Sesaat kemudian Freddy keluar bersama Cherry untuk mencari penawar. sementara Stephen masih duduk di kasurnya dengan bersandar dan melihat botol kecil yang di berikan oleh Cherry tadi..
"Ronald Chin, paman ku yang baik kau mengunakan Leo untuk meracuni ku, lihat saja nanti bagaimana aku membalas mu, kondisi tubuh ku semakin lemah, jika gadis ini bisa menyelamatkan ku maka akan ku bayar dengan sejumlah uang karena telah menyelamatkan nyawa ku" Batin Stephen
Di sisi lain Ronald yang mendapat kabar dari seseorang yang sedang berbicara dengannya lewat handphone membuatnya ketawa dengan nada yang tinggi..
"Bagus-bagus, jika begini tandanya racun itu sudah menyebar, ini yang ku inginkan" Ucap Ronald dengan senyum jahat
"Tuan, wajahnya sudah mulai pucat dan hari ini dia hanya duduk di kasurnya, kelihatannya racun itu sudah mulai menyebar ke seluruh tubuhnya" Jelas pria yang di seberang sana
"Bagus, selalu awasi gerak-geriknya, jika dia di turunkan dari jabatannya maka aku tidak akan menyia-nyiakan mu" Jawab Ronald dengan senyum jahat
Sesaat kemudian mereka memutuskan panggilannya.
"Dua hari lagi dia pasti tumbang di hadapan para pemegang saham, dan di saat itu mereka semua pasti akan memilih ku sebagai pemilik perusahaan Chin, sudah belasan tahun aku hanya bisa jadi pengurus di sana dan aku tidak puas" Kata Ronald
"Selamat Tuan, niat anda akan segera tercapai hanya dua hari lagi maka perusahaan itu akan jatuh ke tangan mu" Ucap Wilson yang sebagai orang kanan Ronald
"Benar, jika dia lumpuh maka di saat itu pemegang saham pasti memihak pada ku" Ujar Ronald
"Selama ini mereka memihak kepada, Tuan"
"Memang iya, hanya saja mereka tidak berupaya karena kecerdikan Stephen" Jawab Ronald
"Tuan, racun itu sudah mulai bekerja jika di saat itu dokter mengatakan jika dia akan lumpuh maka di hari itu adalah hari kehancurannya"
"Bukan saja itu, aku juga ingin mengusirnya dari tempat yang dia tinggal sekarang, rumah mewah itu akan ku rebut, apa pun yang dia miliki akan ku rebut" Ujar Ronald sambil menghisap rokoknya
"Keinginan Tuan akan segera tercapai, kita lihat saja di hari itu dia pasti akan memohon pada, Tuan"
"Aku ingin melihatnya hancur dan memohon pada ku, ini akan sangat menyenangkan" Kata Ronald dengan nada senang
Freddy dan Cherry akhirnya mendapatkan tumbuhan dan bahan-bahan obat yang di perlukan.
"Nona, apakah ini semua sudah lengkap?" Tanya Freddy yang baru keluar dari toko penjual tanaman bersama Cherry
"Iya Tuan, aku akan meraciknya siang ini dan malam ini aku akan memberikan pada Tuan Chin" Jawab Cherry
"Tapi ini akan sangat membahayakan jika Diri mu ke sana"
"Apakah Tuan merasa pelayan yang bernama Leon itu bermasalah?"
"Nona, kenapa bisa mengetahuinya?"
"Aku hanya merasa aneh padanya"Jawab Cherry dengan singkat
"Tapi tenang saja, aku ada cara untuk memberikan penawarnya ke Tuan Chin, malam ini juga aku akan mengantar ke sana"ujar Cherry dengan yakin
"Baiklah, kalau begitu biar aku mengantar mu pulang" Ajak Freddy yang melangkah ke arah mobilnya bersama Cherry
Malam hari..
"Akhirnya selesai..uhukkk..uhukk..uhuk..." Kata Cherry yang baru siap racikan obatnya
"Cherry, seharian diri mu tidak istirahat, lihat lah wajah mu sudah hitam karena asap" Kata Monica yang lap wajah Cherry dengan mengunakan tisu
"Tidak apa-apa, yang penting obat ini selesai malam ini juga, sebentar lagi aku mau mengantar ke sana"
"Hati-hati ya, atau aku akan mengantar mu ke sana"
"Tidak perlu, malam ini kakak kan ada janji maka kakak pergi saja, lagi pula aku sudah mengenal jalan ke arah rumah nya" Jawab Cherry
"Iya, kalau begitu hati-hati, cepat pergi dan cepat pulang istirahat" Pesan Monica dengan senyum
Di malam itu Cherry yang berniat ingin mengantar obat itu ke rumah Stephen Chin dengan berjalan kaki di tepi jalan besar itu, tidak lama kemudian tiba-tiba saja muncul seorang pria yang menarik tas milik Cherry
"hei...lepaskan tangan mu" Teriakan Cherry yang menarik tali tasnya yang ingin di rebut oleh preman di jalan itu
"Serahkan tasnya jika masih ingin hidup" Bentak premen itu yang menarik paksa sehingga tali tas terputus dari tangan Cherry
"Hei..kembalikan pada ku" Teriakan Cherry yang mengejar preman itu yang sedang kabur sambil membawa tasnya pergi
Cherry mengejar preman itu tanpa berhenti, sedangkan preman itu berusaha untuk mempercepatkan langkahnya sambil membawa lari tas itu
"Jangan lariii, kembalikan tas ku" Teriak Cherry yang mengejarnya tanpa berhenti
Berlari dan berlari preman itu menuju ke tempat yang sepi dan banyak tumpukan sampah sehingga membuat dirinya terjatuh karena licin terinjak plastik itu
Bruk..
"Aarrttggghh" Teriak preman itu yang menahan sakit
"Kembalikan tas ku" Teriak Cherry yang menghampiri preman itu
Di saat itu Cherry berusaha merebut kembali tasnya akan tetapi preman itu langsung berdiri dan menendang ke bagian perut Cherry sehingga membuat Cherry jatuh terlungkup di lantai
"Aarrgghhtt" Teriak Cherry yang kesakitan di bagian perutnya
Setelah menendang Cherry preman itu ingin pergi dari tempat itu.
"Ambil saja tas nya aku hanya ingin obat itu, tolong kembalikan pada ku ini menyangkut nyawa seseorang" Pinta Cherry yang sedang menahan sakit
"Wanita gila, karena obat saja kau mengejar ku sejauh ini" Bentak Preman itu
"Ini menyangkut nyawa seseorang, jika kau mau ambil saja uangnya, aku hanya ingin obatnya saja" Pinta Cherry yang tidak bisa berdiri
"Ini urusan orang itu tidak ada hubungan dengan ku" Ketus preman itu yang melangkah pergi
"Hei..kembalikan obatnya" Pinta Cherry yang mencoba untuk berdiri sambil memegang perutnya
"Sakit sekali" Keluhan Cherry yang mulai keringat dingin dan wajahnya mulai pucat
Di saat preman itu mulai berjalan jauh dari Cherry tiba-tiba saja langkah preman itu berhenti
Dor...
Bunyi tembakan yang mengena kepala preman itu sehingga membuatnya tewas di tempat
Preman itu telah di bunuh oleh pembunuh yang tidak lain adalah King Devil.
"Dia datang" Gumam Cherry yang berusaha untuk berdiri sambil menahan sakit
Dengan perlahan Cherry berjalan ke arah King Devil yang sedang mengambil tas dari tangan Preman itu.
"Kenapa kamu ada di sini?" Tanya Cherry yang menghampiri King Devil
"Apa tas ini sangat penting bagi mu sehingga kau mengorbankan nyawa mu?" Tanya King Devil yang menyerahkan tas kepada Cherry
Di saat Cherry menerima tasnya dia langsung membuka dan memeriksa isinya..
"Untung saja ini tidak pecah" Kata Cherry sambil memegang botol berisi obat
"Botol apa itu? apa karena itu kau mengejar pria itu sampai dirimu menerima tendangannya?"
"Ini adalah obat yang telah ku racik, untuk seseorang" Jawab Cherry dengan suara pelan
"Apakah dia sangat penting bagi mu sehingga kau tidak memikirkan nyawa mu?" Tanya King Devil dengan penasaran
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Alexandra Juliana
Alhamdulillah ada King Devil yg menolong Cherry
2023-12-16
1
Alexandra Juliana
Preman itu sengaja mengganggu Cherry utk mengambil obat penawar, tp siapa yg tau klo Cherry sedang meracik obat penawar selain dokter kepercayaan Stephen dan... Monica, semoga Monica bukan org nya Ronald
2023-12-16
1
Alexandra Juliana
Leo...Leo..dasar pelayan g tau diri, kau ibarat anjing yg menggigit majikan yg sdh memberimu makan..
2023-12-16
1