Pagi harinya, Chelsea berangkat ke kantor lebih awal dari biasanya. baru pukul 6:15 pagi, dirinya sudah berdiri di depan gedung tinggi bernama FJ Corp yg sudah di pastikan itu adalah perusahaan milik Boss Nya, Kenan.
Chelsea berjalan memasuki lobi, tak ada satu pun karyawan yg bekerja sama seperti dirinya. hanya ada beberapa OB yg tengah membersihkan ruangan tersebut.
"pagi, Neng Chelsea!" tiba-tiba suara sahutan dari samping nya mengalihkan perhatian Chelsea untuk melirik ke arah sumber suara.
Oh, ternyata Double U ini! pikir Chelsea pada kedua orang laki-laki yg usianya kira-kira dua tahun di atas usia boss nya.
"eh, pagi mang Ujang!" sapa Chelsea dengan senyuman manisnya kemudian berlalu pergi meninggalkan seorang Udin yg tengah ternganga tidak percaya.
"neng! saya Udin, bukan Ujang!" teriak Udin yg sama sekali tidak di hiraukan oleh Chelsea.
terlihat raut kecewa Udin setelah Chelsea sudah tidak terlihat lagi di telan pintu lift.
"KA-SI-HAN! ternyata neng Chelsea teh suka nya sama saya! aah seneng pisan Ujang teh!" tiba-tiba suara nyaring Ujang membuat Udin refleks berbalik menatap nya kemudian
bug.
sebuah pukulan dari sebuah gagang pel sudah mendarat di kaki Mang Ujang.
"Aduh!! Udin! kamu teh kenapa atuh? heran saya sama kamu! saya teh salah apa?" pekik Ujang sambil mengusap kasar bagian kaki nya yg terasa sakit akibat pukulan tadi.
"makanya kalo jadi orang jangan suka bahagia di atas penderitaan orang lain! neng Chelsea itu punya saya! calon istri saya!"
ekhem...
suara deheman seseorang dari depan pintu lobi memberhentikan perdebatan di antata Double U ini, Udin Ujang.
mereka mulai mengalihkan perhatian pada sesosok laki-laki bersetelan kerja rapi yg tengah menatap tidak suka ke arah Ujang dan Udin..
*aduh gusti! itu teh kan Pak Boss Kenan, ya?- Ujang
mampus! Pak Boss Kenan pasti bakal marah ini! pasti bilang nya 'pagi-pagi udah ngegosip kayak ibu-ibu arisan! bukan nya kerja' aduh mampus mampus mampus!!!- Udin*
Udin dan Ujang mulai merapikan diri mereka sambil menunduk hormat saat sang Boss yg tengah berjalan ke arah mereka berdua.
aduh! Pak Boss teh marah ya? aduh gusti? kumaha ieu!?(gimana ini)- Ujang
"Sekertaris saya udah ke sini?"
terkejut, kedua orang ini mendongakkan kepalanya secara bersamaan dengan tatapan kebingungan. tak lama kemudian mereka saling pandang lalu kembali menatap heran ke arah boss nya.
kok Pak Boss gak marahin kita, ya?- bisik Udin yg terdengar oleh Kenan.
"oh, kalian mau saya hukum?" tanya Kenan sambil bertolak pinggang menghadap kedua U di depan nya ini.
"jangan atuh, Boss! kenapa gak si Udin aja yg di hukum? kan dia sendiri yg minta di hukum!" kata Ujang dengan wajah sok polos nya.
"kok jadi saya? kenapa gak kamu aja!" timpal Udin merasa tidak terima atas apa yg di katakan teman kerja nya itu.
"UDAH UDAH!!! malah ribut! disini saya lagi nanya sama kalian! Chelsea udah ke sini!?" tanya Kenan mengubah topik pembicaraan.
"su-sudah, Pak!" seru kedua U di depan nya sambil menunduk menghadap ke arah boss nya. langsung saja, Kenan berjalan dengan langkah gontai menuju lift khusus yg hanya boleh di gunakan oleh dirinya dan para tamu perusahaan.
ting.
pintu lift terbuka, Kenan pun segera memasuki lift lalu menutup nya dan menekan tombol lantai no 25. lantai paling atas yg berada di gedung kantor nya ini.
tak perlu menunggu terlalu lama, pintu lift pun terbuka dengan perlahan dan menampilkan lorong-lorong yg sepi.
"Chelsea kemana?" gumam Kenan sambil berjalan menuju pintu ruangan nya.
ceklek.
pintu ruangan milik nya pun terbuka dan betapa terkejut nya, Kenan melihat sesosok wanita yg juga terkejut saat melihat nya. namun tak lama setelah nya, wanita itu pun mengalihkan pandangan nya ke arah lain. masih ngambek rupanya!
ekhem...
Kenan berdehem sambil melangkahkan kaki nya ke arah Chelsea namun wanita itu malah menjauhinya dan menyibukkan kedua tangan nya dengan membereskan beberapa berkas yg berserakan di atas meja kerja Boss nya.
"kamu udah sarapan, Chel?" sahut Kenan namun wanita itu tidak menjawab apa yg Kenan tanyakan pada dirinya. ia malah berjalan menuju pintu keluar sambil membawa beberapa berkas yg baru saja ia bereskan.
Kenan merasa bingung dengan tingkah sekertaris nya ini. Chelsea tuh marah karena apa coba!?
dasar wanita!- batin Kenan menggerutu.
karena mulai kesal, Kenan pun berjalan ke arah sang sekertaris lalu kemudian Kenan dengan cepat menyambar tangan Chelsea sambil menarik tubuh rampingnya ke pelukan nya. Chelsea tersentak hingga akhirnya berkas yg berada di tangan nya pun jatuh berserakan ke lantai.
Chelsea tak bersuara saat dirinya kini tengah berada sangat dekat dengan boss nya. pandangan mata mereka hanya berjarak beberapa senti saja. Chelsea menelan saliva nya susah payah, ia tertegun saat melihat raut wajah tampan milik Kenan. matanya masih terbelalak kaget.
tak ada pergerakan dari keduanya, Kenan yg kini tengah menatap lekat ke arah kedua mata milik Chelsea, membuat degup jantung milik wanita di hadapan nya ini berdetak cepat.
"kamu marah sama saya?" seru Kenan setelah sekian lama nya terdiam sambil menatap ke arah sang sekertaris.
Chelsea mengangguk tanpa mau bersuara. dirinya masih kesal dengan apa yg terjadi kemarin malam.
"kenapa!?"
Chelsea membelalakkan kedua matanya, ia menampilkan wajah kecut nya sambil mendengkus kesal atas apa yg baru saja Kenan tanyakan.
Sok gak bersalah banget sih, Boss Kenan!? nyebelin nya tingkat dewa!!!- gerutu Chelsea hanya tersampaikan dalam hatinya.
ia sudah bersumpah untuk tidak bicara pada Kenan seharian ini! ia akan di sibukkan dengan apa pun itu. Chelsea tidak ingin berbicara sepatah kata apa pun, biar dirinya tahan dulu kekesalan nya ini. nanti kalau Kenan sudah menyadari apa kesalahan nya, baru dirinya akan dengan senang hati menerima permintaan maaf dari sang Big Boss.
kembali berpikir. tidak mungkin Kenan akan meminta maaf seperti apa yg dirinya pikirkan! sikap sok polos dan sok suci nya ini membuat dirinya kesal dengan berbagai umpatan sudah tersedia penuh di pikiran nya.
Chelsea menyipitkan kedua bola matanya saat menatap boss nya yg hanya berjarak beberapa senti saja dari pandangan nya.
Kenan menaikkan sebelah alisnya. "kenapa natap saya kayak gitu?" tanya Kenan namun wanita yg berada di pelukannya ini seolah bisu dan tuli. tidak mendengar dan tidak menjawab apa yg Kenan tanyakan padanya.
ceklek.
suara gagang knop pintu terbuka membuat perhatian keduanya teralihkan.
shok!
itu yg di rasakan seorang staf wanita yg baru saja akan masuk ke dalam ruangan CEO milik Kenan.
Kenan dan Chelsea tentu saja juga merasa shok. pasalnya, mereka ini tengah berdiri dengan sangat berdekatan. oh tidak! bukan hanya berdiri saja! Kenan juga tengah memegang tangan milik Chelsea dan memeluk pinggang ramping nya.
siapa saja yg melihatnya pasti akan langsung salah paham.
*bruk.
To be continue*...
Ku up lagi guys!!!
3 eps sekaligus nih!!!
perbanyak like yeh! jangan pada pelit!
ok deh, see you next chapter:*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Nur hikmah
duh Chelsea jatuh Yuh....pinggangku sakit tuh..hee
2020-11-18
0
Sartini Cilacap
Kenan mana mungkin sadar bahwa dirinya punya salah terhadap Chelsea
2020-03-13
3
Putry
romantis cuman sebentar
2020-03-09
2