... Siang ini kita harus mengadakan rapat penting!" ujar Syifa terbata-bata sambil menundukan wajahnya. Takut.
Terdengar helaan nafas berat dari Kenan, sepertinya malam ini dirinya harus kembali lembur!
"Ok, jam berapa kita mulai mengadakan rapatnya!?" tanya Kenan sambil menatap sekilas ke arah arloji nya.
"Itu tergantung jika anda memiliki waktu luang, Pak. Anda bisa meminta Mbak Chelsea untuk memeriksa ulang jadwal anda!" Kenan kembali teringat dengan Chelsea saat nama wanita itu baru saja di sebut oleh karyawati nya.
Gimana mau minta Chelsea menjadwal ulang kerja an saya? Si Chelsea nya aja lagi nganbek gitu!- batin Kenan bingung.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Pak!" ujar Syifa sambil membungkuk lalu keluar dari ruangan tersebut.
Sesaat Syifa sudah berada di luar ruang CEO, ia melihat Chelsea tengah menyibukkan dirinya dengan duduk di sebuah kursi kerjanya sambil berkutat dengan layar komputer yg masih menyala.
Wanita itu tak melirik sedikit pun ke arah Syifa. Padahal, gadis itu ingin bertanya sesuatu yg menurutnya sangat janggal. Tapi, ya sudah lah! Chelsea nya juga lagi sibuk, gak mungkin kan kalo di ganggu!?
Akhirnya, Syifa pun pergi meninggalkan depan ruang CEO dan memasuki pintu lift.
Menghela nafas panjang, Chelsea merasa lega saat Syifa sudah tidak berada di sekitarnya. Raut wajah Chelsea kini berubah dari serius menjadi gusar.
Bagaimana kalau kejadian tadi tersebar? Bisa-bisa image nya akan rusak jika begini terus!
"Chel, bisa tolong jadwal ulang kerjaan saya?" suara sahutan tiba-tiba membuat Chelsea tersentak lalu dengan cepat ia pun menatap ke arah sumber suara.
"Eh? Jadwal ulang?" Chelsea mengambik buku agenda harian kerja milik boss nya, ia nampak tengah mencari-cari sesuatu. "Sepertinya pukul 3 sore ini bapak sudah tidak ada lagi jadwal!" kata Chelsea seolah ia sudah melupakan kekesalan nya pada sang boss.
"Oh, ok. Buat catatan ulang tentang berkas ini. Dan saya harap kamu bisa merubah sedikit kata-katanya dan nanti sore kita akan mempresentasikan nya di ruang rapat!" papar Kenan sambil menaruh sebuah map berwarna biru muda di atas meja kerja Chelsea.
Mengangguk, Chelsea kemudian mengambil berkas tersebut dan mulai memeriksanya.
"Bilang pada seluruh staf, kita akan rapat jam 3 sore!" kata sang Boss kemudian pergi memasuki ruangan miliknya.
Chelsea hanya mengangguk tanda mengerti, ia pun kini mengambil telpon kantor dan segera menghubungi beberapa staf yg akan di undang ke ruang rapat nanti.
****
Pukul 3 sore kemudian...
Chelsea berjalan gontai bersama seorang karyawati di samping nya dan seorang laki-laki bersetelan kerja yg juga berjalan di depan mereka berdua, Kenan.
"Syifa, kamu sudah siap kan untuk presentasi hari ini!?" tanya Kenan sambil terus berjalan tanpa memandang ke arah lawan bicaranya.
"Se-sepertinya sudah, pak!"
Langkah Kenan terhenti, ia membalikan tubuhnya dan menatap tajam ke arah Syifa. "Sepertinya?" tanya Kenan sambil menautkan kedua alisnya. "Kenapa sepertinya!?" tambahnya yg membuat Syifa gugup untuk menjawab pertanyaan dari boss nya.
"Anu... Maksud saya... Sudah, pak! Hanya saja saya sedikit gugup" ujar Syifa sambil menundukkan kepalanya.
"Udah lah! Gak usah gugup gitu. Gak akan terjadi apa-apa kok! Gugup itu biasa, aku juga sering gugup kalo mau presentasi gini!" sahut Chelsea sambil tersenyum manis ke arah Syifa. Jujur saja, Syifa yg awalnya merasa tertekan kini sudah merasa agak baikan. Kata-kata dari Chelsea membuatnya lupa akan kegugupan nya.
"Aduhh!! Makasih kak Chelsea, kalo gak ada kakak yg ngasih semangat gini, Syifa gak tahu deh nanti bakal gimana!" Syifa menautkan kedua alisnya sambil sedikit tersenyum ke arah Chelsea.
Di satu sisi, Kenan merasa bangga dengan apa yg Chelsea ucapkan pada Syifa yg masih berstatus mahasiswa magang di perusahaan nya.
Lho!?
Kenapa harus mahasiswa magang? Kan masih ada Chelsea yg berstatus sekertaris Boss!?
Bukan tanpa sebab sebenarnya, tapi ini juga salah satu tugas yg di berikan oleh dosen Syifa. Mau tidak mau Syifa harus melakukannya.
"Ya sudah, kita sekarang langsung masuk aja!" seru Kenan pada kedua wanita di depannya dan mendapat anggukan antusias dari keduanya.
Mereka memasuki ruang rapat hingga akhirnya pintu ruang rapat itu pun tertutup rapat.
****
setelah dua jam lamanya, seluruh staf pun bubar dari kegiatan rapat. Syifa merasa lega karena pada saat presentasi tadi ia tidak melakukan kesalahan sedikit pun.
Chelsea juga merasa tenang, akhirnya rapat pun selesai dan masalah keuangan perusahaan pun sudah ada jalan keluarnya.
Chelsea kini sedang membereskan barang-barang kerjanya, ia akan pulang awal hari ini. Chelsea melirik ke arah jam tangan yg menunjukkan waktu pukul 5 sore.
akhirnya...
dirinya bisa pulang lebih awal! pikir Chelsea sambil tersenyum senang.
"kamu lagi ngapain, Chel!?" tiba-tiba suara sahutan menghentikan kegiatannya dan sontak Chelsea menoleh ke sumber suara. sekerika itu, senyuman bahagia di wajahnya mulai menghilang dan di gantikan dengan raut wajah kesal.
Ngapain boss Kenan kesini!? pikir Chelsea sambil memajukan bibirnya kesal.
To be continue...
Halo guys!!!
dicukupin sekian dulu yah eps nya!
lain kali di banyakin kok!
ok deh, cukup sekian dulu!
see you next chapter:*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Andi Isriana
siapa yg tidak kesal coba, di prank di tengah malam.
2020-03-16
5
Bunda'y Dika
lanjut
2019-11-11
2