Cinta Bunda Pengganti 08

Setelah beberapa hari beristirahat di rumah, kini Tuan Sofyan pun kembali menginjakkan kakinya di perusahaan itu. Di saat dirinya datang, Dania sudah duduk di meja kerjanya. Tuan Sofyan terkejut melihat Dania yang hadir tepat waktu.

" Nia, kamu sudah tiba?"

" Selamat pagi, pak. Ya saya sudah tiba. Bagaimana keadaan Bapak?"

" Aku sudah sehat, Nia. Aku masuk dulu."

Dania pun mengangguk patuh. Lalu kembali mengerjakan semua pekerjaannya. Pukul dua belas siang, Dania melirik ponselnya, lalu menekan nomor seseorang. Setelah panggilan tersambung, Dania langsung berbicara dengan orang tersebut. Entah apa yang mereka berdua bicarakan, Tuan Sofyan hanya mendengar ujung dari pembicaraan itu saja.

" Iya, nanti sore Tante datang lagi. Jangan nangis ya. Oke..anak pinter.."

Lalu Dania pun memutus panggilan telepon nya. Tuan Sofyan yang sudah sedikit membuka pintunya, lalu menunggu beberapa saat, untuk keluar dari ruangannya.

Dania pun segera membereskan mejanya, menunggu Tuan Sofyan keluar dari ruangannya, barulah dirinya pergi untuk makan siang.

" Saya makan siang dulu ya, Nia. Dan setelah makan siang, apa ada meeting yang harus saya hadiri?"

" Sepertinya tidak ada, Pak."

Lalu Tuan Sofyan pun pergi setelah mendengar penjelasan Dania. Dania pun pergi makan siang bersama teman-temannya.

*

Malam hari setelah pulang dari perusahaan, Dania pun menjalankan tugasnya sebagai pengasuh Cilla. Bukan karena uang yang di janjikan Pram. Tapi lebih pada balas budinya kepada keluarga Tuan Sofyan. Cilla tertawa saat Dania mengajaknya bermain, bersama dengan boneka kesayangan nya. Pram yang mendengar tawa Cilla pun mengintip dari celah pintu yang tidak tertutup rapat.

Pukul sembilan malam, Cilla sudah terlelap dalam tidurnya, di temani oleh Dania. Nyonya Fatma yang menyadari Dania tidak makan malam, lantas memanggil Dania yang baru saja keluar dari kamar Cilla.

" Dani,..."

" Ya, Bu. "

Dania membalikkan badannya mendengar dirinya di panggil oleh Nyonya Fatma.

" Dani, apa kamu sudah ingin tidur?"

Nyonya Fatma menelisik wajah Dania yang tampak mengantuk. Lalu Dania pun mengangguk.

" Kamu belum makan malam. Sebelum tidur, sebaiknya kamu makan malam dulu. Perhatikan kesehatanmu juga, Dani."

Dania yang merasa di perhatikan oleh Nyonya Fatma pun menipiskan bibirnya. Setelah berkata seperti itu, Nyonya Fatma pun kembali ke kamarnya. Pram yang mendengar pembicaraan itu hanya menatap datar. Dania yang melihat Pram pun langsung melangkahkan kakinya ke arah belakang, dimana letak kamarnya berada.

Dania merasa sangat mengantuk, hingga dirinya memutuskan untuk langsung tidur, tanpa makan malam. Dalam waktu sekejap, Dania langsung memasuki alam mimpi.

Suara adzan berkumandang membangunkan Dania dari lelap tidurnya. Segera Dania bangkit dan membersihkan diri, lalu menjalankan tugasnya sebagai umat beragama. Semetara di kamar Cilla, Pram tampak memperhatikan putri kecilnya itu. Tawa Cilla malam tadi masih membekas di ingatan Pram. Tidak pernah Cilla tertawa sekeras itu dan selepas itu.

Pram pun turun untuk menanyakan apa yang Dania lakukan pada Cilla, sampai Cilla bisa tertawa seperti itu. Entah lah, Pram merasa takut, kalau sampai Cilla lebih dekat dengan Dania dari pada dengannya. Saat akan memanggil Dania, Pram yang tiba di depan pintu kamar Dania pun, menatap Dania yang saat ini sedang menengadahkan tangan berdoa pada sang Pemilik Kehidupan.

Tanpa sadar, Pram terus memperhatikan, sampai Dania selesai. Dania yang melihat Pram di depan pintu kamarnya langsung bangkit dan memberanikan diri bertanya.

" Bapak ada perlu dengan Saya?"

Pertanyaan Dania membuat Pram terkesiap. Namun dengan cepat, Pram segera menguasai dirinya.

" Jangan lupa tugasmu pagi ini, sebelum kau berangkat ke perusahaan."

Ucap Pram dengan nada dingin dan datar. Dania hanya mengiyakan. Dan dengan langkah lebar, Pram pergi dari depan kamar Dania.

Dania langsung berjalan ke dapur, sudah ada Mbok Sri disana. Dania berencana ingin membuat bubur ayam pagi ini. Tadinya hanya untuk Cilla, tapi Mbok Sri memberikan saran dan akhirnya bubur ayam untuk semua orang sarapan pagi ini.

Aroma kaldu ayam menyeruak, membuat perut semakin keroncongan pagi itu. Nyonya Fatma yang mendatangi dapur langsung bertanya pada Mbok Sri.

" Mbok buat sarapan apa pagi ini? Aromanya wangi banget loh."

" Bukan si Mbok yang masak, Bu. Tapi Mbak Dani."

Perkataan Mbok Sri, membuat Nyonya Fatma membulatkan bibirnya. Kini semua orang sudah berada di tempatnya masing-masing. Tuan Sofyan yang melihat sarapan belum tersaji di meja pun mengerutkan keningnya.

" Mi, sarapan nya mana?"

Usai berkata seperti itu, Dania turun bersama Cilla. Dan di belakangnya Pram menyusul dengan pakaian kerja. Dania mendudukkan Cilla di kursi nya. Bersebelahan dengan Pram. Melihat di meja masih kosong, Dania langsung membantu Mbok Sri menyiapkan sarapan pagi itu.

" Biar si Mbok aja, Mbak. Nanti pakaian Mbak Dani kotor. Mbak Dani kan mau langsung kerja, setelah ini."

" Iya, Mbok. Dani cuma bantuin ini aja kok."

Ucap Dania saat meletakkan ayam suir dan pelengkap lainnya. Dengan cekatan Dania meletakkan sarapan itu di depan mereka masing-masing. Sementara Cilla yang sudah sarapan di kamarnya hanya duduk dan mendengarkan lagu dari tab di depannya.

" Silahkan, Bu, Pak. "

Setelah berkata seperti itu, Dania pun berlalu ke kamarnya dan mengambil tas kerjanya. Lalu berpamitan pada semua orang.

" Dania...sebaiknya kamu sarapan dulu."

" Terima kasih, Bu. Dani akan sarapan di kantor aja."

Lalu Dania pun berangkat lebih dulu. Tuan Sofyan yang melihat hanya bisa geleng-geleng kepala.

" Huuff...Dania itu, kalau seperti itu terus-terusan. Mami yakin sebentar lagi dia akan masuk rumah sakit."

Semua orang yang sedang menyuapkan sarapannya menatap Nyonya Fatma dengan kening yang berkerut.

" Kok mami berkata seperti itu?"

" Gini ya, Pi. Dani itu sudah melewatkan makan malam, dan sekarang melewatkan makan paginya. Dia itu bukan robot, Dia itu manusia biasa. Bisa-bisanya dia mengacuhkan kesehatannya. "

Tuan Sofyan melirik ke arah Pram. Sedangkan Pram hanya datar dengan melanjutkan sarapannya. Bahkan pagi ini, Pram tampak sangat menikmati sarapannya itu.

Pintu Lift di lantai tempat Dania berkerja terbuka. Menampilkan sosok Tuan Sofyan yang berjalan bersama asisten pribadinya Pak Sandi. Setelah menyapa mereka, Dania kembali mengerjakan pekerjaannya.

Mungkin karena terlalu fokus, Dania sampai tidak melihat Pak Sandi yang keluar dari ruangan Tuan Sofyan. Pesawat telepon di meja Dania berbunyi. Lalu Dania segera masuk.ke ruangan pemimpin perusahaan ini.

" Duduk, Nia."

Tuan Sofyan meminta Dania duduk di depannya. Lalu memindai wajah Dania.

" Nia, saya tau, kamu selalu mengutamakan pekerjaan. Tapi saya minta, kamu juga ingat akan kesehatan kamu."

Dania hanya mengangguk. Semetara Tuan Sofyan menyandarkan punggung nya di kursi kebesarannya.

" Apa kamu tahu, istri saya pagi ini ngomel, karna kamu melewatkan makan malam dan makan pagimu?"

" Hah...Bu Fatma ngomel, Pak?"

Terpopuler

Comments

Erlinda

Erlinda

orang tua Pram ga tegas sama anak nya .makanya Pram berlaku seenak nya karna ga ada yg ditakuti nya

2025-01-13

0

Rusmiati Eyus

Rusmiati Eyus

iya es balok ny masih keras blm cair

2024-12-27

0

Arie Chrisdiana

Arie Chrisdiana

gimana mau mkn pak lha wong di rmh ada muka es balok spt kulkas dua pintu

2023-10-14

1

lihat semua
Episodes
1 Cinta bunda pengganti 01
2 Cinta Bunda Pengganti 02
3 Cinta Bunda Pengganti 03
4 Cinta Bunda Pengganti 04
5 Cinta Bunda Pengganti 05
6 Cinta Bunda Pengganti 06
7 Cinta Bunda Pengganti 07
8 Cinta Bunda Pengganti 08
9 Cinta Bunda Pengganti 09
10 Cinta Bunda Pengganti 10
11 Cinta Bunda Pengganti 11
12 Cinta Bunda Pengganti 12
13 cinta Bunda Pengganti 13
14 Cinta Bunda Pengganti 14
15 Cinta Bunda Pengganti 15
16 Cinta Bunda Pengganti 16
17 Cinta Bunda Pengganti 17
18 Cinta Bunda Pengganti 18
19 Cinta Bunda Pengganti 19
20 Cinta Bunda Pengganti 20
21 Cinta Bunda Pengganti 21
22 Cinta Bunda Pengganti 22
23 Cinta Bunda Pengganti 23
24 Cinta Bunda Pengganti 24
25 Cinta Bunda Pengganti 25
26 Cinta Bunda Pengganti 26
27 Cinta Bunda Pengganti 27
28 Cinta Bunda Pengganti 28
29 Cinta Bunda Pengganti 29
30 Cinta Bunda Pengganti 30
31 Cinta Bunda Pengganti 31
32 Cinta Bunda Pengganti 32
33 Cinta Bunda Pengganti 33
34 Cinta Bunda Pengganti 34
35 Cinta Bunda Pengganti 35
36 Cinta Bunda Pengganti 36
37 Cinta Bunda Pengganti 37
38 Cinta Bunda Pengganti 38
39 Cinta Bunda Pengganti 39
40 Cinta Bunda Pengganti 40
41 Cinta Bunda Pengganti 41
42 Cinta Bunda Pengganti 42
43 Cinta Bunda Pengganti 43
44 Cinta Bunda Pengganti 44
45 Cinta Bunda Pengganti 45
46 Cinta Bunda Pengganti 46
47 Cinta Bunda Pengganti 47
48 Cinta Bunda Pengganti 48
49 Cinta Bunda Pengganti 49
50 Cinta Bunda Pengganti 50
51 Cinta Bunda Pengganti 51
52 Cinta Bunda Pengganti 52
53 Cinta Bunda Pengganti 53
54 Cinta Bunda Pengganti 54
55 Cinta Bunda Pengganti 55
56 Cinta Bunda Pengganti 56
57 Cinta Bunda Pengganti 57
58 Cinta Bunda Pengganti 58
59 cinta Bunda Pengganti 59
60 Cinta Bunda Pengganti 60
61 Cinta Bunda Pengganti 61
62 Cinta Bunda Pengganti 62
63 Cinta Bunda Pengganti 63
64 Cinta Bunda Pengganti 64
65 Cinta Bunda Pengganti 65
66 Cinta Bunda Pengganti 66
67 Cinta Bunda Pengganti 67
68 Cinta Bunda Pengganti 68
69 Cinta Bunda Pengganti 69
70 Cinta Bunda Pengganti 70
71 Cinta Bunda Pengganti 71
72 Cinta Bunda Pengganti 72
73 Cinta Bunda Pengganti 73
74 Cinta Bunda Pengganti 74
75 Cinta Bunda Pengganti 75
76 Cinta Bunda Pengganti 76
77 Cinta Bunda Pengganti 77
78 Cinta Bunda Pengganti 78
79 Cinta Bunda Pengganti 79
80 Cinta Bunda Pengganti 80
81 Cinta Bunda Pengganti 81
82 Cinta Bunda Pengganti 82
83 Cinta Bunda Pengganti 83
84 Cinta Bunda Pengganti 84
85 Cinta Bunda Pengganti 85
86 Cinta Bunda Pengganti 86
87 Extra Part 1
88 Extra Part 2
89 Ekstra Part 3
90 Extra Part 4
91 Extra Part 5
92 Extra Part 6
93 Extra Part 7
94 Extra Part 8
95 Extra Part 9
96 Extra Part 10
97 Extra Part 11
98 Extra Part 12
99 Extra Part 13
100 Extra Part 14
101 Ucapan Terima Kasih ( End )
102 Pengumuman
103 PENGUMUMAN KARYA BARU
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Cinta bunda pengganti 01
2
Cinta Bunda Pengganti 02
3
Cinta Bunda Pengganti 03
4
Cinta Bunda Pengganti 04
5
Cinta Bunda Pengganti 05
6
Cinta Bunda Pengganti 06
7
Cinta Bunda Pengganti 07
8
Cinta Bunda Pengganti 08
9
Cinta Bunda Pengganti 09
10
Cinta Bunda Pengganti 10
11
Cinta Bunda Pengganti 11
12
Cinta Bunda Pengganti 12
13
cinta Bunda Pengganti 13
14
Cinta Bunda Pengganti 14
15
Cinta Bunda Pengganti 15
16
Cinta Bunda Pengganti 16
17
Cinta Bunda Pengganti 17
18
Cinta Bunda Pengganti 18
19
Cinta Bunda Pengganti 19
20
Cinta Bunda Pengganti 20
21
Cinta Bunda Pengganti 21
22
Cinta Bunda Pengganti 22
23
Cinta Bunda Pengganti 23
24
Cinta Bunda Pengganti 24
25
Cinta Bunda Pengganti 25
26
Cinta Bunda Pengganti 26
27
Cinta Bunda Pengganti 27
28
Cinta Bunda Pengganti 28
29
Cinta Bunda Pengganti 29
30
Cinta Bunda Pengganti 30
31
Cinta Bunda Pengganti 31
32
Cinta Bunda Pengganti 32
33
Cinta Bunda Pengganti 33
34
Cinta Bunda Pengganti 34
35
Cinta Bunda Pengganti 35
36
Cinta Bunda Pengganti 36
37
Cinta Bunda Pengganti 37
38
Cinta Bunda Pengganti 38
39
Cinta Bunda Pengganti 39
40
Cinta Bunda Pengganti 40
41
Cinta Bunda Pengganti 41
42
Cinta Bunda Pengganti 42
43
Cinta Bunda Pengganti 43
44
Cinta Bunda Pengganti 44
45
Cinta Bunda Pengganti 45
46
Cinta Bunda Pengganti 46
47
Cinta Bunda Pengganti 47
48
Cinta Bunda Pengganti 48
49
Cinta Bunda Pengganti 49
50
Cinta Bunda Pengganti 50
51
Cinta Bunda Pengganti 51
52
Cinta Bunda Pengganti 52
53
Cinta Bunda Pengganti 53
54
Cinta Bunda Pengganti 54
55
Cinta Bunda Pengganti 55
56
Cinta Bunda Pengganti 56
57
Cinta Bunda Pengganti 57
58
Cinta Bunda Pengganti 58
59
cinta Bunda Pengganti 59
60
Cinta Bunda Pengganti 60
61
Cinta Bunda Pengganti 61
62
Cinta Bunda Pengganti 62
63
Cinta Bunda Pengganti 63
64
Cinta Bunda Pengganti 64
65
Cinta Bunda Pengganti 65
66
Cinta Bunda Pengganti 66
67
Cinta Bunda Pengganti 67
68
Cinta Bunda Pengganti 68
69
Cinta Bunda Pengganti 69
70
Cinta Bunda Pengganti 70
71
Cinta Bunda Pengganti 71
72
Cinta Bunda Pengganti 72
73
Cinta Bunda Pengganti 73
74
Cinta Bunda Pengganti 74
75
Cinta Bunda Pengganti 75
76
Cinta Bunda Pengganti 76
77
Cinta Bunda Pengganti 77
78
Cinta Bunda Pengganti 78
79
Cinta Bunda Pengganti 79
80
Cinta Bunda Pengganti 80
81
Cinta Bunda Pengganti 81
82
Cinta Bunda Pengganti 82
83
Cinta Bunda Pengganti 83
84
Cinta Bunda Pengganti 84
85
Cinta Bunda Pengganti 85
86
Cinta Bunda Pengganti 86
87
Extra Part 1
88
Extra Part 2
89
Ekstra Part 3
90
Extra Part 4
91
Extra Part 5
92
Extra Part 6
93
Extra Part 7
94
Extra Part 8
95
Extra Part 9
96
Extra Part 10
97
Extra Part 11
98
Extra Part 12
99
Extra Part 13
100
Extra Part 14
101
Ucapan Terima Kasih ( End )
102
Pengumuman
103
PENGUMUMAN KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!