Cinta Bunda Pengganti 03

Dania mulai mengetik beberapa dokumen. Namun lagi-lagi suara tangisan Cilla mengganggu nya. Tuan Sofyan yang mendengar pun menghela nafasnya.

" Kenapa mereka tidak bisa becus, mengurus satu orang anak saja, mereka sudah kelabakan."

Gumam Tuan Sofyan yang masih bisa di dengar oleh Dania. Tuan Sofyan tampak bangkit dari duduknya, dan berjalan keluar dari ruangan itu. Terdengar suara Tuan Sofyan di ruangan lain.

" Ada apa, kenapa kalian tidak bisa mendiamkannya."

Tuan Sofyan tampak menaikan volume suaranya. Dania langsung bangkit dari duduknya, mengingat kondisi Tuan Sofyan yang belum sehat benar. Kemarin Reyhan bilang, tekanan darah Tuan Sofyan tinggi. Dan saat ini Tuan Sofyan sedang emosi melihat tak ada satupun dari asisten rumah tangganya yang tak bisa menenangkan cucunya.

Dania melihat kemarahan Tuan Sofyan. Mbok Sri yang biasanya mampu menenangkan Cilla pun tampak menunduk.

" Maaf, Pak. Tolong jaga emosi Bapak. Dokter Reyhan bilang tekanan darah bapak sedang Tinggi."

Dania mencoba mengingatkan. Sedangkan Nyonya Fatma masih terus berusaha membujuk Cilla. Papa Cilla, Pram menggendongnya namun Cilla juga memberontak. Melihat itu semua, Dania memberanikan diri meminta Cilla dari gendongan Pram.

Dania membelai punggung Cilla. Cilla melihat ke arah Dania dengan wajah yang penuh air mata, dan mata yang mulai membengkak. Dania merentangkan tangannya pada Cilla. Tak ada yang menduga, Cilla sedikit tenang, lalu ikut merentangkan tangannya ke arah Dania. Dania menggendong Cilla. Wajah Cilla berada di ceruk leher Dania. Pram yang melihat adegan itu memalingkan wajahnya.

" Cup...cup...anak baik, anak cantik. Jangan nangis ya. Cilla anak Sholehah, gak boleh nangis."

Dania membelai punggung Cilla. Sambil menggoyang kan badannya. Dania terus membelai, dan sesekali menepuk punggungnya halus. Wajah Cilla masih berada di ceruk leher Dania. Tangan Cilla merangkul leher Dania erat. Suara tangisan Cilla sudah tak terdengar. Hanya suara sesegukan yang masih menghiasi bibirnya.

Dania masih terus membelai Cilla. Setelah di rasa Cilla tenang, kini Dania duduk di tepi ranjang Cilla. Dania memangku Cilla, dan membersihkan wajahnya dari sisa air mata menggunakan tisu. Nyonya Fatma yang terus menyaksikan adegan itu, tanpa sadar meneteskan air mata.

"Susu Cilla mana, Mbok?"

Mbok Sri yang tersadar namanya di sebut pun langsung, membuatkan susu untuk Cilla. Dania menerima susu itu, sebelum di berikan pada Cilla, Dania menetes kan sedikit di punggung tangannya. Mencoba merasakan suhu yang sesuai.

Dania masih memangku Cilla, dan memberikan nya sebotol susu. Para asisten yang lain sudah keluar dari kamar Cilla. Kini yang ada hanya Pram,Nyonya Fatma, dan Tuan Sofyan. Bahkan Mbok Sri pun sudah tidak ada di sana.

Dania dengan telaten, mengusap kepala Cilla. Dan membiarkan Anak kecil itu minum susu si pangkuannya. Cilla menikmati susunya dengan tenang. Sebotol susu sudah habis, kini pandangan Cilla tampak sayu. Kemungkinan bocah itu sudah kenyang dan lelah karena dari tadi menangis.

Dania menggendong Cilla. Bahkan dengan santai, Dania mengambil kain untuk menggendong Cilla. Nyonya Fatma yang melihat Dania sedikit kesulitan saat akan mengaitkan kain di punggung membantu Dania.

Dania menidurkan Cilla, badan Dania sesekali bergoyang agar membuat Cilla semakin mengantuk. Sebelah tangan Dania yang bebas menepuk bokong bocah perempuan itu. Dan sebelah tangannya menopang kepala Cilla.

Pemandangan itu membuat Tuan Sofyan tersadar, bahwa Cilla membutuhkan sosok seorang Ibu. Nyonya Fatma dan Tuan Sofyan keluar dari kamar Cilla. Pram pun ikut keluar dari kamar itu. Kini hanya ada Dania dan juga Cilla di kamar itu. Dania masih sesekali mengusap kepala Cilla. Lalu membersihkan wajahnya yang tampak berkeringat.

Mereka semua duduk di ruang kerja Tuan Sofyan. Tak ada yang bersuara, semua masih diam membisu. Berkas-berkas masih berada di meja dimana Dania berada tadi.

Tak lama, ruang kerja kembali terbuka. Dania masuk, dan mengangguk hormat.

" Non Dania sudah tidur, Bu. Saat ini ada Mbok Sri yang menemani."

Ucap Dania, masih dalam posisi berdiri di dekat pintu.

" Terima kasih, Dani."

Ucap Nyonya Fatma tulus. Sedangkan Pram langsung keluar, tanpa berucap apapun. Memang semenjak istrinya meninggal, Pram menjadi dingin seperti sebongkah es batu.

Padahal dulunya, Pram adalah sosok yang hangat. Dania pernah bekerja bersama Pram selama dua tahu, sebelum akhirnya Tuan Sofyan lah yang kembali memegang perusahaan.

Pram masuk ke kamar Cilla. Si tatapnya wajah Cilla yang terlelap. Wajah tanpa dosa yang saat ini menjadi penyemangat hidupnya. Pram pernah mengacuhkan Cilla saat Sabina, istrinya baru saja meninggal. Pram merasa gagal menjadi Suami yang bisa menjaga Istrinya. Padahal kematian itu adalah rahasia Tuhan.

Mbok Sri yang melihat Pram, langsung keluar dari kamar namun tidak meninggalkan Cilla dan Pram. Mbok Sri hanya keluar kamar, dan duduk tak jauh dari kamar itu. Karena dirinya takut, sewaktu-waktu Cilla membutuhkannya, dirinya tidak ada disana.

Pram membelai rambut dan mencium pipi Cilla. Air matanya menetes namun cepat di seka. Dia tak ingin Cilla terbangun dari tidurnya.

" Maafin papa, Sayang. Papa tidak bisa menjadi Papa dan Suami yang baik untuk kamu dan Mama kamu."

Sedangkan di ruangan sebelah, Dania sedang melanjutkan kembali mengerjakan tugas - tugasnya. Karena terlalu sibuk, Dania sampai lupa akan sarapannya. Tuan Sofyan yang melihat sebuah paper bag di atas kursi langsung melihat ke arah Dania.

"Nia,itu apa?"

Dania yang merasa di tanya mengikuti arah mata Tuan Sofyan.

" Maaf, Pak. Itu sarapan saya. Saya tadi membawanya."

Tua Sofyan mendesah kan nafasnya. Lalu melihat ke arah Dania.

" Nia, kamu sudah saya anggap seperti keluarga. Kenapa mesti sungkan. Sekarang kamu makan. Saya akan minta mereka untuk memundurkan waktu meeting. Agar kamu bisa sarapan dan mengerjakan berkas-berkas ini dengan teliti."

Dania mengangguk kecil. Lalu membawa paper bag itu keluar. Dania ingin turun ke arah ruang makan, namun sebelum sampai ke tangga. Dania melihat pemandangan yang sangat manis.

Cilla yang saat ini tengah tertidur, tampak di belai rambutnya oleh Pram. Sambil sesekali Pram mencium pipi Cilla.

Dania menuruni tangga, lalu duduk di meja makan tempat para asisten rumah tangga Tuan Sofyan berkumpul.

" Loh, Mbak Dani kok makannya disini. Mbak bisa pakai meja makan tempat biasa tuan dan nyonya makan, Mbak."

Ucap Mbok Sri yang datang dengan secangkir teh hangat dan potongan sandwich.

"Gak usah Mbok. Kan kita sama aja. Itu untuk siapa, Mbok?"

Dania bertanya sambil mengunyah nasi goreng buatannya.

" Untuk Den Pram, Mbak. Kasian belom sarapan dari pagi. Karena Non Cilla yang rewel terus."

Dania membulatkan bibirnya. Lalu Dania pun menawarkan nasi goreng itu pada Mbok Sri.

" Oiya, Mbok ini Dani bawa nasi goreng. Ayo mbok kita makan bareng. Dani lupa nawarinnya..he..he..he.."

" Makasih, Mbak. Tapi Si Mbok baru aja sarapan. Mbak Dani makan yang banyak, si Mbok lihat, mbak kurusan dari yang terakhir datang."

Terpopuler

Comments

Lily Formosa Lily

Lily Formosa Lily

🤣🤣🤣🤣🤣

2025-01-07

0

Rara_Octa

Rara_Octa

Non Cilla donk Thor

2023-09-12

1

🔵⏤͟͟͞RLembayung Senja🐬

🔵⏤͟͟͞RLembayung Senja🐬

Sedih Boleh Pram. asal jangan berlebihan apalagi sampai terpuruk. ada anak yang harus kamu jaga pram

2023-09-09

1

lihat semua
Episodes
1 Cinta bunda pengganti 01
2 Cinta Bunda Pengganti 02
3 Cinta Bunda Pengganti 03
4 Cinta Bunda Pengganti 04
5 Cinta Bunda Pengganti 05
6 Cinta Bunda Pengganti 06
7 Cinta Bunda Pengganti 07
8 Cinta Bunda Pengganti 08
9 Cinta Bunda Pengganti 09
10 Cinta Bunda Pengganti 10
11 Cinta Bunda Pengganti 11
12 Cinta Bunda Pengganti 12
13 cinta Bunda Pengganti 13
14 Cinta Bunda Pengganti 14
15 Cinta Bunda Pengganti 15
16 Cinta Bunda Pengganti 16
17 Cinta Bunda Pengganti 17
18 Cinta Bunda Pengganti 18
19 Cinta Bunda Pengganti 19
20 Cinta Bunda Pengganti 20
21 Cinta Bunda Pengganti 21
22 Cinta Bunda Pengganti 22
23 Cinta Bunda Pengganti 23
24 Cinta Bunda Pengganti 24
25 Cinta Bunda Pengganti 25
26 Cinta Bunda Pengganti 26
27 Cinta Bunda Pengganti 27
28 Cinta Bunda Pengganti 28
29 Cinta Bunda Pengganti 29
30 Cinta Bunda Pengganti 30
31 Cinta Bunda Pengganti 31
32 Cinta Bunda Pengganti 32
33 Cinta Bunda Pengganti 33
34 Cinta Bunda Pengganti 34
35 Cinta Bunda Pengganti 35
36 Cinta Bunda Pengganti 36
37 Cinta Bunda Pengganti 37
38 Cinta Bunda Pengganti 38
39 Cinta Bunda Pengganti 39
40 Cinta Bunda Pengganti 40
41 Cinta Bunda Pengganti 41
42 Cinta Bunda Pengganti 42
43 Cinta Bunda Pengganti 43
44 Cinta Bunda Pengganti 44
45 Cinta Bunda Pengganti 45
46 Cinta Bunda Pengganti 46
47 Cinta Bunda Pengganti 47
48 Cinta Bunda Pengganti 48
49 Cinta Bunda Pengganti 49
50 Cinta Bunda Pengganti 50
51 Cinta Bunda Pengganti 51
52 Cinta Bunda Pengganti 52
53 Cinta Bunda Pengganti 53
54 Cinta Bunda Pengganti 54
55 Cinta Bunda Pengganti 55
56 Cinta Bunda Pengganti 56
57 Cinta Bunda Pengganti 57
58 Cinta Bunda Pengganti 58
59 cinta Bunda Pengganti 59
60 Cinta Bunda Pengganti 60
61 Cinta Bunda Pengganti 61
62 Cinta Bunda Pengganti 62
63 Cinta Bunda Pengganti 63
64 Cinta Bunda Pengganti 64
65 Cinta Bunda Pengganti 65
66 Cinta Bunda Pengganti 66
67 Cinta Bunda Pengganti 67
68 Cinta Bunda Pengganti 68
69 Cinta Bunda Pengganti 69
70 Cinta Bunda Pengganti 70
71 Cinta Bunda Pengganti 71
72 Cinta Bunda Pengganti 72
73 Cinta Bunda Pengganti 73
74 Cinta Bunda Pengganti 74
75 Cinta Bunda Pengganti 75
76 Cinta Bunda Pengganti 76
77 Cinta Bunda Pengganti 77
78 Cinta Bunda Pengganti 78
79 Cinta Bunda Pengganti 79
80 Cinta Bunda Pengganti 80
81 Cinta Bunda Pengganti 81
82 Cinta Bunda Pengganti 82
83 Cinta Bunda Pengganti 83
84 Cinta Bunda Pengganti 84
85 Cinta Bunda Pengganti 85
86 Cinta Bunda Pengganti 86
87 Extra Part 1
88 Extra Part 2
89 Ekstra Part 3
90 Extra Part 4
91 Extra Part 5
92 Extra Part 6
93 Extra Part 7
94 Extra Part 8
95 Extra Part 9
96 Extra Part 10
97 Extra Part 11
98 Extra Part 12
99 Extra Part 13
100 Extra Part 14
101 Ucapan Terima Kasih ( End )
102 Pengumuman
103 PENGUMUMAN KARYA BARU
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Cinta bunda pengganti 01
2
Cinta Bunda Pengganti 02
3
Cinta Bunda Pengganti 03
4
Cinta Bunda Pengganti 04
5
Cinta Bunda Pengganti 05
6
Cinta Bunda Pengganti 06
7
Cinta Bunda Pengganti 07
8
Cinta Bunda Pengganti 08
9
Cinta Bunda Pengganti 09
10
Cinta Bunda Pengganti 10
11
Cinta Bunda Pengganti 11
12
Cinta Bunda Pengganti 12
13
cinta Bunda Pengganti 13
14
Cinta Bunda Pengganti 14
15
Cinta Bunda Pengganti 15
16
Cinta Bunda Pengganti 16
17
Cinta Bunda Pengganti 17
18
Cinta Bunda Pengganti 18
19
Cinta Bunda Pengganti 19
20
Cinta Bunda Pengganti 20
21
Cinta Bunda Pengganti 21
22
Cinta Bunda Pengganti 22
23
Cinta Bunda Pengganti 23
24
Cinta Bunda Pengganti 24
25
Cinta Bunda Pengganti 25
26
Cinta Bunda Pengganti 26
27
Cinta Bunda Pengganti 27
28
Cinta Bunda Pengganti 28
29
Cinta Bunda Pengganti 29
30
Cinta Bunda Pengganti 30
31
Cinta Bunda Pengganti 31
32
Cinta Bunda Pengganti 32
33
Cinta Bunda Pengganti 33
34
Cinta Bunda Pengganti 34
35
Cinta Bunda Pengganti 35
36
Cinta Bunda Pengganti 36
37
Cinta Bunda Pengganti 37
38
Cinta Bunda Pengganti 38
39
Cinta Bunda Pengganti 39
40
Cinta Bunda Pengganti 40
41
Cinta Bunda Pengganti 41
42
Cinta Bunda Pengganti 42
43
Cinta Bunda Pengganti 43
44
Cinta Bunda Pengganti 44
45
Cinta Bunda Pengganti 45
46
Cinta Bunda Pengganti 46
47
Cinta Bunda Pengganti 47
48
Cinta Bunda Pengganti 48
49
Cinta Bunda Pengganti 49
50
Cinta Bunda Pengganti 50
51
Cinta Bunda Pengganti 51
52
Cinta Bunda Pengganti 52
53
Cinta Bunda Pengganti 53
54
Cinta Bunda Pengganti 54
55
Cinta Bunda Pengganti 55
56
Cinta Bunda Pengganti 56
57
Cinta Bunda Pengganti 57
58
Cinta Bunda Pengganti 58
59
cinta Bunda Pengganti 59
60
Cinta Bunda Pengganti 60
61
Cinta Bunda Pengganti 61
62
Cinta Bunda Pengganti 62
63
Cinta Bunda Pengganti 63
64
Cinta Bunda Pengganti 64
65
Cinta Bunda Pengganti 65
66
Cinta Bunda Pengganti 66
67
Cinta Bunda Pengganti 67
68
Cinta Bunda Pengganti 68
69
Cinta Bunda Pengganti 69
70
Cinta Bunda Pengganti 70
71
Cinta Bunda Pengganti 71
72
Cinta Bunda Pengganti 72
73
Cinta Bunda Pengganti 73
74
Cinta Bunda Pengganti 74
75
Cinta Bunda Pengganti 75
76
Cinta Bunda Pengganti 76
77
Cinta Bunda Pengganti 77
78
Cinta Bunda Pengganti 78
79
Cinta Bunda Pengganti 79
80
Cinta Bunda Pengganti 80
81
Cinta Bunda Pengganti 81
82
Cinta Bunda Pengganti 82
83
Cinta Bunda Pengganti 83
84
Cinta Bunda Pengganti 84
85
Cinta Bunda Pengganti 85
86
Cinta Bunda Pengganti 86
87
Extra Part 1
88
Extra Part 2
89
Ekstra Part 3
90
Extra Part 4
91
Extra Part 5
92
Extra Part 6
93
Extra Part 7
94
Extra Part 8
95
Extra Part 9
96
Extra Part 10
97
Extra Part 11
98
Extra Part 12
99
Extra Part 13
100
Extra Part 14
101
Ucapan Terima Kasih ( End )
102
Pengumuman
103
PENGUMUMAN KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!