Cherry datang bersama 1 teman kerja lainnya dengan mengunakan mobil pick up. setelah tiba teman kerjanya Cherry menurunkan semua bunga pesanan Anton dari mobilnya. Cherry di tugaskan untuk meletakkan bunga-bunga pada vas bunga yang ada di setiap sudut rumah mewah itu.
"Selamat siang, Tuan Anton" Ucap Cherry dengan ramah
"Selamat siang. Nona, apa pesanan ku sudah lengkap?" Balas Anton dengan memerhatikan semua bunga yang di pesannya
"Ini semua catatan pesanan dari, Tuan" Jawab Cherry yang sambil menyerahkan nota ke Anton
"Baik, kalau begitu bawa masuk semuanya dan letak di tempatnya, dan bunga berwarna putih itu letak di kamar lantai atas yang pintunya ada inisial S" Perintah Anton
"Baik, Tuan. segera saya lakukan" Jawab Cherry dengan hormat
Cherry lalu membawa bunga masuk ke rumah itu dan meletakkan pada setiap sudut yang ada vas bunganya. dan terakhir dia harus membawa bunga tersebut ke kamar lantai atas yang tidak lain adalah milik Stephen Chin.
"Kamar inisial S, ini dia sudah dapat, sini sangat luas mau cari kamar ini juga butuh waktu padahal hanya di lantai yang sama" Gumam Cherry
Klek
"Permisi, saya adalah penghantar bunga ingin meletakan bunga ini di vas di kamar ini" Kata Cherry dengan sopan yang melangkah masuk ke kamar itu dengan perlahan..
"Apakah tidak ada orang ya? jika tidak ada maka aku letak saja bunga ini dan langsung pergi" Batin Cherry yang melihat ke sana kemari
"Permisi, kalau begitu saya masuk saja ya, Tuan. setelah itu saya segera pergi, maaf" Ucap Cherry dengan sopan
"Kamarnya sangat luas, dan juga menembus ke kamar lainnya, ada cermin yang besar di dindingnya, sangat mewah.cepat siapkan kerja ku dan segera pergi dari sini" Batin Cherry
Kamar mewah itu adalah ruangan baca milik Stephen Chin, dinding kamar itu telah di pasang kaca tembus pandang yang tanpa di ketahui oleh siapa pun kecuali Stephen dan Anton.
Di saat Cherry meletakkan bunga itu ke dalam vas bunga tanpa dia sadari pemilik rumah itu, Stephen Chin. berada di kamar tidur sebelah yang sedang mengamati Cherry yang sedang fokus pada kerjanya.
Di ruang baca kaca tembus pandang itu hanyalah sebuah cermin yang biasa akan tetapi beda di saat melihatnya dari sisi kamar tidurnya, dari kamar tidur milik Stephen Chin bisa melihat tembus ke arah ruang baca itu tersebut.
Setelah beberapa saat setelah Cherry selesai pekerjaannya maka dia pun keluar dari ruang baca itu.
"Karyawan baru? gadis ini sepertinya bukan dari kota " Batin Stephen
Malam hari.
Di malam itu Cherry yang sedang beli makan malamnya di salah satu warung tepi jalan mendengar teriakan minta tolong yang tidak jauh dari posisinya,
Karena merasa penasaran maka Cherry pun berjalan ke arah yang di mana suara itu berada. di saat sampai di tempat itu Cherry menghentikan langkahnya sambil mengintip di balik tembok itu.
"Tuan, jangan bunuh aku. aku tidak mengenal mu" Mohon pria itu yang sedang ketakutan dan berlutut di hadapan pria bersenjata itu
"Kau merampok dan memerk*sa, apa kau kira kau masih layak untuk hidup?" Sebut pria yang mengenakan masker hitam itu yang sedang menodongkan senjatanya ke kepala pria itu tersebut
"Jangan bunuh aku" Pinta pria itu yang ketakutan
"Aku tidak akan membiarkan mu hidup, ingat nama ku. aku adalah King Devil"
"A-apa? King Devil?" Sebut pria itu semakin takut setelah tahu nama pria bersenjata itu
Dor....
Tembakan menembus kepala pria itu dan sesaat kemudian pria itu pun tewas langsung di tempat.
"Keluar" Perintah King Devil yang sudah tahu jika Cherry yang bersembunyi di balik tembok tersebut
Cherry yang bersembunyi merasakan jika nyawanya sudah dalam bahaya karena telah melihat dengan mata sendiri jika pria kejam itu membunuh seseorang
" Gawat , apa aku harus keluar atau kabur saja? tidak bisa kabur pelurunya lebih cepat dari langkah ku" Batin Cherry yang mulai melangkah keluar berhadapan dengan pria itu
Di saat Cherry menunjukan dirinya King Devil melihat ke arahnya dengan tatapan tajam. dan menodongkan senjata nya ke arah Cherry
"Tuan, kenapa anda ingin membunuh ku? apa karena telah melihat mu membunuh orang?" Tanya Cherry yang merasa cemas
"Kau ikut campur, jika kau tidak melihat mungkin saja kau akan hidup"
"Aku tidak ikut campur, mendengar orang berteriak meminta tolong maka aku baru lari ke sini dan tidak sengaja melihat mu membunuhnya" Jelas Cherry yang mengangkat ke dua tanganya
"Tapi aku tetap akan membunuh mu"Sebut King Devil dengan tatapan aura membunuh
"Apa bisa biarkan aku bertemu seseorang dulu baru membunuh ku?"
"Kau ingin menawar dengan ku? apa kau kira kau layak?"
"Tentu saja aku tidak layak, aku hanya ingin mencari Papa ku yang telah menelantarkan ku dan aku ingin memberitahunya jika Mama ku sudah meninggal karena dia, aku telah berjalan kaki dari desa ke kota selama seminggu jika bukan karena aku bertemu dengan orang baik maka sekarang aku belum sampai ke kota ini" Jelas Cherry dengan merasa sedih
King Devil yang mendengar perkataan Cherry hanya diam tidak mengatakan apa pun.mereka sama-sama tidak bicara dan bergerak selama beberapa menit.
Dor..
Tembakan tiba-tiba yang muncul dari belakang King Devil mengenai ke lengannya.
King Devil langsung menoleh ke belakang dan melepaskan tembakannya
Dor..dor...dor...dor...
Balasan beberapa tembakan dari King Devil ke arah pria yang menembaknya tadi.
"Aaahh.."Teriakan 3 pria itu yang tewas langsung di tempat
3 pria itu adalah teman dari perampok yang di bunuh King Devil tadi.
Tembakan dari perampok itu melukai lengan King Devil sehingga mengeluarkan darah tanpa berhenti
"Ha...Tuan, lengan mu banyak mengeluarkan darah" Kata Cherry yang menghampiri King Devil
"Jika kau tidak pergi aku akan membunuh mu" Kecam King Devil
Cherry melepaskan kemeja luarnya serta mengeluarkan botol kecil dari tas jinjingnya.
"Apa yang kau lakukan?"
"Jangan bergerak, ini obat untuk menghentikan darah" Kata Cherry sambil menabur obat bubuk ke bagian luka itu dan kemudian melilitnya dengan kemeja yang telah dia robek tadi
"Kau bisa obat-obatan?"
"Sedikit, obat ini untuk meredakan sakit juga, dan setelah itu aku harus mengeluarkan pelurunya, luka mu sangat dalam." Jelas Cherry
"Aku ingin membunuh mu kenapa kau menolong ku?"
"Aku rasa kau tidak akan menembak ku"
"Kenapa?"
"Karena memang jika kau ingin membunuh ku, maka kau sudah melakukannya di saat aku keluar di hadapan mu tadi" Jawab Cherry
"Tapi aku adalah pembunuh yang tidak membedakan siapa pun"
"Mereka pantas mati, mereka merampok dan memerk*sa ini memang salah mereka, jadi kau hanya menghentikan mereka agar tidak melukai orang lain lagi" Kata Cherry sambil melihat ke arah para perampok yang telah tewas tadi
"Di mana rumah mu? biar aku mengeluarkan peluru mu ini" Tanya Cherry
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Pristy Arian
awal pertemuan
2022-08-21
0
Panta Jhoni Panta Wsl
next
2022-06-04
1
Sari Acho
menarik skli aku suka baca karya2mu thor😘😘😘
2022-06-03
2