"Nona, bagaimana jika tunggu Tuan pulang, Nona baru pergi?"
"Bibi, aku harus bekerja jadi aku tidak bisa tinggal di sini, tolong sampaikan ucapan terima masih kepada Tuan Chin." Kata Cherry yang menahan sakit dan berjalan keluar dari kamar itu
Perusahaan Chin..
"Tuan, ada panggilan dari rumah, katanya Nona Cherry sudah sadar dan pulang sebelum sarapan" kata Anton yang berada di ruangan kantor Stephen
"Pulang? apa mereka tidak menghalanginya?" tanya Stephen dengan raut wajah tidak senang
"Chintia sudah melarangnya tapi Nona Cherry tetap mau pulang, dan dia juga kembalikan uang obat semalam" balas Anton dengan sopan
"Gadis ini keras kepala juga, sudah cedera tapi masih saja nekad untuk pulang" Kata Stephen
Toko bunga
"Cherry, semalam Anton menghubungi ku katanya kamu cedera, apa kamu baik-baik saja?" tanya Monica dengan khawatir
"Kak, aku tidak apa-apa. setelah minum obat aku sudah baikkan, lagi pula aku juga bisa obat-obatan aku akan racik sendiri dan oles bagian luka" jawab Cherry yang sedang duduk di kursi
"Sebenarnya apa yang terjadi semalam? kenapa kamu bisa terluka di bagian perut?
"Ada preman ingin merebut tas ku, dan aku mengejarnya di saat dia jatuh aku mendekatinya dia menendang ku hingga aku jatuh"
"Menendang bagian perut mu?"
"Iya, dan di saat dia mau lari dia bertemu dengan King Devil dan kemudian dia tewas" Jelas Cherry
"King Devil? dia bisa kebetulan muncul di sana? apa dia melukai mu?"
"Tidak Kak, dia menyelamatkan ku"
"Cherry, situasi semalam sangat bahaya, kenapa kamu mengejar preman itu? bagaimana jika semalam dia memiliki senjata tajam apa yang akan terjadi pada mu" Kata Monica dengan khawatir
"Kakak, jangan takut. bukankah sekarang aku sudah di depan mu"
"Lalu apa yang membuat mu mengejarnya semalam sehingga tidak memikirkan nyawa mu sendiri?"
"Obat itu ada di dalam tas ku, itu bersangkutan dengan nyawa Tuan Chin jadi tidak bisa di tunda lagi, makanya aku harus mendapatkan kembali obatnya"
"Tapi nyawa mu hampir hilang karena obat itu, ini sangat mengerikan jika di pikirkan"
"Sudahlah! kakak, jangan khawatir lagi, apa lagi Tuan Chin bisa sembuh jika dia minum obat itu, jadi usaha ku tidak sia-sia"
"Apa dari dulu kamu juga mengambil resiko ini?"
"Tidak juga, hehehe" jawab Cherry dengan ketawa kecil
Malam hari..
Kediaman Chin
"Tuan, setelah minum obat itu bagaimana kondisi, Tuan?" tanya Anton yang duduk di sofa ruang tamu
"Tubuh ku sangat lemah, sepertinya ajal ku telah mau tiba" jawab Stephen yang duduk di kursi rodanya
"Tuan, ini adalah ginseng minumlah. Tuan, mungkin kelelahan, jadi harus banyak istirahat" kata Leo yang meletakkan minuman di meja itu
"Letakan saja dulu, sebentar lagi aku akan minum" jawab Stephen dengan cuek
"Tuan, jika besok tidak bisa ke perusahaan bagaimana kita menunda dulu?" Tanya Anton dengan melihat ke arah Stephen
"Tidak bisa! besok semua pemegang saham akan hadir, aku sebagai atasan mereka maka harus hadir"
"Tapi belakangan ini kesehatan Anda semakin merosot saja. aku khawatir jika Tuan tidak bisa bertahan" ujar Anton dengan rasa khawatir
"Leo" panggil Stephen dengan cuek
"Iya Tuan" jawab Leo dengan sopan
"Buang semua obat ku, aku tidak mau lagi melihat semua obat itu, semua obat dari dokter tidak berguna bagi ku"perintah Stephen dengan kesal
"Tapi Tuan?"
"Buang saja, jangan membiarkan aku melihat obat itu lagi di kamar ku, mulai saat ini aku tidak mau minum obat apa pun lagi" Ketus Stephen dengan emosi
"Baik Tuan" jawab Leo dengan menurut
Keesokan harinya
Perusahaan Chin
Di siang itu semua pemegang saham pada hadir di ruang rapat, Ronald yang sengaja menghasut para pemegang saham itu untuk menghadiri rapat itu dengan niat untuk menurunkan Stephen dari posisinya sebagai Ceo di perusahaan tersebut. selain itu Ronald juga mendapat dukungan dari pebisnis lainnya yang berasal dari korea dan jepang.
Dengan bekerjasama dengan mereka membuat Ronald mendapatkan dukungan kuat dari para semua pemegang saham di dalam perusahaan itu.
Kecacatan yang di alami oleh Stephen membuat Ronald selalu saja ingin melawannya untuk memperebutkan posisi Stephen di perusahannya. kejadian ini telah berlangsung selama 3 tahun semenjak Stephen mengalami kecelakaan sehingga menyebabkan kakinya tidak bisa berfungsi lagi.
Jam dinding menunjukkan pukul satu siang. semua pemegang saham telah di hadiri sebanyak 20 orang di ruangan itu bersama Ronald. dengan penuh keyakinan Ronald penuh dengan senyum di wajahnya karena mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak
Tidak lama kemudian Stephen datang dengan di temani oleh Anton, Stephen yang cacat di kakinya datang dengan kursi roda dan di dorong oleh Anton ke dalam ruangan rapat yang luas itu.
"Stephen, paman mendengar kabar jika diri mu tidak sehat, kenapa tidak istirahat saja?" tanya Ronald dengan senyum sinis yang sedang duduk di kursi di ruang rapat itu
"Paman, jika aku tidak hadir ini namanya tidak sopan, dan semua tertua di sini akan menganggap ku tidak menghormati mereka" jawab Stephen dengan bersikap tenang
"Jika diri mu tidak sehat kami sebagai tertua juga bisa memahami mu tidak mungkin kami harus memaksakan diri mu" kata Ronald dengan melihat ke arah para pemegang saham di sana dan menoleh ke arah Stephen
"Sebagai rasa hormat tentu saja aku harus hadir, bukankah begitu semua paman yang hadir di sini?" kata Stephen dengan tatapan tajam ke semua hadirin di sana
Tatapan Stephen yang penuh kebencian tentu saja membuat semua yang hadir di sana merasa ketakutan, walau cacat Stephen tetap tidak bisa di lawan karena kecerdikan nya dalam berbisnis membuatnya semakin kuat di posisinya.
"Hari ini kita mengadakan rapat mengenai posisi Ceo di perusahaan ini, aku tahu apa yang kalian pikirkan, ingin menjatuhkan ku maka lihat dulu seberapa jauh kalian sanggup" Kata Stephen dengan tatapan tajam ke arah mereka sambil duduk bersandar
"Stephen, kamu salah faham, kami semua sudah tua jadi untuk apa kami ingin menurunkan mu?" Kata Ronald dengan senyum jahat
"Paman, ingin aku keluar dari perusahaan ini bisa jadi aku melakukan serangan balik" Jawab stephen dengan tatapan aura membunuh
"Stephen, kita di perusahaan ini telah 35 tahun semenjak di tangan ayah mu, dan di saat itu kamu masih muda, tentu saja sekarang kami harus mengutamakan masa depan perusahaan ini, jadi kami semua berharap ke depannya Ronald akan menjadi pemilik perusahaan ini" jelas Salah satu pemegang saham itu
"Oh..jika begitu maka beritahu pada ku, seberapa layaknya dia menganti posisi ku? apa saja yang telah dia lakukan untuk perusahaan kita selama ini?" Tanya Stephen dengan tatapan tajam
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Alexandra Juliana
Siap2 saja kamu di prank sama Stephen, Ronald..Dia akan datang di rapat itu dgn tubuh yg segar bugar..
2023-12-16
1
Qaisaa Nazarudin
Pasti setelah ini kamu akan gila karena tidak terima dgn kekalahan mu Ronald...😂😂
2023-12-13
1
nayss_ndaa
Next
2022-10-15
0