Cinta Bunda Pengganti 10

Satu bulan kemudian, hari ini adalah momen dimana Tuan Sofyan menyerahkan kepemimpinannya pada Pram. Pram sebenarnya ingin menolak, dirinya sudah cukup dengan perusahaan miliknya sendiri.

" Pi, kenapa gak Riko aja yang megang perusahaan? Bukannya dia juga cucu dari keluarga Hanudinata."

Ucap Pram beberapa waktu lalu, saat Papinya, Tuan Sofyan memintanya untuk memimpin perusahaan.

" Riko masih memimpin perusahaan Ayahnya yang ada di luar negri. Ini hanya untuk sementara, selama Riko belum kembali. Ayolah, Pram. Kalau bukan kamu siapa lagi. Kau tau sendiri, Paman mu, Robert Hanudinata tidak pernah bisa memimpin perusahaan. Dirinya sudah sangat di sibukkan dengan rumah sakit milik keluarga kita."

Pram menghela nafasnya. Lalu menerima permintaan Ayahnya. Kondisi kesehatan Tuan Sofyan lah yang menjadi alasan utama Pram mau menerima tanggung jawab ini.

Dengan setelan jas yang sangat bagus, Pram melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya. Menuju kamar Cilla. Dania sudah berangkat pagi itu. Sejak kemarin dirinya meminta izin untuk tidak mengurus Cilla, karena Dania harus datang lebih awal. Mempersiapkan semua sebelum rapat pagi ini di mulai.

" Papa, ante Dani, mana?"

" Tante Dani belum bisa datang, Sayang. Untuk sementara Cilla sama Mbok Sri ya. Sampai Tante Dani gak sibuk. Oke?"

Cilla mengangguk. Entah bocah itu mengerti atau tidak. Tapi sejak Dani ikut mengasuh Cilla, Cilla lebih gampang di ajak bicara. Bahkan Cilla lebih penurut. Entah apa yang di lakukan Dani. Sepertinya gadis itu membawa pengaruh baik bagi Cilla.

Pram turun ke ruang makan, dengan Cilla dalam gendongannya.

" Kamu sudah siap, Pram?"

,Tanya tuan Sofyan setelah mereka menyelesaikan sarapan pagi ini.

" Apa aku punya pilihan, Pi. Si tengil Riko sampai saat ini tidak bisa di hubungi. Sementara Reyhan,..huff...sudahlah."

Tuan Sofyan hanya tersenyum tipis melihat wajah kesal anaknya. Keluarga Tuan Sofyan hanya tiga bersaudara. Tuan Sofyan anak pertama, lalu Delila merupakan ibunya Riko, dan Robert si bungsu dari keluarga Hanudinata yang memilih menjadi Dokter dari pada menjadi pebisnis seperti kakaknya. Dan mirisnya dari mereka hanya memiliki satu orang putra. Pram, anak dari Tuan Sofyan, Riko anak dari Nyonya Delila, Dan Reyhan anak dari Tuan Robert.

Mengingat kecilnya keluarga mereka, membuat keinginan dari Pram, Riko dan Reyhan, jika mereka menikah nanti, mereka akan memiliki banyak anak. Dan demi mewujudkan impian itu, Pram meyakinkan diri, untuk melangkah ke pernikahan bersama Sabina di saat usianya menginjak 26 Tahun. Namun sayangnya, Sabina meninggalkan dirinya untuk selamanya di saat buah cinta pertama mereka lahir. Dan sampai saat ini hati Pram membeku. Tak ingin menghadirkan wanita lain sebagai pengganti Sabina.

Pram dan Tuan Sofyan sudah tiba di perusahaan, dan mereka kini berada di lift yang di pakai oleh para petinggi perusahaan untuk menuju ruang rapat di lantai 9 gedung itu. Sementara ruangan Tuan Sofyan berada di lantai 12 gedung itu.

Dania yang sudah menunggu, langsung berdiri ketika melihat pintu lift terbuka dan Pram juga Tuan Sofyan keluar dari sana.

" Selamat pagi, Pak Sofyan dan Pak Pram. "

" Selamat pagi, Nia. Apa semua sudah berkumpul."

" Sudah, Pak. Mari.."

Dania pun membantu membuka pintu dan ikut masuk ke dalam ruangan rapat. Di sana sudah ada para pemegang saham, dan juga Pak Sandi yang merupakan Asisten pribadi Tuan Sofyan. Rapat berlangsung selama beberapa jam, mereka mendengar dengan seksama segala penjelasan dan semua tentang perusahaan. Lalu mereka pun menyetujui pemindahan kepemimpinan perusahaan ini pada Pram.

Setelah rapat selesai, para pemegang saham memberikan ucapan selamat dan menyalami Pram secara bergantian. Dan kini mereka mengumpulkan semua staff dan pegawai untuk berkumpul di aula gedung ini. Dania pun ikut bergabung disana.

Pak Sofyan memberikan sedikit sambutan, dan menerangkan bahwa mulai saat ini tampuk kepemimpinan perusahaan akan di alihkan ke putranya Pramudya Hanudinata. Semua mata wanita single tertuju pada sosok yang berdiri di samping Tuan Sofyan. Banyak mata yang memandang kagum, bahkan tampak beberapa dari mereka memandang penuh damba.

" Dan,berarti sekarang Lo jadi sekretarisnya pak bos ganteng dong?"

Bisik Selly yang berada tepat di sebelah Dania. Dania hanya mengangguk.

" Wih... beruntung banget, Lo. Bisa liat wajah gantengnya tiap hari. Duh...gue meleleh. Ganteng banget sich."

Ucap Tari kemudian. Dan di sambut dengan anggukan oleh Lena dan Selly. Sedangkan Dania mendesah kan nafasnya saat ketiga temannya itu memuja wajah Pram yang tampan.

Setelah acara di aula selesai. Kini mereka berempat menaiki lift menuju lantai ruangan Tuan Sofyan berada. Dania merasa segan pun memilih menaiki lift karyawan, namun Tuan Sofyan melarangnya.

" Nia, kamu ikut dengan kita saja. Ayo masuk."

Pram menatap dingin pada Dania. Dengan langkah enggan, Dania pun akhirnya ikut menaiki lift yang sama. Setelah lift berhenti di lantai yang mereke tuju. Kini mereka semua keluar dan menuju ruangan Tuan Sofyan.

" Nia, mulai saat ini, Pram yang akan menjadi pimpinan perusahaan ini. Saya harap kamu dan Sandi bekerja sama membantu Pram memimpin perusahaan ini."

Ucap Tuan Sofyan. Sandi dan Dania menyatakan kesanggupannya. Lalu mereka berdua pun keluar dari ruangan itu.

" Pram, Papi harap, kamu akan terus memajukan perusahaan warisan kakekmu ini. Beliau merintis usaha ini dari nol, dan papi harap, baik kamu ataupun Riko nanti mampu mengembangkan perusahaan ini lebih besar lagi."

" Pram, akan melakukan yang terbaik, Pi. Papi jangan khawatir."

Lalu Tuan Sofyan menepuk pundak putranya itu. Mulai hari itu juga, Pram sudah mulai memimpin. Sedangkan Tuan Sofyan hanya duduk memantau putranya.

Suara ketukan pintu mengalihkan pandangan Pram dari berkas yang ada di hadapannya. Pram tak menjawab, begitu juga dengan Tuan Sofyan. Lalu suara ketukan itu kembali terdengar.

" Pram, kenapa kau tidak mempersilahkan Dania masuk?"

" Kan ada Papi, papi bisa kan nyuruh dia."

" Pram, kamu lupa, papi bukan lagi pemimpin perusahaan ini. "

Pram mendecak kesal, karena ucapan papinya. Setelah mendapat persetujuan dari Pram, akhirnya Dania berani membuka pintu ruangan Pram.

" Maaf pak, Pak Rey-"

Reyhan yang merupakan sepupu Pram langsung masuk tanpa mendengar ucapan Pram dulu.

" Selamat Bro...akhirnya dirimu mau menjalankan perusahaan keluarga Hanudinata."

Ucap Reyhan sambil merentangkan tangannya dan senyum bahagia terpancar dari wajahnya. Pram mendecak kesal.

" Terpaksa Gue. Siapa lagi cobak? Si tengil Riko belom balek, dan Lo, lebih milih rumah sakit dari pada perusahaan ini."

Reyhan tertawa diikuti gelengan kepala oleh Tuan Sofyan.

" Lagian gue heran, kenapa di keluarga Hanudinata punya anak, masing-masing satu?"

Ucap Reyhan sambil melirik ke arah Om nya. Yang di sambut dengan pukulan di kepalanya.

" Dasar bocah edan."

Terpopuler

Comments

Lily Formosa Lily

Lily Formosa Lily

🤣🤣🤣😂😂🤣

2025-01-07

0

Eti Guslidar

Eti Guslidar

orang kaya kan irit...

2022-06-15

4

Kanza Teodora

Kanza Teodora

makanya pada nikah dan bikin anak yg banyak

2022-05-17

3

lihat semua
Episodes
1 Cinta bunda pengganti 01
2 Cinta Bunda Pengganti 02
3 Cinta Bunda Pengganti 03
4 Cinta Bunda Pengganti 04
5 Cinta Bunda Pengganti 05
6 Cinta Bunda Pengganti 06
7 Cinta Bunda Pengganti 07
8 Cinta Bunda Pengganti 08
9 Cinta Bunda Pengganti 09
10 Cinta Bunda Pengganti 10
11 Cinta Bunda Pengganti 11
12 Cinta Bunda Pengganti 12
13 cinta Bunda Pengganti 13
14 Cinta Bunda Pengganti 14
15 Cinta Bunda Pengganti 15
16 Cinta Bunda Pengganti 16
17 Cinta Bunda Pengganti 17
18 Cinta Bunda Pengganti 18
19 Cinta Bunda Pengganti 19
20 Cinta Bunda Pengganti 20
21 Cinta Bunda Pengganti 21
22 Cinta Bunda Pengganti 22
23 Cinta Bunda Pengganti 23
24 Cinta Bunda Pengganti 24
25 Cinta Bunda Pengganti 25
26 Cinta Bunda Pengganti 26
27 Cinta Bunda Pengganti 27
28 Cinta Bunda Pengganti 28
29 Cinta Bunda Pengganti 29
30 Cinta Bunda Pengganti 30
31 Cinta Bunda Pengganti 31
32 Cinta Bunda Pengganti 32
33 Cinta Bunda Pengganti 33
34 Cinta Bunda Pengganti 34
35 Cinta Bunda Pengganti 35
36 Cinta Bunda Pengganti 36
37 Cinta Bunda Pengganti 37
38 Cinta Bunda Pengganti 38
39 Cinta Bunda Pengganti 39
40 Cinta Bunda Pengganti 40
41 Cinta Bunda Pengganti 41
42 Cinta Bunda Pengganti 42
43 Cinta Bunda Pengganti 43
44 Cinta Bunda Pengganti 44
45 Cinta Bunda Pengganti 45
46 Cinta Bunda Pengganti 46
47 Cinta Bunda Pengganti 47
48 Cinta Bunda Pengganti 48
49 Cinta Bunda Pengganti 49
50 Cinta Bunda Pengganti 50
51 Cinta Bunda Pengganti 51
52 Cinta Bunda Pengganti 52
53 Cinta Bunda Pengganti 53
54 Cinta Bunda Pengganti 54
55 Cinta Bunda Pengganti 55
56 Cinta Bunda Pengganti 56
57 Cinta Bunda Pengganti 57
58 Cinta Bunda Pengganti 58
59 cinta Bunda Pengganti 59
60 Cinta Bunda Pengganti 60
61 Cinta Bunda Pengganti 61
62 Cinta Bunda Pengganti 62
63 Cinta Bunda Pengganti 63
64 Cinta Bunda Pengganti 64
65 Cinta Bunda Pengganti 65
66 Cinta Bunda Pengganti 66
67 Cinta Bunda Pengganti 67
68 Cinta Bunda Pengganti 68
69 Cinta Bunda Pengganti 69
70 Cinta Bunda Pengganti 70
71 Cinta Bunda Pengganti 71
72 Cinta Bunda Pengganti 72
73 Cinta Bunda Pengganti 73
74 Cinta Bunda Pengganti 74
75 Cinta Bunda Pengganti 75
76 Cinta Bunda Pengganti 76
77 Cinta Bunda Pengganti 77
78 Cinta Bunda Pengganti 78
79 Cinta Bunda Pengganti 79
80 Cinta Bunda Pengganti 80
81 Cinta Bunda Pengganti 81
82 Cinta Bunda Pengganti 82
83 Cinta Bunda Pengganti 83
84 Cinta Bunda Pengganti 84
85 Cinta Bunda Pengganti 85
86 Cinta Bunda Pengganti 86
87 Extra Part 1
88 Extra Part 2
89 Ekstra Part 3
90 Extra Part 4
91 Extra Part 5
92 Extra Part 6
93 Extra Part 7
94 Extra Part 8
95 Extra Part 9
96 Extra Part 10
97 Extra Part 11
98 Extra Part 12
99 Extra Part 13
100 Extra Part 14
101 Ucapan Terima Kasih ( End )
102 Pengumuman
103 PENGUMUMAN KARYA BARU
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Cinta bunda pengganti 01
2
Cinta Bunda Pengganti 02
3
Cinta Bunda Pengganti 03
4
Cinta Bunda Pengganti 04
5
Cinta Bunda Pengganti 05
6
Cinta Bunda Pengganti 06
7
Cinta Bunda Pengganti 07
8
Cinta Bunda Pengganti 08
9
Cinta Bunda Pengganti 09
10
Cinta Bunda Pengganti 10
11
Cinta Bunda Pengganti 11
12
Cinta Bunda Pengganti 12
13
cinta Bunda Pengganti 13
14
Cinta Bunda Pengganti 14
15
Cinta Bunda Pengganti 15
16
Cinta Bunda Pengganti 16
17
Cinta Bunda Pengganti 17
18
Cinta Bunda Pengganti 18
19
Cinta Bunda Pengganti 19
20
Cinta Bunda Pengganti 20
21
Cinta Bunda Pengganti 21
22
Cinta Bunda Pengganti 22
23
Cinta Bunda Pengganti 23
24
Cinta Bunda Pengganti 24
25
Cinta Bunda Pengganti 25
26
Cinta Bunda Pengganti 26
27
Cinta Bunda Pengganti 27
28
Cinta Bunda Pengganti 28
29
Cinta Bunda Pengganti 29
30
Cinta Bunda Pengganti 30
31
Cinta Bunda Pengganti 31
32
Cinta Bunda Pengganti 32
33
Cinta Bunda Pengganti 33
34
Cinta Bunda Pengganti 34
35
Cinta Bunda Pengganti 35
36
Cinta Bunda Pengganti 36
37
Cinta Bunda Pengganti 37
38
Cinta Bunda Pengganti 38
39
Cinta Bunda Pengganti 39
40
Cinta Bunda Pengganti 40
41
Cinta Bunda Pengganti 41
42
Cinta Bunda Pengganti 42
43
Cinta Bunda Pengganti 43
44
Cinta Bunda Pengganti 44
45
Cinta Bunda Pengganti 45
46
Cinta Bunda Pengganti 46
47
Cinta Bunda Pengganti 47
48
Cinta Bunda Pengganti 48
49
Cinta Bunda Pengganti 49
50
Cinta Bunda Pengganti 50
51
Cinta Bunda Pengganti 51
52
Cinta Bunda Pengganti 52
53
Cinta Bunda Pengganti 53
54
Cinta Bunda Pengganti 54
55
Cinta Bunda Pengganti 55
56
Cinta Bunda Pengganti 56
57
Cinta Bunda Pengganti 57
58
Cinta Bunda Pengganti 58
59
cinta Bunda Pengganti 59
60
Cinta Bunda Pengganti 60
61
Cinta Bunda Pengganti 61
62
Cinta Bunda Pengganti 62
63
Cinta Bunda Pengganti 63
64
Cinta Bunda Pengganti 64
65
Cinta Bunda Pengganti 65
66
Cinta Bunda Pengganti 66
67
Cinta Bunda Pengganti 67
68
Cinta Bunda Pengganti 68
69
Cinta Bunda Pengganti 69
70
Cinta Bunda Pengganti 70
71
Cinta Bunda Pengganti 71
72
Cinta Bunda Pengganti 72
73
Cinta Bunda Pengganti 73
74
Cinta Bunda Pengganti 74
75
Cinta Bunda Pengganti 75
76
Cinta Bunda Pengganti 76
77
Cinta Bunda Pengganti 77
78
Cinta Bunda Pengganti 78
79
Cinta Bunda Pengganti 79
80
Cinta Bunda Pengganti 80
81
Cinta Bunda Pengganti 81
82
Cinta Bunda Pengganti 82
83
Cinta Bunda Pengganti 83
84
Cinta Bunda Pengganti 84
85
Cinta Bunda Pengganti 85
86
Cinta Bunda Pengganti 86
87
Extra Part 1
88
Extra Part 2
89
Ekstra Part 3
90
Extra Part 4
91
Extra Part 5
92
Extra Part 6
93
Extra Part 7
94
Extra Part 8
95
Extra Part 9
96
Extra Part 10
97
Extra Part 11
98
Extra Part 12
99
Extra Part 13
100
Extra Part 14
101
Ucapan Terima Kasih ( End )
102
Pengumuman
103
PENGUMUMAN KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!