Chelsea menghentak hentakan kaki sekaligus tangannya dengan geram. Ini sudah ke berapa kalinya dirinya terus terusan ditipu oleh boss besar nya itu.
Sebelumnya dia mengatakan akan memaafkan Chelsea, namun dengan satu syarat.
Dan siapa sangka? Syarat yg diberikan oleh Kenan adalah, harus menemaninya bergadang semalaman! Dengan hanya ditemani berkas-berkas yg menumpuk dan segelas kopi panas jika tiba-tiba saja rasa kantuk mulai menghadang.
"Boss sialan!" umpat Chelsea dengan pelan sembari terus membolak balikan halaman berkas yg berada di tangannya.
Untunglah!
Kenan tidak mendengarnya, dia juga sedang di si bukan dengan beberapa panggilan telpon mendadak dan beberapa berkas yg harus dicek ulang, memastikan tidak ada yg terlewatkan. Sedikitpun
Chelsea telah menyelesaikan beberapa berkas, tapi dirinya sudah merenggangkan otot-otot tubuh nya. Ia kelelahan!
Bayangkan saja!
Pukul 11 malam begini, siapa yg masih di sibukan dengan kerja?
Mungkin hanya dirinya dan boss besarnya itu.
Chelsea mulai menguap, kemudian ia tidak sengaja menatap kearah Kenan yg kini tengah membolak balikan beberapa halaman berkas.
Oh tidak!
Kenan nampak tampan dengan setelan kerja yg agak berantakan dengan model rambut yg sudah acak-acakan pula. Kesan nya terlihat lebih, sexy dari biasanya.
Chelsea menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat. Apa yg tengah ia pikirkan? Dia tidak tampan, dia sungguh menjengkelkan!
Kini waktu sudah menunjukan pukul 00.27 WIB. Rasa kantuk belum merangsang pada jiwa Kenan. Tapi tidak untuk Chelsea selaku sekertaris dan asisten pribadinya.
Wanita itu kini sudah tertidur lelap dengan beberapa berkas yg terbuka yang ia jadikan sebuah bantal untuk kepalanya.
Kenan terkekeh ketika melihat sekertarisnya itu tengah tertidur lelap.
Tanpa sadar!
Kenan kini sudah mendekatkan tubuhnya untuk menghampiri sang sekertaris, yg tengah tertidur lelap di meja kerjanya.
Ia memerhatikan raut wajah lelah Chelsea. Wajahnya nampak tenang dan damai. Kenan jadi tidak tega membangunkannya. Dan akhirnya, Kenan berinisiatif untuk menggendong Chelsea menuju mobil pribadinya.
Sesaat wajah Chelsea berhadapan dengannya, Kenan terpaku akan kecantikan yg dimiliki sekertarisnya itu.
Jujur!
Chelsea memang sangat cantik jika dia tidak sedang mengoceh. Apalagi saat tidur?! Cantiknya bertambah!
Batin Kenan. Tak lama kemudian ia mulai menyadarkan dirinya supaya tidak berpikiran aneh-aneh seperti itu.
Kenan terus menggendong Chelsea, wanita itu yg masih setia berada di dekapan boss nya sama sekali tidak merasa terusik.
Kenan meletakan Chelsea di kursi mobil sebelah kursi pengemudi. Sebelum menjalankan mobil, Kenan memasangkan sabuk pengaman terlebih dahulu pada Chelsea. Tapi, lagi lagi Kenan terpaku oleh wajah cantik Chelsea.
Ia membulatkan matanya saat wajah mereka sangat berdekatan. Sehingga hembusan nafas mereka pun saling bertubrukan. Kenan kembali mengingatkan dirinya untuk keinginannya itu.
Kenan segera menjalankan mobilnya, pulang menuju mansion mewahnya.
****
Setibanya mobil Kenan didepan mansion megahnya ini, Kenan melirik kearah sang sekertaris. Dengan keadaan yg selalu sama, tertidur dengan pulasnya.
"Sadar kebo!" ucap Kenan sambil terkekeh sambil mencoba membuka pintu mobil.
****
Kini Kenan sudah berada di dalam kamar pribadinya. Ia kelelahan! Mengingat waktu dirinya mengangkat tubuh Chelsea, sangat berat! Katanya.
Flashback on!
Kenan mengangkat tubuh Chelsea dengan kekuatannya yg tersisa. Kenan sungguh kesusahan saat menggendong tubuh sekertarisnya itu.
Ingin rasanya Kenan jatuhkan saja tubuh wanita ini ke jurang. Supaya Kenan tidak usah repot-repot mengangkatnya begini.
Tapi niatnya itu hanya menjadi sebuah rencana. Tidak mungkin kan jika Kenan akan menjatuhkan tubuh Chelsea ke jurang? Yg ada Kenan yg akan ditangkap polisi, atas tuduhan pembunuhan.
Kenan bergidik ngeri saat memikirkan tentang polisi.
Jujur saja!
Kenan takut masuk penjara, bagaimana dengan nasib dirinya nanti jika harus terjerumus ke dalam jeruji besi?
Ah sudahlah! Kenapa ia jadi memikirkan polisi? Kenan sedang sibuk saat ini, tak ada waktu untuk membahas ketakutannya lebih lanjut.
Kenan membaringkan tubuh Chelsea diatas tempat tidur khusus untuk tamu. Kenan masih punya malu, tidak mungkin kan ia harus tidur sekamar dengan sekertarisnya itu? Apalagi satu kasur?! Kenan kembali bergidik ngeri saat kembali membayangkannya.
Setelah Kenan membaringkan Chelsea di tempat tidur, ia juga menyelimuti tubuh seksi milik sang sekertaris dengan sebuah selimut yg empuk dan nyaman.
Karena sudah merasa tugasnya selesai, Kenan pun keluar dari kamar tersebut dan masuk ke dalam kamar pribadinya.
Flashback off
Kenan kini tengah asyik meregangkan tubuh dan otot ototnya dengan cara berbaring diatas kasur king size miliknya.
Kenan tak membuka baju kerjanya terlebih dahulu. Otak kecilnya masih setia memikirkan sang sekertaris yg baru saja ia bawa pulang ke mansionnya.
to be continue...
Revisi ulang: 6 Maret 2020
don't forget for like, comment and vote. thank you...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
puput
untung si boss ada akhlak
2022-10-08
0
Inda Resky
hahah, diam2 suka itu si kenan
2021-02-13
0
Month_Ballet
modus apa nolong tuh?
2020-11-28
1