Seorang wanita muda keluar dari pintu mobi bagian depan dengan raut wajah yang sedikit tertekuk. Chelsea.
"Hati-hati, Pak Kenan!" ujar Chelsea saat dirinya sudah berada di depan gedung apartemen nya.
"Wuidiihh!!! Tumben manggilnya Pak Kenan, biasanya juga Pak Boss!" ujar Kenan yg masih berada di dalam kursi kemudi nya.
"Kali-kali dong!" katanya dengan nada lemas.
"Gak Boleh, ya?" tanya Chelsea pada boss nya.
"Bukan gak boleh! Cuman gak nyangka aja cewek jutek kayak kamu bisa bersikap baik juga!" celetuk Kenan membuat emosi seorang Chelsea kembali di uji.
Sabar, Chelsea sabar!!!
Boss lo emang nyebelin nya tingkat dewa!!!
"Sadis banget sih boss Kenan sama saya!" ketus Chelsea dengan nada memelas.
"Sadis? Sadis apanya sih? Saya gak mencoba buat membunuh kamu tuh!"
Oh My Boss!!!
Bisa gak, jiwa nyebelin nya buang jauh jauh dulu?! bikin mood orang membeludak ada deh!
"Terserah,"
"Mendingan, Pak Boss segera pulang dari sini biar bisa segera istirahat! Kan besok Pak Boss bakal ngerjain beberapa proyek lagi!" papar Chelsea dengan seulas senyum diakhir ucapan nya.
"Kamu ngusir saya?"
"PAK BOSS!!! kenapa makin hari makin nyebelin aja sih?" ketus Chelsea, dengan wajah yg ditekuk.
"Haha, maaf dong Prinses Chelsea yg cantik. Biarpun Pangeran Tampan ini nyebelin, tapi ganteng nya gak kalah kayak Artis Korea Lho!" ujarnya dengan pede.
"Narsis banget sih! Udah ah, saya mau kembali ke apartemen saya dulu. Saya capek, mau istirahat. Pak Boss kalau masih pengen disini, silakan! Saya permisi!" ujar Chelsea lalu melenggang meninggalkan boss nya yg masih setia duduk di dalam mobil mewah nya.
Kenan hanya bisa menahan tawanya saat melihat sang sekertaris sudah sangat kesal dengan tingkah nya.
" CHELSEA!!! AWAS NANTI KALAU KAMU TERUS MIKIRIN PANGERAN TAMPAN YANG SATU INI!!!" teriak Kenan dengan lantang nya sembari mengeluarkan kepalanya dari jendela kaca mobil.
Langkah Chelsea terhenti setelah mendengar teriakan dari boss super nyebelin nya. Ia berbalik lalu menatap boss nya dari kejauhan.
"GAK AKAN!!!" teriak Chelsea dengan suara cempreng nya. ia berjalan dengan langkah cepat sambil sesekali menghentak-hentakan kaki nya ke tanah.
Kenan sangat puas karena sudah membuat sang sekertaris kesal padanya. Sungguh, ini adalah hobi Kenan yg benar-benar unik.
Yaitu, menjahili sekertaris nya!
Kenan menyadarkan lamunan tentang sang sekertaris dan mulai menjalankan kembali mobil nya untuk segera pulang menuju mansion miliknya.
****
Setibanya di apartemen, Chelsea mulai melepas pakaian formal nya dan mulai menggantinya dengan pakaian sehari-hari. Ia mengenakan kaos dengan ukuran yg longgar hingga panjang nya sampai sepaha, tak lupa ia juga mengenakan celana pendek yg ukuran panjang nya senada dengan kaos yg ia kenakan.
Ia melangkahkan kaki nya ke dalam kamar mandi yg terletak di pojokkan kamar nya. Disana, Chelsea mulai melepas make up di wajah nya dengan cara mencucinya dengan sebuah facial foam. setelah mencuci wajah, ia mulai mengelapnya menggunakan handuk kecil lalu kembali melakukan sesuatu pada kulit wajah nya ini.
Chelsea mulai memakaikan masker di wajah nya dengan hati-hati dan telaten. Setelah dirasa telah selesai di pakai, Chelsea pun segera keluar dari kamar mandi lalu memasuki kamar nya.
"Ah, hari yg panjang!" gumam Chelsea saat dirinya baru saja menduduki pinggiran tempat tidur.
Pinggiran tempat tidur?!
jangan bilang si Chelsea mau tidur?!
Ya, memang dia ingin tidur!
dirinya masih merasa lelah karena kegiatan bergadang nya akhir-akhir ini. Makanya, saat ini Chelsea sudah hampir memejamkan kedua matanya dan berbaring dengan cantik di atas kasur dengan di balut selimut yg super hangat.
drrt... drrt...
tiba-tiba suara dering ponsel membangunkan dirinya yg baru saja memejamkan kedua mata lelah nya.
sialan.
belum juga gue masuk alam mimpi!
Chelsea mengumpat sembari meraba-raba meja nakas yg berada di samping tempat tidur nya.
Setelah ia sudah menemukan ponsel nya, ia mulai menekan tombol hijau tanpa melihat siapa yg tengah menelfon dirinya.
"Siapa?" sahut Chelsea tanpa mengatakan basa-basi.
"Sombong banget lu jadi temen, Chel?! mau gue pukul, hah?!"
Chelsea melebarkan pandangan nya, ia mulai menjauhkan layar ponsel di telinga nya lalu mulai mengecek siapa yg tengah menelponnya?!
Gilaa!!!
gue kira siapa?!
"Ya elah! Gue kira ini siapa, ternyata elo Sell!" Chelsea membenarkan posisi duduk nya di tempat tidur.
"Iya, ini gue! Prinses Giselle yg cuantek nya minta ampun!!"
"Terserah! Oh iya, btw ada apa lo nelponin gue?!" tanya Chelsea langsung pada inti nya.
"Ketemuan yok! Kangen gue, sekalian gue punya temen cowok yg mau gue kenalin ke elo!"
"Temen cowok? Jangan-jangan pacar baru lo ya?!"
"Enak aja! Dia temen gue! Katanya dia kangen sama wajah lo! Dia penasaran banget muka lo udah kayak gimana sekarang!"
"Lho? Muka gue?! Emang gue kenal sama dia?!"
"Udah, jangan banyak bacot! Buruan kita ketemu setengah jam lagi. Ntar gue kirimin alamat nya, ok?!"
"Oh, Oke. gue tutup dulu telfon nya, bye Giselle Kuh!"
"Dih, serem gue. Haha, oke byee!!"
tut... tut... tut...
Panggilan telfon pun berakhir, Chelsea beranjak dari tempat tidur lalu kembali memasuki kamar mandi nya untuk melaksanakan aktivitas seperti biasanya, mandi.
Tidak mungkin jika wanita cantik seperti dirinya tidak mandi terlebih dahulu untuk berjalan keluar. Apalagi jika harus berhadapan dengan laki-laki yg akan di kenalkan Giselle padanya.
Tak butuh waktu yg lama, kini Chelsea sudah memakai pakaian casual dengan setelan yg sangat cocok di pakai di tubuh nya.
Tak lupa, ia juga mengikat rambutnya ke atas hingga menampilkan leher jenjang nya.
Kini ia sudah keluar dari gedung apartemen dan sekarang terlihat dirinya tengah menunggu seseorang di depan gedung apartemen.
Tak lama kemudian, sebuah mobil taksi online sudah berhenti di hadapannya lalu mobil taksi tersebut sedikit menurunkan kaca mobil nya.
"Mbak, Chelsea?!" sahut seorang supir tersebut yg di ke tahui berjenis kelamin laki-laki.
"Betul. Apa ini benar Pak Arif?" tanya Chelsea dan supir itu mengangguk.
"Betul, itu saya. Mari masuk, Mbak!" ujar sang supir taksi yg ternyata bernama Pak Arif.
Chelsea hanya bisa tersenyum, ia mulai masuk ke dalam mobil, lalu duduk di kursi belakang yg tak lain adalah kursi penumpang.
Tak lama setelahnya, mobil taksi yg di pesan Chelsea pun mulai bergerak maju mengikuti arah peta yg di tuju di sebuah aplikasi.
****
Seorang wanita cantik yg sedang mengobrol berdua bersama seorang laki-laki di sebuah kafe yg baru saja di datangi oleh Chelsea. Ia mulai membelalakkan kedua matanya saat tahu bahwa wanita yg ia lihat barusan adalah sahabat nya. Yg sudah mengajaknya untuk bertemu siang ini.
Tanpa basa-basi lagi, Chelsea pun berjalan mendekat ke arah sana. "Giselle!" sahut Chelsea sambil melambaikan sebelah tangan nya.
Kedua orang yg tengah berbincang hangat itu pun mulai mengalihkan perhatian nya pada sebuah teriakan yg baru saja menyahuti salah satu dari mereka berdua.
"Oh hai!! Sini, Chel!" teriak Giselle yg mulai menyadari kehadiran Chelsea.
Lho?
itu yg sama Giselle kok kayak kenal?
apa jangan-jangan...
Angga?!
Chelsea terdiam sebentar saat melihat raut wajah lelaki di samping sahabat nya yg serasa tak asing menurut nya.
To be continue...
Yeey!! update lagi guys!!!
gimana episode nya kali ini?
biasa aja? gak seru? garing?
komen aja di bawah!
butuh kritikan dan saran nih!
oh iya, btw!
kalian tahu siapa Angga?!
hah? gak tahu?
sama, author juga😁
udah ah, segitu dulu ya!
jangan lupa like nya jangan pelit pelit!
hahaa,
see you next chapter!!!:*
Revisi: 10 Maret 2020
don't forget for like, comment and vote. thank you:*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Yang ❤️ Yaman
laaah... author nanya ke kita sapa Angga??
bisa ae lu Thor 😂😂
2021-11-29
0
AyAy
serasa baca novel anak sekolahan.
2020-04-17
1
AyAy
serasa baca novel anak sekolahan.
2020-04-17
0