Di siang itu Cherry berada di halaman sedang menjemur daun-daun untuk di olah jadi obat herbal.
"Untung saja mudah di beli daun-daunnya, jadi bisa lebih gampang jika mau di racik, kelihatannya kota juga tidak aman bahkan lebih bahaya, Jhon peracun itu aku sangat penasaran apa dia raja racun ya? kalau tidak kenapa suka sekali mengunakan racun, dan juga Tuan Stephen bisa dalam bahaya" gumam Cherry yang sambil sibuk dengan menjemur daun-daun tersebut
"Selesai, nanti sore baru di simpan, aku mau masak dulu" kata Cherry sambil berjalan masuk ke dalam dapur
"Nona, depan kita ada tamu yang baru datang" panggil salah satu pekerja di rumah Stephen
"Siapa yang datang?" tanya Cherry dengan menoleh ke arah pekerja rumah tangga itu
"Tuan Ronald Chin dia adalah Paman dari Tuan Chin"
"Dia kenapa ke sini? seharusnya dia tahu jika Tuan Chin belum pulang jam segini" batin Cherry
Cherry lalu pergi menyambut kedatangan Ronald yang telah berada di ruang tamu itu.
"Tuan, maaf Tuan kami belum pulang" sapa Cherry dengan sopan
Mendengar sapaan tersebut Ronald yang sedang duduk di ruang tamu langsung menoleh ke arah suara itu berada.
"Nona, bukankah kamu yang bekerja di toko bunga itu?" tanya Ronald dengan heran
"Iya Tuan, tapi di sana tidak butuh anggota lagi, oleh karena itu Bos jual bunga kami menyuruh ku untuk bekerja di sini sebelum mendapatkan kerja lain" jawab Cherry dengan alasan
"Ternyata begitu, atasan mu itu adalah pria yang memiliki sifat buruk jangan sampai ada kesalahan jika tidak maka nasib mu akan tragis" ujar Ronald
"Apakah selain diri mu masih ada anggota baru di sini?"tanya Ronald
"Tidak ada, Tuan"
"Baiklah, kalau begitu" jawab Ronald yang bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Cherry
"Siapa nama mu, Nona?"
"Cherry"
"Cherry, kamu berasal dari mana?"
"Dari desa"
"Apa kamu ada saudara di sini?"
"Tidak ada, Tuan"
"Jadi kenapa kamu bisa ada di kota?"
"Mama ku meninggal, dan aku butuh uang maka aku cari kerja di kota ini ternyata sangat sulit hidup di kota" jawab Cherry dengan sengaja
"Begini ambil ini kartu nama ku, jika Stephen tidak sehat maka hubungi nomor ini, dan ingat jangan beritahu padanya jika aku memberi mu kartu nama, karena keponakan ku ini selalu saja tidak ingin aku tahu kondisi kesehetannya, aku adalah pamannya dia seperti anak ku sendiri, jadi Cherry tolong jaga dia untuk ku" ujar Ronald dengan pura-pura
"Iya, Tuan Ronald, akan ku lakukan tenang saja" jawab Cherry yang menurut
"Kalau begitu aku pergi dulu" kata Ronald yang berjalan ke arah pintu besar
"Orang jahat berpura-pura baik, beritahu mu? bukankah ini sama saja aku mengkhianati bos ku" batin Cherry
"Kelihatannya gadis desa itu tidak tahu apa-apa sama sekali dan hanya gadis bodoh, tapi siapa yang memberi penawar pada si cacat itu" batin Ronald yang masuk ke dalam mobilnya
Perusahaan Chin
Di siang itu Stephen dan Anton berada di kantornya, stephen telah mengetahui jika Ronald mendatangi rumahnya dan berbicara pada Cherry. Stephen mengetahui lewat Hangphone miliknya yang terekam semua suasana di dalam dan di luar rumahnya.
"Si tua itu di saat aku tidak ada dia berani datang ke rumah" ujar Stephen yang sambil melihat rekaman tersebut
"Tuan, apa niatnya datang ke rumah, Tuan?" tanya Anton dengan penasaran
"Mungkin dia ingin tahu siapa yang menyingkirkan racun ku" jawab Stephen dengan menarohkan handphonenya di meja kerjanya
"Apakah dia bisa tahu jika nona Cherry?"
"Tidak mungkin, seharusnya Cherry sudah mengenalnya di saat Ronald beli bunga dengannya, jadi tentu Cherry sudah tahu apa yang harus dia katakan"
"Ronald dan Jhon si peracun itu pasti marah besar, oleh karena itu dia mendatangi rumah Tuan" jelas Anton
"Aku melihat dia memberi kartu nama pada Cherry, dan aku yakin suatu saat dia pasti akan mempergunakan Cherry" kata Stephen dengan raut wajah tidak senang
"Tuan, maksud anda adalah bisa jadi seperti dia membeli Leo?"
"Benar, dia akan melakukan apa saja untuk kematian ku"
"Apakah Cherry akan tergoda dengan tawarannya?"
"Jika dia tergoda maka aku akan sangat kecewa padanya" jawab Stephen dengan tatapan serius
"Cherry, aku percaya pada mu sepenuh hati ku, aku berharap kau beda dengan yang lain dan tidak akan terima tawaran si tua itu" batin Stephen
Malam hari
Stephen kembali ke rumah mewahnya dengan di temani oleh Anton. di saat masuk ke rumahnya Stephen di sambut oleh Cherry yang menghampirinya
"Tuan, anda sudah pulang" sambut Cherry dengan sopan
"Cherry, di saat aku tidak ada apakah baik-baik saja?"tanya Stephen dengan berpura-pura tidak mengetahui apa-apa
"Tuan, siang tadi paman anda datang, dan dia memberikan ini pada ku" jawab Cherry sambil memberikan kartu nama yang di berikan Ronald tadi
"Kartu nama? kenapa paman ku memberikan ini pada mu? apa saja yang dia katakan?"
"Dia pesan pada ku jika,Tuan. tidak sehat dia ingin aku memberitahunya" jawab Cherry
Cherry lalu memberitahu pada Stephen semua yang di katakan Ronald padanya.
"Dia datang ke rumah ku hanya untuk ini, trik nya sangat bagus" ujar Stephen dengan kesal
"Tuan, tidak tahu apa rencana dia selanjutnya"kata Anton dengan penasaran
"Hanya dia yang tahu" jawab Stephen dengan raut wajah tidak senang
"Tuan, itu..lauk sudah siap apakah mau makan dulu?" tanya Cherry
"Iya, aku juga sudah lapar" jawab Stephen
Di sisi lain Ronald sedang menemani Jhon yang sedang menikmati minuman keras di club malam.
"Gadis itu tidak ada apa-apanya, aku yakin belakangnya pasti ada orang lain" kata Ronald sambil meneguk minuman
"Ikuti saja langkahnya kemana pun dia pergi, dan awasi saja selalu rumahnya itu suatu hari kita pasti bisa tahu siapa yang menyelamatkan dia, aku sebagai peracun iblis sangat tidak puas di kalahkan begitu saja, aku benar-benar tidak sabar untuk berhadapan dengan orang itu" ujar Jhon yang sambil menghisap rokok
"Bagaimana jika kita gunakan gadis itu?"tanya Ronald
"Gunakan dengan cara apa?"
"Semua orang bisa di beli dengan uang, apa lagi dia adalah gadis desa tentu dia butuh uang jika kita beri sejumlah uang dia pasti akan tergoda dan kerja sama dengan kita, seperti Leo yang telah lama kerja di rumah cacat itu dan karena uang dia membelotnya" jelas Ronald dengan senyum sinis
"Ini bagus jika dia mau terima tawaran mu, akan tetapi kita ingin dia melakukan apa untuk kita?"
"Dia bekerja di sana dan mudah untuknya meracuni si cacat itu dalam makanannya" jawab Ronald dengan senyum sinis
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Pristy Arian
jgn tergoda ya Cherry
2022-08-22
0
Oi Min
Cih...... Kmu yg bodoh Ronald. G bsa mngenali lawan mu
2022-07-04
0
kutu~buku◉‿◉
idih si ronald elu pikir Cherry kaya orng pada umumnya bisa tergiur dgn uang yg anda tawarkan? harapanmu disimpan saja🙄
2022-06-03
0