"Penawar ini sangat bagus, bisa menyingkirkan semua jenis racun, oleh karena itu aku harus menyediakannya" jawab Cherry
"Lalu kenapa kau racik racun juga?" tanya Monica dengan penasaran
"Racun untuk melindungi diri, seperti kemarin aku di rampok jika di saat itu aku ada racun maka dia pasti kalah dari ku" jelas Cherry dengan senyum
"Cherry, kelihatannya kau serba bisa dan aku juga tidak butuh dokter lagi jika penyakit ku kambuh" ujar Monica dengan senyum
"Iya, katakan saja jika kakak butuh bantuan ku" jawab Cherry dengan bercanda
"Eh..iya apa luka mu sudah sembuh?"
"Sudah tidak sakit, lagi pula obat dokter aku tidak makan lagi"
"Kenapa tidak makan?"
"Aku ada obat sendiri dan lebih cepat sembuh" jawab Cherry yang sambil sibuk dengan tangannya
"Baiklah, kalau begitu yang penting kamu sudah sembuh, kakak akan siapkan dulu bunga yang di pesan Tuan Chin" kata Monica
"Iya Kak"
Sore hari..
Di saat Cherry keluar dari toko bunga sambil memegang bunga pesanan Stephen dia di sambut oleh Anton yang sudah menunggu nya di luar toko.
"Nona Cherry" sapa Anton dengan sopan
"Tuan Anton, kenapa anda berada di sin"
"Saya di sini untuk menjemput nona" jawab Anton dengan sopan
"Menjemput ku? aku bisa jalan sendiri"
"Ada sesuatu yang butuh pertolongan mu, silahkan, Nona" ujar Anton lagi dan membuka pintu mobil belakang
"Iya baiklah, terima kasih" jawab Cherry yang masuk ke dalam mobil
Monica yang sedang memerhatikan Sikap Stephen terhadap Cherry membuatnya merasa aneh, karena tidak biasanya Stephen peduli pada seseoarang.
"Kenapa Stephen ingin bertemu dengan Cherry? seharusnya tidak ada masalahkan dan tidak mungkin dengan sikap Stephen yang begitu angkuh bisa menyukai Cherry?" Batin Monica
Monica dan Stephen sudah saling kenal selama 7 tahun lamanya, selama ini Monica memendamkan rasa cinta pada Stephen, Monica yang pernah di tolak oleh Stephen tidak membuatnya berpaling ke pria lain melainkan masih menunggunya selama ini.
Kediaman Chin.
"Tuan, Nona Cherry datang" sapa Anton yang masuk ke ruang baca Stephen
"Tuan Chin" sapa Cherry yang menghampiri Stephen yang sedang duduk di kursi roda
"Nona Cherry, apa luka mu sudah sembuh?" tanya Stephen yang melihat ke arah Cherry
"Sudah baikkan, Tuan Chin, apa ada butuh bantuan ku?"
"Nona Cherry, bisa anda tolong lihat tangan ku?" tanya Stephen yang menunjukan telapak tangan kanannya yang sudah membiru
"Tuan, tangan anda kenapa bisa berubah menjadi biru?" tanya Anton yang merasa khawatir
Cherry melihat tangan Stephen dengan teliti sambil memeriksa tangan yang satu lagi
"Tuan, kenapa anda bisa terkena racun ini?" tanya Cherry yang merasa heran
"Aku bersalaman dengan seseorang pagi tadi"
"Racun? Nona, maksud mu Tuan Chin terkena racun?" tanya Anton dengan cemas
"Benar, ini adalah racun yang di racik 7 tanaman beracun, jika dalam 24 jam tidak ada penawar maka Tuan Chin akan meninggal karena racun merebak ke seluruh tubuh" jelas Cherry yang sambil memerhatikan telapak tangan Stephen
"Lalu apa ada obatnya?" tanya Anton dengan cemas
"Aku ada penawarnya, Tuan, minum pil ini 1 butir, berselang 3 jam lagi minum 1 butir lagi" kata Cherry dengan mengeluarkan botol berisi penawar dan menuangkan isinya ke telapak tangan Stephen
Tanpa ragu Stephen langsung menelan penawar yang di berikan Cherry dan meneguk segelas air
"Tuan, siapa yang meracuni anda?" tanya Cherry yang berdiri di hadapan Stephen
"Namanya adalah Jhon, dia adalah teman dari paman ku" jawab Stephen sambil menatap ke arah Cherry
"Nona Cherry, apa anda mengenalnya?" tanya Anton
"Aku tidak mengenalnya, jika seseorang bisa menciptakan racun ini maka dia pasti ahli dalam obat-obatan, karena untuk tumbuhan racun ini sangat tidak mudah di cari, tumbuhan 7 jenis ini hanya ada di sungai, tanaman tersebut hanya bisa hidup di air asin" jelas Cherry dengan panjang lebar
"Apakah pria yang bernama Jhon itu adalah ahli dalam racun?" sebut Anton dengan khawatir
"Sepertinya dia memang sengaja datang hanya untuk meracuni ku" kata Stephen
"Tuan Chin, penawar ini anda ambil saja untuk melindungi diri, jika bertemu dengannya maka jauhkan diri darinya" ujar Cherry dengan memberikan penawar pada Cherry
"Nona Cherry, sakit di tangan ku mulai reda, kelihatannya penawar mu sangat bagus. ini sangat membantu ku" ujar Stephen dengan senyum
"Bagus kalau begitu, tapi untuk menghilang dari tubuh, Tuan Chin, harus rutin minum selama 2 hari dan setelah itu maka racun sudah bersih dari tubuh anda" jelas Cherry
"Baiklah! Nona Cherry, anda menyelamatkan ku untuk ke dua kalinya, jika Nona butuh sesuatu katakan saja pada ku, atau Nona butuh bantuan apa pun silahkan katakan saja" ucap Stephen dengan senyum
"Ini..aku tidak ada permintaan apa pun" jawab Cherry dengan merasa segan
"Nona Cherry, tidak perlu segan, jika hari ini Nona belum butuh bantuan apa pun maka lain kali Nona bisa meminta apa saja jika butuh sesuatu" lanjut Anton dengan sopan
"Tidak! tidak! terima kasih" Mama ku mengatakan jangan meminta balasan jika kita membantu orang lain, ini suatu kebetulan karena diri ku bisa sedikit ilmu obat-obatan" jawab Cherry yang berusaha menolak
"Anton, berikan kartu nama ku padanya" perintah Stephen yang melihat ke arah Anton
"Baik Tuan" jawab Anton dengan menurut
"Nona Cherry, simpan kartu nama ini, jika butuh bantuan apa pun hubungi saja nomor ini, ini adalah nomor Tuan Chin" kata Anton sambil menyerahkan Kartu nama ke tangan Cherry
"Ba-baiklah! terima kasih" ucap Cherry dengan merasa segan
"Tapi Tuan Chin, jika pria beracun ingin menyakiti mu dia pasti akan melakukannya lagi setelah ini" ujar Cherry
"Itu sudah pasti" jawab Stephen dengan bersikap tenang
"Tuan Chin, Ronald Chin benar-benar ingin membunuh mu ini sudah keterlaluan" lanjut Anton dengan kesal
"Tuan Chin , saya sarankan gunakan saja sarung tangan, sebagai peracun sangat mudah neracuni sasaran nya lewat sentuhan, dan juga sebagian mengunakan serbuk wangi yang seperti di tabur di bunga itu" kata Cherry dengan menoleh ke arah Stephen dan Anton
"Ada benar juga, kata Nona Cherry dia memang sengaja bersalaman dengan Tuan tadi pagi" lanjut Anton
"Aku penasaran dengan cara apa lagi dia akan meracuni ku untuk selanjutnya" sebut Stephen dengan mengingat kejadian padi tadi.
Malam hari..
Setelah Cherry meninggalkan rumah mewah Stephen, Stephen duduk di kursi rodanya sambil memerhatikan botol kecil berisi penawar yang di berikan Cherry tadi.
"Setiap nyawa ku dalam bahaya pasti gadis ini yang menyelamatkan ku, di dunia ini aku bahkan tidak percaya pada siapa pun lagi selain Anton, tapi aku malah percaya pada gadis yang baru ku kenal, dan dia malah telah menyelamatkan ku tanpa minta balasan apa pun, sedangkan ahli keluargaku satu-satunya Ronald Chin malah berkali-kali ingin menjatuhkan ku bahkan sampai ingin mengambil nyawa ku" Gumam Stephen
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Frando Kanan
yg bner aja...mlh msh nunggu 🤦
2024-04-14
0
zoro
jangan2 jhon ni bapa cerry
2023-02-18
0
Adin Simantawul
seru banget ceritanya🥰🥰🥰
2022-07-04
1