Tidak lama kemudian Anton datang bersama Cherry, mereka berjalan ke arah Stephen yang sedang membaca koran di ruang tamunya.
"Tuan, Nona Cherry sudah datang"sapa Anton yang menghampiri atasannya itu
Stephen menoleh ke arah Cherry di saat mendengar sapaan Anton.
"Tuan Chin" sapa Cherry dengan sopan
"Nona Cherry, selamat datang, Monica sudah menjelaskan semua pada mu?"
"Iya, kakak sudah mengatakan semuanya" jawab Cherry dengan sopan
"Uhuk..uhuk..uhuk."
"Tuan, anda tidak apa-apa?" tanya Anton dengan khawatir melihat atasannya yang sedang batuk dan memberikan air pada atasannya itu
"Tidak apa-apa, hanya saja tenggorokan ku merasa kering" jawab Stephen sambil minum air putih
"Bunga itu kan dari toko tadi, kenapa ada di sini?" batin Cherry yang memerhatikan bunga tersebut
"Tuan, bunga ini apa tadi siang ada yang menghantarnya?" tanya Cherry sambil menunjukan ke arah bunga tersebut
"Tidak ku perhatikan juga" jawab Stephen yang melihat ke arah bunga itu
"Nona Cherry, ada apa dengan bunganya?" tanya Anton dengan merasa heran
"Tadi ada pria yang berpenampilan aneh yang beli bunga dengan ku, dan aku yang mengikatnya makanya aku kenal dengan bunga ini" jawab Cherry yang melihat ke arah Stephen dan Anton
"Pria penampilan aneh? bagaimana ciri-cirinya?" tanya Stephen dengan penasaran
"Dia memakai topi hitam dan kaca mata hitam, rambut panjang ikal dan ikat ke belakang, seluruh tubuhnya ada aroma obat yang sangat menusuk" jawab Cherry
"Dia adalah Jhon" ucap serentak Stephen dan Anton
"Jhon? pantas saja dia berbau obat" ucap Cherry dengan singkat
"Tuan, apa bisa aku memeriksa bunga ini?" tanya Cherry yang curiga jika bunga itu telah di racuni
"Silahkan saja" jawab Stephen dengan suara lembut
Cherry lalu mendekati bunga yang posisinya di meja samping sofa itu, di saat Cherry menyentuh bunga tersebut Cherry mendapati ada serbuk yang tanpa aroma di kelopak bunga tersebut
"Racun tanpa aroma dan warna" kata Cherry yang memerhatikan bunga itu
Tanpa ragu Cherry pun membawa bunga keluar dari ruangan itu dan membuang ke parit depan rumah sana..
"Tuan, apakah bunga itu sudah di racuni?" tanya Anton yang merasa heran dengan Cherry
"Bisa jadi, karena aku mulai merasa tidak nyaman" jawab Stephen yang mulai pucat di wajahnya
"Tuan, cepat telan pil ini" teriak Cherry yang masuk ke ruang tamu itu sambil menyerahkan penawar kepada Stephen
"Nona, apakah Tuan terkena racun?" tanya Anton yang khawatir
"Benar, racun ini sangat kuat, jika tidak segera menelan penawarnya maka racun tersebut akan menyebar ke seluruh tubuh" jelas Cherry yang sambil menelan pil tersebut, karena tadi Cherry telah menyentuh bunga beracun itu.
Stephen langsung minum penawar yang di berikan oleh Cherry.
"Tuan, apa yang anda rasakan sekarang?" tanya Anton yang melihat ke arah Stephen
"Tenggorokan ku mulai sakit dan kering, pantas saja ternyata karena racun itu," jawab Stephen
"Racun ini akan merenggut nyawa seseorang setelah 24 jam berada di dalam tubuh orang itu" jelas Cherry
"Cherry, terima kasih, untuk ke tiga kalinya kau menyelamatkan ku" ucap Stephen dengan senyum
"Tuan Chin, ini hanya kebetulan saja, tidak apa-apa, em..hanya saja?"
"Katakan saja jangan segan?"
"Tuan, apa bisa lain kali kita jangan menerima kiriman siapa pun lagi, jika Jhon gagal maka dia akan coba berulang kali, kali ini gagal tapi lain kali dia akan mencoba lagi" ujar Cherry
"Anton, benar kata Cherry, panggilkan semua pekerja rumah kita dan berkumpul di sini" perintah Stephen yang menoleh ke arah Anton
"Baik Tuan" jawab Anton dengan sopan
Sesaat kemudian semua pekerja di rumah mewah Stephen berkumpul di ruang tamu itu.
"Tuan" sapa semua pekerja rumah itu dengan menunduk
"Hm..mulai besok Nona Cherry akan tinggal di sini, semua barang makanan dan minuman yang kita beli harus di periksa dulu oleh Nona Cherry dan jika ada yang mengirim sesuatu seperti bunga maka jangan di terima, ingat apa pun yang kalian beli harus melapor semua kepada Nona Cherry, mulai besok Nona Cherry adalah ketua pelayan rumah ini, apa kalian mengerti?" ucap Stephen dengan tegas
"Mengerti, Tuan" jawab serentak mereka dengan hormat
"A-aku sebagai ketua pelayan rumah ini?" tanya Cherry yang merasa tidak percaya
"Cherry, mulai hari ini kau berhak sepenuhnya atas semua urusan sini, perintah kan saja mereka jika butuh sesuatu, dan juga selain itu aku ingin menjadikan mu sebagai asisten pribadi ku" jelas Stephen dengan senyum
"Asisten pribadi? ketua pelayan? Tuan, bukankah ini terlalu berlebihan?"
"Tentu saja tidak, karena kau layak" jawab Stephen dengan senyum
"Apa aku salah dengar? Tuan menjadikannya sebagai asisten pribadi? bukankah ini sama saja kemana pun Tuan pergi maka dia akan membawanya pergi" batin Anton
"Tapi Tuan ini?" ucap Cherry yang terputus karena tidak tahu mau bicara apa
"Kenapa? apa kamu ada permintaan? katakan saja? dan mengenai gaji aku akan memberi 3 kali lipat dari Leo" kata Stephen
"Bu-bukan itu. Tuan, aku hanya merasa belum layak" ujar Cherry dengan segan
"Jika aku merasa kau layak maka kau layak, hanya satu syarat yang ku inginkan dari mu" kata Stephen dengan menatap ke arah Cherry
"Satu syarat apa?"
"Jangan mengkhianati ku" jawab Stephen dengan tegas
"Mengkhianati mu? Tuan, begitu percaya pada ku jadi mana mungkin aku mengkhianati mu aku akan bekerja dengan baik" jawab Cherry dengan sopan
"Baiklah! aku percaya pada mu" ujar Stephen
"Chintia, bawa Cherry ke kamarnya" perintah Stephen dengan menatap ke arah salah satu pekerja nya itu
"Baik Tuan" jawab Chintia dengan sopan
"Nona, silahkan" kata Chinta dengan senyum
"Bibi, panggil nama ku saja, nama ku Cherrry" jawab Cherry dengan segan sambil berjalan ke arah kamarnya
"Tuan, bagaimana tubuh anda sekarang?" tanya Anton yang sedang khawatir
"Sudah lumayan, penawar yang di berikan Cherry sangat bagus, dia sangat ahli dalam penawar, kelihatannya Jhon akan menghadapi Cherry, tentu saja dia akan kesal jika racunnya gagal membunuh ku" kata Stephen
"Apakah maksud, Tuan, ingin Nona Cherry berhadapan dengannya?"
"Tidak, Tidak boleh membiarkan mereka tahu jika Cherry yang mengobati ku, ini akan sangat membahayakan nyawa Cherry, keselamatan Cherry sudah bagian dari tugas kita" jelas Stephen
"Tidak tahu apa reaksi mereka jika tahu rencananya gagal lagi" ujar Anton
"Mereka pasti akan mencobanya lagi dan lagi" jawab stephen dengan tatapan serius
"Tuan, apakah anda percaya sepenuhnya terhadap Nona Cherry?" tanya Anton yang ragu
"Apa kau tidak mempercayainya?"
"Bukan, hanya saja setiap orang bisa di beli dengan uang, Leo karena uang telah mengkhianati, Tuan"jelas Anton dengan merasa kecewa
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Itu yg terbaik buat Stephen, Tapi tidak buat Cherry,kalo Cherry selalu bersama Stephen maka Jhon akan tau kelebihan Cherry,dan itu akan mendatangkan masalah buat Cherry...
2023-12-13
1
Chandra Dollores
aq curiga sama ko, Anton
ada dg ko Anton
2022-06-10
2
kutu~buku◉‿◉
cherry the best🥰
2022-06-03
0