Cinta Bunda Pengganti 12

Jam makan siang datang. Reyhan yang singgah ke kantor Pram, langsung menuju lantai dimana Pram berada. Keluar dari lift yang menghantarkan nya, Reyhan pun melihat Dania yang sepertinya sedang menahan rasa sakitnya.

" Dani, kamu kenapa?"

Dania pun mengangkat wajahnya. Lalu mencoba tersenyum.

"Gak apa-apa, Mas."

Namun Reyhan bukan orang yang mudah di bohongi, melihat wajah pucat Dania dan keringat di dahi nya, menunjukkan Dania sedang tidak baik-baik saja.

" Dania...jangan bohong. Katakan kamu kenapa?"

Dania pun menceritakan kalau saat ini penyakitnya sedang kambuh. Lalu dengan cepat, Reyhan mengambil kertas dan juga pena yang ada di meja Dania. Namun karena melihat wajah Dania yang pucat, membuat dirinya meninggalkan Dania sebentar.

" Jangan kemana-mana, kamu disini aja. Awas kalau sampai aku datang, kamu gak ada."

Ucap Reyhan dengan nada sedikit mengancam. Dania hanya mengangguk, mengiyakan. Sekitar lima belas menit kemudian, Reyhan datang dan membawa dua kresek.

" Kamu makan dulu obat ini, baru makan ini. Ingat setengah jam lagi ya."

Ucap Reyhan lalu masuk ke ruangan Pram. Dania menatap dua bungkusan itu. Dania pun menuruti perintah Reyhan.

" Woy, boss...Gak makan siang Lo?"

" Ngapain Lo disini. Buat sepet mata gue aja."

Bukannya sakit hati, malah Reyhan tertawa melihat wajah kesal Pram.

" Makan Lo. Biar gak sakit kayak sekretaris Lo itu."

Pram menghentikan gerakan tangannya di atas keyboard komputer. Lalu menatap Reyhan.

" Dari mana Lo tau kalau tu cewek sakit?"

" Ya tau lah, Kan gue yang beliin obat sama makan siangnya tadi. Maag nya kambuh. Sampe gemetaran gitu dia. Mana pucat lagi. Lagian Lo kok seneng banget sich, liat dia kerja keras gitu? Lo seneng nyiksa dia? "

" Gue gak nyiksa, lagian itu kan emang kerjaan dia."

Reyhan memajukan badannya dan menopang tangan di meja Pram.

" Pram, gue tau, Lo gak suka bokap Lo jodohin Lo ke dia. Tapi dia gak salah, di aja gak tau kalau bokap Lo menjodohkan kalian. Trus kenapa dia yang Lo siksa sich? Gue tau juga Pram, beberapa bulan ini, Dia itu kerja ngurusin anak Lo kan pagi sama malam. "

" Itu juga maunya dia. Kalau emang dia gak mau, kan bisa nolak."

Jawab Pram acuh. Reyhan mendengus kesal.

" Serah Lo, Deh. Tapi yang jelas, suatu saat Lo bakalan nyesel udah berbuat gitu ke Dania."

Tak lama terdengar suara ketukan pintu. Setelah di izinkan masuk, Dania pun masuk membawa paper bag berisi makan siang untuk Pram dan Reyhan.

" Maaf, Pak. Ini makam siangnya."

"Letakkan di meja itu aja, Dania. Makasih ya."

Bukannya Pram yang berkata, tapi Reyhan. Saat Dania akan keluar, Reyhan bertanya pada Dania.

" Dani, jangan lupa makan siang kamu. Dan obat yang lainnya. Ingat Dani, kamu itu manusia biasa, bukan robot. Ingat kesehatan kamu. Kalau orang gila ini, nyuruh kamu kerja di luar jam kantor, kamu minta upah lembur kamu, atau kamu bisa menolak."

Ucap Reyhan santai, yang di balas dengan lemparan bolpoint dari Pram. Sedangkan Dania hanya mengangguk patuh. Lalu berpamitan keluar dari ruangan itu.

" Napa Lo?"

Walau kesal dengan sepupunya ini. Tapi Pram tetap saja tidak bisa marah. Mereka makan dan saling bertukar cerita.

" Pram, gue denger Chelsea udah balik lagi kesini. Tapi-"

Pram langsung menghentikan gerakannya yang sedang membersihkan mulutnya dengan tisu.

" Tapi, kenapa?"

" Tapi sendiri, Revan gak ikut."

" Apa ada masalah dengan hubungan mereka?"

Dahi Reyhan berkerut mendengar dugaan Pram. Sedangkan Pram pikirannya menerawang.

" Napa Lo bisa berasumsi seperti itu?"

Perkataan Reyhan menarik Pram kembali dirinya. Seperti mereka ketahui, bahwa Chelsea akan selalu berada di mana tunangannya itu berada. Dan sekarang Chelsea ada di Jakarta dan sendiri. Tentu saja membuat Pram berasumsi ada yang tak beres dengan hubungan mereka.

Setelah selesai makan siang, dan sedikit bercerita tentang Chelsea, Reyhan pun pamit kembali ke rumah sakit. Sore ini dirinya akan dinas. Lebih tepatnya akan dinas di UGD.

Ya, Reyhan hanya sebagai dokter umum, walau dirinya bisa saja mengambil spesialis, namun saat ini Reyhan belum ingin. Dirinya masih menikmati gelar yang masih satu di dapatnya.

Setelah kepergian Reyhan, Pram tak bisa bekerja dengan baik. Pikirannya berkelana, jauh. Mengenang saat mereka berempat bersahabat, Chelsea, Sabina, Pram, dan juga Riko sepupunya.

Flashback on.

" Maafin aku, Pram. Tapi aku hanya menganggap kamu sebagai sahabat. Aku gak punya perasaan lebih. Maaf."

" Tapi Chel..aku cinta sama kamu."

" Maaf, Pram. Perasaan gak bisa di paksa. "

Lalu Chelsea pergi dari cafe tempat mereka bertemu. Hati Pram hancur, Chelsea adalah cinta pertamanya, namun cinta itu tak bersambut.

Saat-saat dirinya terpuruk, Sabina datang dan selalu menghiburnya. Walau cintanya di tolak, hubungan mereka tetap baik. Pram dapat menyembunyikannya luka hatinya. Apalagi Sabina selalu saja, menghibur dirinya.

Semakin lama, hubungan Pram dan Sabina pun semakin dekat. Bahkan dengan terang-terangan Sabina menyatakan perasaannya pada Pram. Dan Pram pun membalasnya. Walau jauh di sudut hatinya, nama Chelsea masih tersemat di sana.

Hari-hari yang di jalaninya bersama Sabina tak mampu menghapus nama Chelsea disana. Sampai pada akhirnya, Papinya menyatakan ingin menjodohkannya dengan Dania. Pram semakin kacau.

Tiga wanita di hidup Pram, tapi entah mengapa Pram membenci Dania. Mungkin Pram merasa Dania lah yang meminta perjodohan ini. Padahal Dania pun tak pernah tau. Dengan menyakinkan dirinya, Pram memberanikan diri berbicara pada Papinya. Mengatakan akan menikah dengan Sabina.

Flash back Off

Awalnya, Tuan Sofyan menolak, namun Pram melakukan hal nekad, dengan menghamili Sabina.Pram berpikir lebih baik menikah dengan Sabina, dari pada harus menikah dengan Dania yang dirinya tak kenal sama sekali. Apalagi Dania bukan berasal dari keluarga berada.

Dan pernikahan antara Sabina dan Pram pun terjadi. Tuan Sofyan tak pernah lagi mengungkit soal perjodohan. Hati Pram pun mulai menerima Sabina sebagai istri dan ibu untuk anaknya. Namun saat melahirkan Cilla, Sabina pun pergi meninggalkan dirinya selama nya.

Kini saat hatinya sudah tertutup, Pram mendengar kedatangan Chelsea, yang entah mengapa ada segelintir rasa yang belum pernah berakhir. Siang sampai sore tak banyak pekerjaan yang di lakukan Pram.

Dirinya hanya menatap lalu lalang kendaraan di bawah sana dari ketinggian gedung. Pikirannya terus berkelana.

" Chelsea di sini." Gumamnya sambil memegang dadanya.

"Apa aku masih mencintai Chelsea, tapi gak, aku hanya mencintai Sabina. Hatiku sudah miliknya. Sampai kapan pun. Hatiku milik Sabina."

Ucapnya kemudian memantapkan hati. Pram pun membereskan meja kerjanya. Lalu mengambil jas yang tersangkut di sandaran kursi. Melangkahkan kakinya keluar. Dan meninggalkan perusahaan.

Terpopuler

Comments

bucinnya Bangtan💜

bucinnya Bangtan💜

dokter Rayhan udah nikah belum??
klw blm sama Dania aja?

2025-02-02

0

guntur 1609

guntur 1609

hati2 kau pram. prnyesalan dtng di akhir. jbgn kau sia2kn org yg tulus sm mu

2023-09-11

1

Maryami

Maryami

👍👍👍👍💕💕💕💕

2023-09-04

0

lihat semua
Episodes
1 Cinta bunda pengganti 01
2 Cinta Bunda Pengganti 02
3 Cinta Bunda Pengganti 03
4 Cinta Bunda Pengganti 04
5 Cinta Bunda Pengganti 05
6 Cinta Bunda Pengganti 06
7 Cinta Bunda Pengganti 07
8 Cinta Bunda Pengganti 08
9 Cinta Bunda Pengganti 09
10 Cinta Bunda Pengganti 10
11 Cinta Bunda Pengganti 11
12 Cinta Bunda Pengganti 12
13 cinta Bunda Pengganti 13
14 Cinta Bunda Pengganti 14
15 Cinta Bunda Pengganti 15
16 Cinta Bunda Pengganti 16
17 Cinta Bunda Pengganti 17
18 Cinta Bunda Pengganti 18
19 Cinta Bunda Pengganti 19
20 Cinta Bunda Pengganti 20
21 Cinta Bunda Pengganti 21
22 Cinta Bunda Pengganti 22
23 Cinta Bunda Pengganti 23
24 Cinta Bunda Pengganti 24
25 Cinta Bunda Pengganti 25
26 Cinta Bunda Pengganti 26
27 Cinta Bunda Pengganti 27
28 Cinta Bunda Pengganti 28
29 Cinta Bunda Pengganti 29
30 Cinta Bunda Pengganti 30
31 Cinta Bunda Pengganti 31
32 Cinta Bunda Pengganti 32
33 Cinta Bunda Pengganti 33
34 Cinta Bunda Pengganti 34
35 Cinta Bunda Pengganti 35
36 Cinta Bunda Pengganti 36
37 Cinta Bunda Pengganti 37
38 Cinta Bunda Pengganti 38
39 Cinta Bunda Pengganti 39
40 Cinta Bunda Pengganti 40
41 Cinta Bunda Pengganti 41
42 Cinta Bunda Pengganti 42
43 Cinta Bunda Pengganti 43
44 Cinta Bunda Pengganti 44
45 Cinta Bunda Pengganti 45
46 Cinta Bunda Pengganti 46
47 Cinta Bunda Pengganti 47
48 Cinta Bunda Pengganti 48
49 Cinta Bunda Pengganti 49
50 Cinta Bunda Pengganti 50
51 Cinta Bunda Pengganti 51
52 Cinta Bunda Pengganti 52
53 Cinta Bunda Pengganti 53
54 Cinta Bunda Pengganti 54
55 Cinta Bunda Pengganti 55
56 Cinta Bunda Pengganti 56
57 Cinta Bunda Pengganti 57
58 Cinta Bunda Pengganti 58
59 cinta Bunda Pengganti 59
60 Cinta Bunda Pengganti 60
61 Cinta Bunda Pengganti 61
62 Cinta Bunda Pengganti 62
63 Cinta Bunda Pengganti 63
64 Cinta Bunda Pengganti 64
65 Cinta Bunda Pengganti 65
66 Cinta Bunda Pengganti 66
67 Cinta Bunda Pengganti 67
68 Cinta Bunda Pengganti 68
69 Cinta Bunda Pengganti 69
70 Cinta Bunda Pengganti 70
71 Cinta Bunda Pengganti 71
72 Cinta Bunda Pengganti 72
73 Cinta Bunda Pengganti 73
74 Cinta Bunda Pengganti 74
75 Cinta Bunda Pengganti 75
76 Cinta Bunda Pengganti 76
77 Cinta Bunda Pengganti 77
78 Cinta Bunda Pengganti 78
79 Cinta Bunda Pengganti 79
80 Cinta Bunda Pengganti 80
81 Cinta Bunda Pengganti 81
82 Cinta Bunda Pengganti 82
83 Cinta Bunda Pengganti 83
84 Cinta Bunda Pengganti 84
85 Cinta Bunda Pengganti 85
86 Cinta Bunda Pengganti 86
87 Extra Part 1
88 Extra Part 2
89 Ekstra Part 3
90 Extra Part 4
91 Extra Part 5
92 Extra Part 6
93 Extra Part 7
94 Extra Part 8
95 Extra Part 9
96 Extra Part 10
97 Extra Part 11
98 Extra Part 12
99 Extra Part 13
100 Extra Part 14
101 Ucapan Terima Kasih ( End )
102 Pengumuman
103 PENGUMUMAN KARYA BARU
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Cinta bunda pengganti 01
2
Cinta Bunda Pengganti 02
3
Cinta Bunda Pengganti 03
4
Cinta Bunda Pengganti 04
5
Cinta Bunda Pengganti 05
6
Cinta Bunda Pengganti 06
7
Cinta Bunda Pengganti 07
8
Cinta Bunda Pengganti 08
9
Cinta Bunda Pengganti 09
10
Cinta Bunda Pengganti 10
11
Cinta Bunda Pengganti 11
12
Cinta Bunda Pengganti 12
13
cinta Bunda Pengganti 13
14
Cinta Bunda Pengganti 14
15
Cinta Bunda Pengganti 15
16
Cinta Bunda Pengganti 16
17
Cinta Bunda Pengganti 17
18
Cinta Bunda Pengganti 18
19
Cinta Bunda Pengganti 19
20
Cinta Bunda Pengganti 20
21
Cinta Bunda Pengganti 21
22
Cinta Bunda Pengganti 22
23
Cinta Bunda Pengganti 23
24
Cinta Bunda Pengganti 24
25
Cinta Bunda Pengganti 25
26
Cinta Bunda Pengganti 26
27
Cinta Bunda Pengganti 27
28
Cinta Bunda Pengganti 28
29
Cinta Bunda Pengganti 29
30
Cinta Bunda Pengganti 30
31
Cinta Bunda Pengganti 31
32
Cinta Bunda Pengganti 32
33
Cinta Bunda Pengganti 33
34
Cinta Bunda Pengganti 34
35
Cinta Bunda Pengganti 35
36
Cinta Bunda Pengganti 36
37
Cinta Bunda Pengganti 37
38
Cinta Bunda Pengganti 38
39
Cinta Bunda Pengganti 39
40
Cinta Bunda Pengganti 40
41
Cinta Bunda Pengganti 41
42
Cinta Bunda Pengganti 42
43
Cinta Bunda Pengganti 43
44
Cinta Bunda Pengganti 44
45
Cinta Bunda Pengganti 45
46
Cinta Bunda Pengganti 46
47
Cinta Bunda Pengganti 47
48
Cinta Bunda Pengganti 48
49
Cinta Bunda Pengganti 49
50
Cinta Bunda Pengganti 50
51
Cinta Bunda Pengganti 51
52
Cinta Bunda Pengganti 52
53
Cinta Bunda Pengganti 53
54
Cinta Bunda Pengganti 54
55
Cinta Bunda Pengganti 55
56
Cinta Bunda Pengganti 56
57
Cinta Bunda Pengganti 57
58
Cinta Bunda Pengganti 58
59
cinta Bunda Pengganti 59
60
Cinta Bunda Pengganti 60
61
Cinta Bunda Pengganti 61
62
Cinta Bunda Pengganti 62
63
Cinta Bunda Pengganti 63
64
Cinta Bunda Pengganti 64
65
Cinta Bunda Pengganti 65
66
Cinta Bunda Pengganti 66
67
Cinta Bunda Pengganti 67
68
Cinta Bunda Pengganti 68
69
Cinta Bunda Pengganti 69
70
Cinta Bunda Pengganti 70
71
Cinta Bunda Pengganti 71
72
Cinta Bunda Pengganti 72
73
Cinta Bunda Pengganti 73
74
Cinta Bunda Pengganti 74
75
Cinta Bunda Pengganti 75
76
Cinta Bunda Pengganti 76
77
Cinta Bunda Pengganti 77
78
Cinta Bunda Pengganti 78
79
Cinta Bunda Pengganti 79
80
Cinta Bunda Pengganti 80
81
Cinta Bunda Pengganti 81
82
Cinta Bunda Pengganti 82
83
Cinta Bunda Pengganti 83
84
Cinta Bunda Pengganti 84
85
Cinta Bunda Pengganti 85
86
Cinta Bunda Pengganti 86
87
Extra Part 1
88
Extra Part 2
89
Ekstra Part 3
90
Extra Part 4
91
Extra Part 5
92
Extra Part 6
93
Extra Part 7
94
Extra Part 8
95
Extra Part 9
96
Extra Part 10
97
Extra Part 11
98
Extra Part 12
99
Extra Part 13
100
Extra Part 14
101
Ucapan Terima Kasih ( End )
102
Pengumuman
103
PENGUMUMAN KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!