"Nona, bunga ini kiriman dari siapa?" Tanya Freddy yang berdiri
"Tadi ada pelanggan yang ke toko bunga dan meminta ku untuk mengirim bunga ini ke alamat ini dan menyerahkan ke Tuan Chin" Jawab Cherry dengan sopan
"Kalau begitu silakan saja" Kata Freddy dengan mempersilapkan dengan sopan
Cherry lalu berjalan ke arah kasur yang di mana tempat Stephen yang duduk bersandar di sana
"Kenapa wajahnya agak beda ya? seperti pucat" Batin Cherry
"Tuan, ini bunganya" Ucap Cherry sambil menyerahkan bunga kepada Stephen
"Aroma bunga ini? "Batin Cherry yang menoleh ke arah bunga yang di meja samping kasur Stephen itu
"Nona, ada apa? Tanya Stephen yang melihat Cherry yang sedang melihat bunga di meja itu
"Maaf! Tuan, aroma bunga ini agak aneh"Jelas Cherry dengan sopan
"Aneh? Nona, aromanya sangat wangi apa ada masalah?" Tanya Freddy dengan penasaran
"Iya, ada masalah dengan aromanya. aroma ini bukan asli dari bunga tersebut"jawab Cherry dengan sopan
"Apa maksud mu?" Tanya Stephen yang melihat ke arah Cherry
"Maaf jika aku tidak sopan. apakah Tuan ada merasakan tidak nyaman pada diri anda?"Tanya Cherry dengan hati-hati
"Kenapa kau bertanya seperti itu, Nona?"Tanya kembali Freddy yang merasa penasaran
"Wajah Tuan Chin agak pucat, dan aroma ini jika sering tercium oleh kita maka lama-lama akan menyebabkan kelumpuhan pada tubuh kita" Jelas Cherry
"Kelumpuhan? Nona, jangan bercanda ini hanyalah bunga saja, tidak ada bunga yang menyebabkan kelumpuhan" Lanjut Freddy
"Bukan bunga ini yang ada masalah, tapi aromanya bukan aroma asli dari bunga ini, di toko kami banyak bunga ini juga tapi aromanya beda dengan yang ini" Jelas Cherry dengan melihat ke arah Stephen dan Freddy
"Apa yang bisa membuktikan jika semua penjelasan mu ini adalah benar? jika kau salah menebak apa kau tau konsekuensinya?" tanya Stephen dengan tegas
"Tuan, ini adalah serbuknya yang di berikan pada ku oleh pria tadi yang memesan bunga untuk anda" Kata Cherry dengan memberikan botol kecil yang di berikan oleh Ronald padanya tadi
Stephen mengambil botol itu dan membuka penutup botol tersebut dan kemudian menghidu aromanya
"Aroma ini sama dengan bunga" Kata Stephen
"Apa? coba aku lihat" Ujar Freddy yang mengambil botol itu dari tangan Stephen
"Aromanya sama wangi. tapi Nona, kenapa kamu bisa mengatakan jika ini bisa melumpuhan tubuh kita?" tanya Freddy dengan penasaran
"Di desa ku banyak tumbuhannya, ini sejenis racun, awalnya kita tidak merasakan apa-apa, tapi lama-lama akan mulai ada gejalanya" Jelas Cherry
"Apa saja gejalanya?" tanya Freddy
"Awalnya hanya merasa sangat nyaman dan bisa tidur pulas, dan kemudian akan merasa sakit tiba-tiba di bagian dada, dan jika kelamaaan maka rasa sakit itu akan menyebar ke seluruh tubuh" Jelas Cherry dengan secara rinci
Mendengar penjelasan Cherry, Stephen dan Freddy saling memandang dan merasa perkataan gadis itu sama seperti yang di alami Stephen saat ini.
"Jika kelamaan apa yang akan terjadi?" tanya Freddy lagi
"Setelah menyebar ke seluruh tubuh maka akan mengakibatkan kelumpuhan pada tubuh orang itu, dan di saat itu maka tidak bisa lagi di obati" Jawab Cherry
"Katakan siapa yang memesan bunga ini dan serbuk ini apakah orang sama yang memberikan pada mu?" Tanya Stephen
"Pria tadi itu dia sekitar usia 60 tahun lebih, dan pakaiannya rapi,warna mobilnya adalah silver" Jawab Cherry
"Apa lagi yang dia katakan selain memesan bunga ini?" Tanya Freddy
"Dia memberikan serbuk ini, dan mengatakan jika Tuan Chin alergi aroma bunga, jadi dia menyuruh ku untuk tabur serbuk ini agar menghilangkan aroma bunga ini" Jelas Cherry
"Kenapa kamu tidak menaburnya?" tanya Freddy lagi
"Karena aku merasa aneh saja, jika Tuan Chin alergi bunga tidak mungkin kemaren Tuan Anton memesan begitu banyak bunga, oleh karena itu aku tidak tabur serbuknya" Jelas Cherry
"Tuan, wajah mu agak pucat, dan apa bunga ini setiap hari di kamar anda?" Tanya Cherry dengan sopan
"Bunga ini setiap hari di ganti sudah sebulan dan aromanya sama" Jawab Stephen
"Ini adalah racun yang harus segera di singkirkan" Kata Cherry yang mengambil bunga di meja itu
"Nona, bunga itu ingin bawa ke mana?" Tanya Leo yang tiba-tiba masuk ke kamar Stephen
"Ah..ini sudah lama aku hanya ingin ganti yang baru" Jawab Cherry dengan alasan
"Maaf! Tuan, telah membiarkan orang asing masuk ke kamar anda" Ucap Leo dengan menunduk
"Nona, anda tidak boleh sembarangan menyentuh barang rumah ini , jika ada yang hilang maka anda yang harus bertanggung jawab
"Aku mengambilnya di depan Tuan Chin, kenapa kamu mencari alasan menyalahkan ku?" Kata Cherry dengan kesal
"Leo, bukan salahnya, ini perintah ku. bukankah sudah biasa setiap hari bunga di kamar ku harus di ganti? Nona ini hanya membantu ku saja" Jelas Stephen dengan tegas
"Baik Tuan" Jawab Leo dengan hormat
"Sini Nona, biar aku yang mengantikannya" kata Leo
"Tidak apa-apa, biar aku saja, ini bunganya sudah mulai layu" Ujar Cherry dengan menyerahkan bunga lama itu ke Leo
"Leo, masakan bubur untuk ku, aku sudah lapar" Perintah Stephen dengan sengaja
"Baik Tuan" Jawab Leo dengan menurut
"Tuan, biarkan aku menarohkan bunganya ke vas ini" Sebut Cherry dengan mengambil bunga dari tangan Stephen
Setelah Leo keluar dari kamar Stephen, Freddy langsung menutup pintu kamar karena merasa ada keanehan pada diri Leo
"Tuan, bunga ini sudah siap, aku permisi dulu" Pamit Cherry dengan sopan
"Sebentar" ucap Stephen yang menoleh ke arah Cherry
"Iya Tuan" Jawab Cherry yang menghentikan langkahnya
"Apa kau tahu penawarnya?" Tanya Stephen
"Penawarnya sejenis tumbuhan, dan harus di racik dengan beberapa bahan, apakah Anda ingin mencobanya?"
"Jika tidak memakan penawarnya apa yang akan terjadi? dan kenapa saat di periksa tubuhnya normal saja?" Tanya Freddy dengan penasaran
"Dokter tidak mungkin bisa mengetahuinya, karena ini adalah sejenis racun yang reaksinya secara beransur dan tidak ada menampakan gejalanya, seperti kondisi Tuan Chin sekarang wajah mulai pucat dan racun ini sudah mulai bekerja" Jelas Cherry
"Bagaimana bisa mendapatkan penawar itu?" Tanya Stephen
"Jika Tuan percaya pada ku maka biar aku yang mencarinya, tapi aku butuh bantuan"
"Katakan saja berapa biaya yang di butuhkan" ucap Stephen
"Bukan biaya, tapi karena aku tidak mengenal jalan kota jadi aku butuh ada yang menunjukkan jalan, kita akan mencari di tempat yang jual tumbuhan-tumbuhan aku yakin pasti dapat" Jelas Cherry
"Biarkan aku yang mengantar mu, Nona."Sebut Freddy
"Baiklah, jika bisa sekarang mari kita pergi" Jawab Cherry
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Alexandra Juliana
Si Leo pengkhianat tuh..dia org. bayaran pamannya Stephen
2023-12-16
1
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Feeling ku mengatakan kalo Leo ini musuh dlm selimut, Semoga saja tidak ya..
2023-12-13
1
Nurmali Pilliang
Cherry kamu baik banget
2022-07-02
2