Cinta Bunda Pengganti 18

Malam ini, Dania mulai tidur di kamar Pram. Walau masih tersirat rasa canggung, tapi Dania berusaha menutupinya. Dania memilih untuk merebahkan diri di sofa, karena tak ingin si pemilik kamar merasa terganggu akan keberadaanya.

Dania yang lelah seharian bekerja pun langsung memejamkan matanya begitu selesai membersihkan diri. Pram yang masuk ke kamar di tengah malam pun mematung, melihat Dania yang tertidur di sofa itu.

" Aku tidak akan iba, hanya karena melihatmu tertidur di sana. Kau yang menginginkan nya, jangan berharap aku akan memindahkan mu, seperti cerita-cerita di film." Batin Pram, sambil sedikit menarik sudut bibirnya.

Pagi hari, Dania bangun lebih dulu. Lalu keluar dari kamar, dan menuju dapur. Dirinya membiasakan diri untuk memasak sarapan lebih dulu. Walau di rumah sudah ada beberapa asisten rumah tangga. Naum Dania ingin dirinya merasa berguna di rumah itu.

Nyonya Fatma yang baru saja bangun pun langsung menuju dapur, dan melihat Dania yang sudah ada di sana. Senyum di bibirnya tersungging.

" Selamat pagi, Sayang."

" Selamat pagi, Mi. Mami mau teh atau jus buah?"

"Mami mau kopi. Boleh?"

Dania tersenyum, lalu mengangguk. Secangkir kopi pun terhidang. Mami Fatma tersenyum melihat Dania yang sungguh-sungguh dalam mengurus keluarganya.

" Sayang, setelah ini, kamu ke kamar Pram. Mami dulu, selalu menyiapkan pakaian kerja dan segala perlengkapannya. Kamu juga lakukan itu ya?"

Dania tersenyum canggung. Bagaimana mungkin dirinya menyuapkan itu semua. Sementara Pram dan dirinya membangun dinding yang tinggi.

" Mi, bukannya Dani gak mau. Cuma, Dania tidak yakin, Pak Pram membolehkan Dani untuk menyentuh barang-barangnya."

"Sayang, Kok manggilnya Pak. Kamu kan bisa ganti dengan Mas, atau apalah. Masa kayak atasan dan bawahan aja. Biasakan manggilnya Mas. Jadi kamu gak canggung. Untuk yang lain, kamu coba pelan-pelan ya."

Dania menghembuskan nafasnya. Rasanya sangat enggan memanggil Pram seperti itu. Tapi Dania akan tetap melakukannya di depan ibu mertuanya ini.

Setibanya di kamar Pram. Dania mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi. Dania pun dengan ragu menyiapkan pakaian Pram dan segala perlengkapannya. Lalu Dania keluar menuju kamar Cilla. Cilla sudah terbangun.

Pram yang keluar kamar mandi, melihat pakaian sudah tersedia di ranjang pun hanya menatapnya. Tanpa memakainya. Pram memilih pakaian yang akan di pakainya sendiri. Dania kembali ke kamar dan melihat pakaian yang di sediakala masih tergelatak di ranjang, hanya mampu menahan kesalnya. Lalu Dania masuk ke kamar mandi dan mengganti pakaian disana.

Dania keluar dengan menggunakan pakaian kerja. Hari ini, Dania akan mengikuti rapat oleh Riko. Dania menggunakan pakaian yang terlihat sangat bagus di tubuhnya. Rambutnya yang hitam di ikat tinggi lalu menyisakan rambut di sisi kanan dan kiri wajahnya. Setelah menyelesaikan riasannya, Dania pun kembali memasukkan kembali pakaian yang tak di pakai Pram ke lemari. Pram hanya mengamati apa yang di lakukan Dania.

" Lain kali tidak perlu menyiapkan apapun keperluanku. Aku bisa melakukannya sendiri."

Gerakan tangan Dania berhenti, saat Pram berkata. Namun itu hanya sejenak. Lalu Dania pun kembali menggantung pakaian itu di lemari.

" Aku cuma melakukan kewajiban ku."

Lalu Dania menyambar tas dan kunci mobilnya. Dania pun turun ke ruang makan. Disana ada Mami dan Cilla yang sudah menunggu. Tak lama Pram pun turun dan bergabung dengan mereka.

" Dani, siapkan sarapan suami kamu. Kamu harus terbiasa mulai sekarang."

Dania menipiskan bibirnya. Di depan ibu mertuanya, Dania berusaha meyakinkan ibu mertuanya kalau hubungannya dengan Pram tidak buruk. Walau pun mereka juga tidak baik-baik saja.

" Terima kasih."

Saat makanan sudah tersaji di piringnya. Lalu Dania pun mengambil untuk dirinya sendiri. Lalu mengambilkan makanan untuk Cilla. Dania yang hendak menyuapkan makanan ke mulutnya terhenti, saat Cilla menepis sendok yang di ulurkan ke mulut kecilnya. Cilla menepis suapan dari Mbok Sri.

" Biar Dani aja, Mbok."

Dania meletakkan sendok nya, dan menyuapi Cilla dengan telaten. Selesai menyuapi Cilla, Dania pun melirik benda bulat yang melingkar di pergelangan tangannya. Tanpa menghiraukan sarapannya, Dania berpamitan pada Ibu mertuanya.

" Mi, Dani berangkat ya."

Ucapnya sambil mencium takzim tangan ibu mertuanya ini.

" Dani, cium tangan Pram juga. Kamu lupa, Pram itu suami kamu, Loh."

Dania dan Pram saling tatap, lalu Dania menjulurkan tangannya, dan di sambut oleh Pram.

" Pram, kamu cium dong istri kamu. Kamu kok kaku gitu sich?"

Lalu Pram pun mencium kening Dania. Ciuman kedua setelah mereka menikah. Pertama saat akad, dan yang kedua adalah saat ini.

Pram dan Dania pun tampak canggung. Tak lama, Dania pun berpamitan untuk ke perusahaan tempatnya bekerja. Nyonya Fatma yang melihat sarapan Dania tak tersentuh sama sekali, akhirnya mengambil kotak bekal, dan menyimpannya di sana.

Seporsi nasi goreng, dengan udang goreng tepung. Jadi menu sarapan pagi ini. Dan sarapan Dania yang tertunda itu pun di sodorkan pada Pram.

" Pram, kamu antar ini ke kantor Dani. Kasihan dia, belum sempat sarapan."

Nyonya Fatma menyodorkan kotak bekal yang berisi sarapan Dania.

" Mi, suruh sopir aja yang ngantar ya. Pram gak sempat, Mi."

" Arah perusahaan kamu dan perusahaan Dania itu searah. Pram, cobalah untuk menerima Dania. Mami yakin, Almarhum papi kamu, gak akan mengecewakan kamu."

Wanita lembut yang telah melahirkan Pram itu berlalu, sambil meletakkan kembali bekal untuk Dania. Pram menatap punggung tua itu dan mengambil kotak itu.

Selama di perjalanan, Pram masih terus mengingat perkataan ayahnya. bahwa dirinya bisa pergi dengan bahagia karena sudah menikah kan Pram dan Dania. Tak terasa, mobil Pram sudah berada di depan gedung bertingkat yang sempat di pimpinnya itu.

Pram meminta sopirnya untuk menunggu, dan dirinya masuk menuju lantai di mana Dania bekerja. Setibanya di sana, Dania tak kelihatan di mejanya. Pram akan menuju ruangan Riko, saat mendengar Dania bercerita pada Riko.

" Saya percaya, kamu bisa Dania. Om Sofyan itu tidak sembarangan dalam memilih orang. Yang penting, kamu harus percaya sama kemampuan kamu. Itu aja."

Dahi Pram berkerut, mendengar ucapan Riko.

" Tapi pak, sebenarnya saya lebih memilih untuk resign tahun depan. Saya mau fokus untuk membuka usaha saya sendiri nantinya."

Riko menghela nafasnya, lalu terdengar nada putus asa di ucapannya.

" Baiklah, Dania. Saya tidak mungkin memaksa, kamu juga berhak menentukan jalan yang kamu pilih. Tapi satu hal yang kamu harus tau Dania. Saya lebih senang, kamu jadi asisten pribadi saya, dari pada kamu harus buka usaha kamu itu."

Dania terdengar tertawa mendengar ucapan Riko.

" Nanti saya pikirkan lagi ya, Pak. Saya permisi."

Terpopuler

Comments

Neli Susanti

Neli Susanti

seterah anda,, tuan kulkas,, dan Dania juga g minta dikasihani

2025-01-06

0

Rafinsa

Rafinsa

angkuh banget

2025-02-06

0

Runik Runma

Runik Runma

seru

2025-01-16

0

lihat semua
Episodes
1 Cinta bunda pengganti 01
2 Cinta Bunda Pengganti 02
3 Cinta Bunda Pengganti 03
4 Cinta Bunda Pengganti 04
5 Cinta Bunda Pengganti 05
6 Cinta Bunda Pengganti 06
7 Cinta Bunda Pengganti 07
8 Cinta Bunda Pengganti 08
9 Cinta Bunda Pengganti 09
10 Cinta Bunda Pengganti 10
11 Cinta Bunda Pengganti 11
12 Cinta Bunda Pengganti 12
13 cinta Bunda Pengganti 13
14 Cinta Bunda Pengganti 14
15 Cinta Bunda Pengganti 15
16 Cinta Bunda Pengganti 16
17 Cinta Bunda Pengganti 17
18 Cinta Bunda Pengganti 18
19 Cinta Bunda Pengganti 19
20 Cinta Bunda Pengganti 20
21 Cinta Bunda Pengganti 21
22 Cinta Bunda Pengganti 22
23 Cinta Bunda Pengganti 23
24 Cinta Bunda Pengganti 24
25 Cinta Bunda Pengganti 25
26 Cinta Bunda Pengganti 26
27 Cinta Bunda Pengganti 27
28 Cinta Bunda Pengganti 28
29 Cinta Bunda Pengganti 29
30 Cinta Bunda Pengganti 30
31 Cinta Bunda Pengganti 31
32 Cinta Bunda Pengganti 32
33 Cinta Bunda Pengganti 33
34 Cinta Bunda Pengganti 34
35 Cinta Bunda Pengganti 35
36 Cinta Bunda Pengganti 36
37 Cinta Bunda Pengganti 37
38 Cinta Bunda Pengganti 38
39 Cinta Bunda Pengganti 39
40 Cinta Bunda Pengganti 40
41 Cinta Bunda Pengganti 41
42 Cinta Bunda Pengganti 42
43 Cinta Bunda Pengganti 43
44 Cinta Bunda Pengganti 44
45 Cinta Bunda Pengganti 45
46 Cinta Bunda Pengganti 46
47 Cinta Bunda Pengganti 47
48 Cinta Bunda Pengganti 48
49 Cinta Bunda Pengganti 49
50 Cinta Bunda Pengganti 50
51 Cinta Bunda Pengganti 51
52 Cinta Bunda Pengganti 52
53 Cinta Bunda Pengganti 53
54 Cinta Bunda Pengganti 54
55 Cinta Bunda Pengganti 55
56 Cinta Bunda Pengganti 56
57 Cinta Bunda Pengganti 57
58 Cinta Bunda Pengganti 58
59 cinta Bunda Pengganti 59
60 Cinta Bunda Pengganti 60
61 Cinta Bunda Pengganti 61
62 Cinta Bunda Pengganti 62
63 Cinta Bunda Pengganti 63
64 Cinta Bunda Pengganti 64
65 Cinta Bunda Pengganti 65
66 Cinta Bunda Pengganti 66
67 Cinta Bunda Pengganti 67
68 Cinta Bunda Pengganti 68
69 Cinta Bunda Pengganti 69
70 Cinta Bunda Pengganti 70
71 Cinta Bunda Pengganti 71
72 Cinta Bunda Pengganti 72
73 Cinta Bunda Pengganti 73
74 Cinta Bunda Pengganti 74
75 Cinta Bunda Pengganti 75
76 Cinta Bunda Pengganti 76
77 Cinta Bunda Pengganti 77
78 Cinta Bunda Pengganti 78
79 Cinta Bunda Pengganti 79
80 Cinta Bunda Pengganti 80
81 Cinta Bunda Pengganti 81
82 Cinta Bunda Pengganti 82
83 Cinta Bunda Pengganti 83
84 Cinta Bunda Pengganti 84
85 Cinta Bunda Pengganti 85
86 Cinta Bunda Pengganti 86
87 Extra Part 1
88 Extra Part 2
89 Ekstra Part 3
90 Extra Part 4
91 Extra Part 5
92 Extra Part 6
93 Extra Part 7
94 Extra Part 8
95 Extra Part 9
96 Extra Part 10
97 Extra Part 11
98 Extra Part 12
99 Extra Part 13
100 Extra Part 14
101 Ucapan Terima Kasih ( End )
102 Pengumuman
103 PENGUMUMAN KARYA BARU
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Cinta bunda pengganti 01
2
Cinta Bunda Pengganti 02
3
Cinta Bunda Pengganti 03
4
Cinta Bunda Pengganti 04
5
Cinta Bunda Pengganti 05
6
Cinta Bunda Pengganti 06
7
Cinta Bunda Pengganti 07
8
Cinta Bunda Pengganti 08
9
Cinta Bunda Pengganti 09
10
Cinta Bunda Pengganti 10
11
Cinta Bunda Pengganti 11
12
Cinta Bunda Pengganti 12
13
cinta Bunda Pengganti 13
14
Cinta Bunda Pengganti 14
15
Cinta Bunda Pengganti 15
16
Cinta Bunda Pengganti 16
17
Cinta Bunda Pengganti 17
18
Cinta Bunda Pengganti 18
19
Cinta Bunda Pengganti 19
20
Cinta Bunda Pengganti 20
21
Cinta Bunda Pengganti 21
22
Cinta Bunda Pengganti 22
23
Cinta Bunda Pengganti 23
24
Cinta Bunda Pengganti 24
25
Cinta Bunda Pengganti 25
26
Cinta Bunda Pengganti 26
27
Cinta Bunda Pengganti 27
28
Cinta Bunda Pengganti 28
29
Cinta Bunda Pengganti 29
30
Cinta Bunda Pengganti 30
31
Cinta Bunda Pengganti 31
32
Cinta Bunda Pengganti 32
33
Cinta Bunda Pengganti 33
34
Cinta Bunda Pengganti 34
35
Cinta Bunda Pengganti 35
36
Cinta Bunda Pengganti 36
37
Cinta Bunda Pengganti 37
38
Cinta Bunda Pengganti 38
39
Cinta Bunda Pengganti 39
40
Cinta Bunda Pengganti 40
41
Cinta Bunda Pengganti 41
42
Cinta Bunda Pengganti 42
43
Cinta Bunda Pengganti 43
44
Cinta Bunda Pengganti 44
45
Cinta Bunda Pengganti 45
46
Cinta Bunda Pengganti 46
47
Cinta Bunda Pengganti 47
48
Cinta Bunda Pengganti 48
49
Cinta Bunda Pengganti 49
50
Cinta Bunda Pengganti 50
51
Cinta Bunda Pengganti 51
52
Cinta Bunda Pengganti 52
53
Cinta Bunda Pengganti 53
54
Cinta Bunda Pengganti 54
55
Cinta Bunda Pengganti 55
56
Cinta Bunda Pengganti 56
57
Cinta Bunda Pengganti 57
58
Cinta Bunda Pengganti 58
59
cinta Bunda Pengganti 59
60
Cinta Bunda Pengganti 60
61
Cinta Bunda Pengganti 61
62
Cinta Bunda Pengganti 62
63
Cinta Bunda Pengganti 63
64
Cinta Bunda Pengganti 64
65
Cinta Bunda Pengganti 65
66
Cinta Bunda Pengganti 66
67
Cinta Bunda Pengganti 67
68
Cinta Bunda Pengganti 68
69
Cinta Bunda Pengganti 69
70
Cinta Bunda Pengganti 70
71
Cinta Bunda Pengganti 71
72
Cinta Bunda Pengganti 72
73
Cinta Bunda Pengganti 73
74
Cinta Bunda Pengganti 74
75
Cinta Bunda Pengganti 75
76
Cinta Bunda Pengganti 76
77
Cinta Bunda Pengganti 77
78
Cinta Bunda Pengganti 78
79
Cinta Bunda Pengganti 79
80
Cinta Bunda Pengganti 80
81
Cinta Bunda Pengganti 81
82
Cinta Bunda Pengganti 82
83
Cinta Bunda Pengganti 83
84
Cinta Bunda Pengganti 84
85
Cinta Bunda Pengganti 85
86
Cinta Bunda Pengganti 86
87
Extra Part 1
88
Extra Part 2
89
Ekstra Part 3
90
Extra Part 4
91
Extra Part 5
92
Extra Part 6
93
Extra Part 7
94
Extra Part 8
95
Extra Part 9
96
Extra Part 10
97
Extra Part 11
98
Extra Part 12
99
Extra Part 13
100
Extra Part 14
101
Ucapan Terima Kasih ( End )
102
Pengumuman
103
PENGUMUMAN KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!