13. Ada Apa Dengan Radit

Setelah Radit duduk. Rania masih berdiri disamping meja.

''Hei kenapa kamu masih berdiri?'' tanya Radit.

''Ngak apa-apa pak. Saya berdiri saja'' jawab Rania.

''Ngak mungkin aku duduk satu meja dengannya. Secara dia bos dan aku hanya sopir''batin Rania.

''Duduk... Emang kamu pengawal saya.'' perintah Radit dingin.

''Baik pak'' kata Rania kemudian dia duduk didepan Radit. Tidak lama pelayan datang menanyakan menu yang akan dipesan.

Setelah Radit memilih apa yang mau di makan dia menyerahkan menu ke Rania. Pelayan yang melihat mereka tidak percaya seorang pria tampan makan berdua dengan cewek yang penampilannya culun seperti Rania.

''Siapa cewek yang duduk sama pak Radit ini. Kenapa tampilanya seperti itu. Apa pak Radit tidak malu'' batin pelayan.

''Saya tidak makan pak'' tolak Rania.

''Kenapa?'' tanya Radit datar.

''Saya sudah makan'' jawab Rania sambil melihat Radit dari balik kacamatanya.

'' Kan tidak etis saya makan sendiri sedangkan kamu melihat saya makan saja. Kalau kamu tidak mau makan setidaknya pesan minuman. Ntar orang kira saya pelit sama kamu'' jelas Radit tidak mau kalah.

''Saya pesan orange juice saja mbak'' ucap Rania kepada pelayan.

Setelah mencatat semuanya pelayan pun pergi mengambil pesanan. Untuk beberapa saat mereka berdua hanya duduk dengan diam. Rania melihat keluar jendela. Entah apa yang dipikirkannya. Sedangkan Radit sibuk mengeluarkan tablet sambil mengecek berkas. Tidak beberapa lama kemudian pesanan mereka datang.

''Serius kamu tidak makan''tanya Radit.

''Iya pak'' jawab Rania.

''Kenapa pak Radit jadi cerewet gini sih''batin Rania.

'' Emang kamu makan dimana tadi?'' tanya Radit sambil mulai memasukan makanannya kemulutnya.

''Makan bekal yang saya bawa dari rumah pak''jawab Rania.

''Hmm. Kenapa tidak makan dikantin?''tanya Radit lagi.

''Biar lebih irit pak''jawab Rania.

''Apa gaji kamu kurang sehingga untuk makan aja pakai ngirit segala?''Tanya Radit heran. Mungkin karna dia bos jadi tidak tahu kenapa karyawannya harus begitu.

''Anda lupa ya pak. Kalau saya belum gajian''jelas Rania.

''Saya belum sampai sebulan kerja pak.'' batin Rania.

''Oooo'' kata Radit sambil menyelesaikan makanannya.

Setelah membayar bonnya. Radit dan Rania kembali kekantor. Dalam perjalanan pulang mereka hanya diam.

......................

Radit Pov

Sesampai di ruangan aku masih kepikiran tentang Rania. Kejadiannya diparkiran tadi sama Cynthia masih saja menganguku. Bagaimana dengan wajahnya yang tenang menghadapi kemarahan Cynthia. Entah mengapa aku yang emosi melihat kelakuan Cynthia. mungkin karna om Gunawan manyinggung perjodohanku sama Cynthia, yang membuatku jadi tambah marah melihat Cynthia memarahi Rania ya. Itu salah satu yang tidak aku suka dari Cynthia selain manja dan kekanak-kanakan dia juga tidak bisa menahan emosinya. Selalu memandang rendah orang lain.

Yang tambah membuatku heran Rendi yang selama ini cuek dengan semua cewek yang mengejarnya malah meminta Rania jadi sopirnya. Dan dia bersedia bekerja sebagai wakil ceo. Padahal selama ini Rendi selalu menolak kalau aku menyuruhnya membantu di kantor. Apa yang dilihat Rendi dari Rania?? Terutama sikapnya jelas berubah setelah kejadian Rania jatuh diparkiran tadi pagi.

Jelas saja aku menolaknya. Karna aku sudah mulai terbiasa dan nyaman dengan sopir baruku ini. Apaaa aku mulai nyaman? Selama ini aku tidak pernah merasa seperti itu. Mungkin karna pembawaannya yang tenang. Ya karna itu.

Pas makan siang Davin izin keluar untuk makan siang sama pacarnya. Karna kerjaannya udah selesai dan tidak ada ketemu klien lagi hari ini jadi aku izinkan. Aku jadi ngak selera makan sendiri diruanganku maupun dikantin. Karna selama ini aku makan siang bersama Davin. Asisten sekaligus temanku.

Kemudian aku ingin pergi makan kerestoran langgananku. Setelah sampai diparkir mobil. Kulihat sopir baruku tidak ada disana. Kutelepon ternyata dia lagi berada diruangan istirahat. Sesaat kemudian dia sampai ditempatku tergesa-gesa. Lucu melihatnya sampai lari ngos-ngosan ketempat kuberdiri.Sebenarnya dia cukup cepat sampai tapi entah kenapa aku malah..

''Kenapa kamu lama sekali?'' tanyaku dengan ekspresi dingin.

Tapi dia hanya menjawab ''maaf'' sungguh irit sekali. Setelah itu aku menyuruhnya mengatar ke restoran langgananku.

Kami sampai didepan restoran. Kulihat orang agak ramai. Mungkin karna jam makan siang. Ketikaku melangkah ke arah restoran kulihat dia masih berdiri di dekat mobil. Kuajak dia masuk tapi dia menolak karna alasan tidak enak dilihat orang. Aduh kenapa nih anak bikin kesal batinku. Setelahku paksa dia baru mau mengikuti masuk kedalam restoran.

Aku memilih meja didekat jendela.Waktuku sudah duduk. Lagi-lagi dia masih berdiri disamping meja. Seolah dia enggan duduk satu meja denganku. Dia bukan pengawal yang harus berdiri ketika tuannya makan. Setelah kusuruh baru dia duduk. Heran kenapa aku peduli sama dia. Biasanya aku cuek dengan apa yang terjadi. Mungkin karna aku lagi malas makan sendiri. Iya mungkin karna itu.

Dia tidak mau makan. Karna sudah makan.Dan lagi setelah aku paksa baru dia memesan orange juice saja. Sambil menunggu pesanan datang. Kubuka tablet untuk mengecek berkas yang masih tertinggal. Kulirik dia sekilas hanya diam dengan tenang sambil melihat keluar jendela. Entah apa yang dipikirkannya.

Setelah pesanan datang aku mulai menyantap makanan. Karna canggung dengan suasana hening atau penasaran kutanya apa dia sudah makan ditempat lain. Ternyata dia bawa bekal dari rumah. Biar lebih irit katanya. Aku heran apa gajinya terlalu kecil sehingga dia harus menghemat makan. Dan ternyata dia belum waktunya gajian. Aku hanya menjawab ber ooo ria. Untuk menghilangkan rasa maluku karna tidak ingat dia belum gajian.

......................

Author Pov

Pulang kerja Rania singgah diklinik sahabatnya.

''Kamu pulang jam berapa Si?'' tanya Rania.

''Aku mungkin agak telat pulang Ran, karna kak Davin ngajak dinner diluar. hehe'' jawab Sisi senang.

''Cie.Cie. Yang mau dinner diluar. Betapa senangnya'' goda Rania.

''Hehe. Karna jarang-jarang loh kami bisa dinner bareng. Kamu tahu sendiri aku dan kak Davin sama sibuk'' jelas Sisi.

'' Ya udah. Aku pulang dulu kalau gitu''

''Ee kamu ngak mau nemanin aku disini''

''Ngak. angapain aku nemanin orang yang lagi nungguin pacarnya. Bikin capek aja''

''Hehe.. Ya udah hati-hati dijalan''

''Iya. Kamu juga semoga dinnernya menyenangkan''

Rania langsung pulang ke apartemen Sisi.Sampai diapartemen Rania langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.

Pada pukul 19.00 Rania berniat keluar mencari makan malam. Karna Sisi tidak makan malam dirumah rania jadi malas masak.

Rania berjalan santai keluar apartemen. Rencana akan mencari makan didekat apartemen jadi Rania jalan kaki aja.

''Enak makan apa ya?''. batin Rania.

Karna sedang memikirkan apa yang mau dibeli Rania tidak sadar kalau ada motor yang hampir menabraknya.

Cewek antik awaaaassss!!!

Terpopuler

Comments

Bu ning Bengkel

Bu ning Bengkel

rania ketemu lagi sama cendol..... lanjut....

2024-02-24

2

Yani

Yani

Ketemu lagi sama Rendi

2022-12-09

1

sisi@dedari

sisi@dedari

cowok cendol dong ya😅

2022-06-12

0

lihat semua
Episodes
1 1.Berangkat Ke Jakarta
2 2.Sampai Di Jakarta
3 3.Tawaran Kerja Dari Kak Davin
4 4.Mengatar CV Ke Perusahaan
5 5.Cowok Cendol VS Cewek Antik
6 6.Mulai Bekerja
7 7.CV Sopir Baru
8 8.Kangen Bunda
9 9.Sahabat Sejati
10 10.Tuan Cendol Yang Cerewet
11 11.Pertemuan Yang Tak Terduga
12 12.Makan Dengan Bos
13 13. Ada Apa Dengan Radit
14 14.Makan Bakso
15 15. Kegelisahan Bunda
16 16. Pertemuan Keluarga
17 17.Penolakan Radit
18 18.Menemani Pak Bos
19 19.Penyerangan
20 20.Mulai Perhatian
21 21.Tetap Menolak
22 22.Ngumpul Di Apartemen
23 23.Makan Siang Berdua
24 24.Radit Marah
25 25.Kegelisahan Rania
26 26.Sikap Yang Berubah-ubah
27 27.Perjalanan Ke Bandung
28 28.Terjadi Hal Yang Tidak Terduga
29 29.Kembali Ke Jakarta
30 30.Menginap Dirumah Radit
31 31.Sarapan Pagi
32 32.Menghibur Sisi
33 33. Gajian
34 34. Kabar Duka
35 35. Kesedihan Rania
36 36. Mengantar Rania Pulang
37 37. Pemakaman Bunda
38 38. Menjaga Rania
39 39.Makan Malam Bersama
40 40. Surat dari Bunda
41 41.Masa Lalu
42 42. Masa Lalu 2
43 43. Main Di Sawah
44 44. Kedatangan Gunawan
45 45. Penyesalan
46 46. Kemarahan Rania
47 47. Berpisah
48 48. Sampai Di Rumah
49 49.Sama Suka Rania
50 50.Kakak Yang Kejam
51 51.Dia Memang Cucuku
52 52.Paman Terbaik
53 53. Orang Tua Bangka.
54 54. Negosiasi
55 55. Menjaga Jarak
56 56. Jadi Error
57 57. Bertemu Anak antik
58 58. Menyuruh Rania
59 59. Sama Sama Tidak Suka Wortel
60 60. Kecurigaan Candra
61 61. Kekesalan Rania
62 62. Penolakan
63 63. Menghindar
64 64. Kecelakaan
65 65. Menunggu Dengan Cemas.
66 66. Berebut Menjaga
67 67. Menunggu Rania Siuman
68 68. Rania Siuman
69 69. Berdamai Dengan Masa Lalu
70 70.Mengoda
71 71. Ungkapan Hati
72 72. Ganti panggilan
73 73. Suasana Yang Ramai
74 74. Bertemu Astrid
75 75. Tidak Bisa Jauh
76 76. Penyambutan Rania
77 77. Mengungkap
78 78. Cynthia kabur
79 79. Kecelakaan Cynthia
80 80. Menunggu kabar
81 81. Kondisi Cynthia
82 82. Ayah Yang Bucin
83 83. Menerima Dengan Ikhlas
84 84.Kelumpuhan Cynthia
85 85. Meragukan
86 86. Isi Kamar Ayah
87 87. Kenangan Nella
88 88.Memanggil Mama
89 89. Ayah
90 90. Mertua VS Menantu
91 91. Istri Masa Depan
92 92. Merasakan Punya Adik
93 93. Selalu Terdepan
94 94. Kaca Spion
95 95. Hasil Tes
96 96. Kita Semua Keluarga
97 97. Memperkenalkan Rania
98 98. Calon Istri Serba Bisa
99 99.Cinta Pertama dan Terakhir
100 100. Keinginan Nita
101 101. Menentukan Waktu Pernikahan
102 102. Belajar Menghargai Orang Lain
103 103. Penculikan
104 104. Terungkap
105 105. Akhir Dari Nita
106 106. Kematian Yang Terlalu Mudah
107 107. Keputusan Cynthia
108 108.Tissue Bekas
109 109. Pernikahan
110 110. Resepsi Pernikahan
111 111. Malam Pertama
112 112. Rencana Ke Bandung
113 113. Ingin Memberikan Yang Terbaik
114 114. Menginap Di Bandung
115 115. Akhir Penantian
116 116. Tidak Ada Duanya
117 117. Cemburu
118 118. Bertemu Kevin
119 119. Merasa Bersalah
120 120. Istri Yang Sangat Berarti
121 121. Astrid Tertangkap
122 122.Suasana Pagi
123 123. Pernikahan Sisi dan Davin
124 124. Resepsi Pernikahan Davin dan Sisi
125 125. Ingin Minum Kopi
126 126. Rumah Sakit
127 127. Hamil
128 Pengumuman
Episodes

Updated 128 Episodes

1
1.Berangkat Ke Jakarta
2
2.Sampai Di Jakarta
3
3.Tawaran Kerja Dari Kak Davin
4
4.Mengatar CV Ke Perusahaan
5
5.Cowok Cendol VS Cewek Antik
6
6.Mulai Bekerja
7
7.CV Sopir Baru
8
8.Kangen Bunda
9
9.Sahabat Sejati
10
10.Tuan Cendol Yang Cerewet
11
11.Pertemuan Yang Tak Terduga
12
12.Makan Dengan Bos
13
13. Ada Apa Dengan Radit
14
14.Makan Bakso
15
15. Kegelisahan Bunda
16
16. Pertemuan Keluarga
17
17.Penolakan Radit
18
18.Menemani Pak Bos
19
19.Penyerangan
20
20.Mulai Perhatian
21
21.Tetap Menolak
22
22.Ngumpul Di Apartemen
23
23.Makan Siang Berdua
24
24.Radit Marah
25
25.Kegelisahan Rania
26
26.Sikap Yang Berubah-ubah
27
27.Perjalanan Ke Bandung
28
28.Terjadi Hal Yang Tidak Terduga
29
29.Kembali Ke Jakarta
30
30.Menginap Dirumah Radit
31
31.Sarapan Pagi
32
32.Menghibur Sisi
33
33. Gajian
34
34. Kabar Duka
35
35. Kesedihan Rania
36
36. Mengantar Rania Pulang
37
37. Pemakaman Bunda
38
38. Menjaga Rania
39
39.Makan Malam Bersama
40
40. Surat dari Bunda
41
41.Masa Lalu
42
42. Masa Lalu 2
43
43. Main Di Sawah
44
44. Kedatangan Gunawan
45
45. Penyesalan
46
46. Kemarahan Rania
47
47. Berpisah
48
48. Sampai Di Rumah
49
49.Sama Suka Rania
50
50.Kakak Yang Kejam
51
51.Dia Memang Cucuku
52
52.Paman Terbaik
53
53. Orang Tua Bangka.
54
54. Negosiasi
55
55. Menjaga Jarak
56
56. Jadi Error
57
57. Bertemu Anak antik
58
58. Menyuruh Rania
59
59. Sama Sama Tidak Suka Wortel
60
60. Kecurigaan Candra
61
61. Kekesalan Rania
62
62. Penolakan
63
63. Menghindar
64
64. Kecelakaan
65
65. Menunggu Dengan Cemas.
66
66. Berebut Menjaga
67
67. Menunggu Rania Siuman
68
68. Rania Siuman
69
69. Berdamai Dengan Masa Lalu
70
70.Mengoda
71
71. Ungkapan Hati
72
72. Ganti panggilan
73
73. Suasana Yang Ramai
74
74. Bertemu Astrid
75
75. Tidak Bisa Jauh
76
76. Penyambutan Rania
77
77. Mengungkap
78
78. Cynthia kabur
79
79. Kecelakaan Cynthia
80
80. Menunggu kabar
81
81. Kondisi Cynthia
82
82. Ayah Yang Bucin
83
83. Menerima Dengan Ikhlas
84
84.Kelumpuhan Cynthia
85
85. Meragukan
86
86. Isi Kamar Ayah
87
87. Kenangan Nella
88
88.Memanggil Mama
89
89. Ayah
90
90. Mertua VS Menantu
91
91. Istri Masa Depan
92
92. Merasakan Punya Adik
93
93. Selalu Terdepan
94
94. Kaca Spion
95
95. Hasil Tes
96
96. Kita Semua Keluarga
97
97. Memperkenalkan Rania
98
98. Calon Istri Serba Bisa
99
99.Cinta Pertama dan Terakhir
100
100. Keinginan Nita
101
101. Menentukan Waktu Pernikahan
102
102. Belajar Menghargai Orang Lain
103
103. Penculikan
104
104. Terungkap
105
105. Akhir Dari Nita
106
106. Kematian Yang Terlalu Mudah
107
107. Keputusan Cynthia
108
108.Tissue Bekas
109
109. Pernikahan
110
110. Resepsi Pernikahan
111
111. Malam Pertama
112
112. Rencana Ke Bandung
113
113. Ingin Memberikan Yang Terbaik
114
114. Menginap Di Bandung
115
115. Akhir Penantian
116
116. Tidak Ada Duanya
117
117. Cemburu
118
118. Bertemu Kevin
119
119. Merasa Bersalah
120
120. Istri Yang Sangat Berarti
121
121. Astrid Tertangkap
122
122.Suasana Pagi
123
123. Pernikahan Sisi dan Davin
124
124. Resepsi Pernikahan Davin dan Sisi
125
125. Ingin Minum Kopi
126
126. Rumah Sakit
127
127. Hamil
128
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!