Ting tong.
Suara bell apartemen berbunyi membangunkan sang pemilik yg tengah tertidur. "Hmm..." Chelsea mengerang dan menggeliat di kasur nya. Chelsea merasakan ada suara bell berbunyi di depan pintu apartemen nya, tapi Chelsea ogah untuk membuka nya.
Ting tong.
Suara bell apartemen nya kembali berbunyi membuat Chelsea mau tak mau harus bangkit dari kasur dan beranjak membukakan pintu.
Cklek.
"Siapa sih, ganggu aja orang lagi tidur juga!" gertak Chelsea saat membukakan pintu apartemen nya dengan keadaan mata yg masih agak tertutup sambil menguap.
Ekhem...
Tiba-tiba saja suara deheman di depan nya membangunkan kesadaran Chelsea yg tadi nya masih malas-malasan untuk bangun.
Terkejut. Saat dirinya membuka mata nya lebar-lebar, di dapati nya Boss Besar yg kini tengah menatap nya datar.
"Boss?"
"Iya, ini saya Chelsea!"
Brakk.
Chelsea menutup pintu apartemen nya dengan kasar, ia tidak memedulikan seseorang yg masih setia berdiri di depan pintu apartemen nya.
"APA APAAN KAMU, CHELSEA? SAYA DATANG KE SINI BUKAN NYA DI SAMBUT MALAH DI DIEMIN!!!" Kenan berteriak sangat nyaring di luar sana, sampai semua orang yg melintas memandangi nya dengan tatapan kebingungan.
Cklek.
Pintu apartemen Chelsea kembali terbuka, menampilkan seorang wanita dengan penampilan yg jauh berbeda dari sebelum nya. Cantik. Itu lah kesan pertama yg di lihat oleh Kenan.
Chelsea tersenyum ragu-ragu, mengingat dirinya baru saja mengunci pintu apartemen nya supaya Kenan tidak masuk. Tidak mungkin kan Chelsea menghadap Kenan dengan penampilan yg acak-acakan plus urakan?!
"Boss? Si-silakan masuk." Chelsea mempersilakan Boss nya untuk masuk ke dalam apartemen. Tapi tiba-tiba Kenan menarik tangan Chelsea, "Saya disini bukan untuk berkunjung!" katanya dengan datar.
Chelsea berbalik dan melihat ke arah pergelangan tangan nya yg kini di cekal oleh Kenan.
"Ada apa boss?"
Kenan diam saat Chelsea bertanya pada nya. Sorot mata nya menatap kearah manik mata Chelsea, "Saya butuh kamu untuk hari ini," ucap Kenan yg membuat kening Chelsea mengernyit tidak mengerti.
"Maksud boss?"
"Ikut saya, Chelsea!" tiba-tiba Kenan menarik tangan Chelsea untuk keluar dari apartemen milik wanita itu. Chelsea kebingungan, namun ia juga khawatir pintu apartemen nya belum di kunci sama sekali. Chelsea menghentikan langkah, membuat Kenan yg berada di depan nya juga ikut berhenti. Kenan berbalik, di lihat nya raut wajah Chelsea yg masih kebingungan.
"Boss mau bawa saya kemana?"
"Tenang aja, Chelsea! Saya gak bakal apa apa in kamu kok. Saya cuma butuh kamu bantuin saya nyari berkas buat besok di tanda tangani sama pihak perusahaan lain." katanya dengan wajah cemas.
Chelsea membelalakkan mata nya tidak percaya. Bisa bisa nya boss nya ini menghilangkan berkas yg teramat penting itu? Apalagi Chelsea lah yg membuat nya susah payah untuk itu.
Sialan kau boss!
"Astaga! Boss! Saya sudah cape cape lho, ngerjain berkas itu! Dan boss dengan mudah nya menghilangkan berkas itu?" omel Chelsea dengan suara sedikit berteriak.
"Kamu lagi nyalahin saya?" balik Kenan dengan suara yg meninggi pula.
Astaga!
Chelsea keceplosan, hampir saja dia memberitahukan sifat asli nya.
Chelsea berdehem untuk mencairkan suasana tegang diantara mereka. Kepala nya mulai tertunduk, dan bibir nya kemudian mengucapkan sesuatu.
"Ma-maaf boss! Saya hanya... Hanya---"
"Sudahlah! Lebih baik kamu datang ke mansion saya hari ini." potong Kenan kemudian menarik lengan Chelsea. Chelsea berusaha menarik kembali lengan nya namun tidak berhasil, yg ada Kenan malah berbalik menatap nya dengan tajam.
"Kenapa lagi, Chelsea?"
"Anu... Pintu apartemen saya belum di kunci, pak!"
Kenan menghela nafas gusar dan melepaskan genggaman tangan nya dan menyuruh Chelsea untuk segera mengunci pintu apartemen nya.
Kini Chelsea sudah kembali ke tempat dimana Kenan masih setia berdiri menunggunya. "Cepat! Sebelum terlambat!" seru Kenan sambil menarik pergelangan tangan Chelsea.
****
Setiba nya di mansion Kenan tepat nya di ruang kerja milik nya, mereka berdua tengah sibuk mengacak-acak tempat itu hingga tak berbentuk lagi.
Oh, lebih tepat nya mencari berkas yg hilang itu!
"Waktu itu bapak taruh dimana sih berkas nya?" keluh Chelsea sudah lelah mencari sekeliling.
"Kalo gak salah saya simpan di meja ini!"
What? Kalo gak salah?
"Ish, pak Kenan yg bener dong. Kalo gak ketemu gimana?" cemas Chelsea sambil mengerucutkan bibir nya.
Kenan makin pusing dengan ocehan keluh-kesah dari wanita itu. Kenan mengacak-acak rambut nya frustasi dan mengerang di akhir kegiatan nya.
Chelsea terus mencari di sudut ruangan hingga ia membuka sebuah kardus besar berisi berkas berkas lama. Mungkin saja kan Kenan lupa dan menaruh nya disana?!
Pikir nya.
Saat Chelsea membuka kotak tersebut, munculah beberapa serangga dan menggerayangi tangan nya.
"Aaaaaa..." Chelsea berteriak histeris saat seekor kecoak menggerayangi tangan mulus nya. Ia berlonjak-lonjak bahkan sempat menggaruk garuk area tubuh nya. Iya merasa geli pada makhluk itu.
Chelsea berlari ke arah boss nya yg masih sibuk mencari berkas yg hilang itu.
Terkejut.
Itu lah yg kini Kenan rasakan. Chelsea selaku sekertaris dan asisten pribadi nya ini tengah memeluk dirinya dengan erat dengan mata terpejam dan bibir yg berkata sambil memohon mohon.
"Jauhkan... Jauhkan... Jauhkan... Guee takuuuttt!!!!" mohon Chelsea, saat tubuh nya masih setia di pelukan boss nya.
Dengan mata terpejam dan tubuh yg bergetar terlihat sekali bahwa Chelsea benar benar ketakutan.
Kenan tidak berkutik sama sekali saat di peluk sang sekertaris. Tapi kemudian, dia mencoba mengangkat kedua bahu sekertaris nya yg masih setia menempel pada nya.
"Hei? Kamu gak papa?"
"Singkirin itu... Gue takut!!!" tanpa sadar, Chelsea sudah tidak berbicara formal lagi pada boss nya. Untung nya! Kenan juga tidak menghiraukan itu. Ia malah bertanya-tanya, Apa yg harus ia singkirkan?
"Gak ada apa apa, Chelsea! Kamu ini kenapa sih?"
Mendengar ucapan boss nya yg lumayan meyakinkan, Chelsea pun melepaskan pelukan tersebut dan kini sorot mata nya tengah menatap Kenan dengan tatapan yg sulit diartikan. Kenan juga tengah menatap Chelsea dengan tatapan berbeda.
Cukup lama mereka bertatap tatapan hingga akhirnya mereka menghentikan aktivitas itu.
"Maaf, boss!" ucap Chelsea saat melepaskan pelukan nya.
~to be continue...
Holaa...
Maaf kalo teman teman masih mendapati typo dari awal episode sampai episode ini.
Jangan lupa vote dan komen ye guys!
Thank you!
Saranghae:*
Revisi: 6 Maret 2020
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
puput
ternyata dirumah orang kaya juga ada kecoanya
2022-10-08
1
Tara
Seharusnya Ada hard copy n tinggal print ulang. Gitu aja dibuat susa. 🤔
2022-08-18
1
Month_Ballet
rumah orang kaya ada kecoa dan serangga juga ya! hmmm Baru tau akoh hahahahhsshh tapi lucu juga
2020-11-28
3