" Ini menyangkut nyawa manusia, makanya aku harus melindungi obat ini dengan baik" Jawab Cherry yang masukkan obat itu ke dalam tasnya
"Wajah mu mulai pucat dan keringat apa kau baik-baik saja?" Tanya King Devil dengan khawatir
"Aku tidak apa-apa, aku pamit dulu" Jawab Cherry dan meninggalkan tempat itu
Di saat Cherry pergi King Devil melihat ke arah gadis itu yang berjalan semakin jauh dari sana..
"Gadis bodoh, nyawa sendiri tidak di jaga, aku yakin tidak lama lagi kau pasti pingsan" Batin King Devil
Setelah beberapa menit kemudian Cherry tiba di depan kediaman Chin, karena tali tasnya yang telah putus maka Cherry hanya bisa memegangnya. demi menghemat uang taksi membuatnya berjalan kaki sambil menahan sakit di sepanjang jalan.
"Sakit sekali perut ku" keluhan Cherry yang pucat dan keringat membasahi wajahnya
Ting...tong...
Klek
"Nona, ada apa lagi?" Tanya Leo dengan cuek
"Aku lupa sesuatu, sepertinya kunci ku tertinggal di kamar Tuan Chin" jawab Cherry dengan alasan
"Berani sekali, apakah kamu mengira bisa sesuka hati masuk ke kamar Tuan kami?" Bentak Leo dengan kesal
"Ada apa?" Tanya Anton yang menghampiri Leo
"Tuan Anton, Nona ini dia mengatakan jika kuncinya tertinggal di kamar Tuan" Jawab Leo
"Nona, apa kau yakin kunci mu ada di dalam kamar Tuan kami?" Tanya Anton dengan pura-pura
"Iya! ?maaf, tanpa kunci itu aku tidak bisa masuk kamar ku" jawab Cherry yang sedang menahan sakit
"Baiklah kalau begitu, kau ikut aku ke kamar untuk mencari kunci mu, setelah itu kau cepat pergi" kata Anton dengan alasan
"Terima kasih! Tuan" ucap Cherry yang ikut langkah Anton menuju ke kamar Stephen
Klek
"Tuan, Nona ini sudah datang" Kata Anton yang masuk ke kamar Stephen yang sedang duduk di kursi roda
"Tuan, maaf aku kemalaman" Ucap Cherry yang menghampiri Stephen dan mengeluarkan obat itu dari tasnya
"Tuan, ini obatnya, minum lah 3 kali sehari" Kata Cherry dengan memberikan obat itu kepada Stephen
"Berapa harganya?" Tanya Stephen
"Harga? tidak perlu, semua bahannya di beli oleh Tuan Freddy dia yang membayarnya tadi" Jawab Cherry dengan suara pelan
"Bukan itu, Nona telah buat obat untuk ku jadi aku harus membayar mu, jika aku sembuh berapa yang kamu minta pasti akan ku bayar" Jawab Stephen dengan dingin
"Tuan, aku bukan cari uang makan dengan cara begini, aku hanya menolong saja karena kebetulan aku tahu penawarnya" Jelas Cherry dengan menahan sakit akibat tendangan tadi
"Siapa nama mu?"
"Cherry"
"Nona Cherry, aku Stephen Chin tidak suka berhutang pada siapa pun, tentu saja aku harus membayar mu" Kata Stephen
"Anton, berikan padanya" Perintah Stephen
"Nona, ini bayarannya, ambillah" Kata Anton dengan memberikan selembar cek
Di saat Cherry melihat nominal yang tercantum di lembaran cek itu dia membulatkan besar matanya.
"Tuan, ini apa maksud mu?" Tanya Cherry
"Ini adalah bayaran, ingat jika aku sembuh semua uang ini milik mu akan tetapi jika kondisi ku semakin parah karena obat mu maka nyawa mu juga akan ku ambil" Kecam Stephen dengan sikap dingin
"Tuan Chin, sudah ku katakan aku tidak menerima bayaran, aku memang miskin tapi aku bukan orang yang serakah, jika kondisi anda semakin parah maka cari saja aku di toko bunga, aku akan bertanggung jawab sepenuhnya, cek ini aku menolak" Ketus Cherry yang mengembalikan cek kepada Anton
Dan di saat Cherry melangkah ke arah pintu kamar tiba-tiba saja Cherry pingsan tidak sadarkan diri.
"Nona" Panggil Anton yang mendekati Cherry yang tidak sadarkan diri
"Tuan, wajahnya pucat dari tadi dan keringat terus" Kata Anton yang khawatir
"Cepat panggilkan Hendry" Perintah Stephen
"Di saat masuk wajahnya sudah pucat, beda dengan siang tadi yang masih sehat, apakah dia sakit ?" Batin Stephen
Tidak lama kemudian Hendry yang adalah dokter pribadi Stephen datang memeriksa kondisi Cherry
"Apa yang terjadi?" Tanya Stephen yang berada di kamar lainnya bersama Anton
"Dia cedera, sepertinya dia menerima tendangan yang kuat di bagian perutnya, sehingga membuatnya kesakitan dan menahannya" Jawab Hendry yang sedang melihat bagian luka Cherry
"Tendangan? kenapa bisa terjadi? siapa pelakunya? tali tasnya putus apakah ini tandanya tadi dia di rampok?"Sebut Anton dengan penasaran yang sedang melihat ke arah tas milik Cherry
"Apa pun yang terjadi Nona ini mendapatkan tendangan yang cukup kuat, dia adalah wanita tentu saja tidak mampu menahan tendangan ini" Ujar Hendry
"Butuh berapa lama untuk dia sembuh?" tanya Stephen
"Tergantung pada dirinya, dia tidak boleh banyak bergerak dan mengangkat berat, harus banyak istirahat"Jelas Hendry
"Berikan pengobatan terbaik untuknya" Kata Stephen yang melihat ke arah Cherry yang belum sadarkan diri
Setelah beberapa menit kemudian Hendry pun meninggalkan kamar itu dan di hantar oleh Anton. sementara Stephen masih berada di kamar sedang melihat ke arah Cherry yang sedang berbaring di kasur itu,
"Dia sudah cedera tapi masih saja memaksakan diri untuk mengantarkan obat untuk ku, sepertinya tadi aku salah faham padanya mengira jika dia melakukannya demi uang" Batin Stephen
"Tuan, jangan khawatir Nona Cherry pasti akan sembuh" Kata Anton
"Dia sudah kesakitan tapi masih bertahan hanya untuk menghantar obat ini untuk ku, dan aku malah telah melukai harga diri nya" jelas Stephen yang melihat obat pemberian Cherry
"Tuan, kita akan menebus dengan cara merawat lukanya sehingga sembuh dan membiarkan dia istirahat di sini" ujar Anton dengan sopan
"Dia adalah karyawan Monica, Anton, hubungi Monica beritahu padanya jika gadis ini akan tinggal di sini untuk beberapa hari" sebut Stephen dengan menatap ke arah Anton
"Baik Tuan" Jawab Anton dengan sopan
Keesokan harinya..
Di pagi itu jam dinding menunjukkan pukul 8 Cherry membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya dan mendapati dirinya berada di sebuah kamar yang mewah dan luas.
" Ini di mana? kenapa aku bisa tertidur di sini?" Gumam Cherry yang bangkit dari tidurnya
Klek..
"Nona, selamat pagi" Ucap seorang wanita paruh baya yang masuk ke kamar itu
"Selamat pagi! Bibi, ini di mana ya?"
"Nona, semalam anda pingsan, dan Tuan Chin memanggil dokter untuk anda" jawab wanita itu dengan sopan
"Aku pingsan? apa kata dokter?"
"Dokter mengatakan Nona harus istirahat jangan melakukan pekerjaan berat dan jangan banyak bergerak"
"Ssstt..."
"Nona, apa perut mu masih sakit?" Tanya Wanita itu yang melihat Cherry memegang perutnya
"Tidak apa-apa" jawab Cherry yang ingin turun dari kasur
"Nona, ingin ke mana?"
"Ingin pulang"
"Nona, anda harus tinggal di sini untuk beberapa hari, ini pesan Tuan Chin"
"Tidak perlu repot, aku tidak apa-apa"kata Cherry yang berdiri dan mengambil tasnya
"Nona, ini obat yang harus di makan,pesan Tuan chin kepada saya agar menjaga anda sampai sembuh"
"Obat ini? di mana Tuan Chin?"
"Tuan Chin sudah berangkat kerja"
"Ini uang obatnya aku titip pada Bibi. aku harus pulang masih ada kerja lain" Kata Cherry yang memberikan uang kepada wanita itu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Frando Kanan
gw kira king devil itu adalah org td... ternyata bkn eh
2024-04-14
0
zoro
cerry oh cerry 🍒 . buat hal si cerry ni
2023-02-18
0
kutu~buku◉‿◉
masih penasaran siapa king devil apa ada hubungannya dgn sthepen? tapi tidk mungkin karna stphhen saja cacat
2022-06-03
1