"Aku percaya pada Cherry, dan aku berharap dia tidak akan mengecewakan ku" ujar Stephen
"Iya Tuan" jawab Anton dengan sopan
Di malam itu Cherry yang baru mulai tinggal di rumah mewah itu harus membiasakan dirinya untuk berhadapan dengan Atasannya itu setiap hari. tentu baginya belum terbiasa harus bekerja menjaga seorang pria yang baru dia kenal tidak lama ini.
"Mama, aku tidak tahu benar atau salah aku bekerja di sini, sini walau sangat mewah tempat tinggalnya tapi aku harus menyesuaikan diri, agak aneh jika aku harus menyediakan kebutuhan pria asing, tapi seharusnya dia bukan orang jahat karena kakak Monica sudah mengenalnya" batin Cherry yang sedang duduk di tepi kasur sambil menatap jendela
Hotel..
Di kamar hotel itu Sonnia yang merupakan mantan istri Stephen berhubungan dengan pacar gelapnya yang bernama Alves..
"Sonnia, apa kau masih ingin mencoba mendekati mantan suami mu itu" tanya Alves yang sedang menyetub*hi Sonnia
"Iya, aku tidak puas karena di saat bercerai aku tidak mendapatkan sepersen pun" jawab Sonnia dengan menarik sprei dengan erat
"Tapi dia sangat keras kepala, apa pun yang kau lakukan dia tidak akan mau melayani mu" ujar Alves yang melakukan aksinya tanpa berhenti
"Di matanya aku bukan siapa-siapa, setelah menikah dia juga mengabaikan ku selama 5 tahun" kata Sonnia sambil memeluk erat tubuh Alves
"Bukankah sudah ada aku yang memuaskan mu, untuk apa kau memikirkannya lagi"
"Kau beda dengannya, dia adalah pria yang ku inginkan, tapi setelah menikah dia malah tidak pernah menyentuh ku" ucap Sonnia dengan kesal
"Apa? dia tidak menyentuh mu? tapi di saat pertama kali kita melakukannya kau tidak perawan lagi" ujar Alves dengan penasaran
"Keperawanan ku telah ku berikan pada Leo pekerja di rumahnya, di saat Stephen di rumah sakit karena kecelakaan itu" jawab Sonnia
"Dia adalah pembantu tapi kau malah melakukan dengannya?"
"Iya, karena aku ingin melakukannya, tapi Stephen setiap kali menolak ku, aku sengaja mengenakan baju malam yang seksi dan masuk ke kamarnya tapi dia malah marah besar dan mengusir ku" jawab Sonnia yang merasa kecewa
"Jadi apa lagi yang kau mau dari dia? sedangkan dia tidak ingin menyentuh mu dan kalian juga sudah bercerai"
"Aku ingin mendekatinya dan membuatnya suka pada ku, dia satu-satunya pria yang ku mau" jawab Sonnia
"Dia yang kau mau? lalu bagaimana dengan ku?" tanya Alves yang melanjutkan aksinya tanpa berhenti
"Kita hanya urusan di ranjang saja, yang ku ingin kan adalah dia"
"Tapi dia sudah cacat, tidak bisa melakukannya lagi"
"Tapi dia adalah pria sejati karena masih perjaka"
"Sejati? mana ada status duda tapi perjaka, kecuali dia bukan pria, dan bagaimana kau bisa tahu jika dia belum pernah sentuh wanita lain?" ujar Alves dengan kesal
"Selama aku mengenalnya dia tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita mana pun, pagi masuk kerja setelah pulang hanya di ruang bacanya sambil sibuk dengan urusan kerjanya" jawab Sonnia yang sedang kelelahan
"Dia tidak tertarik pada mu untuk apa mencarinya lagi, bukankah ini sangat bodoh" ketus Alves
"Cepat hentikan, setidaknya dia masih jauh lebih tampan dan kaya dari mu" bentak Sonnia yang ingin mendorong tubuh Alves
"Aku belum selesai, jangan bergerak" bentak Alves yang melakukan aksinya tanpa berhenti
"Sudah hentikan"teriakan Sonnia yang berusaha ingin bangun dari kasur
"kau yang mengajak ku sekarang kau yang menolak" bentak Alves yang menekan kuat tubuh Sonnia
"Jika aku tidak mau kau juga tidak bisa memaksa" jawab Sonnia yang di tekan kuat oleh Alves
"Diam" bentak Alves yang menekan kuat pinggang Sonnia
"Hentikan" bentak Sonnia yang hanya bisa pasrah di setub*hi berulang kali oleh Alves
Keesokan harinya
"Tuan, selamat pagi. sarapan telah ku siapkan" ucap Cherry yang masuk ke kamar Stephen
"Baik Cherry, terima kasih" balasan ucapan Stephen
Di saat sarapan pagi Stephen mengajak Cherry untuk makan bersama dengannya, walau merasa segan tapi Cherry hanya bisa menuruti perintah atasannya itu
"Tuan, ini adalah penawar jika saja pria itu meracuni anda lagi maka bisa langsung telan pil ini" kata Cherry dengan memberikan Botol obat
"Akan ku bawa selalu di sisi ku, Cherry, apa kau selalu saja membuat banyak penawar?" tanya Stephen sambil menyantap sarapannya
"Iya, karena untuk berjaga-jaga" jawab Cherry dengan sopan
"Tuan, itu?"
"Ada apa? katakan saja"
"Apa aku boleh minta satu ruangan tidak perlu besar?"
"Ruangan? untuk apa?"
"Untuk mengolah obat, jika saja aku mengolahnya di sini maka aroma obatnya akan memenuhi ruangan ini" jawab Cherry dengan menatap ke arah Stephen
"Bisa, kamu gunakan saja ruangan di ujung dari sebelah kiri ini" jawab Stephen yang menunjukan ke arah ruangan itu
"Hah? itu di dalam rumah nanti bukankah aroma obat akan menyebar ke seluruh rumah ini, bagaimana di halaman belakang? aku melihat sana seperti gudang kosong bagaimana jika aku mengunakan itu saja?"
"Itu adalah gudang dan di luar rumah, bagini saja akan ku suruh Anton mencari orang untuk buat ruangan agak tertutup jika kamu takut aroma obatnya menyebar kemana-mana, gunakan saja ruangan yang ku katakan tadi, jika di luar itu kalau sudah malam juga gelap dan dingin, jadi lebih bagus di dalam saja" jelas Stephen sambil menyantap makannnya
"I-iya baiklah, tapi jika Tuan tidak tahan aromanya katakan saja pada ku, aroma obat yang di racik sangat kuat, dan apakah aku boleh pinjam halaman untuk menjemur daun herbal?"
"Gunakan saja, tidak perlu bertanya pada ku, lakukan saja keinginan mu" jawab Stephen dengan santai
"Baik Tuan" jawab Cherry dengan sopan
"Aneh, kenapa aku malah merasakan perasaan aneh terhadap gadis ini? kenapa bisa begitu nyaman saat bersamanya" batin Stephen sambil menyantap makanannya
Di pagi itu Stephen seperti biasa di temani oleh Anton ke perusahaannya, Ronald lagi-lagi di buat murka karena melihat keponakannya itu dalam kondisi sehat-sehat saja.
"Kenapa bocah itu masih saja tidak mati?" gumam Ronald yang sedang bersama sekretarisnya yang melihat Stephen menuju ke arah Liff
Karena merasa kesal Ronald pun mengeluarkan handphonenya dan menghubungi seseorang
"Hallo Tuan Ronald" jawab pria yang di seberang sana
"Hallo, Jhon, dia masih hidup" kata Ronald dengan menahan emosi
"Ternyata belakangnya ada orang yang mampu menghilangkan racun di tubuhnya, aku semakin penasaran saja" ujar Jhon
"Jhon, apa kamu ada cara untuk membunuh saja penghalang itu?"
"Aku ingin tahu dulu siapa dia, jika ada orang yang bisa mengalahkan racun ku aku yakin dia pasti bukan orang kota dan dia sangat ahli dalam obat-obatan"
"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"
"Tuan Ronald, aku ingin kau kerumahnya dan perhatikan orang yang di sisinya bisa jadi orang itu tinggal bersamanya, jika tidak mana mungkin bisa begitu cepat racun yang sudah masuk ke tubuhnya langsung menghilang" jawab Jhon yang di seberang sana
"Baiklah, aku akan mencari alasan untuk ke rumahnya" jawab Ronald dan sesaat kemudian mereka pun memutuskan panggilannya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Frando Kanan
menyedihkn 😒....
2024-04-14
0
Frando Kanan
serius?! perawan udh beri pda Leo? si pelayan busuk itu!? wah wah wah...
2024-04-14
0
Alexandra Juliana
Ya ampuunnn ternyata Sonia selingkuh juga sama si Leo malah Leo yg mencicipi Soni lebih dulu...
2023-12-16
1