Owen sebagai detektif mendatangi lokasi kejadian setelah mendapat laporan
Semua yang terbakar hanya tersisa abu. jasad korban telah terbakar sehingga tersisa tulang-tulang saja.
"Pembunuhan seperti apa ini?" Kata Jimmy yang melihat lokasi kejadian itu
"Kita akan di sibukkan dengan kasus baru" Ujar Owen
"Detektif, para warga sini mengatakan para korban adalah penjudi dan juga mereka selalu membuat onar di saat mereka mabukan sering saja melempar rumah warga sini dengan botol minuman. sehingga membuat mereka terganggu dan ketakutan" Lapor salah satu anak buah Owen
"Apakah mereka melihat siapa pelakunya atau ini hanya kecelakaan?" Tanya Owen yang berdiri di hadapan anak buahnya
"Mereka tidak melihat siapa pun di sini semalam" Jawab anak buahnya
"Detektif, lihat ini" Teriak anak buah lainnya
"Ada apa?" Tanya Owen yang menghampiri anak buahnya itu yang sedang memerhatikan salah satu korban yang tersisa tulang
"Ini adalah peluru" Kata anak buahnya itu
"Ini adalah pembunuhan bukan kecelakaan" Jelas Owen yang melihat peluru itu tersebut
"Detektif, siapa pelakunya setelah membunuh mereka sudah tewas lalu kenapa harus membakarnya lagi?" Tanya Jimmy dengan penasaran
"Peluru ini hanya di miliki olehnya, King Devil. peluru yang di gunakannya selama ini adalah berwarna emas dan dengan kode K. walau sudah terbakar tetap saja aku bisa mengenal peluru ini" Ujar Owen
"Apa yang dia lakukan? apa mereka semua juga musuhnya?" Ujar anak buah lainya
"Hanya dia yang tahu" Jawab Owen dengan singkat
Malam hari
3 hari kemudian
Cherry yang harus berjalan kaki untuk ke kota membuatnya harus mengalami kesulitan, berjalan dengan menahan terik panas matahari selain itu dia hanya bisa bertahan hidup dengan membeli roti atau kue untuk mengisi perutnya. setiap malam di saat dia membeli roti di sebuah warung dia meminta pada pemilik warung tersebut untuk memberi dia inap satu malam sebagai ganti ongkos inap dia membantu jualan dan setelah pagi pukul 5 dia pun mulai perjalanannya.
"Ini sudah ketiga hari, mudahan-mudahan setelah di kota aku bisa mendapatkan pekerjaan, jika aku menghemat maka uang ini akan cukup untuk makan selama perjalanan" Gumam Cherry yang sambil berjalan menahan panas terik matahari
Perusahaan Chin
"Buang semua dokumen tidak berguna ini, semua isinya hanya sampah" Bentak Stephen pada karyawannya
"Tuan, maaf" Ucap karyawan yang gemetaran
"Keluaar.."Bentak Stephen dengan kesal
Karyawan itu lalu dengan cepat meninggalkan kantor Stephen
"Jika dia menulis laporan seperti ini maka pecat saja" Ketus pada Stephen
"Baik, Tuan" Jawab Anton dengan sopan
Klek
"Tuan Chin, Nona Sonnia datang ingin bertemu dengan anda" Kata karyawan yang berdiri di pintu
"Untuk apa lagi dia kemari?" Tanya Stephen dengan kesal
"Katanya hanya ingin bicara beberapa kata"
"Suruh dia masuk" Bentak Stephen dengan penuh emosi
"Kenapa masih siang kau sudah marah-marah, Honey?" Tanya Sonnia yang masuk ke kantor Stephen
"Kenapa kau datang ke sini lagi?"Tanya Stephen dengan kesal
"Aku hanya ingin makan bersama mu, bagaimana pun kita adalah suami istri, walau sudah bercerai tapi kita masih bisa berteman" Jelas Sonnia dengan senyum dan menghampiri meja kantor milik Stephen
"Berteman? apa kau mengira aku ingin berteman dengan mu?" Tanya Stephen dengan tatapan tajam
"Jangan membenci ku, kau tahu jika saat itu aku hanya butuh layanan dari mu tapi kau malah menolak ku, sehingga aku melakukannya dengan pria lain" Jelas Sonnia
"Aku tidak berminat dengan masalah mu, setelah tandatangan surat penceraian kita tidak ada hubungan apa pun lagi" Ujar Stephen yang menatap tajam ke arah Sonnia
"Stephen, kita sudah menjadi suami istri selama 5 tahun, walau tidak ada cinta setidaknya ada rasa sayang, bukankah begitu"
"Sayang? apa kau mengira aku tidak tahu niat mu yang sebenarnya?"
"Aku hanya ingin berteman dengan mu saja, tidak ada niat lain"
"Keluar"
"Honey"
"Keluaar" Bentak Stephen dengan kesal
"Apa kau masih marah karena diri ku kau menjadi cacat?"
"Itu salah ku sendiri karena menikahi mu, jadi aku tidak bisa menyalahkan mu" Jawab Stephen dengan tatapan tajam
"Aku juga merasa sedih, kau harus duduk di kursi roda seumur hidup mu, jika kau tidak menolak maka biar aku yang menjaga mu"
"Menjaga ku? tidak perlu, aku memiliki banyak uang jadi tidak masalah untuk mencari orang yang menjaga ku" Jawab Stephen dengan senyum sinis
"Honey, maafkan aku. berilah aku kesempatan untuk menebusnya" Ucap Sonnia dengan merasa sedih
"Segera lenyap dari hadapan ku sekarang juga" Bentak Stephen dengan kesal
"Nona, silahkan keluar" Pinta Anton dengan sopan
"Anton, kau tidak bisa mengusir ku," Ketus Sonnia dengan kesal
"Tapi keinginan Tuan agar, Nona. segera pergi" Jawab Anton dengan tegas
"Stephen"
Prang...
Pecahan gelas yang di lempar oleh Stephen ke arah kaki Sonnia
"Aargghht..sakit, Stephen, kenapa kau tega menyakiti ku" Teriak Sonnia yang merasa sakit pada kakinya
"Masih beruntung kau masih bisa bernafas, jika aku ingin mengambil nyawa mu maka kau tidak bisa lagi berpura-pura di depan ku" Kata Stephen dengan menatap tajam ke arah Sonnia
Nona, jangan salahkan aku jika aku bersikap kasar" Ucap Anton yang menarik tangan Sonnia dengan kasar meninggalkan kantor Stephen
"Anton, lepaskan tangan mu" Teriak Sonnia yang di tarik paksa oleh Anton hingga keluar dari kantor Stephen
Sonnia di tarik Anton hingga keluar dari perusahaan.
"Sudah, lepaskan tangan mu, dasar bawahan tidak berguna" Bentak Sonnia dengan kesal
"Walau aku adalah bawahan tapi aku setia pada atasan ku, tapi diri mu apa yang telah kamu lakukan pada suami mu sendiri?"Ketus Anton dengan kesal
"Apa maksud mu menghina ku?"
"Keluar dari sini dan jangan pernah menginjak kaki mu di perusahaan ini lagi" Kecam Anton dengan nada tinggi
"Kau tidak berhak melarang ku, bagaimana pun status ku lebih tinggi dari mu" Ketus Sonnia dengan nada tinggi
"Status apa diri mu sekarang? ingat kau bukan lagi istri Tuan Chin, jadi jangan bersikap sombong di hadapan ku" Bentak Anton dengan kesal
"Sonnia, siapa dia ? berani sekali bersikap kasar pada mu" Ucap seorang pria yang tiba-tiba datang ke tempat itu
"Dia adalah karyawan mantan suami ku, dia berani membentak ku" Jawab Sonnia yang pura-pura menangis
"Dasar brengs*k , kau berani menindasnya" Bentak pria itu yang mengangkat tangannya dengan niat ingin menghajar Anton. akan tetapi di saat ingin meninju wajah Anton tangannya langsung di tahan oleh Anton
"Kalian sama-sama tidak tahu malu, ingin menghajar ku?" Bentak Anton yang melayangkan tangannya ke wajah anton
Bruk..
Tumbukan mengena wajah pria itu..
"Aarrhhtt." Teriakan pria itu yang wajahnya mendapat tumbukan keras dari Anton
Bruk
Tendangan dari Anton ke tubuh pria itu sehingga membuatnya jatuh tersungkur di lantai
"Aarghhtt." Teriakan pria itu yang kesakitan di bagian tubuhnya
"Ingin melawan ku? jangan berharap"
"Alves" teriak Sonnia yang mendekati pria itu
"Kalian adalah pasangan murahan, masih beruntung aku tidak membunuh kalian, jangan membiarkan ku melihat wajah kalian berdua lagi, jika tidak aku bukan hanya akan menghajar kalian tapi aku akan membuat kalian hidup menderita seumur hidup" Kecam Anton dengan kesal
Klek
"Tuan, aku telah mengusirnya" Kata Anton kembali ke kantor atasannya
"Hm" Jawab Stephen dengan cuek
"Di mana serigala itu? apa kau tahu apa yang dia lakukan belakangan ini?" Tanya Stephen
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Panta Jhoni Panta Wsl
next
2022-06-04
0
kutu~buku◉‿◉
aku curiga klo sthepen tidk lah cacat beneran dan king devil adalah julukannya
2022-06-03
1
putri kejora
selama nunggu bebeb Charles dan ayank flower up,aku melipir kesini,masih menyimak ceritanya, smoga ceritanya bikin greget yah Thor 😉
2022-04-26
2