Sinar matahari pagi menyinari masuk ke dalam sebuah kamar yg di huni oleh seorang perempuan cantik. Chelsea, kini tengah terlelap dengan mimpi indahnya sampai-sampai dia tidak merasakan udara hangat dipagi hari.
Suara jam beker dari pukul 5 pagi hingga pukul 6.19 pagi belum ada tanda tanda berhenti mengeluarkan suara. Itu tandanya sang pemilik masih dalam keadaan tidur yg tak bisa dibangunkan.
Karena merasa ada yg tengah mengganggu tidur indahnya, Chelsea pun membuka matanya perlahan dan dengar kasar, ia mengambil jam beker yg berada diatas meja nakas samping tempat tidur. Kemudian ia mematikan benda tersebut dengan cara membantingkannya dengan geram.
Chelsea mulai merubah posisi tidurnya dengan posisi duduk bersila diatas tempat tidur. Di rasa cukup sadar ia pun mengalihkan pandangannya pada jam beker yg baru saja ia taruh kembali ditempat semula.
Terkejut.
Itu yg tengah Chelsea rasakan. Bagaimana tidak? Ia yg awalnya memasang alaram pukul 5, kini ia dibangunkan pukul 6. 20.
Gila!
Gue kesiangan!
Chelsea kemudian berlari kearah lemari pakaian, mencari handuk, pakaian dalam dan seragam kerjanya. Setelah menemukan barang tersebut, Chelsea segera melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar apartemen nya.
Tak cukup setengah jam, Chelsea pun keluar dari kamar mandi dengan setelan kerjanya yg begitu rapi. Ia segera merias dirinya sebentar dengan polesan krim pelembab dan sedikit bedak. Tak lupa juga, sebuah pewarna bibir berwarna pink ke merah merahan ia poleskan sedikit di bibir cantiknya.
Setelah di rasa cukup beres, ia kemudian menyambar tas kerja miliknya, lalu ia berlari kearah tempat sepatu dan memakai asal sepatu yang mungkin saja warnanya tidak cocok dengan pakaian yang tengah ia kenakan.
Lalu setelahnya, Chelsea berlari sekuat tenaga, setelah ia sudah berpenampilan rapi dan cantik.
Tentu saja harus rapi. Kalau tidak, boss nya itu akan berkomentar pedas yg tidak tidak!
****
Sesampainya didepan Kantor Boss nya, Chelsea pun mulai mengendap-endap saat sudah hampir berada didepan ruangan kerja Boss nya itu. Chelsea melihat ke sekeliling lorong-lorong kantor. Setelah di rasa cukup aman, dirinya mulai mendekati meja kerjanya yg terletak tak jauh dari pintu menuju ruangan Boss Besarnya.
Chelsea mendaratkan perlahan dirinya diatas kursi putar dan mulai menghembuskan nafas panjang. Ia lega, boss nya belum sampai di tempat ia bekerja.
"Dari mana saja kamu, Chelsea? Jam segini baru sampai kantor?!"
Tiba-tiba saja suara sahutan seseorang lelaki membangunkan ketenangan nya.
"Oh tidak! Suara itu lagi, jangan jangan..." Chelsea mulai cemas dengan nada suara lelaki yg baru saja menyahutinya. Ia kenal betul dengan suara itu.
Dengan perlahan, Chelsea pun memutar tubuhnya dan al hasil. Chelsea terkejut yg didapatinya adalah, seorang Boss Besar yg kini tengah menatapnya tajam sambil terus melihat kearah arloji yg tengah dirinya pakai.
"Eh..? Bo.. Bo.. Boss??" pekik Chelsea.
Mampus lo Chelsea!
Ketahuan telat kan lo? Udah deh, kelar hidup lo!
"Wah... Benar-benar kamu, Chelsea! Ini udah jam 7 pagi lho! Seriusan, baru datang? Kenapa gak sekalian aja gak usah datang ke kantor, hm?" tanya Kenan dingin sekaligus menyindir.
"Maaf, Boss! Saya... Saya..." ucap Chelsea tergagap.
"Saya-saya-saya. Saya apa sih? Yg jelas dong ngomongnya, Chelsea!" bentak Kenan penuh penekanan. Membuat Chelsea yg mendengarnya merasa terintimidasi hingga akhirnya, wanita itu hanya mampu menundukkan wajahnya ke lantai.
"Maaf, boss. Saya bangun kesiangan," jawab Chelsea spontan sembari terus menundukkan wajahnya, mulai takut pada boss besar yg berada di hadapannya ini.
"Oh. Itu aja?" tanya Kenan, Chelsea pun mengangguk pelan
"Ok, saya maafin kamu." ujar Kenan dengan tenang. Chelsea pun tidak percaya atas apa yg Kenan katakan padanya barusan.
Chelsea menengadahkan kepalanya. Menatap tidak percaya ke arah Kenan.
"Kenapa natap saya kayak gitu? Naksir?" paparnya dengan nada kepedean.
Dasar narsistik!
Umpat Chelsea dalam otak kecilnya. Tak lama kemudian, Kenan menarik tangan Chelsea untuk mulai masuk ke dalam ruangannya.
Chelsea hanya bisa patuh atas perlakuan bossnya itu.
Terserah apa maumu boss!
Terserah! Gue mah ikhlas-ikhlas aja!
Asal jangan Anda bunuh makhluk jomblo ni!
Kenan menyuruh Chelsea untuk duduk terlebih dahulu disebuah sofa empuk di ruangan nya.
Chelsea pun duduk manis diatas sofa tersebut kemudian Kenan membuka suaranya,
"Tadi kamu bilang, kamu bangun kesiangan ya?" tanya Kenan dengan wajah datarnya.
"Maaf, boss" ucap Chelsea sambil menundukkan wajahnya. Lagi.
"Ok, gak papa. Saya maafin kamu kok, Chelsea," ujarnya sambil sedikit terukir sebuah senyum sinis di wajah tampannya.
"Seriusan, Boss!" tanya Chelsea dan diangguki anggukan cool oleh Kenan.
"Tapi dengan 1 syarat." ujar kenan dan raut wajah bahagia Chelsea pun seketika memudar.
to be continue...
Revisi ulang: 6 Maret 2020
don't forget for like, comment and vote! thank you...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
PinkyOwl
.
2023-01-14
0
puput
nie bis ada maunya pasti
2022-10-08
0
Darmiati Thamrin
Mulai menikmati ceritanya
2021-08-22
0