Cinta Bunda Pengganti 05

Pram melihat Cilla yang merengut, dan masuk ke kamarnya. Ada yang tercubit di hatinya, namun Pram masih saja membekukan hatinya untuk wanita lain.

" Maafkan Papa, Nak. Papa gak bisa mempertahankan Mama di sisi kita."

Ucap Pram, seraya menyeka sudut matanya. Lalu memasuki kamar Cilla. Cilla tampak sedang bermain dengan boneka kesayangan nya, namun wajahnya tampak cemberut.

" Sayang,...Kita pergi ke..."

Belum selesai Pram berbicara, namun Cilla sudah menggeleng kepalanya.

" Cia, mau ante, Pa."

Pram pun tersenyum ke arah Cilla, lalu memeluknya.

" Tante nya harus pulang, Sayang. Nanti kapan-kapan pasti kesini lagi."

Cilla pun mengerti, dan sore ini Pram terus menemani Cilla sampai malam hari. Bahkan makan malam Cilla dan Pram pun di bawa ke kamar Cilla.

Setelah putrinya tidur, Pram keluar lalu menuju kamarnya sendiri di sebelah kamar Cilla. Pram duduk di tepi ranjang, dan memandangi foto Sabina yang ada di tangannya saat ini.

" Sayang, apa kabar? Apa kamu bahagia disana? Hari ini Cilla murung, dari pagi Cilla nangis, dan aku gak bisa menenangkan nya. Aku bukan papa yang baik ya, sampai menenangkan Cilla pun aku gak bisa."

Pram berbicara pada foto Sabina. Wanita yang telah mencuri hatinya dan memberikannya gelar seorang Ayah.

"Sayang, maafkan aku, dan jangan marah padaku, karena belum bisa menjadi Papa yang terbaik untuk Cilla. Semoga kamu bahagia disana, dan aku mohon, hadirlah di mimpiku malam ini. I really miss you dear. I love you.."

Lalu Pram membawa foto itu ke dadanya, merasa sedang memeluk istrinya, Sabina. Pram teringat kembali saat Sabina harus kehilangan banyak darah, karena komplikasi yang terjadi saat melahirkan Cilla.

Flashback on.

" Sayang, aku mohon bertahanlah."

Ucap Pram saat melihat Sabina yang terus melemah. Pram panik luar biasa. Dokter terus melalukan tindakan agar menghentikan perdarahan yang terjadi. Tangan Pram masih terus menggenggam tangan Sabina.

" Tolong jaga, Cilla. Aku gak kuat lagi. Tolong jaga dia untukku. Katakan padanya aku sangat mencintainya."

Setelah berkata seperti itu, perlahan mata Sabina terpejam, dan genggaman tangannya terlepas. Dokter pun melihat alat yang berbunyi datar.

" Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un.."

Dokter berucap demikian dan seketika Pram memanggil nama Sabina. Air mata luruh seketika. Wajah teduh Sabina tertidur lelap di mimpi panjang. Dan tak akan terbuka lagi.

Flashback off.

Pram terkesiap, mengingat kejadian dua tahun yang lalu itu. Semua itu masih terlihat jelas di matanya. Pram hanya bisa menangis di sepinya malam. Saat bayangan kejadian itu kembali memasuki memorinya.

Sejak kepergian Sabina, Pram berubah menjadi sosok yang sangat dingin. Tak banyak kata yang di ucapkannya, seakan setengah jiwa Pram pergi bersama jasad Sabina yang telah di makamkan.

Hari-hari berganti, jika dulu, Pram dapat memegang dua perusahaan sekaligus, perusahaan milik keluarganya yang masih di pegang oleh Papinya, dan perusahaannya sendiri. Namun sejak kepergian Sabina, Pram nyaris tak pernah menginjakkan kakinya lagi di kedua perusahaannya itu. Hanya sesekali dia akan hadir. Selebihnya Pram meminta tangan kanannya yang menghandle.

Malam masih berjalan lambat, Pram mencoba memejamkan matanya, namun tidak bisa. Bayangan kepergian Sabina seakan menyelimuti dirinya. Hingga Pram tidak bisa memejamkan matanya. Menjelang subuh, barulah Pram bisa memejamkan matanya.

Esok paginya di kediaman Tuan Sofyan, lagi-lagi suara tangisan Cilla terdengar nyaring di seantero rumah. Mulai dari Mbok Sri, Mang Amin tukang kebun, sampai Mbak Ratih yang bertugas membersihkan rumah, dan juga Mbok Nunik yang bertugas menyetrika dan mencuci. Semua orang membujuk Nona kecil rumah ini. Tapi hasilnya nihil.

Nyonya Fatma yang merupakan Omanya sendiri pun kewalahan menghadapi Cilla seminggu ini. Cilla selalu saja menangis dan tak bisa di bujuk. Suara tangisan Cilla yang nyaring, membangunkan Pram dari tidurnya. Dengan sedikit tergesa, Pram menghampiri kamar gadis kecil itu.

Melihat kedatangan Pram, Mbok Nunik dan Mbak Ratih memilih kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. Hanya tertinggal Mbok Sri dan Mang Amin di sana, serta Nyonya Fatma.

" Sayang...Nak. Cilla kenapa nangis?"

Pram mengambil Cilla dari gendongan Omanya. Suara Cilla terdengar sangat sedih. Bahkan Mbok Sri mengusap air matanya sendiri, karena kembali tak bisa membujuk Cilla.

" Ada apa, ini? Kenapa pagi-pagi Cilla sudah menangis seperti itu?"

Kali ini Tuan Sofyan yang bertanya. Mendengar cucu pertamanya ini menangis, membuat Tuan Sofyan membuka matanya.

"Mami gak tau, Pi. Begitu mami masuk ke kamar Cilla, Mbok Sri sedang berusaha menenangkan Cilla."

Pram masih berusaha menenangkan Cilla. Dengan mengalihkan perhatian Cilla, Pram mulai membawa Cilla untuk bermain dengan boneka-boneka kesayangan, namun itu hanya bertahan beberapa menit saja, setelah itu Cilla kembali menangis.

Tuan Sofyan, juga berusaha membujuk cucunya, dengan membawa Cilla keluar dari kamar itu. Dan membawanya ke taman belakang. Disana ada kelinci yang sering menjadi pusat perhatian Cilla. Cilla tampak sedikit teralihkan, apalagi saat Mang Amin, melepaskan kelinci-kelinci itu di pekarangan.

Namun lagi-lagi, itu hanya sesaat. Cilla pun kembali menangis. Semua orang merasa kali ini Cilla memang sangat sulit di bujuk.

Sementara di apartemen Dania. Gadis manis berusia dua puluh enam tahun itu, sedang bersiap akan berangkat ke kantor. Dania memang sangat membenci kemacetan jalan ibu kota, maka dari itu, Dania lebih suka datang lebih awal ke kantor.

" Berkas yang kemarin mana ya. "

Dania masih membongkar berkas-berkas yang akan di bawanya ke kantor pagi ini. Namun sebuah berkas yang lumayan penting tidak tampak di tumpukan berkas-berkas lainnya.

Seketika Dania menepuk jidatnya.

" Oiya...kemarin kan masih di periksa Pak Sofyan. Kok aku lupa sich."

Lalu Dania pun mencoba menghubungi nomor pimpinan perusahaan nya itu. Pada dering kedua, panggilan itu pun terjawab. Namun bukannya suara Pak Sofyan yang terdengar, tapi suara tangisan Cilla.

" Hallo, Selamat pagi, Pak."

Lalu Dania pun mulai bertanya perihal berkas itu, dan bertanya apakah berkas itu mau ia jemput kerumah. Ternyata suara Pak Sofyan terhalang suara tangisan Cilla. Membuat Dania semakin bertanya-tanya, ada apa dengan Cilla.

Akhirnya dengan mengumpulkan keberaniannya, Dania datang ke rumah Tuan Sofyan. Asisten rumah tangga yang sudah mengenal Dania mempersilahkan gadis manis itu untuk masuk. Saat memasuki rumah besar itu, pandangan Dania tertuju pada Pram yang tampak menunduk wajahnya dan meremas rambutnya, dan juga suara tangisan Cilla.

"Selamat pagi, Pak. "

Pram mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang menyapa. Lalu Pram mengangguk kecil. Dan meninggalkan Dania sendiri di ruangan itu. Dania pu. semakin bingung. Tak lama tampak Nyonya Fatma datang dari arah Taman belakang sambil menggendong Cilla yang menangis.

Terpopuler

Comments

Erlinda

Erlinda

pram terkesan egois dan lebay sebagai lelaki apalagi seorang ceo

2025-01-12

0

Lily Formosa Lily

Lily Formosa Lily

nyesek rasa ny

2025-01-07

0

AR Althafunisa

AR Althafunisa

rasanya ga tega banget denger anak nangis 😭😭😭

2023-09-12

2

lihat semua
Episodes
1 Cinta bunda pengganti 01
2 Cinta Bunda Pengganti 02
3 Cinta Bunda Pengganti 03
4 Cinta Bunda Pengganti 04
5 Cinta Bunda Pengganti 05
6 Cinta Bunda Pengganti 06
7 Cinta Bunda Pengganti 07
8 Cinta Bunda Pengganti 08
9 Cinta Bunda Pengganti 09
10 Cinta Bunda Pengganti 10
11 Cinta Bunda Pengganti 11
12 Cinta Bunda Pengganti 12
13 cinta Bunda Pengganti 13
14 Cinta Bunda Pengganti 14
15 Cinta Bunda Pengganti 15
16 Cinta Bunda Pengganti 16
17 Cinta Bunda Pengganti 17
18 Cinta Bunda Pengganti 18
19 Cinta Bunda Pengganti 19
20 Cinta Bunda Pengganti 20
21 Cinta Bunda Pengganti 21
22 Cinta Bunda Pengganti 22
23 Cinta Bunda Pengganti 23
24 Cinta Bunda Pengganti 24
25 Cinta Bunda Pengganti 25
26 Cinta Bunda Pengganti 26
27 Cinta Bunda Pengganti 27
28 Cinta Bunda Pengganti 28
29 Cinta Bunda Pengganti 29
30 Cinta Bunda Pengganti 30
31 Cinta Bunda Pengganti 31
32 Cinta Bunda Pengganti 32
33 Cinta Bunda Pengganti 33
34 Cinta Bunda Pengganti 34
35 Cinta Bunda Pengganti 35
36 Cinta Bunda Pengganti 36
37 Cinta Bunda Pengganti 37
38 Cinta Bunda Pengganti 38
39 Cinta Bunda Pengganti 39
40 Cinta Bunda Pengganti 40
41 Cinta Bunda Pengganti 41
42 Cinta Bunda Pengganti 42
43 Cinta Bunda Pengganti 43
44 Cinta Bunda Pengganti 44
45 Cinta Bunda Pengganti 45
46 Cinta Bunda Pengganti 46
47 Cinta Bunda Pengganti 47
48 Cinta Bunda Pengganti 48
49 Cinta Bunda Pengganti 49
50 Cinta Bunda Pengganti 50
51 Cinta Bunda Pengganti 51
52 Cinta Bunda Pengganti 52
53 Cinta Bunda Pengganti 53
54 Cinta Bunda Pengganti 54
55 Cinta Bunda Pengganti 55
56 Cinta Bunda Pengganti 56
57 Cinta Bunda Pengganti 57
58 Cinta Bunda Pengganti 58
59 cinta Bunda Pengganti 59
60 Cinta Bunda Pengganti 60
61 Cinta Bunda Pengganti 61
62 Cinta Bunda Pengganti 62
63 Cinta Bunda Pengganti 63
64 Cinta Bunda Pengganti 64
65 Cinta Bunda Pengganti 65
66 Cinta Bunda Pengganti 66
67 Cinta Bunda Pengganti 67
68 Cinta Bunda Pengganti 68
69 Cinta Bunda Pengganti 69
70 Cinta Bunda Pengganti 70
71 Cinta Bunda Pengganti 71
72 Cinta Bunda Pengganti 72
73 Cinta Bunda Pengganti 73
74 Cinta Bunda Pengganti 74
75 Cinta Bunda Pengganti 75
76 Cinta Bunda Pengganti 76
77 Cinta Bunda Pengganti 77
78 Cinta Bunda Pengganti 78
79 Cinta Bunda Pengganti 79
80 Cinta Bunda Pengganti 80
81 Cinta Bunda Pengganti 81
82 Cinta Bunda Pengganti 82
83 Cinta Bunda Pengganti 83
84 Cinta Bunda Pengganti 84
85 Cinta Bunda Pengganti 85
86 Cinta Bunda Pengganti 86
87 Extra Part 1
88 Extra Part 2
89 Ekstra Part 3
90 Extra Part 4
91 Extra Part 5
92 Extra Part 6
93 Extra Part 7
94 Extra Part 8
95 Extra Part 9
96 Extra Part 10
97 Extra Part 11
98 Extra Part 12
99 Extra Part 13
100 Extra Part 14
101 Ucapan Terima Kasih ( End )
102 Pengumuman
103 PENGUMUMAN KARYA BARU
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Cinta bunda pengganti 01
2
Cinta Bunda Pengganti 02
3
Cinta Bunda Pengganti 03
4
Cinta Bunda Pengganti 04
5
Cinta Bunda Pengganti 05
6
Cinta Bunda Pengganti 06
7
Cinta Bunda Pengganti 07
8
Cinta Bunda Pengganti 08
9
Cinta Bunda Pengganti 09
10
Cinta Bunda Pengganti 10
11
Cinta Bunda Pengganti 11
12
Cinta Bunda Pengganti 12
13
cinta Bunda Pengganti 13
14
Cinta Bunda Pengganti 14
15
Cinta Bunda Pengganti 15
16
Cinta Bunda Pengganti 16
17
Cinta Bunda Pengganti 17
18
Cinta Bunda Pengganti 18
19
Cinta Bunda Pengganti 19
20
Cinta Bunda Pengganti 20
21
Cinta Bunda Pengganti 21
22
Cinta Bunda Pengganti 22
23
Cinta Bunda Pengganti 23
24
Cinta Bunda Pengganti 24
25
Cinta Bunda Pengganti 25
26
Cinta Bunda Pengganti 26
27
Cinta Bunda Pengganti 27
28
Cinta Bunda Pengganti 28
29
Cinta Bunda Pengganti 29
30
Cinta Bunda Pengganti 30
31
Cinta Bunda Pengganti 31
32
Cinta Bunda Pengganti 32
33
Cinta Bunda Pengganti 33
34
Cinta Bunda Pengganti 34
35
Cinta Bunda Pengganti 35
36
Cinta Bunda Pengganti 36
37
Cinta Bunda Pengganti 37
38
Cinta Bunda Pengganti 38
39
Cinta Bunda Pengganti 39
40
Cinta Bunda Pengganti 40
41
Cinta Bunda Pengganti 41
42
Cinta Bunda Pengganti 42
43
Cinta Bunda Pengganti 43
44
Cinta Bunda Pengganti 44
45
Cinta Bunda Pengganti 45
46
Cinta Bunda Pengganti 46
47
Cinta Bunda Pengganti 47
48
Cinta Bunda Pengganti 48
49
Cinta Bunda Pengganti 49
50
Cinta Bunda Pengganti 50
51
Cinta Bunda Pengganti 51
52
Cinta Bunda Pengganti 52
53
Cinta Bunda Pengganti 53
54
Cinta Bunda Pengganti 54
55
Cinta Bunda Pengganti 55
56
Cinta Bunda Pengganti 56
57
Cinta Bunda Pengganti 57
58
Cinta Bunda Pengganti 58
59
cinta Bunda Pengganti 59
60
Cinta Bunda Pengganti 60
61
Cinta Bunda Pengganti 61
62
Cinta Bunda Pengganti 62
63
Cinta Bunda Pengganti 63
64
Cinta Bunda Pengganti 64
65
Cinta Bunda Pengganti 65
66
Cinta Bunda Pengganti 66
67
Cinta Bunda Pengganti 67
68
Cinta Bunda Pengganti 68
69
Cinta Bunda Pengganti 69
70
Cinta Bunda Pengganti 70
71
Cinta Bunda Pengganti 71
72
Cinta Bunda Pengganti 72
73
Cinta Bunda Pengganti 73
74
Cinta Bunda Pengganti 74
75
Cinta Bunda Pengganti 75
76
Cinta Bunda Pengganti 76
77
Cinta Bunda Pengganti 77
78
Cinta Bunda Pengganti 78
79
Cinta Bunda Pengganti 79
80
Cinta Bunda Pengganti 80
81
Cinta Bunda Pengganti 81
82
Cinta Bunda Pengganti 82
83
Cinta Bunda Pengganti 83
84
Cinta Bunda Pengganti 84
85
Cinta Bunda Pengganti 85
86
Cinta Bunda Pengganti 86
87
Extra Part 1
88
Extra Part 2
89
Ekstra Part 3
90
Extra Part 4
91
Extra Part 5
92
Extra Part 6
93
Extra Part 7
94
Extra Part 8
95
Extra Part 9
96
Extra Part 10
97
Extra Part 11
98
Extra Part 12
99
Extra Part 13
100
Extra Part 14
101
Ucapan Terima Kasih ( End )
102
Pengumuman
103
PENGUMUMAN KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!