Cinta Bunda Pengganti 16

Menikah tanpa cinta, apalagi dalam keadaan memenuhi keinginan orang yang sangat berjasa bagi hidupnya, bukanlah perkara mudah bagi Dania. Dania tak tahu harus bersikap bagaimana, Pram yang sama sekali tak memberi celah untuk menerimanya, dan dirinya yang tak tahu bagaimana caranya mencari celah itu.

Setelah acara pengajian malam itu, Cilla pun terus merengek meminta di temani oleh Dania. Dania pun menemani Cilla di kamarnya, biasanya setelah Cilla tertidur, Dania akan pergi ke kamarnya sendiri, namun malam itu, karena kelelahan Dania pun tertidur di kamar Cilla.

Sedangkan Pram malam itu, tak dapat memejamkan matanya, lalu memandang ke jendela. Di luar sana masih banyak karangan bunga duka cita atas kepergian papinya. Pram menghela nafas nya. Seakan beban berat tengah menimpa dirinya. Pram pun keluar dari kamar, langkahnya menuju kamar Cilla. Di bukanya pintu kamar Cilla dengan sangat pelan, Pram takut mengganggu tidur Cilla. Namun dirinya terpaku saat melihat Cilla yang tidur di pelukan Dania. Begitu erat Cilla memeluk Dania, dan Dania yang juga memeluk Cilla.

Pram menutup pintu itu kembali, lalu dirinya masuk ke dalam kamarnya. Statusnya kini berubah, dirinya kembali bergelar suami, namun Pram tak pernah tau kemana arah rumah tangga. Pernikahan ini bukan keinginannya, melainkan keinginan Papinya. Yang mau tak mau harus di lakukannya.

*

Pagi hari, seperti hari-hari lainnya. Para asisten rumah tangga mulai mengerjakan pekerjaan nya masing-masing. Dania yang sudah bangun lebih dulu diantara semua anggota keluarga pun tengah menyiapkan masakan untuk semua orang.

Tak banyak yang di masaknya. Hanya menu sederhana yang dirinya juga tak tahu, apakah orang di rumah itu menyukainya atau tidak. Reyhan yang sudah bangun pun menuju dapur, dan terkejut melihat Dania sudah ada di sana.

" Dani, kamu ngapain?"

Dania menoleh, dan melihat Reyhan yang sudah ada di kursi. Lalu menyapanya.

" Selamat pagi, Mas."

" Pagi, kamu ngapain pagi-pagi gini?"

" Mau buat sarapan. Mas mau minun teh atau kopi?"

" Kopi. Dan, kamu itu menantu disini, bukan pembantu. Tugas itu biarkan pembantu yang mengerjakan."

Dania tersenyum, tapi tangannya tak berhenti meracik kopi untuk Reyhan. Tak lama, Nyonya Fatma pun turun dari kamarnya, dan ikut bergabung di meja makan di pagi buta itu.

" Dani, kamu lagi apa, Nak?"

" Selamat pagi, Bu. Dani lagi buat sarapan untuk kita semua."

" Dani, biarkan pembantu yang mengerjakannya."

" Gak apa-apa, Bu."

Dani menyodorkan secangkir teh untuk Nyonya Fatma, dan secangkir kopi untuk Reyhan. Dan tanpa banyak kata, mereka saling diam dengan kegiatan mereka masing-masing.

Wajah Nyonya Fatma masih terlihat sedih, dan sesekali air mata masih jatuh di pipinya. Dania yang melihat itu, langsung memegang punggung tangan Nyonya Fatma.

" Mami gak apa-apa, Nak. Mami hanya ingat Papi. Biasanya pagi-pagi seperti ini, kita akan kumpul untuk sarapan dan sekarang-"

Belum selesai ucapan Nyonya Fatma, Pram sudah lebih dulu menggenggam tangan ibunya itu. Pandangan Pram dan pandangan Dania bertemu, lalu Dania pun memutus pandangan mata mereka.

" Mi, mami harus ikhlas. Kasihan Papi kalau mami terus-terusan sedih. Kita doakan Papi, Mi. Karna saat ini hanya itu yang papi harapkan."

Ucap Pram, yang di sambut dengan anggukan oleh Dania. Serta keluarga lainnya.

" Pram, kamu harus jaga amanah dari papi. Kamu ingat itu kan?"

Pram mengangguk, lalu melihat ke arah Dania. Saat Pram melihat ke arah Dania, terdengar suara tangisan Cilla dari kamarnya. Dania pun segera melangkahkan kakinya menuju kamar Cilla.

" Sayang...cup...cup.."

Dania langsung menggendong Cilla. Pram pun hanya memantung melihat Dania yang sedang menggendong Cilla. Dania menggendong Cilla sambil menenangkan Cilla yang menangis.

Pram pun langsung mendatangi, dan membujuk Cilla agar mau di gendong oleh nya. Cilla pun mau, hingga membuat tangan Pram menyentuh tangan Dania. Dania pun meninggalkan kamar Cilla, dan langsung ke ruang makan.

Ternyata Mbok Sri dan Mbak Ratih sudah menata sarapan pagi itu di meja. Di sana sudah ada Nyonya Delila, Reyhan, Riko. Mereka sengaja menginap di rumah Tuan Sofyan agar dapat menghibur Nyonya Fatma. Dan benar saja, hari itu di lewati dengan sedikit lebih hangat. Walau masih dalam suasana berkabung.

Dania selalu berusaha menghindar setiap kali bertemu Pram. Namun saat Dania berada di kamar Cilla, Pram yang sedang ingin mengambil sesuatu melihat Dania yang melamun.

" Dani.."

Pram memanggil Dania, dan sontak Dania terkejut dan menjatuhkan boneka yang sedang di pegangnya. Pram pun mendekati Dania, lalu mengambil boneka itu dan memberikannya kembali ke Dania.

" Ada apa, Pak? "

Dania bertanya lirih. Lalu mencoba memutus tatapan Pram. Tatapan Pram masih sama, datar dan dingin, tak terbaca. Pram duduk di tepi ranjang Cilla, dan Dania berdiri di sisinya.

" Dania, saya tau, saat ini kita sudah sah di mata Allah sebagai suami istri, tapi kita belum sah di mata negara. Dania, kamu sudah tau, kita menikah karena apa, dan Saya harap, kamu tidak terlalu berharap lebih pada Saya. Saya juga belum bisa menerima semua ini. Tolong kamu mengerti. Saya bicara seperti ini, bukan untuk menyakiti kamu, saya hanya ingin kamu tahu, apa yang sebenarnya saya rasakan. Saya harap kamu tidak terbawa perasaan saat ini. Dan saya harap, kamu tidak pernah jatuh cinta pada saya, karena saya pun akan demikian. Saya menikahi kamu, karena itu adalah amanat dari Papi saya. Saya minta kita saling menjaga jarak, tidak saling mencampuri urusan pribadi. Tapi walaupun saya belum bisa menerima kamu sebagai istri saya, secepatnya saya akan mengurus surat-surat itu, dan mengesahkan pernikahan kita di mata negara. "

Dania masih membeku di tempatnya. Sementaranya Pram langsung keluar dari kamar Cilla setelah berkata seperti itu. Setelah kepergian Pram, air mata Dania jatuh. Hatinya terluka. Bagiamana pun dirinya tetap seorang istri. Walau pernikahan ini tanpa cinta, tapi pernikahan mereka suci.

Dania menangis tanpa air suara. Semua rasa sakit itu dipendam sendiri. Dania paham, dirinya hanya istri yang tak diinginkan. Tapi tak seharusnya Pram berbicara begitu padanya. Seharusnya, Pram bisa lebih bijaksana. Dania hancur, semua impiannya sudah sirna. Impian menikah dengan lelaki yang menyayanginya hilang, bersama pernikahan yang tak di harapkan nya.

Dania dengan cepat mengusap air matanya. Ucapan Pram padanya, akan terus di ingatnya. Dania akan bersungguh-sungguh menjalani pernikahannya bukan karena menginginkannya cinta dari Pram, tetapi lebih untuk mengabdikan diri di rumah itu. Mengabdikan diri pada keluarga yang sudah membuatnya seperti ini. Keluarga yang dengan ikhlasnya, membiayai sekolah hingga kuliahnya.

Terpopuler

Comments

budak jambi

budak jambi

bukn dania yg akn jath cinta pd km pram tp sebalik ny km yg akn jath cinta pada dania dan saat itu terjadi dania tidak akn menerima cinta km dan pergi dr hidp km baru nyesal km

2025-01-15

2

bucinnya Bangtan💜

bucinnya Bangtan💜

kau nya nanti Pram yg bakal jatuh cinta dan klepek-klepek sampe bucin tolol kepd dania

2025-02-02

1

Maryami

Maryami

bucin baru tau

2025-02-13

0

lihat semua
Episodes
1 Cinta bunda pengganti 01
2 Cinta Bunda Pengganti 02
3 Cinta Bunda Pengganti 03
4 Cinta Bunda Pengganti 04
5 Cinta Bunda Pengganti 05
6 Cinta Bunda Pengganti 06
7 Cinta Bunda Pengganti 07
8 Cinta Bunda Pengganti 08
9 Cinta Bunda Pengganti 09
10 Cinta Bunda Pengganti 10
11 Cinta Bunda Pengganti 11
12 Cinta Bunda Pengganti 12
13 cinta Bunda Pengganti 13
14 Cinta Bunda Pengganti 14
15 Cinta Bunda Pengganti 15
16 Cinta Bunda Pengganti 16
17 Cinta Bunda Pengganti 17
18 Cinta Bunda Pengganti 18
19 Cinta Bunda Pengganti 19
20 Cinta Bunda Pengganti 20
21 Cinta Bunda Pengganti 21
22 Cinta Bunda Pengganti 22
23 Cinta Bunda Pengganti 23
24 Cinta Bunda Pengganti 24
25 Cinta Bunda Pengganti 25
26 Cinta Bunda Pengganti 26
27 Cinta Bunda Pengganti 27
28 Cinta Bunda Pengganti 28
29 Cinta Bunda Pengganti 29
30 Cinta Bunda Pengganti 30
31 Cinta Bunda Pengganti 31
32 Cinta Bunda Pengganti 32
33 Cinta Bunda Pengganti 33
34 Cinta Bunda Pengganti 34
35 Cinta Bunda Pengganti 35
36 Cinta Bunda Pengganti 36
37 Cinta Bunda Pengganti 37
38 Cinta Bunda Pengganti 38
39 Cinta Bunda Pengganti 39
40 Cinta Bunda Pengganti 40
41 Cinta Bunda Pengganti 41
42 Cinta Bunda Pengganti 42
43 Cinta Bunda Pengganti 43
44 Cinta Bunda Pengganti 44
45 Cinta Bunda Pengganti 45
46 Cinta Bunda Pengganti 46
47 Cinta Bunda Pengganti 47
48 Cinta Bunda Pengganti 48
49 Cinta Bunda Pengganti 49
50 Cinta Bunda Pengganti 50
51 Cinta Bunda Pengganti 51
52 Cinta Bunda Pengganti 52
53 Cinta Bunda Pengganti 53
54 Cinta Bunda Pengganti 54
55 Cinta Bunda Pengganti 55
56 Cinta Bunda Pengganti 56
57 Cinta Bunda Pengganti 57
58 Cinta Bunda Pengganti 58
59 cinta Bunda Pengganti 59
60 Cinta Bunda Pengganti 60
61 Cinta Bunda Pengganti 61
62 Cinta Bunda Pengganti 62
63 Cinta Bunda Pengganti 63
64 Cinta Bunda Pengganti 64
65 Cinta Bunda Pengganti 65
66 Cinta Bunda Pengganti 66
67 Cinta Bunda Pengganti 67
68 Cinta Bunda Pengganti 68
69 Cinta Bunda Pengganti 69
70 Cinta Bunda Pengganti 70
71 Cinta Bunda Pengganti 71
72 Cinta Bunda Pengganti 72
73 Cinta Bunda Pengganti 73
74 Cinta Bunda Pengganti 74
75 Cinta Bunda Pengganti 75
76 Cinta Bunda Pengganti 76
77 Cinta Bunda Pengganti 77
78 Cinta Bunda Pengganti 78
79 Cinta Bunda Pengganti 79
80 Cinta Bunda Pengganti 80
81 Cinta Bunda Pengganti 81
82 Cinta Bunda Pengganti 82
83 Cinta Bunda Pengganti 83
84 Cinta Bunda Pengganti 84
85 Cinta Bunda Pengganti 85
86 Cinta Bunda Pengganti 86
87 Extra Part 1
88 Extra Part 2
89 Ekstra Part 3
90 Extra Part 4
91 Extra Part 5
92 Extra Part 6
93 Extra Part 7
94 Extra Part 8
95 Extra Part 9
96 Extra Part 10
97 Extra Part 11
98 Extra Part 12
99 Extra Part 13
100 Extra Part 14
101 Ucapan Terima Kasih ( End )
102 Pengumuman
103 PENGUMUMAN KARYA BARU
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Cinta bunda pengganti 01
2
Cinta Bunda Pengganti 02
3
Cinta Bunda Pengganti 03
4
Cinta Bunda Pengganti 04
5
Cinta Bunda Pengganti 05
6
Cinta Bunda Pengganti 06
7
Cinta Bunda Pengganti 07
8
Cinta Bunda Pengganti 08
9
Cinta Bunda Pengganti 09
10
Cinta Bunda Pengganti 10
11
Cinta Bunda Pengganti 11
12
Cinta Bunda Pengganti 12
13
cinta Bunda Pengganti 13
14
Cinta Bunda Pengganti 14
15
Cinta Bunda Pengganti 15
16
Cinta Bunda Pengganti 16
17
Cinta Bunda Pengganti 17
18
Cinta Bunda Pengganti 18
19
Cinta Bunda Pengganti 19
20
Cinta Bunda Pengganti 20
21
Cinta Bunda Pengganti 21
22
Cinta Bunda Pengganti 22
23
Cinta Bunda Pengganti 23
24
Cinta Bunda Pengganti 24
25
Cinta Bunda Pengganti 25
26
Cinta Bunda Pengganti 26
27
Cinta Bunda Pengganti 27
28
Cinta Bunda Pengganti 28
29
Cinta Bunda Pengganti 29
30
Cinta Bunda Pengganti 30
31
Cinta Bunda Pengganti 31
32
Cinta Bunda Pengganti 32
33
Cinta Bunda Pengganti 33
34
Cinta Bunda Pengganti 34
35
Cinta Bunda Pengganti 35
36
Cinta Bunda Pengganti 36
37
Cinta Bunda Pengganti 37
38
Cinta Bunda Pengganti 38
39
Cinta Bunda Pengganti 39
40
Cinta Bunda Pengganti 40
41
Cinta Bunda Pengganti 41
42
Cinta Bunda Pengganti 42
43
Cinta Bunda Pengganti 43
44
Cinta Bunda Pengganti 44
45
Cinta Bunda Pengganti 45
46
Cinta Bunda Pengganti 46
47
Cinta Bunda Pengganti 47
48
Cinta Bunda Pengganti 48
49
Cinta Bunda Pengganti 49
50
Cinta Bunda Pengganti 50
51
Cinta Bunda Pengganti 51
52
Cinta Bunda Pengganti 52
53
Cinta Bunda Pengganti 53
54
Cinta Bunda Pengganti 54
55
Cinta Bunda Pengganti 55
56
Cinta Bunda Pengganti 56
57
Cinta Bunda Pengganti 57
58
Cinta Bunda Pengganti 58
59
cinta Bunda Pengganti 59
60
Cinta Bunda Pengganti 60
61
Cinta Bunda Pengganti 61
62
Cinta Bunda Pengganti 62
63
Cinta Bunda Pengganti 63
64
Cinta Bunda Pengganti 64
65
Cinta Bunda Pengganti 65
66
Cinta Bunda Pengganti 66
67
Cinta Bunda Pengganti 67
68
Cinta Bunda Pengganti 68
69
Cinta Bunda Pengganti 69
70
Cinta Bunda Pengganti 70
71
Cinta Bunda Pengganti 71
72
Cinta Bunda Pengganti 72
73
Cinta Bunda Pengganti 73
74
Cinta Bunda Pengganti 74
75
Cinta Bunda Pengganti 75
76
Cinta Bunda Pengganti 76
77
Cinta Bunda Pengganti 77
78
Cinta Bunda Pengganti 78
79
Cinta Bunda Pengganti 79
80
Cinta Bunda Pengganti 80
81
Cinta Bunda Pengganti 81
82
Cinta Bunda Pengganti 82
83
Cinta Bunda Pengganti 83
84
Cinta Bunda Pengganti 84
85
Cinta Bunda Pengganti 85
86
Cinta Bunda Pengganti 86
87
Extra Part 1
88
Extra Part 2
89
Ekstra Part 3
90
Extra Part 4
91
Extra Part 5
92
Extra Part 6
93
Extra Part 7
94
Extra Part 8
95
Extra Part 9
96
Extra Part 10
97
Extra Part 11
98
Extra Part 12
99
Extra Part 13
100
Extra Part 14
101
Ucapan Terima Kasih ( End )
102
Pengumuman
103
PENGUMUMAN KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!