Beberapa hari kemudian..
"Ini aneh, sangat aneh, selama ini tidak ada yang bisa melawan racun ku, aku penasaran siapa di belakang Stephen Chin" ujar Jhon yang merasa kesal
"Di sisinya hanya ada Anton, Freddy dan Hendry. Hendry adalah dokter tapi mereka jarang bertemu, aku juga merasa heran siapa yang mampu menghilangkan racun pada diri si cacat itu" kata Ronald yang sedang duduk di sofa ruang tamunya
"Aku ingin mencobanya lagi"ucap Jhon yang merasa tidak puas
"Dengan cara apa kamu ingin mencobanya?" tanya Ronald dengan penasaran
"Aku ingin mencoba melalui bunga kali ini aku ingin mengunakan racun paling tajam sekali tercium maka dalam beberapa menit kemudian dia akan pingsan dan tidak lama kemudian setelah itu dia tewas " kata Jhon
"Jika dokter tahu dia keracunan bukankah ini akan jadi masalah yang panjang?"
"Tenang saja! setelah tewas dokter hanya akan mengira dia mati karena serangan jantung. racun ini tanpa aroma dan warna" jawab Jhon dengan senyum sinis
"Aku ingin melihat siapa yang mampu melawan racun ku, ini membuatku sangat penasaran" batin Jhon
Restoran..
"Aku tidak menyangka kamu ingin bertemu dengan ku, selama ini kamu selalu saja sibuk dan angin baik apa yang membuat mu ingin menemui ku?" tanya Monica dengan bercanda
"Monica, aku menginginkan karyawan mu itu" jawab Stephen yang duduk di hadapan Monica
"Karyawan ku? Stephen, apa yang membuat mu tertarik pada nya? kau tahu jika dia adalah karyawan ku tapi kamu malah ingin merebutnya dari ku?"sebut Monica dengan senyum
"Dia menyelamatkan nyawa ku sebanyak 2 kali, kau tahu aku Stephen Chin tidak mudah untuk percaya pada siapa pun, Leo yang sudah lama mengikuti ku juga ingin mencelakai ku jika bukan karena Cherry aku sudah mati" jelas Stephen
"Katakan pada ku dulu, apa alasan mu ingin Cherry di sisi mu?"
"Dia bisa menjadi dokter pribadi ku, dan tentu saja aku percaya padanya oleh karena itu aku ingin dia bekerja dengan ku, semua makan dan minum ku dia yang mengurusnya" jelas Stephen
"Ini bukan sifat mu, selama ini kau sangat berhati-hati, bahkan terhadap istri mu saja kau tidak percaya dan masakannya saja kau tidak mau makan, dan sekarang kau ingin Cherry yang memasaknya untuk mu?" ujar Monica dengan rasa penasaran
"Aku percaya pada nya"
"Apa suatu saat jika dia tidak berguna bagi mu apakah kau akan menendangnya?"
"Kenapa aku harus menendangnya?"
"Aku tahu sifat mu, Stephen"
"Asal dia tidak mengkhianati ku aku tentu saja aku melindunginya juga, selama dia setia pada ku aku akan selalu melindunginya" jawab Stephen
"Baiklah kalau ini yang kau mau, aku tidak menyangka di saat aku dan dia sudah dekat kau malah ingin merebutnya dari ku" kata Monica dengan mengeleng kepalanya
"Kau tidak kekurangan kaki tangan, Monica" ujar Stephen dengan senyum
"Iya, tapi dia sudah seperti adik ku, janji satu hal dengan ku"
"Janji apa?"
"Jika suatu saat dia melakukan kesalahan jangan menyakitinya, beritahu pada ku dan aku akan menjemputnya" pinta Monica
"Tenang saja, aku juga tahu budi, dia berjasa pada ku tentu saja aku tidak akan melukainya, aku ingin tahu tentangnya, asalnya dari mana saja dan keluarganya katakan semua pada ku"
"Jika kamu ingin tahu maka aku akan beritahu pada mu" jawab Monica
Toko bunga
"Selamat datang Tuan" sambut Cherry dengan ramah
"Aku ingin memilih bunga" kata Jhon yang sedang melihat bunga di panjangan toko itu
"Silahkan Tuan" jawab Cherry dengan senyum
"Tubuh pria ini di penuhi racun, aromanya sangat menusuk, tidak sangka di kota besar ada yang suka mengunakan racun" batin Cherry
"Nona, aku beli bunga ini, tolong kemaskan yang rapi" kata Jhon yang sambil mengeluarkan lembaran uangnya
"Baik Tuan" jawab Cherry dengan sopan
Cherry mengikat bunga sesuai permintaan Jhon setelah selesai Jhon pun meninggalkan toko bunga itu dan menuju ke mobilnya..
"Aneh pria ini kenapa seluruh tubuhnya ada racun, penampilannya juga tidak baik" Batin Cherry
Setelah beberapa menit kemudian Monica kembali ke toko bunga
"Cherry" sapa Monica
"Kakak" balas sapaan Cherry yang menoleh ke arah Monica
"Cherry, tadi aku bertemu dengan Tuan Chin, dia ingin kamu bekerja dengannya"
"Bekerja dengannya? kenapa?"
"Stephen adalah pria yang tidak percaya pada siapa pun, jadi dia percaya pada mu karena kamu telah dua kali menyelamatkannya" jawab Monica
"Tapi Kak, apa yang bisa aku lakukan di sana?"
"Urus semua kebutuhannya, makanannya dan minumannya"
"Tapi aku sudah nyaman di sini" jawab Cherry dengan sedih
"Cherry, Stephen walau tegas tapi dia sangat baik, bukankah diri mu ingin mencari ayah mu mungkin saja dia bisa membantu mu" ujar Monica
"Sebenarnya jika bukan Mama ku aku juga tidak mau bertemu dengannya lagi, setelah ke sini aku hanya ingin fokus kerja" jelas Cherry dengan merasa berat
"Cherry, kesempatan bagus bisa bekerja dengan Stephen banyak yang berharap bisa mendapat kesempatan ini tapi dengan sifatnya yang pemilih dia tidak mau menerima siapa pun" jelas Monica dengan senyum
"Apa aku tidak bisa menolak tawarannya itu?"
"Dia sangat degil, jika mau maka kau tidak bisa menolaknya"jawab Monica dengan senyum
"Tapi Kak, apa aku bisa bekerja dengan baik di sana? dia adalah bos besar dan aku adalah orang desa, lagi pula makanannnya pasti mewah aku takut aku tidak bisa memasak sesuai seleranya" ujar Cherry yang khawatir
"Jika tidak bisa maka bisa di pelajari, ini mudah saja, mulailah berkemas karena Anton akan menjemput mu nanti"
"Hah? menjemput ku?"
" iya, makanya aku mengatakan kau tidak bisa menolaknya" jawab Monica dengan suara lembut
"Iya, aku akan berkemas" ujar Cherry yang berjalan masuk ke dalam menuju ke kamarnya
"Cherry, mungkin ini adalah jodoh mu dengannya, aku yakin di antara kalian suatu saat nanti pasti akan saling jatuh cinta, Stephen pria bersikap dingin tidak pernah memandang ku walau aku sudah lama menunggu dia juga tidak tersentuh, dari dia belum menikah sampai dia bercerai aku tetap tidak mampu masuk ke hatinya" batin Monica yang merasa kecewa dan sedih
"Stephen, aku yakin kau pasti sudah tersentuh sama gadis itu, selama ini tidak ada wanita yang bisa masuk ke hati mu, bahkan Sonnia yang kau nikahkan dulu juga tidak kau sentuh" gumam Monica
Kediaman Chin
Di malam itu Stephen sedang membaca koran di ruang tamunya yang mewah dan luas, tanpa dia sadari vas bunga yang pas di sampingnya adalah bunga yang di berikan oleh Jhon yang di kirim sore tadi, Jhon mengirim bunga itu dengan menyuruh anggotanya menyamar sebagai pengirim untuk menghantar bunga tersebut ke alamat Stephen. tentu saja bunga itu di terima oleh pembantu yang bekerja di kediaman Chin dan menarohkan di vas bunga di ruang tamu itu.
Racun yang di tabur oleh Jhon tidak memiliki aroma dan warna, tentu saja Stephen tidak merasakan aroma apa pun di saat bunga itu ada di sampingnya.
"Uhuk..uhuk.uhuk..aneh kenapa tiba-tiba saja aku merasa sesuatu terganjal di tengorokan ku" gumam Stephen yang sedang batuk kuat
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
ira rodi
monica baik...semoga dapat jodoh yg baik jg kalo bisa setaralah dgn stephen chin....
2024-09-16
0
Frando Kanan
haa...itu krn lo mlh nunggu cinta lo yg gk suka pda lo....so...slh lo sendiri yg buang2 wkt hanya nunggu blsan cinta Dr Stephen...
2024-04-14
0
Alexandra Juliana
Jhon...Jhon...punya keahlian bukannya dipergunakan utk membantu sesama malah digunakan utk mencelakai..Smg suatu hari nanti kau insyaf Jhon shg tdk di bunuh oleh King Devil
2023-12-16
1